Sabtu, 31 Desember 2016

Walikota Pariaman : Pergantian Tahun Baru Tidak Perlu Hura-Hura

Walikota Pariaman : Pergantian Tahun Baru Tidak Perlu Hura-Hura


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menghimbau warganya, untuk tidak merayakan pergantian tahun dengan hura-hura, namun manfaatkanlah pergantian tahun dengan kegiatan bermanfaat.

"Menunggu pergantian tahun dengan bergadang malam, sekedar hura-hura hal ini banyak mudarat dari pada manfaatnya," kata Walikota Mukhlis Rahman, saat memberikan arahanan kepada ASN Pemko Pariaman, Jumat 30 Oktober 2016, di halaman Balai Kota Pariaman.

Selama ini, sebut Mukhlis Rahman, perayaan tahun baru selalu digunakan oleh masyarakat dengan kegiatan bergadang malam sambil menunggu pergantian tahun. Ketika jarum jam menunjukan angka 12.00 ( 24-red), terdengar suara letusan kembang api yang memekakan telinga, sehingga menganggu istirahat orang yang sedang tidur.

Sementara itu ditempat terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Jafriki mengatakan, pergantian tahun baru, Pemerintah Kota Pariaman akan mengadakan kegiatan religius melalui Tabligh Akbar di Pantai Gandoriah Pariaman.

"Pada malam pergantian tahun, Pemko Pariaman mengadakan acara Tablig Akbar dan diiringi dengan Orkes gambus (qasidah). Dilaksanakan pada pukul 20.00 Wib dengan Da'i Muhammad Arief Tuangku Bandaro Sati," katanya.

AS/WIS/DISKOMINFO
Pilkada Kota Pariaman 2018, Calon Independen Cukup 5.957 Dukungan

Pilkada Kota Pariaman 2018, Calon Independen Cukup 5.957 Dukungan

Waktu terus bergulir, dalam hitungan jam kita semua segera memasuki tahun 2017. Tahun 2017 ini merupakan tahun yang ditunggu-tunggu bagi bakal calon walikota Pariaman khususnya yang akan  maju melalui jalur independen. Karena di tahun  2017 inilah saatnya bergerak untuk mengumpulkan dukungan warga melalui pengumpulan fhoto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat.

Ingat jangan asal mengumpulkan KTP saja. Menurut Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria. Syarat yang memberikan dukungan harus warga kota Pariaman terdaftar dalam daftar Pemilih Tetap (DPT). Lalu berapakah KTP yang harus dikumpulkan calon  independent ?. Jika merujuk Pilgub 9 Desember 2015  lalu, maka KTP yang  wajib dan harus didapat sang calon indenpenden sebanyak 5.957.

Kalau sudah dapat dukungan warga melalui fhoto copy bisakah melenggang sebagai calon walikota ?. Belum. Karena KPU akan melakukan ferivikasi ulang kepada masyarakat yang memberikan dukungan. Ini diperlukan, jangan-jangan KTP tersebut dikumpulkan dengan cara-cara yang tidak "halal". Jadi jika berminat menjadi Walikota Pariaman bergegaslah  meraih dukungan masyarakat
yang dibuktikan dengan fhoto copy KTP.

Ketua Divisi Tekhnis KPU Kota Pariaman Arnaldi Putra seperti dikutip dari fortal berita www.pariamantoday.com, syarat dukungan KTP oleh calon independen yang diserahkan ke KPU akan dilakukan dalam dua verifikasi, yakni verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

"Verifikasi tahap pertama tentang keabsahan surat dukungan KTP. Surat dukungan tidak boleh ganda. Kemudian verifikasi faktual di mana petugas KPU melakukan tatap muka dan melakukan wawancara langsung bagi pemilik yang KTP nya tercantun di surat dukungan," tuturnya.

Menang Pilkada Melalui Jalur Independen, Bukan Persoalan Mudah

Untuk bisa memenangkan pilkada bagi calon independen tentu bukan persoalan yang mudah, karena calon independen tidak memiliki mesin politik yang efektif. Calon independen tidak memiliki infrastruktur politik yang bisa mengakses kepada pemilih, sehingga membutuhkan managemen pemenangan yang efektif.

Di samping itu, kendatipun calon independen ini bersifat terbuka bagi masyarakat, tetapi dalam prakteknya memiliki keterbatasan karena ada persyaratan-persyaratan realitas ongkos politik yang tidak bisa dijangkau oleh semua orang. Oleh sebab itu, calon independen sesungguhnya hanya memberi kesempatan kepada pemilik modal, pengusaha, para pejabat birokrasi sipil atau militer, atau tokoh masyarakat/agama yang memiliki dukungan finansial yang memadai.

Di samping itu, calon independen juga membutuhkan jaringan masa yang kuat. Tanpa dukungan jaringan masa, calon independen tidak memiliki jangkauan yang luas untuk bisa memengaruhi masa ke lapisan masyarakat bawah. Oleh sebab itu, organisasi-organisasi yang memiliki jumlah massa yang banyak dan menjangkau secara hirarkis ke desa, seperti NU, Muhammadiyah atau kelompok agama lainnya akan menjadi rebutan pengaruh. Demikian halnya, organisasi perwakilan kepentingan seperti HKTI, PGRI, dan organisasi profesi bisa dijadikan sandaran untuk kepentingan calon independen dalam mempengaruhi masa.

Khusus untuk pemilihan gubernur, calon independen juga harus mempunyai relasi kekuasaan dengan para bupati/wali kota dan jaringan birokrasi pemerintahan, karena hingga sekarang masih bisa dijadikan mesin politik yang efektif untuk melakukan proses penggiringan masa pemilih.

Problem lain yang dihadapi oleh calon independen adalah jika terpilih maka calon independen harus bisa mengatur keseimbangan kekuasaan dengan anggota legistatif karena sebagai konsekuensi calon independen tidak mempunyai dukungan politik dari partai politik, maka tentu tidak akan memperoleh dukungan politik di lembaga legistatif.

