Minggu, 31 Desember 2017

M.Yusuf Nyatakan Kesiapannya Untuk Maju Menjadi Caleg DPR RI Untuk Dapil II Sumbar

M.Yusuf Nyatakan Kesiapannya Untuk Maju Menjadi Caleg DPR RI Untuk Dapil II Sumbar

M.Yusuf Ketika Menghadiri Worksop Partai Kebangkitan Bangsa, Bagi Pengurus dan Kader Daerah Pemilihan 2 (Dua) Padang Pariaman, Minggu 31 Desember 2017 ( Fhoto Armaidi Tanjung )
VII Koto, BANGUNPIAMAN.COM---Mantan wartawan Harian Haluan Padang yang sehari-harinya Anggota DPRD Propinsi Riau Muhammad Yusuf yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan siap bertarung menjadi Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Sumatera Barat menuju senayan pada Pemilu 2019 mendatang. Kesiapan tersebut ditandai dengan sudah melakukan sosialisasi dengan pengurus dan kader PKB di Kabupaten Padang Pariaman.

 Demikian diungkapkan Muhammad Yusuf, Minggu (31/12/2017) pada pertemuan dengan DPC PKB Padang Pariaman, DPAC dan kader PKB di Padang Pariaman di Sekretariat DPC PKB Balah Aie Jalan Raya Sicincin – Pariaman. Pertemuan dihadiri Ketua Dewan Syuro DPC PKB Padang Pariaman Ali Basar, Ketua Dewan Tanfidz Zulhelmi Tuanku Sidi.

Menurut M. Yusuf, keinginan maju menjadi Caleg PKB menuju senayan, karena ingin berbuat lebih banyak untuk kampung halaman. Setelah mengikuti dua kali pemilihan kepala daerah (bupati) di Padang Pariaman yang gagal meraih kemenangan, maka untuk memperjuangkan dan berbuat bagi Padang Pariaman, dipilih untuk menjadi anggota DPR RI.

“Untuk itu, dukungan kader PKB dan masyarakat di Padang Pariaman dan kabupaten/kota lain di Dapil 2 Sumatera Barat ini sangat dibutuhkan. Mari dari sekarang kita mulai bergerak, bekerja dan membangun masyarakat melalui PKB ini,” kata M. Yusuf mantan Ketua PKDP Pekanbaru tiga periode ini.

Dikatakan, pilihan ini adalah bagian dari pulang kampung membangun nagari. Dengan PKB sebagai partai yang bakal mentargetkan tiga besar, kita yakin PKB bisa berbuat lebih banyak untuk kemajuan daerah di Sumatera Barat ini.

Menurut M.Yusuf, potensi PKB di Padang Pariaman sudah bagus dan patut diberi apresiasi. Dengan empat kursi di DPRD Padang Pariaman, merupakan potensi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan pada Pemilu 2019 mendatang. (ARMEDTAN)
Pada Rakor Simulasi Dapil Padang Pariaman, Komisioner Bawaslu Vifner Ingatkan Camat Jangan Ikut Kampanye

Pada Rakor Simulasi Dapil Padang Pariaman, Komisioner Bawaslu Vifner Ingatkan Camat Jangan Ikut Kampanye

Suasana Rapat Koordinasi Penyusunan Penataan Daerah Pemilihan Kabupaten Padang Pariaman, yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Pariaman Sabtu 30 Desember 2017, di Kasandra Hotel Pariaman
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Komisi Pemilih Umum (KPU) Kabupaten Padang Pariaman jelang tutup tahun gelar Rapat Koordinasi Simulasi Daerah Pemilihan Legislatif, Sabtu (30/12) di Kasandra Hotel By Pass Kota Pariaman.

Rakor simulasi penyusunan penataan dapil dan penghitungan alokasi kursi pileg 2019 tersebut dihadiri Ketua KPU Sumbar Amnasmen, Komisioner Bawaslu Sumbar Vifner,  Bupati Padang Pariaman yang diwakili Asisten Sekretariat Daerah  Idarussalam, Panwaslu Padang Pariaman,  Pengurus Partai Partai Politik,Ormas dan tokoh-tokoh masyarakat.

Bupati dalam sambutannya menegaskan, Pemilu adalah pesta demokrasi lima tahunan yang harus dijaga agar tidak cacat. Melalui Rakor berbagai persoalan Pemilu akan lebih bagus dibicarakan dibanding diskusi perorangan. "Terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pemerintah, kita siap bekerjasama dalam bentuk apapun," tegas Idarussalam.

