Rabu, 30 November 2016

Wabup Suhatri Bur : Alhamdulillah Penetapan APBD 2017 Berjalan Lancar.

Wabup Suhatri Bur : Alhamdulillah Penetapan APBD 2017 Berjalan Lancar.

APBD Padang Pariaman 2017 Ditetapkan Rp1,4 Triliun

Paritmalinatang--Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Padang Pariaman telah sepakat menetapkan rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2017 untuk menjadi peraturan daerah.

“Alhamdulillah, penetapan APBD 2017 berjalan lancar dan mengutamakan kepentingan umat,” kata Wabup Suhatri Bur di Aula DPRD, Senin 28 Oktober 2016 lalu.

Dikatakannya, lancarnya penetapan APBD 2017 mencerminkan besarnya kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama DPRD terhadap kesinambungan proses pembangunan yang terdokumentasi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Padang Pariaman tahun 2016-2021.

“Izinkanlah kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik secara langsung dan tidak langsung terhadap disepakatinya rumusan APBD 2017, terutama kepada seluruh anggota DPRD,” kata Suhatri Bur.

Pada kesempatan itu Wabup Suhatri Bur menyampaikan beberapa catatan kesepakatan penting, di antaranya bahwa Rencana Pendapatan Daerah tahun 2017 disepakati sebesar Rp1,4 triliun. Adapun rencana belanja tidak langsung sebesar Rp847 miliar dan belanja langsung sebesar Rp600 miliar.

“Terdapat angka defisit anggaran sebesar Rp32.724.300.144,73 yang nantinya diharapkan dapat dioptimalkan penggunaan pembiayaan netto guna menutupi defisit anggaran ini,” kata mantan Ketua BAZNAS Padang Pariaman itu.

Penetapan APBD 2017, lanjut Suhatri, mencatatkan sejarah penting dimana  untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memiliki rencana belanja pegawai yang kurang dari 50% dari total belanja daerah yang ada, yaitu sebesar Rp667 milyar atau hanya 46,1%. dengan demikian proporsi belanja pegawai sudah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur perundang-undangan.

Sementara Ketua DPRD Faisal Arifin mengingatkan kepada segenap aparatur pemerintah kabupaten padang pariaman, terutama pengelola anggaran agar meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah dengan konsisten, mulai saat perencanaan dan penganggaran, serta melaksanakan kegiatan sampai mempertanggungjawabkannya.

“DPRD meminta agar pelaksanaan program dan kegiatan, hendaknya sesegera mungkin di awal tahun anggaran. Lebih cepat pembangunan berarti segera dapat dinikmati masyarakat, peredaran uang segera mengalir ditengah-tengah masyakarat, sehingga berdampak lebih cepat kepada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Politisi Golkar itu.

Sementara itu Sekda Jonpriadi mengatakan dengan penetapan APBD tahun 2017 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh perundang-undangan. Bekerja sama antara pemerintah daerah dan DPRD, maka Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan diberikan penghargaan oleh pemerintah pusat berupa Dana Insentif Daerah (DID) yang cukup besar.“Kita berharap tahun 2017 kita mendapat DID sebesar Rp51 miliar. Ini berkat dukungan seluruh pihak dan doa masyarakat,” kata mantan Kepala Bappeda itu.
 
WIS/HUMAS


Program Kota Tanpa Kumuh, Untuk Kurangi dan Cegah Tumbuhnya Pemukiman Kumuh.

Program Kota Tanpa Kumuh, Untuk Kurangi dan Cegah Tumbuhnya Pemukiman Kumuh.

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Meningkatnya jumlah penduduk yang bertempat tinggal di perkotaan, menuntut penyediaan prasarana dan sarana dasar permukiman yang memadai, Disisi lain, keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dan daya dukung lahan menjadi kendala penyedian prasarana dan sarana dasar, yang memicu tumbuhnya kawasan permukiman kumuh.

Program kota tanpa kumuh (Kotaku) hadir Untuk mengurangi dan mencegah tumbuhnya permukiman kumuh, untuk itu diperlukan upaya bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, melalui bentuk program/kegiatan inovatif dan tepat sasaran.

“ Tanpa dukungan dari segenap pemangku kepentingan, stake holder dan keterlibatan langsung dari masayarakat maka progran kota tanpa kumuh (kotaku), tidak akan terwujud,” ucap Jonpriadi

Demikian di sampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi, SE. MM, mewakili Bupati saat membuka lokakarya sosialisasi dan workshop strategi komunikasi program tanpa kumuh (KOTAKU) Kabupaten Padang Pariaman tahun 2016. Di Hall IKK Parit Malintang Rabu, 30/11,

Sosilisasi ini diikuti anggota DPRD Padang Pariaman, Kepala Badan/Dinas/Kantor dan Bagian,  Pokja PKP Tingkat Kab Padang Pariaman, Camat, Wali Nagari, BUMN dan Perusahaan Swasta yang memiliki program CSR, Pihak Perguruan Tinggi, LSM, City Changer, Media Massa, Forum KBM, Forum KBP dan stakeholder terkait lainnya.

Dilanjutkannya, program Kotaku menggunakan sinergi platform kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten/Kota serta Pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan gerakan 100-0-100 dalam rangka mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Usai membuka acara dilanjutkan dengan penandatanagan wallframe dukungan kota tanpa kumuh (KOTAKU), yang di awali oleh Sekda, Kepala Bappeda, Kadis PU, Kadis Kesehatan Pokja Kotaku dan dilanjutkan oleh seluruh peserta yang hadir.

Kabid Sosbud Bappeda Harmen Aminuddin, ST. MM melaporkan bahwa tujuan dari penyelenggaraan sosialisasi dan workshop ini untuk Mensosialisasikan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Membangun pemahaman dan keterampilan peserta dalam penyusunan strategi komunikasi, membangun jaringan komunikasi dan mengembangkan media sosialisasi dan membangun komitmen Pemda sebagai nahkoda dan stakeholder dalam melakukan sosialisasi program dan mengembangkan jaringan komunikasi

Sementara itu Asisten Comunity Developmen (CD) mandiri Kab Pad Pariaman Herman Orba mengatakan Program KOTAKU merupakan transpormasi dari program PNPM mandiri perkotan yang sudah diluncurkan sejak tahun 2008 lalu, dan tahun ini yang menjadi lokasi progran KOTAKU adalah Kecamatan Lubuk Alung dengan 5 Nagari dan  Berharap dengan adanya lokakarya ini akan Terbangun kolaborasi antara tim koordinasi pemerintah daerah dengan skpd terkait dan stake holders lainnya.sehingga tercapai progran kotaku di Padang Pariaman.

HS/WIS/HUMAS





Traveling Aceh Holiday,  Akan Promosikan Keindahan Pantai Pariaman Kepada Wisatawan Malaysia.

Traveling Aceh Holiday, Akan Promosikan Keindahan Pantai Pariaman Kepada Wisatawan Malaysia.

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Direktur Traveling Aceh Holiday Yopi Zakaria, mengaku sudah tujuh kali membawa turis Malaysia datang ke objek wisata di Ranah Minang, seperti, Lubang Japang, Ngarai Sianok di Bukitinggi, Pagaruyung di Batu Sangkar dan Pusat Dokumentasi di Padang Panjang, Jambatan Siti Nurbaya, Air Manih tempat sejarah Simalin Kundang.

Hal itu disampaikan Yopi, melalui wawancara langsung dengan wartawan media online ini dari Banda Aceh, melalui telepon dan Washap, Selasa (29/11/2016) malam. Ia mengatakan, sudah berulang kali membawa wisatawan Malaysia ke Ranah Minang, tetapi belum pernah datang Kota Pariaman, karena belum mengenal tentang keindahan objek wisata Kota Pariaman tersebut. “Sungguh saya belum mengenal kok, dengan objek Wisata Kota Pariaman,” tuturnya.

Setelah dijelaskan kepada Yopi, bahwa Kota Pariaman, mempunyai beberapa objek wisata untuk dikunjungi. Karena  Pariaman merupakan sebuah Kota wisata  yang ada di Propinsi Sumatera Barat.  Kota yang dulunya merupakan bagian wilayah Administratif Padang Pariaman tersebut memiliki keindahan budaya dan alam yang begitu mempesona.

Seni budaya yang kaya dari Pariaman membuat kota ini menjadi salah satu tujuan wisata menarik yang dikunjungi wisatawan baik lokal maupun wisatawan nusantara. Seperti kebanyakan daerah di Sumatera Barat, Pariaman juga memiliki pantai-pantai yang indah.

Selain itu, Pariaman memiliki citarasa kuliner yang luar biasa dan pesona budaya yang mengagumkan. Sangat wajar jika kota ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Barat. Kota ini berjarak sekitar 59 kilometer dari kota Padang melintasi jalan Lintas Barat Sumatera dengan waktu tempuh sekitar satu jam setengah.

Pantai Gandoriah. Pantai yang satu ini merupakan salah satu icon wisata di Pariaman. Tak afdol rasanya ke Pariaman jika tak singgah ke pantai nan cantik dengan pemandangan hamparan laut biru dan pulau-pulau kecil di hadapannya.

Keberadaan pantai ini terletak di pusat kota, panorama nya yang indah, dan konturnya yang landai membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dan menjadi salah satu objek wisata yang populer di Sumatera Barat.

Dari kota Padang, pantai ini hanya berjarak 55 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam setengah. Ongkos dari Padang ke Pariaman hanya berkisar Rp15.000. Setibanya di pantai ini, pengunjung  akan melihat kondisi pantai yang cukup ramai apalagi pada sore hari.

Untuk tiket masuk ke pantai ini, pengunjung  hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk kendaraan sepedar motor dan Rp5.000 untuk mobil. Setelah menginjakkan kaki di pantai yang landai ini, terlihat indah pesona gugusan 6 pulau kecil yang terlihat bagaikan menghias cakrawala.

Pulau-pulau cantik tersebut adalah Pulau Kasiak, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando. Menikmati sunset di pantai ini adalah sensasi yang begitu indah. Jadi sebaiknya datanglah  berkunjung ke Pantai ini saat sore hari.

Untuk fasilitas di pantai ini terbilang cukup lengkap. Terdapat banyak penjual makanan yang lezat dan menyediakan bangku-bangku sebagai tempat pengunjung  bersantai di pantai ini.  Fasilitas lainnya yang dapat dinikmati di pantai ini berbagai jasa penyewaan peralatan water sport yang biasanya ramai pada saat weekend.

Selain kondisi pantai yang indah, pada setiaap tanggal 10 muharram pantai ini juga menjadi salah satu tempat festival adat yang sangat menarik untuk dilihat.  Festival tersebut adalah festival pelepasan tabuik yang rutin digelar dan merupakan pesona budaya kota Pariaman.

Setelah menerima penjelasan panjang lebarnya dari kami (sebagai wartawan ) yang juga putra asli Pariaman,  Yopi, menyatakan akan mencoba menawarkan kepada Wisatawan yang memakai jasanya sebagai Traveling tentang objek Wisata Kota Pariaman.“Inya Allah, ke depan kita akan mengajak wisatawan Malaysia datang ke Kota Pariaman” ujarnya dengan logat Acehnya.