Pada tataran ini ada kehawatiran kalau-kalau kehadiran calon independen justru akan memperburuk efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam perspektif ini, maka keberadaan calon independen seharusnya didukung bangunan kekuasaan yang efektif yang menyangkut hubungan antara relasi kekuasaan antara eksekutif dan legistatif, sistem pemerintahan daerah dan sistem kepartaian.

Tampaknya, karena konstruksi kekuasaan belum dirancang untuk membangun efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pada akhirnya untuk menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan seringkali terjadi inkonsistensi sikap politik.

Misalnya, untuk menjaga kesimbangan kekuasaan, kepala daerah kemudian masuk partai atau diberi tawaran untuk memimpin partai politik tertentu. Dalam kondisi demikian, kepala daerah yang awalnya calon independen menjadi kehilangan maknanya karena akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap keberlangsungan pemerintahan. Proses keberlangsungan pemerintahan akan tetap saja dikendalikan oleh kepentingan partai politik. (*****disarikan dari berbagai sumber)






















Jumat, 30 Desember 2016

Satgas Saber Pungli Padang Pariaman Terbentuk, Untuk Berantas Pungutan Liar

Satgas Saber Pungli Padang Pariaman Terbentuk, Untuk Berantas Pungutan Liar


Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menghimbau kepada seluruh penyelenggara negara di Kabupaten Padangpariaman untuk berhenti melakukan pungutan apapun secara liar, karena sudah dikukuhkannya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar atau yang lebih dikenal Satgas Saber Pungli.

"Kepada Unit Satgas Saber Pungli yang baru saja dikukuhkan saya minta meminta untuk membulatkan tekad mengikis habis segala jenis pungutan liar di Padang Pariaman. Mari bulatkan tekat,  kikis habis segala bentuk pungutan liar di kabupaten Padang Pariaman “ kata Suhatri Bur, usai mengukuhkan Unit Satgas Saber Pungli, Jumat (30/12) di Hall IKK Paritmalintang

Hadir dalam pengukuhan tersebut seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala SKPD, dan anggota unit yang berjumlah 165 orang.

Menurut Suhatri Bur, pemberantasan pungutan liar sangat serius diupayakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Untuk itu, ditindaklanjuti dengan pembentukan unit Saber pungli ini. " Kepada seluruh penyelenggara negara di Padangpariaman apakah itu Aparat Kepolisian, TNI, Apalagi ASN,  jangan sekali kali melakukan pungutan liar kepada masyarakat," tegas mantan Ketua BAZNAS Padang Pariaman itu.

Kepada Tim Saber Pungli, diingatkan Suhatri Bur, untuk berada pada garda terdepan dalam mengikis habis Pungutan Liar di Padangpariaman, untuk itu unit saber dulu yang harus memulai untuk bersih dari pungutal liar."Tertumpang harapan kepada Unit Satgas Saber Pungli Kabupaten Padang Pariaman untuk dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya," ulasnya mengakhiri.

WIS/HS/HMS
Syahril Amirudin : Penggabungan Dinas Pertanian,Tidak Sejalan Dengan Program Swasembada Pangan

Syahril Amirudin : Penggabungan Dinas Pertanian,Tidak Sejalan Dengan Program Swasembada Pangan

Padang, BANGUNPIAMAN.COM--Penggabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Perkebunan di Propinsi Sumatera Barat serta beberapa Kabupaten/Kota, dinilai tidak sejalan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

" Sangat kita sayangkan, padahal Sumatera Barat adalah daerah pertanian sebagai salah satu propinsi yang mendukung ketahanan pangan nasional. Seharusnya dinas pertanian itu mendiri tanpa digabung-gabung ," kata Ir.Syahril Amiruddin MS. salah seorang pemerhati pertanian, kepada www.bangunpiaman.com, Jumat (30/12), di Padang

Menurut Syahril Amiruddin, penggabungan sejumlah dinas dilingkungan pemerintah daerah tujuannya adalah efisiensi anggaran dengan melakukan penggabungan sejumlah dinas. " Tapi penggabungan atau perampingan itu tidak bisa asal dilakukan, dikarenakan setiap daerah itu memiliki struktur maupun kondisinya berbeda," kata alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas tersebut.

Ia menambahkan, perampingan birokrasi itu yang terpenting bukan pada prinsip efisien tapi justru efektivitas kerja, sehingga perampingan dinas harusnya juga mengedepankan efektivitas kinerja. " Saya meyakini bantuan pemerintah pusat di sektor pertanian khususnya tanaman pangan akan berkurang,  jika kedua dinas tersebut dilebur dan digabungkan. Karena sektor pertanian hanya dikelola oleh seorang Kepala Bidang (Kabid). Besar kecilnya bantuan pusat selalu dikaitkan dengan kemampuan lembaga dan sumber daya manusia yang mengelolanya," tuturnya.

Seperti diketahui, sebut Ir.Syahril Amiruddin, penggabungan Dinas Pertanian dan Perkebunan ini untuk mengisi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kini menjadi pembicaraan di masyarakat. Banyak yang pro dan kontra terhadap  penggabungan tersebut.Penggabungan kedua dinas tersebut dinilai tidak akan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional. Namun justru akan melemahkan.

Syahril Amiruddin juga mempertanyakan mengapa Pemerintah Propinsi Sumatera Barat bisa mempertahankan Dinas Peternakan, padahal masyarakat didaerah ini lebih banyak bergerak di sektor pertanian, ketimbang sektor peternakan. Dimana sektor khususnya tanaman pangan sangat membutuhkan perhatian dan pembinaan yang lebih serius dengan anggaran yang cukup memadai.

DARWISMAN


















Wabup Suhatri Bur,  Letakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Walinagari Gadur

Wabup Suhatri Bur, Letakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Walinagari Gadur

Enam Lingkung,      BANGUNPIAMAN.COM----Wakil bupati Padangpariaman, Suhatri Bur meletakkan batu pertama pembangunan kantor walinagari Gadur Kecamatan Enamlingkung, Kamis (29/12) siang. Rencananya, kantor pelayanan untuk masyarakat di nagari Gadur akan berdiri dilahan seluas 500 m2 dilahan yang telah dihibahkan masyarakat.

