Pokdarwis Kota Pariaman Didorong Makin Kreatif Kembangkan Desa Wisata

0



PARIAMAN – Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kota Pariaman terus didorong. Salah satunya melalui penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar mampu mengelola potensi wisata di desa masing-masing secara kreatif dan berkelanjutan.


Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengembangan Desa Wisata bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat di Desa Taluak, Kota Pariaman, Jumat (4/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi bersama jajaran, serta Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Drs. Doni Hendra.


Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Yasin, dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya Pokdarwis Desa Taluak dan Pokdarwis di Kota Pariaman.


Tidak hanya sosialisasi, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa peralatan tenda camping beserta sarana pendukungnya yang diharapkan dapat menunjang pengembangan aktivitas wisata berbasis alam dan masyarakat.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Muhammad Yasin atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat dan Pokdarwis.


“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi pengembangan desa wisata dan bantuan ini. Besar harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan ke depannya, sehingga memberikan manfaat bagi Pokdarwis dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di Kota Pariaman,” ujar Ferialdi.


Menurut Ferialdi, keberadaan Pokdarwis memiliki peran strategis karena menjadi salah satu ujung tombak dalam menggerakkan pariwisata berbasis masyarakat.


Karena itu, ia meminta keberadaan organisasi Pokdarwis tidak hanya sebatas nama, tetapi benar-benar aktif menjalankan program dan mampu melahirkan berbagai inovasi wisata.


Ferialdi juga menekankan pentingnya pembaruan kepengurusan Pokdarwis. Menurutnya, regenerasi dan pemilihan pengurus diperlukan agar roda organisasi tetap berjalan serta mampu melanjutkan berbagai program pengembangan desa wisata.


“Pokdarwis harus terus bergerak dan berinovasi. Untuk itu, perlu dilakukan pemilihan pengurus agar keberlangsungan organisasi tetap terjaga dan pengembangan pariwisata di kawasan Kota Pariaman dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Doni Hendra, memberikan apresiasi terhadap perhatian Anggota DPRD Sumatera Barat terhadap pengembangan Pokdarwis.


Ia menilai dukungan tersebut dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk semakin kreatif dalam menggali dan mengemas potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa.


Doni berharap bantuan fasilitas yang diberikan tidak hanya digunakan sebagai sarana pendukung, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata yang mampu menarik minat wisatawan.


“Fasilitas yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pokdarwis untuk menyusun dan mengembangkan berbagai paket wisata yang menarik,” ujarnya.


Menurutnya, paket wisata dapat dikembangkan dengan menggabungkan potensi lokal, produk masyarakat, budaya, kuliner, lingkungan, hingga daya tarik alam yang ada di desa.


Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat sebuah objek, tetapi mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan berkesan.


Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Yasin, mengatakan dukungan melalui Pokir tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pengembangan pariwisata sekaligus peningkatan kesiapan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata.


Ia berharap keberadaan bantuan tersebut dapat mendorong Pokdarwis meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.


“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mengelola tempat wisata, memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, serta menciptakan pengalaman yang menarik sehingga wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi tertarik untuk kembali berkunjung ke Desa Taluak,” ungkap Muhammad Yasin.


Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Ritno Kurniawan, tokoh penggerak lingkungan dan ekowisata dari Desa Wisata Nyarai, Lubuk Alung, sebagai narasumber.


Ritno berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Pokdarwis di Desa Wisata Nyarai, termasuk bagaimana masyarakat dapat terlibat langsung menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekowisata sebagai sumber manfaat ekonomi.


Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Pokdarwis di Kota Pariaman untuk mengembangkan konsep wisata yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat.


Melalui sosialisasi ini, Pokdarwis di Kota Pariaman diharapkan semakin memiliki wawasan dan kemampuan dalam mengelola potensi wisata, memperkuat kelembagaan, menyusun paket wisata inovatif, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.


Sinergi antara Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, DPRD Sumatera Barat, serta masyarakat menjadi salah satu kunci agar pengembangan desa wisata tidak berhenti pada kegiatan seremonial.


Ke depan, penguatan Pokdarwis diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadikan desa-desa di Kota Pariaman sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik dan mampu membuat wisatawan ingin datang kembali. (***/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top