Menurut Yopi, setiap membawa wisatawan Malaysia ke Ranah Minang, mereka terkagum-kagum melihat keindahan alam Minangkabau. Yopi mengaku yang sering di bawanya wisatawan dari Malaysia. “Kalau memang Kota Pariaman, mempunyai objek wisata Pantai dan Penangkar Penyu serta objek wisata lainnya serta  kuliner yang enak-enak, tidak ada salahnya mereka diajak datang ke Pariaman,” ulangnya.

WIS/TKA

Selasa, 29 November 2016

Kota Pariaman Siap Menjadi Tuan Rumah, Pada MTQ Tingkat Sumbar Tahun 2017 Mendatang

Kota Pariaman Siap Menjadi Tuan Rumah, Pada MTQ Tingkat Sumbar Tahun 2017 Mendatang


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Kota Pariaman siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Tingkat propinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. sebagai tuan rumah Kota Pariaman siap sukses sebagai penyelenggara dan sukses prestasi.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman dalam rapat persiapan di Aula Balai Kota Pariaman (29/11) mengatakan bahwa kepercayaan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat kepada Pemerintah Kota Pariaman sebagai tuan rumah harus dibalas dengan semangat dan kinerja yang tinggi dalam suksesnya kegiatan ini.

"Amanah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan bisa berjalan dengan sukses dan saya minta seluruh SKPD harus bersinergi" tegasnya.

Kepala Bagian Kesos Setdako Pariaman, Adri, S.Pd menjelaskan bahwa sebelumnya sudah diadakan rapat bersama Kepala Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat dalam hal pembentukan Panitia Penyelenggara MTQ."Alhamdulillah, SK-nya sudah ditandatangani oleh Gubernur, dan sekarang dilaksanakan rapat panitia." jelasnya.


Selesai rapat Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman bersama rombongan LPTQ, Biro Binsos, Kemenag dan SKPD terkait meninjau progres pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur pelaksanaan MTQ di pantai Karan aur, Kecamatan Pariaman Tengah.

WIS/HMS
Wabup Suhatri Bur : Korpri Harus Menjadi Garda Terdepan Dalam Pemberantasan Pungli

Wabup Suhatri Bur : Korpri Harus Menjadi Garda Terdepan Dalam Pemberantasan Pungli

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur didampingi Sekretaris Daerah Memberikan Cendramata kepada ASN Senior Padang Pariaman Rafendi Sanjaya, S.Pd, Usai Upacara Peringatan Hari KORPRI Ke-45 di Halaman Kantor Bupati Padang Pariaman Paritmalintang. ( Fhoto : Humas )
Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Bertindak sebagai Pembina Upacara pada Puncak Peringatan HUT KORPRI ke 45 tahun 2016. di kantor Bupati Parit Malintang selasa 29/11.

Saya apresiasi tema peringatan hari ulang tahun ke-45 KORPRI adalah “Bersama KORPRI Meneguhkan Netralitas dan meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara“ sangat tepat semangatnya dalam menyambut pesta demokrasi Pemilukada serentak tahun 2017.

“Jadikanlah momentum Pilkada Serentak 2017, sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme Saudara-Saudara. Ujian untuk menerapkan Panca Prasetya KORPRI. Ingatlah bahwa pengabdian anggota KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun Individu. Melainkan pengabdian anggota KORPRI hanyalah kepada Negara, Bangsa dan Rakyat,” ungkap suhatri Bur saat membacakan Sambutan Presiden RI.

Selanjutnya Kepada seluruh Anggota KORPRI. Presiden Berharap untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan dalam Pemberantasan Praktik Korupsi Pungli, peningkatan kualitas pelayanan publik, memenangkan  kompetisi global dengan pelayanan Publik yang prima. Agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global, maka rakyak membutuhkan anggota KORPRI yang disiplin, bertangungjawab, dan berorientasi kerja.

Terakhir presiden berharap agar anggota KORPRI untuk terus melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat, dan makin baik.

Upacara di ikuti oleh seluruh ASN dan seluruh Unsur Muspida sepadang pariaman. Usai Upacara dilakukan penyerahan beasiswa berprestasi kepada anaka anak anggota Korpri, penyerahan Pin Emas bagi Purna bhakti/Pensiunan PNS, dan penyerahan hadiah serangkaian perlombaan yang dilaksanakan oleh Sekretaris Korpri Padang Pariaman.

WIS/HS/HMS
Pemilihan Ketua Dekopinda Padang Pariaman, Diprediksi Bakal Berlangsung Sengit

Pemilihan Ketua Dekopinda Padang Pariaman, Diprediksi Bakal Berlangsung Sengit


Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Nampaknya Pemilihan Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kabupaten Padang Pariaman yang akan digelar pertengahan bulan Desember 2017, bakal sengit. Pasalnya gerakan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) juga tidak mau kalah dengan gerakan Koperasi Wanita (Kopwan) yang sudah menggalang kekuatan untuk memberikan dukungan kepada Endarmy, SE, MM yang menjabat Ketua Dekopinda sekarang.

Gerakan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kabupaten Padang Pariaman, juga menyatakan telah menggalang kekuatan untuk mencalonkan Rustam, SE, MM sebagai Ketua Dekopinda lima tahun ke depan. “Kita juga akan berikan dukungan kepada Rustam yang juga Ketua KPN Pemda Padang Pariaman," tutur salah seorang Ketua KPN.

Dikatakan, Rustam yang sekarang Kepala Dinas Koperindag UKM dan ESDM Padang Pariaman, layak untuk diberikan kepercayaan memimpin Dekopinda Padang Pariaman, lima tahun ke depan. “Saya optimis Dekopinda akan dirasakan gerakannya, kalau dipimpin Rustam,” ulangnya.

Lebih jauh dikatakan, gerakan KPN Padang Pariaman, juga banyak jumlahnya, tetapi KPN juga mengajak gerakan koperasi umum untuk mendukung Rustam, sebagai calon  Ketua Dekopinda dan memberikan dukungan penuh, sehingga Rustam, bisa mendapatkan dukungan mutlak. “Kita mengajak semua gerakan  KPN dan gerakan koperasi umum untuk bersatu,” ulang ketua KPN dari wilayah satu tersebut.

Menurut Afrizal, peluang untuk  Rustam, menduduki kursi Kedokpinda cukup terbuka lebar, tergantung bagaimana Tim nya untuk melakukan penggalangan suara dari gerakan KPN dan gerakan koperasi umum.

“Saya optimis kalau Rustam betul-betul ingin menduduki kursi Ketua Dekopinda, supaya tidak sungkan-sungkan menggalang kekuatan,” ujar Afrizal.  Sebetulnya Endarmy pun mempunyai peluang, untuk menjadi Ketua Dekopinda Kabupaten Padang Pariaman, lima tahun ke depan, tergantung mereka menggalang kekuatan suara dari gerakan koperasi  yang akan memberikan hak suaranya pada Musda nanti.

“Kita berharap Musda Dekopinda, dapat berjalan dengan baik dan lancar, siapa yang akan menjadi Ketua Dekopinda ke depan terletak pada gerakan koperasi dan yang akan berhasil jelas calon  yang mampu meyakinkan gerakan koperasi, untuk mendukungnya,” tukas Afrizal.

Musda Dekopinda direncakan akan digelar pertengahan Desember 2016 ini, makin ramai dibicarakan di tengah-tengah masyarakat. Pada sisi lain Afrizal juga menghimbau kepada seluruh gerakan koperasi Kabupaten Padang Pariaman, untuk dapat bersama-sama ikut memberikan dukungan kepada panitia Musda, demi lancarnya pelaksanaan pemilihan Ketua Dekopinda itu. “Sekali lagi kita menghimbau kepada seluruh gerakan koperasi, untuk bersama-sama memberikan dukungan dan hak suaranya pada pemilihan nanti,” tukasnya.

WIS/TKA

Senin, 28 November 2016

Hebat, Cabor Sepatu Roda Kota Pariaman Juara Umum di Porprov XIV Sumbar 2016

Hebat, Cabor Sepatu Roda Kota Pariaman Juara Umum di Porprov XIV Sumbar 2016

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Cabang sepatu roda mempersembahkan 3 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu untuk Kota Pariaman pada Porprov XIV Sumbar 2016. Laga yang dimainkan di Landasan Sutan Sjahrir Air Force One Tabing Padang ini kontingen Kota Tabuik meraih medali emas pada kelas individu time trial (ITT) 300 senior putra atas nama Safaat Saputra, kelas rellay 1800 m putra atas nama Nabil Ramadhan, Dzaki Putra Fikma, Muhammad Ervan dan kelas sprint 400 m formula putri atas nama Niken Ramadhani.

Medali perak diraih oleh Malika Aksina Abdani pada kelas ITT 300 m standar putri, Muhammad Ervan (ITT 300 m senior standar putra), Dimi Nobel Hadi (ITT 200 m formula terbuka) dan Nofrian (ITT 200 m senior terbuka putra).

Sementara itu pernggu diraih oleh Nofrian (ITT 200 m senior putra), Dimi Nobel Alhamdi (ITT 300 m standr putra), Rasyif Hizbullah Arsya (sprint 500m) dan Cintami Ayu Lestari (ITT 200 m ku standar putri)

Manager kontingen sepatu roda Kota Pariaman M. Taufik, SH mengatakan pihaknya bersyukur atas raihan pada porprov ini, perjuangan tim sudah maksimal mepersembahkan 10 medali.“Tidak sia-sia tim berlatih tiap minggu di GOR Karan Aur, alhamdulilah hasilnya memuaskan, Kota Pariaman keluar sebagai juara umum untuk cabor ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, kedepan pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan popularitas sepatu roda di Kota Pariaman, salah satunya dengan berbagai perlombaan antar pelajar.Semoga minat pelajar di Kota Pariaman semakin meningkkat untuk cabor ini.

“Terima kasih untuk Pemko Pariaman yang telah memberikan kesempatan dan dukungan untuk Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Pariaman untuk bisa bergabung membela Kota Pariaman di Porprov XIV Sumbar,” pungkasnya mengakhiri.

sumber : www.ayokepariaman.com
http://ayokepariaman.com/cabor-sepatu-roda-kota-pariaman-juara-umum-di-porprov-xiv-sumar-2016/
Gerakan Koperasi Wanita Padang Pariaman Bulatkan Tekad, Pilih Endarmy Sebagai Ketua Dekopinda

Gerakan Koperasi Wanita Padang Pariaman Bulatkan Tekad, Pilih Endarmy Sebagai Ketua Dekopinda

Padang Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM —Gerakan Koperasi Wanita (Kopwan) Kabupaten Padang Pariaman, menyatakan sikap dan telah membulatkan tekad untuk memilih Endarmy, SE, MM, sebagai Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda)  Indonesia  Kabupaten Padang Pariaman, untuk lima tahun ke depan.

Keseriusan itu disampaikan salah  seorang Ketua Pengurus Gerakan Koperasi Wanita (Kopwan) Kabupaten Padang Pariaman, Afrida, beberapa waktu lalu di Pariaman, katanya sosok Endarmy dalam mengayomi Kopwan, sangat dirasakan, sehingga semangat anggota dan pengurus di dalam mengelola Kopwan begitu terasa gerakannya.

Diakatakan, sejak Endarmy menjadi Ketua Dekopinda Padang Pariaman, jumlah  Kopwan bertambah dan kini sudah ada sekitar 30 Kopwan yang berbadan hokum. Disamping membina Kopwan Endarmy juga membina gerakan Koperasi lainnya, tanpa membedakan antara Kopwan dengan dengan gerakan kopersi lain tersebut.