Dibandingkan kantor walinagari yang saat ini ditempati, kantor walinagari yang sedang dibangun jauh lebih luas dan dibangun dua lantai.

Suhatri Bur dalam sambutannya berharap pembangunan nagari dapat dilakukan secara cepat agar pelayanan lebih optimal. Pemkab Padangpariaman berkomitmen mendukung peningkatan sarana dan prasarana yang saat ini dilakukan oleh pemerintah nagari.

Dalam kesempatan itu juga, Ia mengingkatkan bahwa dana ADD Nagari tidak dapat digunakan untuk pembangunan nagari. Namun dana tersebut hanya dapat dialokasikan untuk kegiatan pemberdayaan dan pembangunan fisik sektor pemberdayaan ekonomi.

Sementara Walinagari Gadur, Irkhaswandi dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kantor walinagari Gadur merupakan sebuah penantian panjang masyarakat hingga akhirnya proses dimulainya pembangunan.
"dua tahun proses dari awal pembebasan lahan, hingga dimulainya pembagunan saat ini. Hal ini tidak terlepas dari keikhlasan masyarakat yang menghibahkan lahannya," ujarnya.

Pembangunan kantor walinagari yang repsentatif tidak lain untuk mengoptimalkan pelayanan pemerintahan nagari kepada masyarakat. "Kantor yang repsentatif tentu akan selaras dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tercipta pelayanan prima bagi masayarakat khususnya Nagari Gadur," ulasnya.

Ditambahkan Irkhaswandi, dengan kondisi anggaran yang terbatas, pembangunan kantor nagari baru selesaikan bangunan pondasi. Dalam perencanaan pembangunan akan dilanjutkan pada awal tahun 2017 mendatang.

WIS/HS/HMS

Wako Mukhlis Rahman Lantik 423 Pejabat

Wako Mukhlis Rahman Lantik 423 Pejabat

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman melantik dan mengambil sumpah pejabat struktural Eselon III (Pejabat Administrator) dan dan Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (29/12/2016).

Wali kota berpesan pada pejabat yang dilantik untuk dapat meneguhkan niat dan tekad untuk menjadi teladan, baik dalam menjalankan tugas maupun sebagai anggota masyarakat. Semua itu harus tercermin dalam sikap disiplin, profesionalisme, prestasi kerja serta kerjasama yang saling menghargai.

"Kami mengharapkan agar jabatan ini diterima dan dibuktikan dengan semangat, serta kesungguhan untuk berbuat yang lebih baik, dan mampu membuat dan melaksanakan program kerja yang realistis dan visioner, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tertuang di dalam RPJM dan RPJP Kota Pariaman" kata Muhklis Rahman.

Menurutnya, optimalkan segala sumber daya yang dimiliki, agar setiap program kerja dapat dilaksanakan secara konsisten, termasuk penggunaan anggaran, agar dilaksanakan secermat mungkin sehingga terserap secara efektif dan efesien, serta mencapai target seperti yang direncanakan.

"Sebanyak 97 pejabat Eselon III dan 322 pejabat eselon IV , dan 4 Plt Eselon IV, dilantik dan diambil sumpah pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Struktural Eselon III dan IV hari ini," ujar Kepala BKD Kota Pariaman Irmadawani.

Pembentukan SOPD ini berdasarkan kepada PP No. 18 Tahun 2016, yang merupakan tindak lanjut dari amanat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta adanya perubahan pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota.

SOPD baru yang dibentuk Pemko Pariaman berjumlah 29 SOPD dengan rincian 25 SOPD dan 4 Kecamatan. Dan untuk pengelompokan, Untuk type A ada 5 SOPD yaitu Bappeda dan 4 Kecamatan di Kota Pariaman. Type B ada 8 SOPD dan type C ada 13 SOPD. Sementara untuk BPBD dan Kesbangpol, masih menyesuaikan dengan yang lama.

Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar dan Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti dan keluarga pejabat yang baru dilantik. (WIS/HMS)

Kamis, 29 Desember 2016

Elpisar Dilantik Jadi Pj.Walinagari Sungai Durian

Elpisar Dilantik Jadi Pj.Walinagari Sungai Durian

Camat Patamuan Zaldi Arnas Ketika Melantik Elpisar Sebagai Pj.Walinagari Sungai Durian
Patamuan, BANGUNPIAMAN.COM---Camat Patamuan Zaldi Arnas, Kamis (30/12), melantik Elpisar sebagai Penjabat Walinagari Sungai Durian, di halaman kantor Walinagari setempat.

Pelantikan yang berlangsung cukup meriah tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Asisten 1 Anwar, Staf Ahli Bupati Zahirman,  Kabag Pemerintahan Nagari Wilson, Muspika Patamuan Walinagari se Kecamatan Patamuan, VII Koto dan Padang Sago Bamus, KAN serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Nusirwan Nazar Mantan Walinagari Sungai Durian Bersama Pj.Walinagari Sungai Durian Elpisar

Pada kesempatan tersebut Suhatri Bur, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Nusirwan Nazar yang telah memimpin nagari Sungai Durian selama dua priode. " Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Padang Pariaman sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Nusirwan Nazar yang telah memimpin nagari selama dua priode," ucap mantan Ketua KPU Kabupaten Padang Pariaman itu.

Menurut Suhatri Bur, selama Nusirwan Nazar memimpin nagari Sungai Durian banyak kemajuan pembangunan di nagari Sungai Durian.  Selama ini  Nusirwan Nazar sangat gigih untuk melobi Bupati agar proyek-proyek pembangunan dapat dilaksanakan di nagari Sungai Durian. Hasilnya pun dapat dirasakan sekarang oleh masyarakat.

" Kepada Penjabat walinagari yang baru saja dilantik camat saya minta,  untuk dapat menjalin komunikasi dengan seluruh pemuka masyarakat yang ada dalam nagari baik itu cadiak pandai, ninik mamak, alim ulama. Kemudian mempersiapkan pemilihan walinagari defenitif," katanya (nas)


Mukhlis Rahman : Siskeudes Mudahkan Aparatur Desa

Mukhlis Rahman : Siskeudes Mudahkan Aparatur Desa

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman (net)
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman menghadiri Quality Assurance Implementasi Aplikasi Siskeudes dan Kompilasi Laporan Realisasi Keuangan Anggaran Desa Tahun Anggaran 2016 di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (28/12/2016).

