Dihadiri Mentri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato, Puncak Hari Nusantara 2019, Berlangsung Sangat Meriah -->

Dihadiri Mentri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato, Puncak Hari Nusantara 2019, Berlangsung Sangat Meriah

Sabtu, 14 Desember 2019, 12.37.00
Walikota Pariaman Genius Umar Menerima Sertifikat dari Museum Rekor Indonesia Yang Diserahkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Fhoto : Harsy Warsilah

PARIAMAN---Puncak peringatan Hari Nusantara (Harnus) Tahun 2019 Pemerintah Kota Pariaman menampilkan 1001 Gandang Tambua Tasa akan masuk rekor muri diberikan oleh Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan sejumlah Mentri, Wakil Gubernur Nasrul Abit lainnya, di Pangung Utama,  Sabtu (14/12/2019).

Kota Pariaman gelar Hari Nusantara yang merupakan event besar nasional yang diawali dengan kegiatan ciri khas Minangkabau serta penciptaan Rekor MURI berupa atraksi pemukulan gendang oleh siswa SD, SMP, SMA se-kota Pariaman.

Pada acara pembukaan dilaksanakan pawai budaya dan penciptaan Rekor MURI yaitu pertunjukan memainkan 1001 gengang yang diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah SD, SMP, SMA serta anak anak yang ada di desa desa se-kota pariaman.

Penampilan Atraksi Seribu Gandang Tasaa Untuk Memeriahkan Hari Nusantara 2019, di Kota Pariaman. Fhoto : Harsy Warsilah

Peserta adalah para pelajar di Kota Pariaman. Sebelum tampil di hadapan Menko Perekonomian dan mentri lainnya serta pejabat pusat dan daerah, telah dilatih. Tujuannya supaya ada keseragaman dalam menabuh gandang tersebut.

Aktraksi Terjun Payung di Pantai Gandoriah Pariaman. Fhoto : Harsy Warsilah

Kadis Kominfo Kota Pariaman Hendri mengatakan,  tampilnya gadang tambua tasa memperlihatkan kepada Pemerintah pusat dan undangan bahwa ini adalah permainan anak Nagari.

Di acara pesta dan acara lainnya, gandang tambua tasa selalu tampil.

Pelatih pemain gendang dan sekaligus pemilik Sanggar Seni Darak Badarak Ribut Anton Sujarwo pada saat acara pembukaan Puncak Hari Nusantara di Pantai Gandoriah mengatakan, ditampilkan 1001 gendang yang diikuti oleh siswa siswa dan pemuda desa yang ada di kota pariaman.

Dihadiri Menko Perekonomian

Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo yang semula dijadwalkan hadir, diwakilkan kepada Mentri Koordinator Perekonomian
Airlangga Hartarto.

" Laut adalah masa depan Indonesia. Laut sebagai jati diri bangsa dan pemersatu bangsa. Melalui Peringatan Hari Nusantara diharapkan akan dapat meningkatkan dan memperkuat wawasan masyarakat terhadap laut dan nusantara," ulasnya
Mentri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato, Mentri PUPR, Wakil Gubernur, Kapolda, Danlantamal. Fhoto : Harsy Warsilah

Menurut Airlangga, Kota Pariaman dipilih menjadi tuan rumah Hari Nusantara karena memiliki keindahan pantai dan sejarah perjuangan sebagai daerah pelabuhan di masa lampau.

“Momentum Hari Nusantara diharapkan dapat menambah daya tarik pariwisata Pariaman dan mengembangkan potensi ekonomi dan kelautan Pariaman," ulas Ketua Umum Partai Golkar itu
Unsur Forkompinda Sumbar dan Mentri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Mentri PUPR, Wakil Gubernur Sumbar dan Forkompinda. Fhoto : Harsy Warsilah

Sementara itu Walikota Pariaman, Genius Umar mengungkapkan kota tujuan Pariaman sangat beruntung dipilih sebagai tuan  dilaksanakanrumah Hari Nusantara. Dengan adanya Hari Nusantara di Pariaman, maka telah meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dijelaskannya,Dalam sehari sebanyak 10 ribu wisatawan ke kota Pariaman, berarti dalam sepekan pelaksanaan Harnus telah mendatangkan 70 ribu pengunjung ke pantai Gandoriah.

Genius berharap dengan adanya Harnus ini diharapkan kota Pariaman menjadi perhatian pemerintah pusat untuk membangun kota Pariaman lebih cepat.

Lebih jauh Genius mengatakan masa depan Pariaman ada di laut. Karena laut punya potensi besar dengan keberadaan ikan, mineral dan pariwisata. Namun pemanfaatannya belum maksimal.

Aksi Terjun Payung

Sebanyak 28 prajurit TNI AL hiasi langit Kota Pariaman dengan atraksi Terjun Payung dalam rangka Puncak Peringatan Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah Pariaman.

Atraksi Terjun Payung tersebut dilakukan oleh puluhan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang berasal dari Batalyon Intai Amfibi I Marinir Jakarta, Batalyon Intai Amfibi II Marinir Surabaya serta Peterjun Payung dari Korps Wanita Angkatan Laut.

Beberapa prajurit Peterjun Payung ini membawa banner dan bendera yang telah berkibar, bendera Hari Nusantara yang dibawa oleh Serda Marinir Sutrisno, bendera Pemkot Pariaman oleh Kopda Marinir Arif.

Budiyono, bendera Pemprov Sumbar oleh Kopda Marinir Ari Wibowo, bendera TNI AL oleh Serda Marinir Noor Ali,  bendera Mabes TNI oleh Kopda Marinir Dwi Suhardi.

Bendera Kementerian PUPR oleh Kopda Marinir Denis Nugraha, bendera Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI oleh Serda Marinir Eko Sur Setiyono,

Kemudian yang tertinggi adalah bendera kebanggaan Indonesia, sangsaka merah putih yang dibawa oleh Sertu Marinir Antasari. Banner dan bendera ini dibawa olej prajurit-prajurit andalan dari Batalyon Intai Amfibi Marinir.

Diantara peterjun-peterjun payung tersebut, salah satunya adalah berasal dari putra daerah asli Sumatera Barat yaitu Serka Marinir Hendra Syahputra.

Satu persatu peterjun mengembangkan parasutnya, berwarna-warni menghiasi langit Kota Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia.

para peterjun payung melayang-layang dengan formasi dan stage yang diatur sedemikian rupa sehingga peterjun akan mencapai landing zone dengan pattern yang sama dengan mendarat bergantian dengan aman/safety.

Terjun Payung merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki prajurit TNI AL sebagai salah satu media infiltrasi atau cara untuk menerobos masuk ke daerah lawan. Biasanya terjun payung militer ini dilaksanakan dengan cara HAHO (High Altitude High Opening) atau HALO (High Atitude Low Opening).

Ketinggian yang digunakan adalah sekitar 12.000 feet tujuannya menghindari radar lawan dan menjaga kerahasiaan sehingga para prajurit dapat menyusup ke jantung pertahanan lawan tanpa bisa dideteksi lawan.

Atraksi Terjun Payung Oleh Angkatan Laut. Fhoto : Harsy Warsilah

Seluruh peterjun payung  mengembangkan parasut di ketinggian paling rendah 3000 feet, dengan kecepatan jatuh mereka saat melayang adalah sekitar 300 Km/Jam, hal tersebut diperlukan kemampuan latihan dan mental yang tinggi untuk bisa melakukan atraksi terjun payung ini.


Pewarta : Harsyi Warsilah

TerPopuler