“Kami berharap dan mengajak gerakan koperasi lain untuk memberikan peluang sekali  periode lagi, kepada Endarmy,” ujar Afrida yang diamini oleh teman-temannya.

Sementara itu Ketua Panitia Musda Dekopinda Kabupaten Padang Pariaman, Afrizal, SE ketika diminta komentarnya terhadap Calon Ketua Dekopinda Kabpaten Padang Pariaman, untuk lima tahun ke depan, mengatakan, siapa pun boleh menclonkan diri untuk mejadi Ketua Dekopinda, asalkan mau mngayomi organisasi in dengan baik, sehingga gerakan koperasi merasakan keberadaan ketua tersebut.

Menurut Afrizal, baik Endarmy atau Rustam, sama-sama mempunyai peluang, untuk menjadi Ketua Dekopinda Kabupaten Padang Pariaman, lima tahun ke depan, tergantung mereka menggalang kekuatan suara dari gerakan koperasi  yang akan memberikan hak suaranya pada Musda nanti.

“Kita berharap Musda Dekopinda, dapat berjalan dengan baik dan lancar, siapa yang akan menjadi Ketua Dekopinda ke depan terletak pada gerakan koperasi dan yang akan berhasil jelascalon  yang mampu meyakinkan gerakan koperasi, untuk mendukungnya,” tukas Afrizal yang mengaku tidak berminat untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Dekopinda tersebut.

Musda Dekopinda yang direncakan akan digelar pertengahan Deember 2016 ini, makin ramai dibicarakan di tengah-tengah masyarakat. Pada sisi lain Afrizal juga menghimbau kepada seluruh gerakan koperasi Kabupaten Padang Pariaman, untuk dapat bersama-sama ikut memberikan dukungan kepada panitia Musda, demi lancarnya pelaksanaan pemilihan Ketua Dekopinda itu.

“Sekali lagi kita menghimbau kepada seluruh gerakan koperasi, untuk bersama-sama memberikan dukungan dan hak suaranya pada pemilihan nanti,” tukas Ketua Koppas Padang Sago ini. (relis)
Masyarakat Ketaping Pertanyakan, Lambanya Pembangun Puskesmas Batang Sariak.

Masyarakat Ketaping Pertanyakan, Lambanya Pembangun Puskesmas Batang Sariak.

Batang Anai, BANGUNPIAMAN.COM---Masyarakat Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai, pertanyakan kinerja  perusahaan yang membangun Puskesmas di Korong Batang Sariak, karena pekerjaan terkesan lamban. Pasalnya, waktu hanya tinggal satu bulan sementara pekerjaan baru mencapai 55 parsen.

Hal itu disampaikan salah seorang pemuka masyarakat setempat Edwar, Jum’at (25/22/2016), melalui telepon selularnya.

Dikatakan,  masyarakat  juga mempertanyakan kontruksi bangunan, kondisi tanah rawa-rawa, sementara tiang dikerjakan secara manual dan kemungkinan bangunan terkesan asal jadi, sehingga kwalitas bangunan tidak sesuai dengan bestek.

“Kita berharap semua pihak ikut mengawasi pekerjaan bangunan ini, sehingga apa yang diharapkan masyarakat bersama pemerintah tercapai dengan baik,” ujar Edwar.

Lebih jauh disampaikan, pembangunan Puskesmas di Korong Batang Sariak, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, merupakan sarana kesehatan yang ditunggu-tunggu masyarakat, karena  Korong Batang Sariak, termasuk padat penduduk dan selama ini mereka berobat ke Puskesmas Pasar  Usang  yang mempunyai jarak lebih kurang 15 kilo meter dari daerah mereka.

Pekerjaan fisik yang dikerjakan PT. Sonari Karya Sukses ini, sesuai perencanaan harus selesai 24 Desember 2016, sampai Selasa (22/11/2016) bobot pekerjaan baru mencapai 55 parsen, masyarakat setempat pesimis pekerjaan bisa diselesaikan sesuai batas waktu.

Disamping itu yang disangsikan masyarakat pekerjaan terkesan  asal jadi. “Kita pesimis pekerjaan bisa dikerjakan sesuai batas waktu,” tukuk  Edwar

Kepala Bagian Logistik PT. Sonari Karya Sukses, Tegar yang ditemui di lokasi proyek, ketika ditanya terhadap penyelesaian pekerjaan sampai batas waktu tanggal 24 Desember 2016, mengatakan optimis, bisa diselesaikan menurut skidul pekerjaan.

“Tukang kita kerja siang malam kok, sebanyak 55 orang. Soalnya sisa pekerjaan tidak seberat yang telah dikerjakan, ” ujar Tegar yanag mengaku tidak ada menemui kendala selama pekerjaan berjalan. 

Wali Korong Batang Sariak, Jhon ketika diminta tanggapannya terhadap pembangunan Puskesmas di Batang Sariak Nagari Ketaping, mengatakan, sangat berterima kasih kepada Bupati Padang Pariaman yang telah membangun Puskesmas di derahnya.

“Sebagai warga Batang Sariak, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Padang Pariaman, di bawah kepemimpinan Bupa Ali Mukhni,” ujar wali Korong tersebut.

Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni dalam eksposnya pada acara Silaturahmi dengan masyarakat Padang Sago, selain membangun Puskesmas juga dibangun badan jalan lingkar selebar 12 meter dan tembus ke jalan kereta api arah Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Semua tanah yang terkena badan jalan dan bangunan Puskesmas Ketaping diserahkan masyarakat secara gratis,” ujar li Mukhni.  

RELIS/TKA
Untuk Mengisi OPD, Duet Kepemimpinan Ali Mukhni-Suhatri Bur Akan Melakukan Mutasi dan Rotasi.

Untuk Mengisi OPD, Duet Kepemimpinan Ali Mukhni-Suhatri Bur Akan Melakukan Mutasi dan Rotasi.

BANGUNPIAMAN.COM---Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, di bawah kepemimpinan Drs. H. Ali Mukhni duet dengan Suhatri Bur, akan melakukan mutasi dan rotasi untuk mengisi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara besar-besaran dalam waktu dekat ini. Karena, memasuki tahun anggaran baru Tahun 2017, semua serba baru,  pejabat baru dan anggaran juga baru.

Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, ketika ditanya soal mutasi dan rotasi tersebut, ketika berkunjung ke Padang Sago, Rabu (23/11/2016), membenarkan hal itu. “Benar dalam waktu dekat akan dilakukan mutasi,” ujarnya.

Ali Mukhni mengatakan,  akan mengangkat pejabat yang mampu bekerja dan mempunyai semangat kerja yang tinggi, selama ini ada pejabat yang tidak mampu bekerja melakanakan tugas yang diamanahkan kepadanya, sehingga kepada pelayanan masyarakat tidak memuaskan.

“Pejabat yang loyo,  tidak bersemangat akan diganti dengan pejabat yang lebih agresif  dan mau bekerja keras, sesuai dengan motto Presiden RI Joko Widodo, kerja kerja kerja,” tutur Ali Mukhni.

Bahkan Ali Mukhni sendiri mengatakan, di dalam melaksanakan tugas dan pengawasan ke lapangan, sering mengurangi jam tidurnya, beberapa proyek yang berskala besar sedang dikerjakan, Ali Mukhni sering meninjau ke lapangan, seperti jembatan Cimpago Kampung Dalam, Jembatan Kampung Gelapung Ulakang Tapakis,  Pembangunan Mesjid Raya Padang Pariaman, di lingkungan Kantor Bupati Parit Malintang.

Adapun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan diisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menurut informasi yang layak dipercaya akan diduki Mhd Taufik, S.Pd, MM putra Kampung Dalam yang sekarang, Kepala Pol. PP Padang Pariaman.

Kemudian Dinas Kesehatan, Ali Mukhni masih mempercayakan kepada dr. H. Aspinuddin. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  akan tetap mengukuhkan Budi Mulia. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akan ditempati Hj. Netty  Warni, SE, MM, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemdaman Kebakaran akan ditempati, Budi Utama yang sekarang menjabat sebagai Kadis Perhubungan. Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan akan ditempati Drs. Usman Mukhtar yang kini menjabat Kepala Badan BPM.

Untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, akan ditempati Indra Utama. Sedangkan Dinas Komunikasi dan Informasi akan ditempati Hendra Aswara yang sekarang Kabag Humas. Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ali Mukhni  masih tetap memberikan amanah kepada Rustam, SE, MM.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu  dan Perindustrian akan diisi Ir. Yuniswan, M. Si yang sekarang kepala Badan Penyuluhan Pertanian. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, akan ditempati Mulyadi, SH yang sekarang Kadis Pendidikan. Selanjutnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,tetap  diduduki  Ir. Yurisman Yakub.

Setelah itu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, akan ditempat Ir. Ali Amran, MP yang sekarang Asisten  2. Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana akan dipercayakan Ali Mukhni kepada Mhd. Fadly, S.STP, MM, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Zahirman, S.Sos, MM, Dinas Perikanan Ir. Usman Labai, MM. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa akan ditempati Wilson, S.Sos, MM yang sekarang Kabag Pemerintahan Nagari.

Seiring dengan itu, Dinas Perhubungan, masih menurut informasi yang layak dipercaya  akan ditempati oleh tenaga muda Rudi Rillis, S.STP, MM. Berikutnya Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan akan ditempati Hendri Satria, S.STP, MM, Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah, Hanibal, SE, MM.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, akan ditempati Ali Mustafa, S.STP, MM. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.

TKA/WIS

Minggu, 27 November 2016

Bank Sampah Resmi Dilounching Di Kota Pariaman

Bank Sampah Resmi Dilounching Di Kota Pariaman

Kota Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM---Pemerintah Kota Pariaman Lounching Bank Sabiju Liber (Sampah Bisa Jadi Uang, Lingkungan Bersih) Tingkat Kota Pariaman dengan tujuan utama mengurai permasalahan sampah sehingga membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA yang dilaksanakan di depan kantor Lingkungan Hidup (BLH). Kamis (25/11)

Acara lounching ini diresmikan langsung oleh Ka. BLH Ir. H. Saiful Rizal, MM, direktur bank sampah tingkat Kota Pariaman Drs. Mayfaldi, dan segenap aparatur BLH serta petugas kebersihan Kota Pariaman yang menjadi anggota aktif dari bank sampah yang telah dicanangkan ini.

“ Bank sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif dalam menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah” kata Syaiful

“Pembentukan bank sampah sebagai salah perwujudan instruksi Walikota Pariaman yang menargetkan Pariaman Kota Bersih ditahun 2018, BLH sebagai induk berupaya memberikan edukasi mengenai sampah dan pemilihan sampah kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa sampah menjadi berkah,” ungkap beliau.

Saat ini, jumlah bank sampah melalui gerakan masyarakat, gerakan sekolah dan gerakan pemula untuk tingkat desa / keluarahan berjumlah 7 bank sampah yaitu di desa kampung Baru, Desa Bungo Tanjung, Desa Rawang, Desa Koto Marapak, Kelurahan Jati Hilir, Desa Palak Aneh dan Desa Taluk dan 22 bank sampah di sekolah-sekolah, yang telah berjalan sejak dua tahun yang lalu.