Program ini diharapkan menjadi percontohan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, tentang implementasi Siskeudes di Sumbar dam sebagai pelopor keuangan yang baik dan akuntabel.

"Melihat kemampuan aparatur yang ada desa saat ini, dengan semakin besarnya anggaran desa yang diterima oleh tiap desa, diperlukan suatu sistem yang dapat memudahkan laporan keuangan desa, dan adanya Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) ini, akan memudahkan aparatur yang ada di desa dalam pelaporan realisasi anggaran," kata Mukhlis Rahman.

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Sumatera Barat Herman Hermawan mengatakan, Kota Pariaman ditunjuk oleh BPKP Sumbar sebagai salah satu Kota yang menjadi percontohan tentang aplikasi Siskeudes dan penerapannya di daerah.

"Di tahun 2017, 60% dana APBN akan dikucurkan ke daerah melalui dana desa, sisanya 40% untuk pusat. Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo membangun Indonesia dari pinggiran," ulasnya.

Dengan dan yang besar di daerah, maka tanggung jawabpun akan semakin besar, sehingga perlunya setiap aparatur desa untuk memahami tentang implemantasi dari Siskeudes yang diluncurkan, sehingga pelaporan anggaran desa dapat transparan dan akuntabel.

Kepala BPMDesa Kota Pariaman Lanefi mengatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM para paratur desa dalam pengisian Siskeudes dan dapat langsung bertanya jawab apabila ada yang belum mengerti tentang itu.

"Di tahun 2016 kita telah menganggarkan dana untuk 55 desa yang ada di Kota Pariaman sebesar Rp89 miliar lebih, dengan anggaran desa terbesar di desa Marunggi sebesar Rp2,2 miliar dan dana desa terkecil di Desa Sungai Kasai sebesar Rp1,4 miliar," pungkasnya.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala BPKP Perwakilan Sumbar Herman Hermawan dan jajaran BPKP yang hadir, Inspektorat Kota Pariaman Lukman Syam, Kepala BPMDesa Lanefi, serta para Camat, Kepala Desa dan jajaranya baik Sekretaris dan Bendahara desa yang hadir dari 55 Desa yang ada di Kota Pariaman. (**)

Selasa, 27 Desember 2016

Heranof Firdaus Terpilih Sebagai Ketua PWI Sumbar

Heranof Firdaus Terpilih Sebagai Ketua PWI Sumbar

Padang, BANGUNPIAMAN.COM--- Heranof Firdaus Wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Padang, akhirnya terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat periode 2016-2021. Pada pemilihan yang dilaksanakan Senin 26 Desember 2016, di auditorium Gubernur Sumbar, jalan Sudirman Padang.

Pimpinan Sidang Amiruddin, SH, MH mengatakan,  peserta Konferensi PWI Sumbar 2016 ini sebagaimana telah disahkan PWI Pusat, terdapat 156 pemilik suara. Hasil  verifikasi panitia pengarah pada pleno I, peserta yang memiliki hak suara  (anggota biasa PWI Sumbar-red) yang datang langsung ke lokasi acara sebanyak  121 orang. Ada 19 orang lainnya, memberikan mandat pada anggota PWI  yang ditunjuk bersangkutan, untuk memberikan hak suaranya. Total  140 orang peserta yang  memiliki hak suara.

Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis tersebut, Heranof Firdaus berhasil unggul  102 suara, sementara itu Sukri Umar hanya memperoleh suara 20 suara. Dengan demikian Heranof Firdaus berhak memimpin PWI Sumatera Barat lima tahun mendatang.

" Kepercayaan sebagai Ketua PWI Sumbar ini merupakan  sejarah dalam hiduo saya. Termasuk bagi wartawan RRI. Karena belum ada wartawan  RRI yang dicalonkan sebagai ketua PWI Sumbar.  Sekarang, keduanya jadi  kenyataan. Ini merupakan kepercayaan yang sangat besar dan bersejarah bagi. Untuk saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman wartawan yang telah memberikan kepercayaan pada saya untuk memimpin PWI Sumbar periode lima tahun kedepan," Heranof yang mengaku jadi anggota PWI sejak tahun 1986 itu.

Ketua PWI Sumbar demisioner Basril Basyar langsung menyerahkan kepemimpinan PWI Sumbar kepada Heranof untuk selanjutnya menjalankan roda organisasi wartawan tertua di Indonesia ini. 
                      
Sementara itu Sukri Umar, langsung menyalami Heranof menyampaikan selamat atas kemenangannya. Dirinya menyatakan legowo atas hasil konferensi. "Ini merupakan kemenangan seluruh anggota PWI Sumbar. Kita bersyukur  konferensi yang berjalan lancar dan tertib," kata Sukri  (***)

Minggu, 25 Desember 2016

Wamen ESDM Arcandra Tahar : Tokoh Adat Diharapkan Menjaga dan Membimbing Anak Kemenakan.

Wamen ESDM Arcandra Tahar : Tokoh Adat Diharapkan Menjaga dan Membimbing Anak Kemenakan.

Suasana Pariaman Batagak Gala, Sebanyak 24 Datuak Resmi Dilewakan, termasuk yang ikut dilewakan Mukhlis Rahman Datuak Rajo Basa dan Wakil Walikota Genius Datuak Rangkayo Rajo Gandam ( Sumber Fhoto : Edy Junaidi )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Datuak Rajo Basa, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar Datuak Rangkayo Rajo Gandam, beserta 22 orang datuak lainnya di Kota Pariaman, Minggu (25/12), dilewakan secara serentak, di Pariaman.

