Warga Binaan Lapas Suliki Ikuti Pembinaan Kesenian Tari Galombang, Lestarikan Budaya Minangkabau di Balik Jeruji

0

 


SULIKI — Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya daerah, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Suliki melaksanakan kegiatan pembinaan kesenian melalui latihan Tari Galombang, salah satu kesenian tradisional khas Minangkabau yang sarat akan nilai adat, kebersamaan, penghormatan, dan sopan santun.


Kalapas Suliki, Waskito Budi Darmo dalam keterangan tertulisnya pada Jum'at (25/09/2026) menyebut bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan positif yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana. 


Dikatakannya, melalui seni tari, warga binaan tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, meningkatkan kedisiplinan, serta mengenal dan melestarikan kebudayaan daerah.


Tari Galombang merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang secara umum dikenal sebagai tarian penyambutan bagi tamu kehormatan. Gerakan tari yang dilakukan secara berkelompok menggambarkan semangat kebersamaan, penghormatan, serta bentuk keramahan masyarakat Minangkabau dalam menyambut kedatangan tamu.


Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti setiap tahapan latihan dengan penuh semangat. Mereka mempelajari gerakan-gerakan Tari Galombang secara bertahap, mulai dari sikap tubuh, pola gerakan, kekompakan, hingga keselarasan gerakan antarpenari. Latihan dilakukan secara berulang agar setiap gerakan dapat dilakukan dengan baik, seragam, dan penuh penghayatan.


Kegiatan latihan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, kerja sama, dan saling menghargai. Setiap warga binaan memiliki peran masing-masing sehingga keberhasilan penampilan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan seluruh anggota untuk bergerak bersama dan menjaga kekompakan.


Tari Galombang sendiri memiliki makna yang tidak sebatas gerakan seni. Dalam budaya Minangkabau, penyambutan tamu merupakan bagian dari nilai sosial dan adat yang menjunjung tinggi penghormatan kepada orang lain. Karena itu, melalui pembinaan Tari Galombang, warga binaan juga diajak untuk memahami nilai-nilai positif yang terkandung di dalam budaya tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi pengalaman yang memberikan warna tersendiri selama menjalani proses pembinaan di Lapas Suliki. Di balik keterbatasan ruang dan waktu, mereka tetap diberikan kesempatan untuk belajar, berkarya, mengembangkan potensi, serta berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.


Pembinaan kesenian juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan dalam aspek keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif.


Melalui latihan Tari Galombang, para warga binaan terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang diberikan. Kekompakan dan semangat yang ditunjukkan menjadi gambaran bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar dan berkarya.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kesenian tradisional Minangkabau kepada generasi penerus. Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya budaya modern, keberadaan kesenian tradisional perlu terus dijaga dan diwariskan agar tidak kehilangan tempat di tengah masyarakat.


Lapas Kelas III Suliki berkomitmen untuk terus memberikan program pembinaan yang bersifat edukatif, kreatif, dan produktif bagi warga binaan. Berbagai kegiatan pembinaan diharapkan mampu menjadi wadah bagi warga binaan dalam menemukan potensi diri serta membentuk kepribadian yang lebih baik.


Pembinaan melalui seni dan budaya juga diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun karakter warga binaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Galombang, seperti kebersamaan, kedisiplinan, penghormatan, tanggung jawab, dan kekompakan, diharapkan dapat menjadi bekal dalam proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.


Tidak hanya sekadar berlatih tari, warga binaan juga belajar bahwa setiap keberhasilan membutuhkan proses, kesabaran, kedisiplinan, dan kerja sama. Setiap gerakan harus dilakukan secara serempak, setiap posisi harus diperhatikan, dan setiap anggota harus saling mendukung agar menghasilkan penampilan yang harmonis.


Ke depan, pembinaan kesenian Tari Galombang diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi kegiatan latihan rutin, tetapi juga dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan resmi di lingkungan Lapas maupun pada momentum tertentu sebagai bentuk partisipasi warga binaan dalam melestarikan budaya Minangkabau.


Kehadiran warga binaan dalam kegiatan pelestarian seni budaya juga menjadi pesan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga merupakan proses belajar, memperbaiki diri, menggali potensi, dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.


Melalui semangat berkesenian, warga binaan Lapas Suliki menunjukkan bahwa di balik jeruji besi tetap ada ruang untuk berkarya, belajar, dan menumbuhkan harapan.


Tari Galombang bukan hanya tentang gerakan dan irama, tetapi juga tentang bagaimana nilai kebersamaan, penghormatan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh dalam diri setiap warga binaan.


Dengan terus menghadirkan program pembinaan yang positif dan berkelanjutan, Lapas Kelas III Suliki berharap warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta mampu membawa perubahan positif ketika nantinya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.


Dari balik jeruji, budaya tetap hidup. Dari sebuah gerakan, tumbuh kebersamaan. Dan dari proses pembinaan, lahir harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (Anggun)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top