Mayfaldi menambahkan, keberadaan bank sampah selain memberi pendidikan, juga membantu warga di wilayah tersebut,  untuk memiliki komitmen tinggi memilah sampah sejak dari rumah tangga dengan harapan terbinanya perilaku ramah lingkungan.

“Pemilahan sampah ekonomis sesuai dengan jenisnya yang dilakukan sejak dari sumbernya merupakan indikator penting dalam proses transaksi bank sampah, Sistem yang terstandarisasi dan pengembangan berkelanjutan bisa menjadi solusi tumpukan sampah dipenampungan” tambahnya Mayfaldi

“Nah, dengan adanya bank sampah, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih positif dan bahkan menguntungkan, selain itu kedepan kita akan menargetkan setiap desa/kelurahan memiliki minimal satu bank sampah begitu juga dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Pariaman,” ulas Direktur bank sampah Kota Pariaman.

WIS/HMS
Mengenai Aksi Salat di Jalan 2 Desember, GNPF Tunggu Fatwa MUI

Mengenai Aksi Salat di Jalan 2 Desember, GNPF Tunggu Fatwa MUI

Fhoto : detik.com
Jakarta - Mabes Polri menangkap sembilan orang terduga teroris yang ikut menunggangi aksi demonstrasi 4 November lalu. Terkait penangkapan tersebut, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menjamin aksi 2 Desember nanti aman dari penyusup.

"Jadi berdasarkan pengalaman, penyusup itu ketangkep saja sama kita. Khusus anggota FPI (Front Pembela Islam) itu disebar per tiap 10 meter mungkin karena konfigurasinya di Sudirman-Thamrin, konfigurasinya kanan-kiri. Kalau kemarin 411 mulai dari massa Masjid Istiqlal, sampai ke depan Bareskrim sampai Balai Kota itu massa semua sampai Istana itu massa semua. Terus terang konfigurasi kemarin kita agak sulit mengontrol," kata anggota GNPF MUI yang juga Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin saat berbincang dengan detikcom lewat telepon, Sabtu (26/11/2016).

Pada aksi demonstrasi 4 November (411) lalu, Novel mengakui pihaknya memang kurang mengantisipasi masuknya penyusup karena banyaknya massa. Dia mengakui pengawasan untuk di luar ulama memang kurang.

"Pengamanan luar 411 memang kurang. Tapi untuk antisipasi kita menjadi tameng tubuh, di depan polisi itu sendiri, kita bisa atasi itu. Ini kan ada murni, ada oknum dan juga penyusup. Besok 212 lebih ketat, tempatnya lebih bagus, teratur, sehingga kita bisa membuat konfigurasi. Kemarin itu hanya kekuatan Allah semata jutaan massa itu tidak terpancing," kata dia.

Novel menyebut anggota FPI terlatih untuk menahan diri dan tidak menyerang. Dia menjamin aksi 2 Desember nanti bukan gerakan makar sehingga dia memastikan agenda itu berlangsung aman dan tertib.

"Kenapa kita enggak bergerak, FPI juga terlatih menahan diri bukan untuk menyerang, kita bukan untuk makar, kita bertahan untuk menegakkan keadilan. Walaupun ditembakkan gas air mata luar biasa apapun kita bertahan. Di Sudirman bisa sepenuh itu karena kita punya tim inti, karena penyusup itu bisa kita deteksi per 10 meter kita bisa lihat, di wilayah masing-masing ada kontak," beber dia.

Novel menambahkan FPI memiliki cara sendiri untuk mendeteksi ada tidaknya penyusup. Mereka memiliki Badan Anti Teror Front (BATF) yang sudah terlatih dan berperan sebagai intelijen internal mereka.

"Begitu ada masuk satu mulai melakukan pancingan atau provokasi itu kita bisa atur semuanya. Jadi anggota BATF sudah terlatih, tersebar, bersama laskar mereka mengantisipasi. Tugasnya memata-matai, mereka tidak berpakaian laskar tapi berbaur dengan kita, punya kode masing-masing, resep-resepnya ada ring dalam dan luar saling berkoordinasi, ada yang kita bersama masyarakat, menyatu dengan masyarakat tanpa diketahui anggota kita disebar di seluruh titik masyarakat yang hadir. Jadi sebelum-sebelumnya ketahuan sudah ketangkep," kata dia.

Meski Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Mochamad Iriawan melarang massa untuk salat di Jalan Sudirman-MH Thamrin, Novel meminta hak konstitusional mereka dipenuhi. Dia beralasan kebebasan berekspresi dilindungi Undang-Undang dan meminta kepolisian mengawal kegiatan mereka agar tertib.

"Jadi seharusnya polisi justru mengawal yaitu membantu keamanan agar kita tertib bekerja sama. Jadi tidak ada alasan polisi ini melarang-larang kita, karena negara ini sudah merdeka. Sudah dilindungi dan diatur Hak Asasi Manusia, jadi kita tetap berjalan bagaimanapun, kecuali arahan MUI. Kita tunduk fatwa MUI yang memfatwakan baik manfaat atau mudharatnya kita ikuti karena kita mengawal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI)," kata dia.

"Jadi kita dilindungi UU dan kita punya argumentasi, kita juga punya kekuataan yang mana kita minta keadilan, ini urusan umat Islam yang bukan sedikit. Karena setiap Minggu itu saja Sudirman-Thamrin itu ditutup banyak orang yang dirugikan yang tidak berlalu lintas termasuk saya. Kemudian kalau dilihat tidak hari libur, ketika setahun sekali sama ditutup pintu Thamrin, dibikin panggung uang negara dihambur-hamburkan untuk pesta mubazir, uang negara dihambur-hamburkan untuk beli kembang api sampai miliaran. Kita enggak minta uang itu kepada mereka anggaran itu tapi kita ingin duduk manis, tertib, dzikir,damai, dan doa untuk bangsa. Kenapa dilarang-larang dan ini bukan demo," sambungnya.

Novel menjamin aksi 2 Desember yang dilakukan kelompoknya bukanlah kegiatan demonstrasi. Dia memastikan tidak akan ada aksi long march atau orasi pada 2 Desember.

"Polisi melarang demo salah, karena kami bukan demo, karena kami itu melakukan duduk dzikir, tidak bergerak atau melakukan long march, duduk dzikir manis untuk bangsa dan negara. Orasi pun tidak ada, kami hanya berdoa, berdzikir, tausiyah agama memperingati karena 2 Desember itu masuk bulan lahirnya Rasulullah masa kami memperingati hari atau bulan Rasulullah dilahirkan," pungkasnya.

sumber www.detik.com
link https://news.detik.com/berita/d-3355679/soal-aksi-salat-di-jalan-2-desember-gnpf-tunggu-fatwa-mui

Sabtu, 26 November 2016

Investor Lirik Pantai Pauh Pariaman Tengah, Untuk Dijadikan Kawasan Wisata Pantai Terpadu

Investor Lirik Pantai Pauh Pariaman Tengah, Untuk Dijadikan Kawasan Wisata Pantai Terpadu

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Membangun Kota Pariaman sebagai Kota Wisata ternama di Indonesia tak cukup dengan mengandalkan dana APBD namun dibutuhkan sumber dana lain yang bisa meluncur ke Kota Pariaman dalam bentuk Investasi.

Pemerintah Kota Pariaman terus berusaha menarik investor untuk berinvestasi di Kota Pariaman. Salah satu Investor yang akan berinvestasi di Kota Pariaman adalah Andini Puspitasari bersama Tim konsorsium untuk meninjau potensi dan titik investasi yang akan dikembangkan di Kota Pariaman.

Calon investor dari PT. Intravest Mitra Global ini berencana akan mengembangkan kawasan wisata terpadu pantai pauh Kecamatan Pariaman Tengah.

" ini pertemuan kita yang kedua, dimana pertama dengan Walikota di jakarta dan hari ini yang kedua, kami ingin lihat data dan potensi Kota Pariaman secara langsung dilapangan, hasilnya nanti akan kami rembukan investasi apa yang akan kami lakukan di Kota Pariaman".katanya pada waktu pertemuan dengan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar di Ruang Rapat Walikota, Jum'at (25/11).

Genius menyebutkan, dalam pengembangan kawasan wisata secara cepat dan terukur Pemerintah Kota Pariaman sebaiknya melaksakannya melalui publik private pathner ship ( kerjasama dengan badan usaha) dalam bentuk unsolicited projects (proyek prakarsa/proyek inisiatif swasta)."Demi kelancaran investasi, tentu perlu jaminan kebijakan politik dan ekonomi." ungkapnya.

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar memaparkan potensi kota pariaman yang dapat dikembangkan baik oleh Pemko maupun swasta seperti kawasan pantai pauh, Pulau tangah, dan Pulau ujuang serta kawasan potensi lainnya.

"Kota pariaman janganlah dilihat sebagai Kota Kecil dengan penduduk kurang dari 100rb tapi lihatlah posisi pariaman yang strategis dikelilingi oleh kabupaten padang pariaman, Pasaman Barat, Agam, Padang Panjang dan dekat dengan Kota Padang, Ibu Kota Propinsi Sumatera Barat," tutur Genius

selanjutnya Genius menjelaskan jarak Kota Pariaman dengan Bandara BIM sangat dekat sekali sekitar 33KM yang bisa di tempuh dengan bis atau kereta api. Wisatawan dapat datang ke Kota Pariaman dengan menikmati kuliner dan multi event yang diadakan baik oleh Pemerintah maupun masyarakat.

hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten 1, Khaidir, Asisten 2, Sukardi, Kepala Bappeda, Fadhli, Kepala Koperindag, Gusniyeti Zaunit, Kepala DKP, Dasril, Kepala BLH, Syaiful rizal, Kabag Hukum, Noviardi, Kabag Humas, Yalviendri. dan Kabid Asset Hartati Taher.

 (WIS/AS/HMS)
Awal Desember Dekonpinda Padang Pariaman Akan Gelar Musda, Untuk Pilih Kepengurusan Baru.

Awal Desember Dekonpinda Padang Pariaman Akan Gelar Musda, Untuk Pilih Kepengurusan Baru.


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) akan melakukan Musyawarah Daerah (MUSDA) untuk memilih ketua umum dan pengurus lima tahun ke depan. Sesuai dengan keputusan rapat pengurus Dekopinda Selasa (Kamis (24/11/2016) di Rumah Makan Pauh Raya, telah terbentuk panitia pelaksana Musda.

Ketua Dekopinda Kabupaten Padang Pariaman, Endarmy, SE, MM dalam sambutannya mengatakan, sehubungan telah berakhirnya kepengurusan Dekopinda sejak setahun belakang, artinya kita sudah terlambat 1 tahun dan kini kita sudah disurati Dekopinwil Sumatera Barat, supaya segera memiih pengurus baru.

Berdasarkan rapat pengurus tersebut, terpilih sebagai Ketua Panitia  Musda, Afrizal, SE Sekretaris, Drs. Amiruddin, MA dan Bendahara Afrida, S.Pd. Kepengurusan akan diengkapi denga beberapa seksi pada rapat berikutnya yang direncanakan Senin, 5 Desember 2016 di kantor KPNG & Guru-gur Lubuk Alung.

Menurut informasi yang berkembang di lapangan dari gerakan Koperasi, ada beberapa nama yang berminat untuk menjadi Ketua Dekopinda Padang Pariaman. Pertama Endarmi, masih ingin dicalonkan sekali lagi, karena dalam satu kali periode masih belum banyak yang dapat dikerjakan dan dibenahi terhadap gerakan koperasi.