Prosesi melewakan gala yang dikemas dalam kegiatan Batagak Gala tersebut, dihadiri langsung Wakil Mentri Energi dan Sumber Daya Meneral (ESDM) Archandra Tahar selaku pucuak undang, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Ketua LKAAM Sumbar Sayuti. Juga tampak hadir anggota DPRD Sumbar Zalman Zaunit, Endarmy, Kadivre PT KAI Region II Sumatera, Kapolres Pariaman Akbp Ricko Junaldy, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh. Endro Nurbantoro

Dalam sambutannya selaku pucuk undang Archandra Tahar berharap, agar para penghulu atau tokoh adat yang dilewakan untuk bisa menjaga amanah dan kepercayaan. "Seorang penghulu atau datuak memiliki peran strategis dalam memimpin suatu suku atau kaum di tengah masyarakat.Untuk itu saya mengajak
para pemimpin atau tokoh adat yang telah dikukuhkan tersebut dapat menjaga dan membimbing anak kemenakan serta membantu pemerintah dalam memajukan daerah," katanya

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Mukhlis Rahman mengatakan total ada 24 datuak atau tokoh adat yang dikukuhkan setelah melewati sejumlah persyaratan.

"24 penghulu ini harus memenuhi beberapa kriteria agar bisa dilewakan secara resmi diantaranya, kesepakakan kaum, surat keterangan dari suku, surat keterangan telah 'Manggatok Pinang', dan rekomendasi dari Kerapatan Adat Nagari," kata Mukhlis Rahman yang ikut dilewakan pada kesempatan tersebut.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan pengukuhan tokoh adat secara serentak yang dilakukan pemerintah daerah."Kegiatan ini sangat positif dalam memajukan dan menghidupkan kembali serta memperkaya nilai kearifan lokal di Sumatera Barat," kata mantan Bupati Pesisir Selatan itu

Untuk itu Nasrul Abit sangat mengharapkan kepada para datuak yang telah dikukuhkan tersebut bisa menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun dan memajukan Kota Pariaman.

TIM

Sabtu, 24 Desember 2016

Wako Mukhlis Rahman, Resmikan RSUD dr. Sadikin Pariaman

Wako Mukhlis Rahman, Resmikan RSUD dr. Sadikin Pariaman

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Kota Pariaman resmi memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Peresmian tanda dimulainya operasional RSUD yang diberi nama RSUD dr.Sadikin tersebut, dilakukan langsung Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Sabtu (24/12) di desa Kampung Baru Padusunan.

Tampak hadir pada peresmian tersebut Wakil Walikota Genius Umar, Dandim 0308/Pariaman Letkol Arh Endro Nurbantoro dan Sekdako Indra Sakti, serta sejumlah pejabat Pemko Pariaman.

" Awalnya tidak ada niat untuk mendirikan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pariaman, dalam kebijakan cuma bagaimana status pelayanan kesehatan di masing-masing puskesmas dapat ditingkatkan. Karena Rumah Sakit Umum sudah ada di Kota Pariaman, statusnya Rumah Sakit Propinsi. Selama ini warga Kota Pariaman berobat di RSUD Pariaman," kata Mukhlis Rahman.

Namun, ucap Mukhlis Rahman, karena perubahan tuntutan kebutuhan pelayanan kesehatan, RSUD Pariaman berubah status tipe B, maka mau tidak mau kota Pariaman harus punya Rumah Sakit Umum sendiri. Agar pelayanan kesehatan warga Kota Pariaman tidak terganggu.

" Penetapan lokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Ahmad Sadikin di Puskesmas Kampung Baru Padusunan  sudah berdasarkan kajian yang mendalam baik dari segi luasnya, posisi strategis mudah diakses, dan letak ketinggian dari laut.Dari tujuh Puskesmas yang ada di Kota Pariaman. Maka Puskesmas Kampung Baru Padusunan lah yang layak dijadikan RSUD. Karena, akses lancar, lebih luas dari puskesmas lainnya dan posisinya di ketinggian diatas 10 M dari permukaan laut," kata mantan Kabag Humas Pemkab Padang Pariaman itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Bakhtiar menyebutkan  RSUD dr. Sadikin telah memenuhi syarat pendirian sebuah Rumah Sakit, dan surat izin pendiriannya sudah dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM).

"Untuk pelayanan kesehatan layaknya sebuah rumah sakit, segera kita lengkapi sarana dan prasarana dan SDM sesuai rekomendasi Tim Visitasi dengan segera sebagai syarat dikeluarkannya izin operasional sesuai ketentuan yang berlaku." katanya.

Menurut Baktiar, nama dr. Sadikin untuk RSUD Kota Pariaman memiliki sejarah bahwa dr. Sadikin merupakan seorang pejuang yang berpangkat kolonel, sumando orang Pariaman dan dokter pertama di Sumatera Barat terutama Kota Pariaman pada tahun 40-an, memiliki karakter suka menolong dan tanpa pamrih dalam melayani kesehatan masyarakat.

WIS/AS/HMS
Angku Saliah, Ulama Kiramat Dari Sungai Sariak

Angku Saliah, Ulama Kiramat Dari Sungai Sariak

Angku Saliah siapa yang tidak mengenal beliau. Foto beliau tak jarang kita jumpai di rumah makan minang. Tak salah untuk mengusik rasa penasaran foto siapa yang begitu fenomenal sehingga menghiasi banyak rumah makan di seluruh Indonesia, tak salah jika bertanya pada pemilik rumah makan itu foto siapa dan kenapa banyak rumah makan yang memajang foto orang tersebut.

Beliau adalah Angku Saliah diperkirakan lahir tahun 1887 di Pasa Panjang Sungai Sariak, anak dari Tulih (ayah; Mandailing) dan Tuneh (ibu; Sikumbang). Dawaik, demikian nama kecilnya, punya empat saudara, tapi hanya dirinya seorang yang menjadi ulama. Masa kecil Dawat dihabiskan di kampungnya, seperti umumnya anak-anak Minangkabau.

Pada usia 15 tahun (sekitar 1902) Dawat belajar mengaji dengan Syekh Muhammad Yatim Tuangku Mudiak Padang di Surau Kalampaian Ampalu Tinggi. Di sana ia mendapat pengajaran ilmu tarekat dan mendapat gelar ‘saliah’ (saleh) dari gurunya karena ia sangat rajin belajar dan beribadah. Setelah itu Dawat memperdalam ilmu tarekatnya dengan Syekh Aluma Nan Tuo di Koto Tuo, Bukittinggi.

