RSUD Parik Malintang, Resmi Berganti Nama Jadi RSUD Muslim Kasim

0

 


PADANG PARIAMAN — Nama RSUD Parit Malintang kini resmi berganti menjadi RSUD Muslim Kasim.


Perubahan nama rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman itu ditandai dengan peresmian yang dilakukan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Senin (21/9/2026).


Peresmian berlangsung di kompleks RSUD Muslim Kasim, Parik Malintang, dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat. 


Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman periode 2021–2024, Suhatri Bur dan Rahmang, pimpinan dan anggota DPRD, keluarga besar almarhum Muslim Kasim, Ketua LKAAM, unsur Forkopimda, camat, wali nagari, serta jajaran RSUD Muslim Kasim.


Bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, perubahan nama tersebut bukan sekadar mengganti identitas rumah sakit. 


Nama Muslim Kasim disematkan sebagai bentuk penghormatan terhadap salah seorang putra terbaik daerah yang dinilai memiliki jasa besar dalam pembangunan Padang Pariaman, termasuk dalam penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.


Bupati John Kenedy Azis mengatakan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus mengabadikan pengabdian almarhum Muslim Kasim.


“Hari ini bukan sekadar seremoni pergantian nama sebuah rumah sakit. Hari ini adalah momentum bersejarah untuk mengenang, menghargai dan mengabadikan jasa seorang putra terbaik Padang Pariaman, Bapak Muslim Kasim, yang telah memberikan dedikasi luar biasa terhadap pembangunan daerah Kabupaten Padang Pariaman,” ujar John Kenedy Azis.


Menurutnya, Muslim Kasim merupakan sosok pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan daerah dan pelayanan kesehatan masyarakat.


Karena itu, nama Muslim Kasim yang kini melekat pada rumah sakit tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol penghormatan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi seluruh jajaran rumah sakit.


“Pemberian nama RSUD Muslim Kasim bukan sekadar pergantian identitas, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa, pemikiran serta pengabdian beliau kepada daerah yang kita cintai ini,” katanya.


Bupati meminta seluruh tenaga kesehatan, tenaga penunjang dan civitas RSUD Muslim Kasim menjadikan perubahan nama tersebut sebagai momentum untuk membangun semangat baru.


Pelayanan kesehatan, kata dia, harus terus ditingkatkan agar semakin profesional, humanis, cepat, aman dan berorientasi pada keselamatan pasien.


Selain peningkatan pelayanan, Bupati juga menegaskan perlunya penguatan sumber daya manusia. Ia meminta Dinas Kesehatan bersama Direktur RSUD Muslim Kasim mengambil langkah konkret untuk mendatangkan dan merekrut dokter profesional sesuai kebutuhan rumah sakit.


“Kami bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur rumah sakit akan berupaya merekrut dokter-dokter profesional di sini, sehingga rumah sakit ini bisa sejajar dengan rumah sakit-rumah sakit lainnya di Provinsi Sumatera Barat,” tegasnya.


Menurut John Kenedy, peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penguatan sarana dan prasarana serta tata kelola rumah sakit.


Ia juga mengingatkan jajaran rumah sakit agar menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang ramah, santun dan sungguh-sungguh.


“Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar rumah sakit. Karena itu, mari kita jaga bersama kepercayaan tersebut dengan pelayanan yang ramah, santun dan sungguh-sungguh,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, John Kenedy juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan, termasuk warga kurang mampu.


Ia menyebut tidak ada rumah sakit maupun Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang menolak masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena kepesertaan BPJS tidak aktif atau keterbatasan kemampuan membayar.


“Alhamdulillah, tidak ada satu pun rumah sakit ataupun Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang menolak masyarakat untuk berobat karena BPJS-nya tidak aktif atau karena tidak mampu membayar,” ungkapnya.


Terkait Universal Health Coverage (UHC), Bupati mengakui pemerintah daerah masih terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan masyarakat.


Keterbatasan kemampuan APBD, menurutnya, membuat Padang Pariaman mengembangkan pola kolaborasi dengan melibatkan masyarakat Padang Pariaman yang berada di ranah maupun rantau.


“Alhamdulillah, dalam satu tahun terakhir perkembangannya cukup baik. Kita memang belum bisa seperti kabupaten/kota lainnya memberikan kontribusi melalui APBD terhadap UHC, tetapi kita melibatkan masyarakat, baik yang di ranah maupun di rantau, untuk membantu masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman,” jelasnya.


Ia menyebut upaya tersebut menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, Padang Pariaman yang sebelumnya berada di posisi terbawah dalam cakupan UHC, kini berada di urutan ketiga di Sumatera Barat.


Sementara itu, Direktur RSUD Muslim Kasim, dr. Efriyeni, M.Kes., mengatakan rumah sakit tersebut mulai aktif memberikan pelayanan sejak 23 Mei 2009.


Seiring perjalanan waktu, rumah sakit terus mengalami pengembangan, baik dari sisi pelayanan, sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.


Menurutnya, perubahan nama menjadi RSUD Muslim Kasim merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa almarhum Muslim Kasim yang pernah memimpin Kabupaten Padang Pariaman dan memiliki bagian penting dalam sejarah berdiri serta berkembangnya rumah sakit tersebut.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati John Kenedy Azis atas gagasan perubahan nama rumah sakit.


Dengan identitas baru tersebut, RSUD Muslim Kasim membawa visi “Terwujudnya RSUD Muslim Kasim dengan Pelayanan Prima.”


Visi itu diwujudkan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perlindungan kesehatan masyarakat serta penyelenggaraan pelayanan yang efektif, efisien dan berkeadilan.


Jajaran rumah sakit juga berkomitmen meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, kompetensi SDM, sarana dan prasarana, tata kelola, kenyamanan pasien hingga kepuasan masyarakat.


“Nama berubah, tetapi semangat pengabdian harus semakin kuat. Pelayanan harus semakin prima dan amanah kepada masyarakat harus semakin besar,” ujar dr. Efriyeni.


Perwakilan keluarga almarhum Muslim Kasim, Hari Husnan Kurniawan, SE. Ak, Magister Commers, yang merupakan putra pertama, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas penetapan nama tersebut.


Menurut keluarga, nama Muslim Kasim bukan hanya melekat pada sosok mantan pemimpin daerah, tetapi juga seorang ayah dan kakek yang meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang pernah mengenalnya.


“Tentu kami merasa bangga dan bersyukur. Di balik nama itu terdapat sebuah amanah yang besar,” ungkapnya.


Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman beserta jajaran pemerintah daerah serta masyarakat yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap perubahan nama tersebut.


Penyematan nama Muslim Kasim pada rumah sakit, kata keluarga, merupakan penghormatan yang luar biasa sekaligus amanah untuk menjaga nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan.


Peresmian RSUD Muslim Kasim pun menjadi lebih dari sekadar pergantian nama sebuah fasilitas kesehatan.


Kini, nama Muslim Kasim menjadi bagian dari identitas rumah sakit yang diharapkan tidak hanya dikenang melalui sebuah papan nama, tetapi diwujudkan dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Sebab, nama besar pada akhirnya akan memiliki makna ketika diikuti dengan karya dan pengabdian yang nyata.


RSUD Muslim Kasim diharapkan terus tumbuh menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan tulus, profesional, aman dan berorientasi pada keselamatan pasien bagi seluruh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. (Kominfo)


Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top