Sedangkan Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengungkapkan, Dapil berkaitan erat dengan geografis wilayah dan jumlah penduduk serta dengan pemerintahan. Padang Pariaman dengan jumlah penduduk 462 ribuan sudah setara untuk memperoleh jatah 40 kursi di legislatif seperti saat ini. "Jumlah penduduk 500 ribu, maksimal 40 kursi," jelasnya.

Sementara persoalan krusial menyangkut bilangan pembagi penduduk, jumlah suara yang dibutuhkan untuk sebuah kursi adalah 462.125 : 40 kursi adalah 11.553 suara.

Narasumber lainnya Komisioner Bawaslu Sumbar Vifner menjelaskan, Rakor ini dulunya adalah uji publik, yang mesti dilalui KPU menjelang Pemilu legislatif.

Vifner mengingatkan, agar pemutakhiran data penduduk, sebuah persoalan yang begitu penting agar bisa dilakukan lebih detail lagi Karena nama Vifner hingga saat ini masih tercatat pada beberapa tempat.
Pelanggaran pemilu, tambah Vifner, meliputi pidana, administrasi dan kode etik penyelenggara. Sementara sengketa Pemilu berupa sengketa proses dan hasil Pemilu, yang hanya bisa diselesaikan di MK.

Dalam Rakor yang diikuti  Camat dan  pengurus Parpol ini, Vifner mengingatkan agar  camat jangan ikut dalam kampanye nantinya, karena Bawaslu akan menjatuhkan sanksi sedang dan berat.

Setelah dilakukan diskusi, Rakor akhirnya menyepakati bahwa Padang Pariaman tetap dengan empat daerah pemilihan (Dapil) sebagaimana Pileg sebelumnya.(IB/***)

Sabtu, 30 Desember 2017

Pemindahan SMA/SMK ke Provinsi Jadi Perhatian BPK`

Pemindahan SMA/SMK ke Provinsi Jadi Perhatian BPK`



Padang, BANGUNPIAMAN.COM–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumbar menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov Sumbar, Jumat (29/12) di Kantor BPK RI. Dari LHP tersebut, BPK menyoroti dua kinerja keuangan.

“Ada dua laporan yang kita serahkan kepada Pemprov Sumbar, yakni terkait laporan belanja daerah serta berkaitan dengan pendidikan,” ujar Kepala BPK RI Sumbar, Pemut Aryo Wibowo yang dikutip dari www.hariansinggalang.co.id

Dikatakannya, ada beberapa catatan yang diberikan kepada Pemprov Sumbar untuk dipelajari. Terutama berkaitan dengan pendidikan. Sebab, saat perpindahan kewenangan SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi. BPK menilai masih kurang kesiapan dari Provinsi.

“Untuk itu, kita meminta Pemprov Sumbar untuk menyiapkan persoalan terkait pendidikan ini dengan mematangkan kinerja sejak perlimpahan kewenangan ini. Apalagi menyiapakan dari segi database. Karena saat ini database masih belum tersedia, kemudian kebijakan terkait guru yakni pendistribusian guru dan profesionalisme yang belum terpetakan dengan maksimal,” ungkapnya.

Terkait pemindahan dan kebijakan terkait guru segera dibuatkan mekanismen pemindahannya. Dikarenakan, waktu tinggal sedikit lagi di 2017. Memasuki 2018 ini mesti dikebut karena ini nanti juga akan bersinggungan dengan anggaran.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyebutkan, dari laporan yang diberikan BPK ini, Pemprov Sumbar akan memperlajarinya. Sehingga, apa arahan dari BPK yang diberikan contohnya persoalan pendidikan akan ditindaklanjuti.

sumber : www.hariansinggalang.co.id

Rabu, 13 Desember 2017

GOW Kota Pariaman Gelar Seminar Parenting Skill

GOW Kota Pariaman Gelar Seminar Parenting Skill

Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar Ketika Membuka Seminar Nasional GOW Parenting Skill ( Fhoto : Junaidi/Kominfo )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM --- Selain membangun pembangunan fisik dengan infrastrukturnya, kita juga harus seimbang dengan pembangunan akhlak, perilaku, karakter serta iman dan taqwa, dan acara seminar Parenting Skill yang dilakukan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pariaman hari ini, sangat sejalan dengan upaya yang kita lakukan oleh pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Nasional Parenting Skill bersama Ustad Bendri Jaisyurahman dari Jakarta, yang dilaksanakan oleh GOW Kota Pariaman dalam rangka memperingati Hari Ibu, bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (13/12).