Setelah itu Dawat balik ke Ampalu, namun kemudian ia pergi memperdalam ilmu tarekatnya lagi kepada Syekh Abdurrahman di Surau Bintungan Tinggi. Setelah tamat ‘mengaji’ di Surau Bintungan Tinggi, Dawat kembali ke Ampalu. Gelar ‘Angku Saliah’ melekat pada dirinya setelah ia menjadi guru mengaji di kampungnya sendiri di Sungai Sariak.

Beliau memiliki banyak murid dan pengikut, semasa hidupnya Angku Saliah memiliki Surau di Ujung Gunung Sungai Sariak dan beliau dimakamkan sekarang di Korong Lareh Nan Panjang, Nagari Sungai Sariak, kita bisa lihat gobohnya disana. Ungku Saliah juga adalah sepupu dari Pakiah Saleh dimana beliau dekat sekali dengan Buya Hamka . Ungku Saliah adalah seorang yang taat beragama semasa hidupnya dan beliau bermazhab syafi’i.

Perjalan dakwah Angku Saliah atau yang disebut oleh orang tua-tua kampuang juga merassul beliau dilakukan di beberapa tempat di daerah piaman dan minangkabau ini, Angku Saliah menurut cerita urang tuo-tuo dulu mengatakan bahwa Angku Saliah merupakan seorang umat manusia mengajarkan Islam kepada semua masyarakat piaman, yang memiliki kelebihaan, sehingga dengan kelebihaan itu dijelaskan Angku Saliah memiliki kiramat dan keistimewaan sebagai ulama, seperti :

Pertama, Do,a Angku Saliah yang banyak dikabulkan oleh Allah. SWT. Sehingga pada waktu beliau masih hidup banyak masyarakat atau muritnya yang minta didoakan oleh Tuangku Saliah untuk mendapatkan pertolongan dari Allah. SWT,

Kedua Angku Saliah memiliki indera yang lebih dari kabanyakan orang, sehingga Angku Saliah pernah meramalkan dan mempredisi kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam waktu dekat dan kejadian-kejadian yang akan terjadi kedepan,

Ketiga Angku Saliah mampu memberikan obat dan penawar kepada orang sakit, sehingga dalam ceritanya orang sakit tersebut bisa sembuh dan sehat kembali,

Keempat beliau juga termasuk yang menentang dan melawan penjajagan Belanda, dalam riwayatnya Angku Saliah pernah dipenjaraa dengan muritnya oleh Belanda.

Kelima disaat beliau mengisi ceramah atau mengisi pengajian, Angku Salih bisa hadir diwaktu bersamaan dibeberapa surau, dan banyak lagi kiramat yang dimiliki oleh Tuangku Saliah tersebut.

Dalam Skripsi Miko Joni Putra yang berjudul Biografi dan Dokumentasi Cerita tentang Angku Saliah Kiramat di Sungai Sariak (Universitas Andalas, 2006 )juga mencatat berbagai cerita yang mengendap dalam pikiran kolektif penduduk Sungai Sariak mengenai kekeramatan Angku Saliah.

Antara lain disebutkan apabila seorang pedagang tidak mau menjual suat barang seharga yang beliau tawar, maka barang itu tidak akan terjual sampai kapanpun. Begitu pula sebaliknya, kalau seorang pedagang mau menjual barangnya seharga yang beliau tawar, maka dagangan itu akan laris manis dan bemberikan keuntungan yang besar.

Kehidupan Tuangku Saliah dalam cerita orang-orang tua dulu memiliki keistimewaan yang sangat menonjol, dalam sejarahnya tidak banyak penulis atau sasrawan yang mengkaji dan menuliskan kisah-kisah beliau, dari gambaran penulis banyak cerita-cerita yang dipercayai pernah terjadi pada masa hidup beliau yang tidak ditulisakan.

Hanya cerita-cerita yang banya berkembang ditengah masyarakat Piaman seperti Tuangku Saliah semasa hidup beliau sering ke Koto Mambang, setiap jumaatnya, setiap kedatangan beliau disambut oleh masyarakat dengan penuh penghargaan, semua orang dengan ikhlas memberikan apa saja yang diminta dan diinginkan oleh Tuangku Saliah, banyak orang bersedekah dan Angku Saliah pun banyak memberikan kepada masyarakat.

Cerita M. Yadi khibo, (perantau piaman) mengatakan bahwa diwaktu kecil yadi, Angku Saliah pernah memberikan 3 (tiga) benda, berupa ganto padati, tangkelek, dan sagenggam bareh (beras), semua benda itu disimpan oleh orang tuan yadi untuk dijadikan obat dan penawar sakit.

Disamping itu ada juga kisah, pada masa itu, ada salah seorang pengikutnya bernama sabar, yang ditegur oleh Angku saliah yang belum membayar nazar, dan biasanya Tuangku Saliah selalu mengingatnya karna dia tahu selalu, kalau muritnya sabar itu kilaf belum membayarnya.

Ada juga kisah yang digambarkan pada saat Belanda menyerang Lubuk Alung dengan membom bardir Pasar Lubuk Alung, sebelum terjadi penyerangan Belanda, Tuangku Saliah sudah memperingatkan warga Pasar Lubuak Aluang agar berhati. dengan mengatakan bahwa sebetar lagi akan ada hujan lebat, maka padi yang terjemur agar segera di bangkit atau diteduhkan, sedangkan pada waktu itu hari sangat panas terik, alhasil ternyata yang dimaksut dari Angku Saliah itu adalah akan ada serangan bom dan mortir dari penjajah Belanda.

Angku Saliah wafat di rumahnya di Sungai Sariak pada 3 Agustus 1974. Di makamnya dibuatkan gobah yang sampai sekarang tetap dikunjungi oleh para penziarah. Setelah wafat, makam dan foto beliau dikeramatkan oleh murid-murid Hamzah al-Fansuri, para pengagum dan orang-orang yang mengetahui cerita serta seluk beluk beliau.