“Insya Allah saya akan ikut lagi mencalonkan diri menjadi Ketua Dekopinda ke depan,” ujar anggota Dewan Propinsi Sumatera Barat ini.

Kemudian nama kedua yang punya keinginan kuat untuk menjadi Ketua Dekopinda Kabupaten Padang Pariaman, lima tahun kedepan, Ketua Koperasi Pegawai Negeri Pemda Padang Pariaman, Rustam, SE, MM yang juga Kadis Koperindag Energi &SDM Padang Pariaman.  Karena menurut informasi Rustam juga bertekad untuk menduduki jabatan Ketua Dekopinda ke depan.

Ketua Panitia Musda Afrizal, ketika diminta untuk maju juga pada bursa calon Ketua Dekopinda Padang Pariaman, mengatakan, belum mau menyampaikan hasratnya. “Tunggulah kita lihat situasi dan kondisi,keinginan dari gerakan koperasi yang punya hak menentukan siapa yang bakal menjadi Ketua Dekopinda tersebut,” tutur Afrizal.

Suara Gerakan koperasi Kabupaten Padang Pariaman untuk memilih ketua ada  100 orang terdiri dari unsure ketua dan sekretaris, mungkin bisa lebih, jadi siapa yang berminat sudah dapat bergeming dengan gerakan koperasi. “Silahkan saja begeming dan kalau perlu bentuk tim sukses,” tutur Afrizal kembali.

(wis/relis)

Jumat, 25 November 2016

Mendikbud Muhadjir Efendi :Untuk Menjadikan Guru Semakin Profesional, Perlu Langkah Serius.

Mendikbud Muhadjir Efendi :Untuk Menjadikan Guru Semakin Profesional, Perlu Langkah Serius.

Jakarta, BANGUNPIAMAN.COM---Hari ini Jumat tanggal 25 November 2016 guru seluruh Indonesia memperingati Hari Guru.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kondisi sebagian guru saat ini masih belum memenuhi harapan. Untuk menjadikan guru semakin profesional, perlu langkah serius.

“Masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras agar pekerjaan guru di negara kita betul-betul sebagai pekerjaan profesional pada masa yang akan datang,” kata Muhadjir pada peringatan Hari Guru Nasional 2016 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat, 25 November 2016.

Muhadjir mengatakan Kementerian terus mengupayakan program-program agar guru semakin profesional. Misalnya, melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus. Namun tunjangan itu diberikan bagi guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik.

Muhadjir berharap tunjangan tersebut berdampak nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru. Tolok ukurnya adalah peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. Ke depan, Kementerian segera merumuskan kebijakan agar sebagian tunjangan profesi guru bisa diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru. “Melalui program pelatihan dan usaha guru belajar mandiri,” ujarnya.

Menurut Muhadjir, guru memiliki peran mulia dan strategis. Sebab, di tangan gurulah masa depan bangsa ditentukan. Ia meyakini tidak ada orang yang sukses tanpa melalui peran seorang guru.

Muhadjir berkomitmen terus menumbuhkembangkan keprofesian dan karier guru. Beberapa kebijakan strategis untuk membentuk guru profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi tengah dilakukan di semua lini. Bahkan program peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu agenda utama pembangunan pendidikan nasional.

Hari Guru Nasional 2016 diperingati dengan menggelar upacara di halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hadir pada upacara hari ini adalah guru, siswa, karyawan di kementerian, dan tamu undangan.

Sumber :
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/11/25/079823076/ini-harapan-menteri-pendidikan-di-hari-guru-nasional
Komunitas Minang Batam Terima Bantuan Peralatan Olahraga dari Pemko Batam

Komunitas Minang Batam Terima Bantuan Peralatan Olahraga dari Pemko Batam

Batam, BANGUNPIAMAN.COM---Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Batam Saiful Bahri mendukung keberadaan Komunitas Minang Batam (KMB), karena komunitas ini  sangat mendukung Pemerintah Kota Batam dalam mengantisipasi kenakalan remaja.

" Saya cukup apresiasi keberadaan KMB. Karena KMB kegiatannnya lebih banyak pada kegiatan positif seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan-kegiatan olahraga," kata Saiful Bahri, Kamis (24/11) usai menyerahkan bantuan peralatan olahraga kepada Ketua KMB Indra Dinan, di Batam.

Semoga kedepannya, sebut Saiful Bahri, KMB akan dapat terus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batam dalam bidang apapapun. " Saya sangat bangga dengan pemuda pemudi KMB yg punya jiwa sportivitas yang tinggi. Kemudian adanya semangat kebersamaan membangun,  apalagi dengan kegiatan yang positif seperti membangun silaturahmi dengan olahraga serta menghindari kegiatan yg merusak moral bangsa," sebutnya

Sementara itu Ketua KMB Indra Dinan kepada  www.bangupiaman.com, Jumat (25/11) menyebutkan, KMB adalah organisasi kepemudaan pemuda minang yang berada di Kota Batam. KMB didirikan pada tahun 2015 lalu.

Kegiatan KMB, sebut Indra Dinan, lebih banyak diarahkan pada kegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan kepemudaan  utamanya pada kegiatan olahraga diantaranya futsal serta kegiatan olahraga lainnya. " KMB juga berfungsi untuk mengantisipasi kenakalan remaja dan untuk menjalin silaturahmi sesama perantauan berasal dari ranah minang," ulasnya.

Indra Dinan mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Batam yang telah memberikan perhatian kepada KMB sebagai salah organisasi kepemudaan minang di Kota Batam. " Insya Allah kita akan selalu siap bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batam, " ungkapnya.

Laporan Andra Sikumbang-Kontributor Batam
H.Syofyan M.Tk.Bandaro Terpilih Sebagai Ketua MUI Padang Pariaman

H.Syofyan M.Tk.Bandaro Terpilih Sebagai Ketua MUI Padang Pariaman

Prof.Dr. H.Duski Samad Tk.Mudo

Padangpariaman,BANGUNPIAMAN.COM---Buya H. Sofyan M Tk. Bandaro, dari Kecamatan Patamuan, terpilih sebagai  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman, periode 2015-2020. Terpilihnya Buya Sofyan M Tk. Bandaro, diluar dugaan sama sekali, karena  tidak masuk pada bursa calon ketua sebelumnya.

Formatur yang bersidang di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Kiambang Sicicin, Selasa (22/11/2016) dihadiri 11 orang anggota.  Sebelumnya formatur telah menetapkan  calon dua orang , Dr. H. Zainal Tk. Mudo, M. Ag dengan Drs. H. Masri Can, Tk. Marajo Basa. Tetapi karena keduanya mengundurkan diri maka diusulkan 3 calon.

Adapun Calon yang tiga itu, Zulhamdi Tk. Kerajaan dari Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Pakandang. Kedua Sofyan M Tk. Bandaro dari Pondok Pesantren Tindikat Kecamatan Patamuan dan terakhir, Azwar Tk. Sidi pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Sintuk Toboh Gadang.

Ketua Formatur Pemilihan Ketua dan Pengurus MUI Kabaupaten Padang Pariaman, Prof. Dr. H. Duski Samad, M. Ag, Tk. Mudo, ketika ditemui di kediamannya Jalan Ambon Siteba Padang, Kamis (24/11/2016) mengatakan, penetapan Buya Sofyan M Tk. Bandaro sudah final dan tidak bisa lagi dirobah atau diganti dengan yang lain. “Soalnya sudah hasil pemilihan Formatur,” ujarnya.

Menurut Duski Samad, falsafah batabuik di Pariaman memang sudah menyatu kepada masyarakat di dalam menetapkan pimpinan. Buktinya, riak-riak mulai dari pembuatan tabuik sampai tabuik dihoyak, berakhir pada tabuik sudah dibuang ke lauik. “Kalau tabuik sudah dibuang, antara pendukung tabuik pasa dengan tabuik subarang bersatu kembli, mereka terlihat dengan penuh gembira tanpa terkesan siapa yang kalah dan siapa yang menang,” tutur laki-laki yang mengaku berasal dari Padusunan Kota Pariaman ini.

Adapun susunan Lengkap Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman, periode 2015-2020, Ketua Buya H. Sofyan M Tk. Bandaro, Wakil Ketua Bidang Fatwa, Buya H. Tuanku Sidi Azwar, Ketua Bidang Dakwah M. Rais Tk. Labai Nan Basa, Ketua Bidang Ukhwah, Drs. Buya Ali Munar, SH Tk. Rangkayo Mulia, Ketua Bidang Pendidikan Drs. H. Ali Idris Tk. Mudo, Ketua Bidang Ekonomi Fakhri Zaki, SE, MM dan Ketua Bidang Wanita, Dra. Hj. Rakiyah.

Sedangkan Sekretaris diamanahkan kepada Fauzan Ahmad, S.Pdi Tk. Mulia Kayo Sinaro, dibantu 6 orang wakil sekretaris, masing-masing, Aznam S.Pdi, S.THI, Tk. Bagindo, Andri Susanto, S.Pdi, Drs. H. Faaisal Dt. Ameh, Imalatul Khaira, S. Ag, Era Jaya, S.Pdi dan Hendri Naldi. Kemudian untuk Bendahara diamanatkan kepada Mukhlis M, S.Ag dibantu 2 orang, Lismawati, S.Hi, MA dan Ali Nurdin M Nur.

Kemudian Dewan Penasehat, sebagai Ketua disepakati Buya Jalalen Tk. Sidi, Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul VII Koto Sungai Sariak dan dibantu dengan 6 orang anggota, masing-masing, Drs. H. M Syatar HS, Buya Zainul Tk. Sutan Sati, Munawir Tk. Kuning, H. Bukhari, SE Drs. H. Idarus Salam dan Ali Amran Tk. Bagindo.

Duski Samad berharap Ketua Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sumatera Barat, dapat menerbitkan SK Pengurus terpilih peride 2015-2020, sesegera mungkin, sehingga kalau SK sudah keluar pengurus tentu telah bisa menyusun komisi dan membuat program kerja.

“Insya Allah, besok Jum’at (25/11/2016),  saya antarkan hasil formatur ini ke Kantor MUI Sumatera Barat sesuai dengan motto Wakil Presiden RI Mhd Jusuf Kalla, lebih cepat lebih baik. Kalau bisa dipermudah untuk apa dipersulit,” tukas Duski Samad kembali.

Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni yang dikabrkan tentang Ketua MUI Kabupaten Padang Pariaman terpilih untuk periode 2015-2020 di Kantor Camat Padang Sago, langsung menyampaikan ucapan selamat. “Selamatlah kalau sudah terpilih,” ujarnya disela silaturahmi dengan masyarakat Padang Sago Rabu (23/11/2016).  (relis)

Kamis, 24 November 2016

Bupati Ali Mukhni : Pembangunan Jembatan Ujung Gunung-Koto Baru, Telah Diusulkan Dalam APBD Tahun 2017  Rp. 7,5 Milyar

Bupati Ali Mukhni : Pembangunan Jembatan Ujung Gunung-Koto Baru, Telah Diusulkan Dalam APBD Tahun 2017 Rp. 7,5 Milyar

Padang Sago, BANGUNPIAMAN.COM---Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, mengatakan telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan Jembatan Ujung Gunung yang menghubungkan Nagari Koto Baru Kecamatan Padang Sago dengan Nagari Sungai Sariak, pada APBD Tahun 2017 sebanyak Rp, 7,5 miliyar.