Genius Umar juga menambahkan, saat ini kita sebagai orangtua, terutama ibu, agar kita dapat memberikan teladan yang baik bagi anak-anak kita, menjadi panutan dengan akhlak yang baik.

“Bagaimana kita dapat menajdi contoh, kalau kita tidak bisa mencontohkan hal yang baik bagi anak-anak kita, contoh orang rua yang menyuruh anaknya untuk sholat, tetapi ia sendiri tidak pernah sholat,” tuturnya.

Belum lagi saat ini semakin banyak tantangan yang melanda generasi muda kita, seperti derasnya arus informasi yang mereka dapat dengan mudah melalu smartphone mereka, sebagai ibu kita mesti bisa memahami apa keinginan anak kita, dan membimbing mereka untuk menjelaskan mana yang boleh dan yang tidak.

“Smartphone, dapat menjadi alat untuk menimba ilmu yang bermanfaat, sekaligus bisa menghancurkan akhlak anak-anak kita, untuk itu, peran ibu sangat vital dalam mengarahkan dan membimbing anaknya agar memahami mana yang boleh mereka akses dan mana yang tidak,” tukasnya.

Selain itu pengaruh Narkoba yang telah menggurita di kalangan generasi muda, harus dapat kita cegah dan antisipasi, agar tidak menimpa anak-anak kita, ditambah dengan tayangan televisi yang tidak mendidik, kita mesti bisa memberikan pengertian tentang tayangan tersebut.

“Kita mesti bangga dengan apa yang orangtua kita contohkan dulu, bagaimana mereka meluangkan waktu kepada kita dan membahagiakan kita sebagai anak, karena itu kita mesti kembali kepola asuh masa lalu, yang dapat membuat anak tertawa dan tersenyum gembira, berinteraksi dengan sebayannya,” tutupnya.

Tema yang diambil dalam Parenting skill kali ini adalah “Menjadi ibu yang dirindukan”, dalam rangka memperingatai Hari Ibu, ujar Ketua GOW Ny. Lucy Genius. “Diharapkan dengan penjelasan yang menarik yang disampaikan oleh narasumber kita yaitu ustad Bendri  Jaisyurahman nanti, dapat menambah ilmu dan pengetahuan bagi pengurus GOW dan pengurus organisasi kewanitaan se Kota Pariaman.” Jelasnya.

Selain seminar parenting skill ini, kita nanti siang juga akan menggelar seminar kepada pelajar se-Kota Pariaman dengan narasumber yang sama, agar para pelajar kita, generasi muda kota pariaman, dapat menjadi generasi zaman now, yang berakhlak mulia dan beriman kepada Allah SWT, tutupnya.

Acara ini dihadiri juga oleh Kadis Dikpora Kota Pariaman, Kanderi, Ketua DWP Ny. Kartini Indra, Ketua Persit KCK, Ketua Bhayangkari, dan pengurus serta peserta yang berasal dari seluruh organisasi wanita yang ada di kota pariaman. (R/Kominfo Kota Pariaman)


Jelang Akhir Pengabdian Walikota Mukhlis Rahman Dianugerahi Satyalancana Wira Karya

Jelang Akhir Pengabdian Walikota Mukhlis Rahman Dianugerahi Satyalancana Wira Karya

Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahyo Kumolo Menyematkan Pin Satyalencana Wira Karya Kepada Walikota Pariaman Muhklis Rahman, Rabu 13 Desember 2017, Pada Acara Hari Nusantara di Dermaga Pelabuhan Cirebon Jawa Barat ( Fhoto : Kominfo Kota Pariaman )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, 1 dari 9 Kepala Daerah di Indonesia, yang mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kelautan dari Presiden RI yang disematkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo, pada acara Hari Nusantara, bertempat di dermaga Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).

Satyalancana Wira Karya, adalah sebuah tanda penghargaan tertinggi yang dikeluarkan dan diberikan kepada warga negara Indonesia, yang telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara.

“Dengan adanya penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini, akan memberikan semangat baru bagi kami di Pemko Pariaman, untuk dapat mwujudkan Indonesia sebagai poros maritime dunia, seperti yang digaungkan oleh bapak Presiden kita, Jojo Widodo,” tukasnya.

Penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik penggiat wisata, penggiat lingkungan, pemerhati kebaharian, dan stakeholder serta masyarakat kota pariaman, yang bahu membahu untuk membangun sector bahari, sebagai sector yang menjadi wisata dan ekonomi masyarakat kota pariaman.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik pemerintah, OPD dan seluruh rekan-rekan penggiat lingkungan, wisata dan kebaharian, yang selalu menjaga laut sebagai tumpuan kehidupan, serta menjaganya dengan memperhatikan kelangsungan terumbu karang yang ada, dan habitat lainya di laut kita,” tutupnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat kota pariaman, dan kepada pemerintah RI, yang sudah memberikan penganugerahan tanda kehormatan ini

“Satayalancana Wira Karya,  bukan hanya keberhasilan saya saja, tetapi adalah keberhasilan kita bersama,” ulasnya di akhir keterangannya.

Mendagri Tjahyo Kumolo yang mewakili Presiden RI, mengungkapkan, bahwa Presiden RI, Jokowi menyampaikan bahwa sebagai bangsa maritim, laut adalah masa depan bangsa. Hal itu lantas diterjemahkan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementeriaan Koordinator Bidang Kemaritiman dengan komitmen bersama untuk melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kelautan nasional.

“Yakni melalui tiga misi, yaitu : Kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Salah satunya diwujudkan dalam pemberantasan ilegal fishing, agar kekayaan laut Indonesia dapat dinikmati seutuhnya oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya Selain itu pemerintah juga memaksimalkan laut untuk meningkatkan efisiensi logistik dengan membangun jalur tol laut.

Adapun Hari Nusantara adalah peringatan keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan diakui secara internasional melalui instrumen Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982. Pengakuan ini sebelumnya didahului oleh diumumkannya dalam Deklarasi Djoeanda tanggal 13 Desember 1957.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Pandjaitan yang juga ketua dewan pengarah Hari Nusantara 2017, mengingatkan, perlunya masyarakat Indonesia mengingat kembali posisi strategis Indonesia di kawasan strategis dunia. “Saya sebut ini sebagai posisi silang diantara dua samudera dan diantara dua benua besar, jadi Indonesia ini berada pada posisi yang strategis,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, saat ini banyak masyarakat Indonesia yang tidak sadar betapa strategisnya posisi Indonesia dalam dunia internasional. Dengan posisi diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta diantara Benua Asia dan Australia, tambah Luhut, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan diantara perbedaan yang ada, ungkapnya mengakhiri. (r/kominfo pariaman)

Senin, 11 Desember 2017

Kadis PMPTP Hendra Aswara : Butuh Teknologi Tepat Guna Untuk Mengolah Produk Lokal Unggulan

Kadis PMPTP Hendra Aswara : Butuh Teknologi Tepat Guna Untuk Mengolah Produk Lokal Unggulan

Kadis PMPTP Hendra Aswara memberikan sosialisasi pemanfaatan teknologi dalam pengolahan pangan lokal di Pasar Kasang, Batang Anai, Jumat 8 Desember 2018 ( Fhoto Humas )
Batang Anai, BANGUNPIAMAN.COM--Pengolahan produk pangan lokal dari bahan baku menjadi bahan jadi memerlukan rekayasa teknologi yang modern. Diketahui banyak sekali hasil pangan lokal masyarakat yang belum diolah maksimal karena masih menggunakan cara konvensional.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan, butuh teknologi tepat guna untuk mengolah produk lokal unggulan, seperti ubi kayu, jagung, pepaya memiliki peluang pasar yang menjanjikan apabila diolah menjadi produk layak konsumsi masyarakat.

"Misal pepaya menjadi saus, ubi menjadi mie dan jagung untuk pakan ternak. Semua butuh sentuhan teknologi, untuk kesejahteraan masyarakat," kata Kadis Hendra Aswara pada acara sosialisasi prototipe teknologi tepat guna di Pasar Kasang, Batang Anai, Jumat (8/12/2017). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat.

Hendra mengatakan, penggunaan produk ubi kayu untuk pembuatan mi akan sangat membantu pemerintah dalam mengurangi komoditas impor gandum. Apalagi harga gandum dunia sedang melonjak tinggi yang juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat. "Kita optimis, ubi jadi bahan baku pembuatan mie lebih diminati masyarakat. Harga terjangkau dan juga lebih sehat. Petani pun menikmati," ujar Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Pada kesempatan itu diperagakan sebuah mesin pencetak mi tanpa gandum yang diproduksi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Adapun produksi dalam satu jam sebanyak 30 kg. Sementara harga satu unit mesin pencetak mi itu seharga Rp60 juta.

Ia berharap nanti nantinya dapat dianggarakan pada APBD atau melalui dana pokok pikiran anggota DPRD.
"Kita coba untuk anggarkan untuk kelompok IKM. Insyaallah didukung oleh Bapak Bupati dan DPRD," kata alumni STPDN Angkatan XI itu (***/IB).