Dalam sejarah Angku Saliah, hanya dilukiskan oleh orang piaman dalam bentuk cerita dari mulut-kemulut, sampai hari ini belum ada penelitian yang ilmiah yang menggali dan melakukan penelitian akademis dari sosok sebenarnya Tuangku Saliah tersbut, dalam kesimpulan tulisan ini, begitu heroiknya kisah beliau maka patutlah kiranya masyarakat Piaman dan masyarakat minangkabau melakukan pengkajian dan meneliti jejak dan sejara Syekh Tuangku Saliah Kiramat untuk dibukukan dan dimunculkan dalam cacatan sejarah seorang ulama yang berpengaruh di Minangkabau.

Jadi, Jika ada foto kakek berkopiah itu terpajang di dinding rumah makan Padang, Anda bisa langsung menyimpulkan bahwa kedai, toko atau rumah makan Padang tersebut adalah milik orang Pariaman atau masakannya merupakan khas Pariaman. Demikian juga Pakiah Saleh sama nasibnya dengan Ungku Saliah, dimana foto dan gambarnya terpajang di Rumah Makan Padang.

Jika kita bertanya pada pemilik rumah makan, maka kita akan temui jawaban yang beragam, mulai dari bahwa menandakan orang sekampung, sebagai penglaris, dan lain-lain. Jika kita kaji dalam syariat islam, maka sikap mengkultuskan dengan menganggap bahwa foto tersebut membawa barokah adalah tidak benar bahkan bisa menjatuhkan kita pada tindakan syirik. Alangkah baiknya jika hal tersebut dihindarkan dan dijauhkan agar tetap lurusnya aqidah kita pada Allah swt.

sumber : 1. niadilova.blogdetik.com, 2. musliminang, 3,sejarah kompasiana-Yohanes Wempi

Jumat, 23 Desember 2016

Wawako Genius Umar : Sanitasi Kebutuhan Dasar Jadi Syarat Utama, Perlu Perhatian Semua Pihak.

Wawako Genius Umar : Sanitasi Kebutuhan Dasar Jadi Syarat Utama, Perlu Perhatian Semua Pihak.

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Sanitasi merupakan kebutuhan dasar dan syarat utama, oleh sebab itu sanitasi harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.

" Karena ini kebutuhan dasar itu saya mengimbau kepada kepala desa dan kepala kelurahan di Kota Pariaman beserta stakeholder terkait, agar memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti sanitasi bagi warga perkotaan, " kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, saat membuka acara konsultasi publik dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) di salah satu hotel di Kota Pariaman, Kamis (22/12).

Acara tersebut turut dihadiri sekaligus narasumber oleh Satuan Kerja PSPL Provinsi sumbar yang diwakili oleh Gandung Wibawadi, Kepala Bappeda Kota Pariaman Fadli, serta SKPD terkait dan kepala desa/lurah sekota Pariaman.

Sanitasi, sebut Genius Umar,  merupakan kebutuhan dasar dan syarat utama oleh sebabnya sanitasi harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak. Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup, kondisi lingkungan permukiman serta kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sanitasi seringkali dianggap sebagai urusan “belakang”, sehingga sering terpinggirkan dari urusan-urusan lain. Namun, seiring dengan tuntutan peningkatan standar kualitas hidup masyarakat, semakin tingginya tingkat pencemaran lingkungan dan keterbatasan daya dukung lingkungan itu sendiri, menjadikan sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan yang harus diperhatikan," kata mantan Sekretaris Camat Batang Anai, Padang Pariaman itu.

Salah satu cara untuk mengatasi persoalan sanitasi perkotaan dengan Ipal Komunal yang ada di Dinas Pekerjaan Umum. Pihaknya mengaku telah membangun Ipal Komunal di Desa Tungkal. Dimana setiap limbah pembuangan diolah kembali menjadi air bersih agar memiliki manfaat."Sehingga keberadaan limbah yang mengganggu lingkungan memiliki manfaat," ulasnya.

(WIS/REL/HMS)

Kamis, 22 Desember 2016

Bupati Ali Mukhni : Istriku Inspirasiku, Cintamu Membuatku Tegar

Bupati Ali Mukhni : Istriku Inspirasiku, Cintamu Membuatku Tegar

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Peringatan hari Ibu tahun 2016, Kamis (22/12) di Kabupaten Padang Pariaman berlangsung meriah. Pada peringat hari Ibu tersebut dihadiri oleh Bupati Padang Pariaman, seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman beserta TP PKK kecamatan dan Nagari. Kemudian juga tampak hadir Ketua Bhayangkari, beserta seluruh SKPD sepadangpariaman berlangsung meriah.

Mengawali sambutanya Bupati Ali Mukhni mengatakan, istriku, inspirasiku, motivasiku, ibu anak anakku, cintamu membuatku tegar dan bisa karena do’a mu." Seorang ibu memiliki multi fungsi, ibu sebagai madrasah, pendidik, sebagai dokter, akuntan pengelola keuangan, sekuriti dan lain sebagainya, begitu banyaknya fungsi seorang ibu dalam rumah tangga," katanya.

Menurut Ali Mukhni,  Ibu adalah makhluk yang paling mulia diciptakan oleh Allah SWT, di muka bumi ini, betapa tidak sampai sampai Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya nya dalam alquran. Surat Al-Ahqaaf ayat 15 artinya :

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a "

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Tidak cukup dengan firmannya itu Rasulullah menegaskan lagi dalam Hadisnya yang berbunyi. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!.

’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

“Sekali lagi Saya ucapkan selamat hari Ibu, semoga ibu ibu yang ada di Padang Pariaman ini bisa menjadi ibu terbaik dunia akhirat.” ungkap Ali Mukhni

Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman Hj, Rena Ali Mukhni membacakan sejarah singkat Hari Ibu, dan beliau berpesan kepada Ibu-ibu di Padang Pariaman agar mampu menjadi penyemangat bagi suami, anak anak, masyarakat, negara dan bangsa.