Hal itu disampaikan Ali Mukhni dalam sambutannya, dalam acara Silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Padang Sago, Rabu (23/11/2016) di Kantor Camat Padang Sago.

Dikatakan,  pembangunan Jembatan Ujung Gunung, memang sudah sejak lama direncanakan, muda-mudahan saja anggaran yang disulkan dapat disetujui DPRD Kabupaten Padang Pariaman, wali nagari Koto Baru H. Zul Hendrayani bersama pemuka masyarakat Padang Sago, untuk melakukan pendekatan dengan anggota DPRD daerah pemilihan wilayah dua.

“Saya sudah mengusulkan kepada DPRD untuk dianggarkan, hanya saja kalau tidak kawal, jangan nanti dicoret dan hilang lagi, jangan salahkan bupati lagi,” tutur Ali Mukhni.

Lebih jauh disampaikan Ali Mukhni, biaya pembangunan Jembatan Ujung Gunung tersebut, mencapai Rp, 22 miliyar lebaih dan dianggarkan tiga tahun anggaran. Masyarakat sudah lama mendambakan jembatan tersebut untuk memperdekat jarak antara Padang Sago dengan Sungai Sariak VII Koto.

“Kalau menempuh jalan biasa Padang Sago-Punggung Ladiang terus ke Sungai Sariak, membutuhkan waktu lebih kurang setengah jam, tetapi kalau lewat jembatan Ujung Gunung, bisa ditempuh sekitar 15 menit,” ulas Ali Mukhni.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni  juga mengajak  masyarakat  bersama-sama memelihara dan menjaga pembangunan yanag sudah dilaksanakan pemerintah, karena  membangun itu susah mendapatkannya, kalau dipelihara dan dijaga tentu bangunan tersebut akan bertahan lama.

Disamping itu, bupati juga meminta kepada masyarakat agar selalu memelihara tanaman coklat dengan melakukan pemotongan serta pemupukan, karena coklat merupakan aikonnya daerah dan coklat merupakan minuman yang banyak mengandung gizi dan vitamin yang dapat menyegarkan badan.

“Meminum coklat tidak mengandung bahaya, lain halnya minum the telur itu sangat berbahaya, kalau ingin sehat dan segar bugar seringlah minum minuman coklat,” tukas bupati Ali Mukhni.

Nampak hadir bersama bupati Ali Mukhni, Kadis Perhubunga Budi Utama, Kadis Koperindag dan UKM, Rustam, SE, MM, Kabag Kesra Elda Husniwar dan Kabag Humas Hendra Aswara, S.Stp, MM, Camat Padang Sago, Hasan Basri, serta undangan lainnya.

Tidak lupa Ali Mukhni mengingatkan, kepada wali nagari bahwa tahun ini Badan Keuangan Pemerinta (BKP) akan turun melakukan pemeriksaan, jangan sembarangan membelanjakan uang yang sudah dikucurkan kepada pemerintahan nagari.

“Saya tidak ingin ada nagari yang salah di dalam membelajakan uang Negara, karena ujung-ujungnya akan berdampak dengan hukum,” ulas Ali Mukhni mengakhiri.  (WIS/TKA)









Bupati Ali Mukhni Minta Kadis Koperindag Selesaikan Polemik Pasar Padang Sago.

Bupati Ali Mukhni Minta Kadis Koperindag Selesaikan Polemik Pasar Padang Sago.

Padang Sago, BANGUNPIAMAN.COM--- Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, meminta kepada Kepala Dinas Koperindag UKM, Rustam, SE, MM untuk dapat menyelesaikan polemik Pasar Padang Sago, antara pengelola, kepala Pasar Padang Sago dengan Koperasi Pasar (Koppas) Padang Sago, sesegera mungkin dan dibantu oleh Camat Padang Sago, Hasan Basri.

Ungkapan itu disampaikan Ali Mukhni, ketika berkunjung ke Kecamatan Padang Sago, dalam rangka Silaturahmi dengan masyarakat dan sekaligus Pengawasan dan Pembinaan terhadap Pemerintahan Nagari, Rabu (23/11/2016) di Kantor Camat Padang Sago.

Dikatakan, Koperasi Pasar (Koppas) Padang Sago, sebagai pihak yang membangun Pasar Padang Sago dengan bantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UM) RI pada tahun 2013, belum ada menerima kembali sewa dari pengelola Pasar Padang Sago, memasuki 3 tahun berjalan, sehingga dengan demikian Koppas Padang Sago, telah dirugikan lebih kurang Rp. 100 juta.

Ditegaskan Ali Mukhni, Koppas Padang Sago adalah milik anggota dan bukan milik pengurus, Ali Mukhni sebagai anggota Koppas Padang Sago, berhak menuntut pengurus kalau pengurus tidak mampu dalam mengelola koperasi, baiksecara dinas maupun sebagai anggota koperasi Ali Mukhni minta kasus ini dituntaskan secepatnya kepada Kadis Koperindag, Energi & SDM Rustam, SE, MM.

“Usahakan dalam tahun 2016 ini polemic  antara pihak koppas dengan pengelola dapat dicarikan jalan keluarnya, karena asset Koppas Padang Sago untuk membangun Pasar Padang Sago sebanyak Rp. 900 juta,  dana yang bersumber dari Kementerian Koperasi & UKM RI, adalah untuk membantu modal koperasi, artinya harus ada bagi hasil dari sewa kios kepada Koppas Padang Sago,” tukuk Ali Mukhni.

Bahkan Ali Mukhni, berjanji akan hadir untuk menjelaskan kepada pihak  terkait yang merasa keberatan mengembalikan bagi hasil sewa ke Koppas Pasdang Sago, cobalah Kadis lakukan fasilitasi dengan mengundang semua lapisan yang tidak memahami isi perjanjian sebelum pasar dibangun dahulu.

“Perjanjian antara ninik mamak yang mengaku sebagai pemilik pasar, wali nagari dan camat sebagai Ketua Komisi Pasar dengan Koppas Padang Sago, sudah ada ternyata sekarang, setelah pasar selesai duibangun, perjanjian tidak ditepati,” ucap Ali Mukhni kembali.

Pada kesempatan itu juga Bupati Ali Mukhni, meminta kepada Pengurus Koppas untuk dapat mengundang, Menteri Aparatur Negara RI yang merupakan putra Padang Sago, Asman Abnur, pulang kampung, supaya diikut memikirkan kemajuan Koppas Padang Sago.

“Saya akan coba sampaikan kepada Bapak Menteri urang awak tersebut, supaya mau meletakan dananya pada Koppas Padang Sago, berkisar Rp. 1 miliar,” sambungnya.

Kadis Koperindag, UKM,  Energi & SDM Rustam, SE, MM dalam kesempatan itu, langsung menanggapi apa yang disampaikan Bupati Ali Mukhni, dan berjanji akan mengundang semua pihak yang terkait Senin (28/11/2016) ke Kantornya.
“Senin kita undang semua terkait ke kantor,” katanya singkat.
Kemudian yang lebih khursial lagi, SK Bupati untuk menunjuk pengelola  pasar bersama dengan komisi, telah jatuh tempo satu tahun dan sampai kini tidak ada diperbahrui atau diperpanjang, sementara mereka masih melakukan aktifitas memungut sewa kios dan los kepada pedagang dan ini bisa berimbas kepada hukum.

Ketua Koppas Padang Sago, Afrizal, SE ketika diminta tanggapannya, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ali Mukhni yang telah mendorong Kadis Koperindag, Energi & SDM Padang Pariaman, untuk turun menyelesaikan polemik pengelolaan Pasar Padang Sago.

“Kita ucapkan terima kasih  kepada Bapak Bupati Ali Mukhni atas ketegasannya dalam penyelesai polemic Pasar Padang Sago,” ujar Afrizal.

TKA

Rabu, 23 November 2016

Hut Korpri Ke-45 Di Padang Pariaman, Wabup Suhatri Bur Lepas Gerak Jalan Jantung Sehat.

Hut Korpri Ke-45 Di Padang Pariaman, Wabup Suhatri Bur Lepas Gerak Jalan Jantung Sehat.


Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur melepas gerak jalan jantung sehat dalam rangka HUT KORPRI ke-45 di Pasa Dama Paritmalintang, Rabu. 23/11/2016. Gerak jalan sehat yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Padang Pariaman, Anggota TNI, Kepolisian, Siswa SLTA dan SLTP serta masyarakat Nagari Paritmalintang, menempuh rute sepanjang 2,5 km.

Wakil Bupati, dalam sambutannya "mengharapkan moment peringatan HUT KORPRI ini bisa menjadi tonggak peningkatan kinerja dan disiplin ASN. Sebagai abdi negara dan masyarakat, ASN harus dapat memberikan pelayanan yg terbaik bagi masyarakat. Disamping itu hendaknya ASN menjadi contoh dan tauladan ditengah-tengah masyarakat", ungkap mantan Ketua KPUD ini.

"Sebagaimana program pemerintah pemberantasan pungutan liar (pungli), ASN merupakan yang terdepan dalam pelaksanaanya. Tentu dalam prakteknya terlebih dahulu membersihkan diri dan bebas dari praktek penyalahgunaan kewenangan. Berikanlah pelayanan yang prima kepada masyarakat dan tunjukan bahwa kita adalah abdi mereka", tegas Wakil Bupati dihadapan ratusan peserta gerak jalan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jonpriadi, dalam laporannya mengatakan bahwa "gerak jalan jantung sehat ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan pada HUT KORPRI di Kabupaten Padang Pariaman. Sebelum ini juga telah dilaksanakan kegiatan : Lomba Pengucapan Panca Prasetya Korpri, Lomba Mars Korpri antar SKPD, Lomba Asmaul Husna antar siswa Se-Kab. Padang Pariaman dan lomba shalat janazah". Juga telah dilaksanakan pemberian santunan pada anak berprestasi dari keluarga miskin."
Pada saat ini juga dilakukan kegiatan pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, imbuh Ketua Dewan Pengurus Korpri Padang Pariaman.


Kemudian, puncak kegiatan HUT Korpri ke-45 tanggal 29-11-2016 akan dilaksanakan upacara bendera dan anjangsana ke Panti Asuhan. "KORPRI bukan hanya untuk ASN akan tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Makanya kita juga melakukan kegiatan bhakti masyarakat ke panti-panti", ujar Ketua KORPRI didampingi Zahirman selaju Ketua Panitia HUT KORPRI.

Ditempat terpisah, Ketua Panitia, Zahirman, mengungkapkan bahwa kegiatan HUT KORPRI ini disponsori oleh Bank Nagari, BPJS serta bekerjasama dengan Baznas Padang Pariaman dan PMI Padang Pariaman. "Atas nama panitia dan pengurus Korpri, kita mengucapkan terimakasih pada sponsor dan pihak-pihak yang telah mensukseskan acara ini", kata Zahirman yg juga adalah Staf Ahli Bupati.

