Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Satu Prangko dan Kartu Pos, Banyak Cerita Bisa Digali

0

 

PALEMBANG — Jangan anggap prangko hanya sebagai benda kecil yang menempel di sudut amplop. Di balik selembar prangko ternyata tersimpan berbagai cerita, mulai dari tokoh, sejarah, hingga peristiwa alam yang pernah terjadi.


Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Si., saat membuka Sriwijaya Philately Exhibition (Sriwijaya Phex) 2026 di Atrium Palembang Square Mall, Jumat (11/9/2026).


Fadli Zon yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Penggerak Filatelis Indonesia (PP PFI) mengatakan, prangko dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang menarik, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z.




Menurutnya, prangko kerap merekam berbagai peristiwa penting. Tidak hanya menampilkan tokoh-tokoh, tetapi juga sejarah dan peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia maupun dunia.


"Jadi prangko juga sebagai penanda zaman. Setiap zamannya diterbitkan prangko. Dari satu prangko dan kartu pos, banyak cerita yang bisa digali dan diketahui," kata Fadli Zon.


Ia mencontohkan peristiwa meletusnya Gunung Krakatau yang juga pernah direkam dalam bentuk penerbitan prangko. Begitu pula dengan berbagai keindahan alam Indonesia yang diabadikan melalui prangko.


Fadli Zon menyebut filateli, yakni hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos, memiliki banyak manfaat. Bahkan, menurutnya, hobi tersebut sejak dahulu banyak digemari kalangan raja dan pejabat negara.


"Filateli merupakan hobi yang baik untuk dikembangkan karena akan menambah persahabatan, memupuk seseorang bersikap lebih teliti, cermat dan memberikan ilmu pengetahuan," ujarnya.


Ia kemudian mengenang masa ketika teknologi komunikasi belum berkembang seperti sekarang. Saat bersekolah di Amerika Serikat, Fadli Zon mengaku masih menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan ibunya di Indonesia.


"Saya mengirimkan pesan melalui surat kepada ibu di Indonesia membutuhkan waktu dua minggu baru sampai suratnya. Menunggu balasannya juga dua minggu. Artinya, waktu itu membutuhkan waktu satu bulan lebih menerima balasan dari surat atau pesan yang disampaikan," kenangnya.


Menurut Fadli Zon, menghidupkan kembali minat terhadap prangko dan filateli bukan berarti mengajak masyarakat kembali ke masa lalu. Justru di tengah perkembangan era digital, keberadaan material budaya seperti prangko menjadi semakin menarik.


Filateli, katanya, dapat menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus membuka ruang persahabatan dan pengetahuan. Terlebih, kegiatan pameran filateli hingga perlombaan tingkat internasional masih rutin digelar di berbagai negara, termasuk Eropa dan Timur Tengah.


Dari sisi nilai ekonomi, Fadli Zon juga menyebut harga prangko sangat beragam. Ada prangko yang harganya relatif murah, tetapi ada pula prangko langka yang nilainya dapat mencapai miliaran rupiah.


"Mahal dan murahnya prangko tentu tergantung langka dan banyaknya prangko tersebut di pasaran. Semakin sedikit prangko tersebut, makin langka, maka semakin mahal harganya," tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menjelaskan tugas Kementerian Kebudayaan dalam pemajuan kebudayaan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan, yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.


Menurutnya, berbagai objek tersebut juga dapat ditemukan jejaknya melalui prangko dan filateli.


"Prangko dan filateli juga merekam objek pemajuan kebudayaan tersebut," kata Fadli Zon.


Sriwijaya Phex 2026 berlangsung pada 10 hingga 13 September 2026 dan dirangkaikan dengan Rapat Tahunan Nasional (RTN) PFI 2026.


Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Sekretaris Jenderal PP PFI Mahpudi, Ketua PD PFI Sumatera Selatan Affan Prapanca serta Ketua PD PFI dari berbagai daerah di Indonesia. (***/R)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top