WIS/ERI SUGIANTO/HMS
BPKP Sumbar : Kota Pariaman Daerah Pertama Terapkan Siskeudes Berbasis Aplikasi

BPKP Sumbar : Kota Pariaman Daerah Pertama Terapkan Siskeudes Berbasis Aplikasi

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Kota Pariaman merupakan daerah yang pertama menerapkan system pengelolaan keuangan desa (siskeudes) yang berbasis aplikasi di Sumatera Barat. Kota Pariaman secara konsisten dan terus menerus melaporkan proses akuntabilitas pengelolaan keuangan desa secara baik.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Koordinator Pengawasan JFA Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah MV Chinggih Widanarto, pada acara workshop peningkatan kapabilitas dalam rangka penyusunan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa se-Kota Pariaman di Hotel Nan Tongga, Selasa (22/11).

Dalam sambutannya disampaikan bahwa Kota Pariaman merupakan daerah yang pertama dan dijadikan sebagai piloting karena seluruh desanya telah menerapkan aplikasi siskeudes.

“Pengelolaan dana desa harus transparan karena Kepala Desa harus bisa mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan tidak hanya ke pemerintah, tapi juga kepada masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya Chinggih juga menjelaskan bahwa dengan aplikasi ini kita bisa melihat kaitan-kaitannya, sehingga dapat meminimalisir penyimpangan-penyimpangan yang ada. “Dengan adanya sistem ini diharapkan pengelolaan keuangan desa dapat menjadi tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut di atas Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyampaikan kepada perangkat desa untuk tetap berhati-hati dalam mengelola keuangan desa masing-masing oleh sebab itu penyusunan keuangan desa harus transparan, akuntabel dan partisipatif.

“Masyarakat tidak hanya memiliki hak untuk mengetahui anggaran desa, tetapi juga berhak menuntut pertanggungjawaban atas rencana maupun pelaksanaan dana desa.” Jelas Wako.

Melalui pelatihan ini diharapkan setiap peserta harus betul-betul mengikuti workshop ini secara serius karena sangat berguna dalam pelaporan keuangan desa masing-masing.

“Jangan pakai cara-cara lama dalam menggunakan anggaran desa, zaman sekarang apa yang kita buat semuanya harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.” Sambungnya.

“Kita berharap tidak ada perangkat-perangkat desa yang bermasalah dikemudian hari karena kesalahan mengelola dan melaporkan anggaran desa, oleh sebab itu dengan kegiatan ini perangkat desa dapat memahami dengan baik setiap materi yang diberikan.”tutupnya.

Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan agar semua kepala desa beserta perangkatnya mengerti dan memahami tentang akuntabilitas keuangan desa. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 24 November 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 165 orang.

wis/eri/hms

Senin, 21 November 2016

Wabup Suhatri Bur : Mari Kita Pertahankan Semangat Kebhinekaan di Padang Pariaman.

Wabup Suhatri Bur : Mari Kita Pertahankan Semangat Kebhinekaan di Padang Pariaman.

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Bupati Suhatri Bur meminta masyarakat  untuk mempertahankan semangat kebhinekaan di kabupaten Padang Pariaman. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel kebhinekaan di halaman kantor bupati Padang Pariaman, Senin (21/12).

Dalam apel tersebut, peserta yang merupakan perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan pelajar mendeklarasikan sikap kebhinekaan meliputi, bahwa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan yang masa esa yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan kesetaraan diantara keseragaman bangsa, saling menghargai perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan dalam menciptakan suasana damai dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan
NKRI, sanggup menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat di Indonsia berdasarkan pancasila UUD RI tahun 1945.

Menolak segala bentuk paham dan tindakan radikalisme dan terorisme dengan mengatasnamakan agama yang menimbulkan perpecahan di masyarakat dan mengancam kedaulatan NKRI dan memelihara dan mengembangkan nilai nilai luhur sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan peradaban Indonesia.

Dikatakannya, apel merupakan bentuk kesadaran dan komitmen Pemkab Padang Pariaman untuk menghormati kemajemukan guna menciptakan kedamaian bangsa melalui forum tiga pilar yaitu TNI, Polri dan pemerintahan yang dalam pelaksanaan diemban oleh Babinsa dari unsur TNI, Bhabinkamtibmas dari Polri dan walinagari dari unsur pemerintahan.

"Tiga pilar tersebut dibentuk untuk mewujudkan negara aman dan damai. Melalui tiga pilar diharapkan rakyat dapat terangkul untuk meningkatkan kemajemukan," ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa Indonesia sebagai negara bangsa yang memiliki corak yang beragam baik adat ataupun budaya masyarakat harus memandang keanekaragamaan sebagai aset dan potensi yang perlu ditumbuh kembangkan untuk negara Indonesia dan jangan menjadikan perbedaan sebagai sangketa.

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus kompok, selalu berpegang teguh pada semboyan bhineka tunggal ika walaupun beragam.

"Masyarakat harus membuka wawasan untuk mendapatkan informasi agar tidak mudah dihasut atau di kotak-kotakkan dan aparat wajib menjaga ketentraman dan supremasi hukum supaya mendapatkan keadilan sesuai dengan semestinya," ulasnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat kabupaten Padangpariaman untuk memelihara suasara tetap kondusif, aman, tertib dan menjaga solidaritas.

WIS/HMS




MTQ Ke-7 Tingkat Kota Pariaman Berakhir, Kecamatan Pariaman Tengah Juara Umum.

MTQ Ke-7 Tingkat Kota Pariaman Berakhir, Kecamatan Pariaman Tengah Juara Umum.



Kota Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM — Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menutup secara resmi gelaran MTQ ke 7 tingkat Kota Pariaman yang diselenggarakan dari tanggal 17-20 November 2016, bertempat di halaman Kantor Camat Pariaman Utara, Minggu sore, (20/11).Kecamatan Pariaman Tengah berhasil meraih predikat juara umum.

Genius Umar, berharap ajang ini jangan hanya berhenti sampai selesainya MTQ saja, tetapi kegiatan religius dan sarat dengan syiar islam ini akan menjadi sia-sia dan percuma apabila tidak meninggalkan bekas dan pengaruh kepada masyarakat, ujarnya.



“Untuk itu, diperlukan perhatian, keterlibatan dan tanggung jawab seluruh komponen umat dan jajaran pemerintah, agar penyelenggaraan MTQ ini dapat berpenggaruh positif yang tampak dan dirasakan secara nyata dan terukur dalam perkembangan kehidupan masyarakat kita ke depan,” tuturnya.

Dengan adanya Program Magrib Mengaji yang dilaksanakan oleh Pemko Pariaman, hendaknya mendapatkan tempat di hati masyarakat dan kita dukung bersama, sehingga program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua, tukasnya.

“Mari kita ramaikan mesjid dan musholla yang ada di tempat tinggal kita, dengan membaca al qur’an dari setelah sholat magrib sampai masuknya waktu sholat isya, insyaallah apabila dapatkita laksanakan, bisa membentengi generasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi saat ini,” tutupnya.

Keluar sebagai Juara Umum Pertama, Kecamatan Pariaman Tengah, diikuti oleh Kecamatan Pariaman Utara, Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Selatan. Kecamatan Pariaman Tengah mengoleksi Juara I sebanyak 9 cabang, Juara II, 11 cabang dan Juara III, 3 cabang. Kecamatan Pariaman Utara meraih Juara I sebanyak 9 cabang, Juara II, 7 cabang dan Juara III, 9 cabang.
Untuk Kecamatan Pariaman Timur mengumpulkan Juara I sebanyak 6 cabang, Juara II, 8 cabang dan Juara III, 9 cabang. dan Kecamatan Pariaman Selatan Juara I sebnayak 4 cabang, Juara II, 5 cabang dan Juara III, 10 cabang.


Kecamatan Pariaman Tengah mempertahankan gelar Juara Umum setrelah di tahun lalu juga meraih predikat terbaik I. Hadir Kepala Kemenag Kota Pariaman Helmi, Sekdako Pariaman Indra Sakti, Kepala SKPD, Kabag, Camat, para panitia dan dewan hakim serta kafilah dari 4 kecamatan yang bertanding di ajang MTQ ini. (WIS/HMS)

Minggu, 20 November 2016

Ternyata, Kabupaten Padang Pariaman Sudah Dipimpin 22 Orang Bupati

Ternyata, Kabupaten Padang Pariaman Sudah Dipimpin 22 Orang Bupati

Ternyata Kabupaten Padang Pariaman semenjak berdirinya telah memiliki Bupati sebanyak 22 orang. Sutan Hidayat Sah adalah Bupati Padang Pariaman pertama yang diangkat pada tahun 1945 silam.

Sutan Hidayat Sah memerintah Kabupaten Padang Pariaman dari tahun 1945 s/d 1946. Selanjutnya digantikan oleh Ibrahim Datuk Pamuncak dia hanya memerintah sampai tahun 1947. Selepas Ibrahim Datuk Pamuncak kemudian dari tahun 1947 s/d 1950 dipimpin oleh BA Murad.

Sedangkan Said Rasyad berkuasa selama tiga tahun dari tahun 1950 s/d 1953 setelah itu digantikan oleh Taher Samad diapun hanya memimpin Padang Pariaman selama tiga tahun dari tahun 1953 s/d 1956. Harun Al-Rasyid memimpin Padang Pariaman  selama dua  tahun dari 1956 s/d 1958.  Sesudah itu Na'azim Sutam Syarif memimpin 1958-1959. Dari 1959-1960 dipimpin Raharjo.

Padang Pariaman selanjutnya dipimpin Syamsu Anwar dari 1960 s/d 1961. Kemudian JB Adam berkuasa dari tahun 1961 s/d 1966. Selepas itu digantikan oleh Muhammad Noer dia memerintah dari tahun 1966 s/d 1975. Harun Zein hanya memerintah setahun pada tahun 1975.

Selepas Harun Zein kemudian Padang Pariaman dipimpin Muhammad Zein Chatib beliau memimpin daerah Piaman Laweh dari tahun 1975 s/d 1980. Kemudian Padang Pariaman dipimpin Bupati fenomenal Anas Malik dia memerintah selama 10 tahun dari 1980 s/d 1990. Selanjutnya tampuk kepemimpin Padang Pariaman dipimpin H.Zainal Bakar dari tahun 1990 s/d 1993.

Kemudian dipimpin H.Nasrul Syahrun dari tahun 1993 s/d 1998. Dari tahun 1998 s/d 2000 dipimpin Armyn.AN. Tahun 2000 s/d 2005  Padang Pariaman dipimpin Muslim Kasim. Setelah itu tahun 2015 dipimpin Sudirman Gani. Dari tahun 2005 s/d 2010 Padang Pariaman kembali dipimpin Muslim Kasim. Tahun 2010 Padang Pariaman juga pernah dipimpin Febri Erizon.

Tahun 2010 s.d 2015 Padang Pariaman dipimpin Ali Mukhni. Tahun 2015 s/d 2016 Padang Pariaman dipimpin Bupati perempuan Rosnini Savitri, selanjutnya dari 2016 s/d sekarang Padang Pariaman dipimpin Ali Mukhni.

darwisman/dirangkum dari berbagai sumber


Selasa, 15 November 2016

Mentri Yohanna Yambise Louching Germas Tingkat Nasional di Nagari Sungai Abang Lubuak Aluang

Mentri Yohanna Yambise Louching Germas Tingkat Nasional di Nagari Sungai Abang Lubuak Aluang

Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Selasa 15 November 2016, Melouncing Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)  Tingkat Nasional, di lapangan bola kaki nagari Sungai Abang Lubuak Aluang Kabupaten Padang Pariaman. ( Fhoto : Humas Padang Pariaman )
Lubuak Aluang BANGUNPIAMAN.COM---Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohanna Yambise Selasa (15/11) melaunching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tingkat nasional di Lapangan Sungai Abang Nagari Sungai Abang Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Louching Germas tingkat nasional yang berlangsung cukup meriah tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irawan Rahim, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur, Ketua DPRD Padang Pariaman Faisal Arifin  Forkompinda Padang Pariaman, Kepala SKDP, Camat dan Walinagari se Kabupaten Padang Pariaman.
.
Dalam sambutannya MentriYohanna Yambise menegaskan,  pentingnya gerakan untuk mendorong masyarakat untuk berprilaku hidup sehat. Gerakan tersebut dinamakan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (Germas)."Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus digencarkan hingga menyentuh ketingkat desa dan kelurahan sehingga kehidupan sehat seperti yang termasuk dalam nawacita presiden RI Joko Widodo dapat diwujudkan," kata putri terbaik tanah Papua tersebut.

Disebutkannya belakangan ini penyakit seperti stroke, jantung, hipertensi, kolesterol, diabetes, tidak hanya menyasar kepada para manula tetapi sudah menyasar kepada usia produktif 25 – 55 tahun. Situasi ini merupakan potret keluarga masa kini terutama di kota-kota besar.

Ia menambahkan, Pembangunan kesehatan seharusnya adalah bentuk upaya yang dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

" Indonesia saat ini mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes serta penyakit lainnya. Untuk itu  mari kita budayakan hidup sehat. Melakukan langkah kecil dengan mengubah pola hidup sehat, akan berdampak luar biasa bagi keluarga Anda dalam jangka panjang,” unkapnya," tandanya..

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, pemprov Sumatera Barat berkomitmen mendukung program gerakan masyarakat hidup sehat yang dilakukan oleh pemerintah pusat.Komitmen Pemprov Sumatera Barat dibidang kesehatan dibuktikan dengan anggaran kesehatan lebih dari 20 persen dari biaya belanja langsung APBD Provinsi Sumatera Barat. Persentase anggaran tersebut melebihi amanat undang-undang.

“Jika undang-undang mengamanatkan 20 persen anggaran APBD dialokasikan pada bidang kesehatan, Pemprov Sumatera Barat mengalokasikan lebih dari 20 persen begitu komitmen kita. Sebagai langkah percepatan penerapan gemar, Nasrul Abit menginstruksikan bupati dan walikota se Sumatera Barat untuk mulai mengimplementasi gerakan masyarakat hidup sehat dengan menjadwalkan melakukan program meliputi olahraga terpusat, larangan merokok di kantor pemerintahan," ulas mantan Bupati Pesisir Selatan dua priode itu.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni mengatakan semangat Gemar yang diprogramkan oleh pemerintah pusat sejalan dengan program Padang Pariaman sehat yang merupakan progran unggulan Kab Padang Pariaman yang berkomitmen mewujudkan program kesehatan sesuai dengan nawacita presiden Joko Widodo.

Dikatakannya, PPS merupakan paradigma baru pelayanan kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman yang diterjemahkan dengan keaktifan petugas mendatangi masyarakat untuk mengecek kesehatan dan memberikan treatment kesehatan.“Petugas kesehatan melakukan jemput bola  dengan mengunjungi masyarakat untuk melakukan pengecekan dan melakukan pelayanan kesehatan,” ucap Bupati

Capaian PPS di Kabupaten Padang Pariaman, ulas Bupati, ditekannya angka kematian ibu melahirkan sejak tahun 2013 dengan angka 9 kasus dan pada tahun 2015 tidak ada lagi terjadi kasus kematian ibu melahirkan. Pemkab Padangpariaman berkomitmen untk peningkatan kesehatan dengan meningkatkan porsi anggaran APBD Padang Pariaman tahun 2016 dibidang kesehatan melebihi 20 persen. (Wis/Hms)

Ali Mukhni Berharap Adanya Sinergitas Antara PKK dan SKPD

Ali Mukhni Berharap Adanya Sinergitas Antara PKK dan SKPD

Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman didampingi ketua GOW, dan Ketua Dharma Wanita Padang Pariaman meniup lilin dan pemotongan kue Peringatan ke 44 HKN tingkat Padang Pariaman di hadapan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Padang Pariaman
Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman didampingi ketua GOW, dan Ketua Dharma Wanita Padang Pariaman meniup lilin dan pemotongan kue Peringatan ke 44 HKN tingkat Padang Pariaman di hadapan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Padang Pariaman (Fhoto : Humas )
Paritmalintang---Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni berharap kelompok dasa wisma untuk bersinergi dengan program-program yang diluncurkan SKPD  baik itu program rumah tak layak huni, pendidikan, kesehatan, pangan  maupun program lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ali Mukhni pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 di hall IKK Paritmalintang, Selasa (14/10)

Selain mengharapkan sinergitas antara PKK dan SKPD, Ali Mukhni juga mengapresiasi PKK Padang Pariaman yang telah melaksanakan  10 Program PKK secara Maksimal.

Menurut Ali Mukhni, pemerintah daerah memandang Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman telah berkiprah secara optimal melaksanakan tugas dan fungsinya melalui beragam program dan kegiatan yang bermuara pada peningkatan kehidupan keluarga dan masyarakat

"Kita telah lihat kerja keras dan usaha Tim Penggerak PKK Padang Paiaman seperti memberdayakan keluarga dibidang pendidikan dan keterampilan, mengatasi problem kesehatan ibu dan anak, meningkatkan ekonomi keluarga dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengembangkan kehidupan gotong-royong, berkoperasi dan lain sebagainya telah membuahkan hasil,”

Untuk itu Ali Mukhni berharap Kepada Ketua Tim Penggerak PKK, untuk dapat melanjutkan tugas mewujudkan visi-misi Gerakan PKK, melaksanakan 10 (sepuluh) Program Pokok PKK, fokus kepada program-program PKK yang telah ditetapkan sebagai upaya memajukan organisasi yang dinaungi.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman Hj. Rena Ali Mukhni menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada Tim penggerak PKK Kecamatan dan Nagari se Padang Pariaman atas bantuan dan kerjasamanya dalam membangun PKK Padang Pariaman semakin berarti di tengah Masayarakat.

“ Tanpa dukungan dan bantuan dari Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Nagari, maka PKK Padang Pariaman tidak bisa berbuat apa-apa” ungkap Ibu Tiga Anak ini.

HKG ke 44 mengusung tema “Kita Wujudkan Kinerja Gerakan PKK Melalui Penguatan Dasa Wisma”. Dasa Wisma sebagai kelompok terkecil dari kelompok-kelompok PKK yang terletak di korong-korong dan nagari, mempunyai andil yang sangat besar dan strategis dalam usaha perwujudan program keluarga sejahtera. Selain itu Dasa Wisma tidak hanya sebagai ujung tombak bagi PKK tetapi juga ujung tombak pelaksanaan program pemerintah di tingkat korong, nagari dan kecamatan.

(WIS/HMS)


Rabu, 09 November 2016

Mukhlis Rahman : Kita Akan Lakukan Penilaian 20 Masjid Tersumarak dan Teramai Dikunjungi Jemaah.

Mukhlis Rahman : Kita Akan Lakukan Penilaian 20 Masjid Tersumarak dan Teramai Dikunjungi Jemaah.

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, jajaran Pemerintah Kota Pariaman turun ke mesjid, mushalla dan surau untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat, agar senantiasa meramaikan mesjid, sekaligus  memantau aktivitas masyarakat.

" Masjid adalah tempat ibadah umat Islam, disamping tempat Ibadah, Masjid juga digunakan sebagai tempat pendidikan mental dan spritual umat islam baik dalam bentuk wirid, belajar Al-Qur'an, dan juga sebagai tempat rapat membicarakan masalah umat," kata Wako Mukhlis Rahman, saat mengunjungi Masjid Raya Al-Ikhlas Kampuang Kandang, Rabu (9/11).

Dari pantauan yang dilakukan  Walikota Pariaman bersama jajarannya, ditemukan ada masjid yang ramai dikunjungi jemaahnya, namun ada juga yang jemaahnya masih minim. Dari pantauan tersebut, ulas Mukhlis, kedepan Pemko Pariaman akan melakukan program penilaian masjid tersumarak (Imarah) dengan indikator yang ditetapkan bersama Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman.

"Kita akan nilai 20 masjid tersumarak di Kota Pariaman yang dibagi kedalam 5 perkecamatan dan bagi Masjid yang masuk dalam 20 masjid teramai akan diberi reward atau hadiah berkisar antara 15-20jt dan diserahkan pada waktu HUT Kota," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Helmi mengatakan, Masjid Imarah (tersumarak) memiliki kriteria rami jamaah, banyak aktivitas umat dimasjid seperti Wirid, MDA/TPA, dan bersih." Untuk itu kriteria Masjid Imarah, akan kita kaji nanti bersama Pemerintah Kota Pariaman," tambahnya.

AS/HMS/WIS

Wawako Genius Umar : Keterampilan Merendo Bantu Perekonomian Nelayan

Wawako Genius Umar : Keterampilan Merendo Bantu Perekonomian Nelayan

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Untuk memberdayakan ekonomi nelayan  disamping tugas pokoknya melaut untuk menafkahi anak dan istri, ternyata keterampilan marendo (merajut-red) yang dilakoni para istri nelayan cukup membantu ekonomi keluarga para nelayan.

"Salah satu ekonomi alternatif bagi masyarakat pesisir adalah keterampilan merendo yang dilakukan oleh istri dan anak-anak nelayan. Saya  lihat dan tinjau langsung aktivitas masyarakat pesisir di dusun Binasi desa Marunggi, " kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Rabu (9/11), disela-sela meninjau aktivitas masyarakat pesisir.

Menurut Wawako Genius Umar, istri dan anak-anak nelayan memang sangat perlu untuk diberdayakan dalam membantu ekonomi keluarganya. Karena menjadi nelayan banyak rintangan yang harus dihadapi untuk mengarungi lautan luas, untuk mengais rezeki dilautan. Kadang sudah berada ditengah laut, tiba-tiba cuaca buruk, akhirnya tidak bisa lagi menangkap ikan. Terpaksa harus pulang dengan tangan kosong

Salah seorang warga dusun Binasi, desa Marunggi nova (24) mengaku usaha marendo yang ia lakukan ternyata cukup membantu  penghasilan keluarga walaupun cuma mengambil upah. "Untuk marendo alas meja bisa diselesaikan satu minggu dan sarung tisue satu hari," jelas Nova yang mengaku sudah menggeluti kerajinan rajutan sejak kelas 4 SD.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, menyebutkan usaha rajutan di Kota Pariaman berjumlah 200 orang dan sebagian sudah memiliki counter di tempatnya masing-masing. "Pengusaha rajutan telah memasarkan produknya sampai ke Singapura dan Malaysia. Cara membelinya pun bisa dilakukan secara online, " kata mantan Kabag Humas Kota Pariaman itu.

Pada kunjungan ke dusun Binasi desa Marunggi Wakil Walikota Pariaman sangat tertarik dengan motif rajutan yang sedang dibuat oleh tangan-tangan terampil yang suaminya berprofesi sebagai nelayan. Karena tertarik Wakil Walikota langsung membeli beberapa unit sebagai koleksinya dirumahnya.

AS/HMS/WIS