“Kepada Ibu-ibu Saya pesankan agar menjadi motivasi, inspirasi dan penyemangat bagi suami, anak-anak, dan bisa mendukung karier suami dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warahmah, karena dibelakang suksesnya seorang suami sejatinya suksesnya seorang istri/ibu yang ada di belakangnya. Walaupun peringatan ini dilakukan setiap tahunnya, namun hakikatnya peringatan hari ibu itu setiap hari,” ungkap ibu tiga anak ini.


WIS/HS/HMS

Rabu, 21 Desember 2016

Perangkat Nagari, Bamus, BumNag dan PKK  Batu Kalang, Studi Banding Kenagari Batu Bulek Lintau Utara

Perangkat Nagari, Bamus, BumNag dan PKK Batu Kalang, Studi Banding Kenagari Batu Bulek Lintau Utara

Tingginya Partisipasi Masyarakat Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utara, dalam membangun nagari pantas untuk dicontoh. Bayangkan pada tahun 2016 ini saja partisipasi masyarakat dalam membangun nagarinya jika dihitung dengan rupiah mencapai Rp.11 milyar.


Tanah Datar, BANGUNPIAMAN.COM---Wali Nagari Batu Kalang Kecamatan Padang Sago, H. Jamarusti, beserta wali Korong dan perangkat nagari serta Badan Musyawarah (BAMUS), PKK, LPM, Unsut Ulama serta Ketua BUMNAG  Nagari Batu Kalang, Senin 19 Oktober 2016 melakukan Studi Banding ke Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utara, Kabupaen Tanah Datar.

Wali Nagari Batu Kalang, H. Jamarusti didampingi Ketua  Bamus Drs. Amiruddin Tk. Majolelo, mengatakan, dengan melakukan studi banding ini diharapkan wali Korong bersama perangkat dan lembaga nagari dapat membangkitkan semangat kerjanya.

“Karena tanpa melihat kemajuan orang lain, kita akan menjadi katak di bawah tempurung, menganggap kita sudah hebat sama sekali, tetapi setelah melihat dunia luar dan keberhasilan orang lain, baru kita menyadari, bahwa kita masih jauh tertinggal dari nagari lain,” ujar Jamarusti.

Nagari Batu Bulek Juara Nasional
.
Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utara, merupakan nagari yang mendapat Juara III tingkat Nasional Tahun 2016. Berhasilnya Nagari Batu Bulek menjadi Juara III Tingkat Nasional, karena tingginya nilai partisipasi masyarakat  di dalam membangun nagari tersebut.

Wali Nagari Batu Bulek, Drs. Imran Yasir,  dalam eksposnya mengatakan, penilaian tertinggi pada nagari yang dipimpinnya, menyangkut dengan partisipasi masyarakat di dalam memajukan pembangunan, apapun bentuk sumbangsih masyarakat dinilai dengan rupiah, sehingga pada Tahun 2016, mencapai Rp. 11 miliar lebih.

Salah satu contoh, pembukaan jalan baru, tanah tidak ganti rugi, kehadiran masyarakat dalam gotong royong  dan termasuk kehadiran dalam rapat-rapat, semua dinilai dengan rupiah, tetapi semua itu didukung dengan bukti dan data fisik. “Jadi bukan mengada-ada,” ujar Imran Yasir.

Kemudian yang perlu dicontoh dari Nagari Batu Bulek tersebut, wali nagari dalam bentuk apapun selalu mengfungsikan wali Korong, sehingga wali Korong sangat disegani dan dihormati  masyarakatnya, sehingga pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan selalu lunas 100 parsen.

Lebih jauh disampaikan Imran Yasir, setiap masyarakat yang ingin berurusan surat menyurat ke Kantor Wali Nagari, harus ada pengantar dari wali Korong, tanpa ada surat pengantar dari wali Korong wali nagari tidak akan melayani urusan masyarakat. “Keputusan dan peraturan ini ditetapka dalam Peraturan Nagari (Perna) yang sudah disetujui Baamus Nagari,” tukuk Imran.

Nagari Batu Bulek mempunyai penduduk 800 jiwa lebih yang terdiri dari 9 korong dengan luas wilayah 310 hektar, Sembilan puluh parsen warga Nagari Batu Bulek bekerja sebagai petani. Nagari Batu Bulek, juga terkenal dengan gula tebu dan gula arennya. Kebun tebu masyarakat cukup seluas dan yang paling terluas di Korong Pato sekitar 150 hektar.

WIS/TKA

Selasa, 20 Desember 2016

Syahril Amiruddin : Bela Negara Dapat Diwujudkan Dengan Sikap Saling Menghormati

Syahril Amiruddin : Bela Negara Dapat Diwujudkan Dengan Sikap Saling Menghormati

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Tanggal 19 Desember 2016, seluruh jajaran Pemerintah, mulai dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Propinsi Kabupaten dan Kota mengelar upacara Hari Bela Negara. Banyak sebenarnya makna yang dapat diambil dari semangat bela negara tersebut.

Menurut tokoh masyarakat Pariaman Ir.Syahril Amiruddin, upaya pembelaan negara bukan sekadar untuk mempertahankan negara saja, melainkan juga untuk memajukan bangsa dan negara. Oleh karena itu, maka segala bentuk peran serta warga negara yang positif demi keutuhan, kemajuan, kejayaan, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara merupakan wujud dari pembelaan terhadap negara tersebut.

" Jadi untuk membela negara tidak harus angkat senjata, tidak harus ikut berperang. Dalam lingkungan keluarga misalnya upaya pembelaan negara dapat dilakukan melalui sikap saling mengasihi, saling menolong, saling menghormati dan menghargai antar anggota keluarga. Kemudian, menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis dalam keluarga," kata putra Pariaman yang sehari-harinya staf ahli DPR-RI  kepada www.bangunpiaman.com, Selasa (20/12), di Pariaman.
.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya, sebut Syahril Amiruddin, saling mengingatkan kepada sesama anggota keluarga apabila ada yang akan berbuat melanggar hukum, misalnya : minum minuman keras, penyalahgunaan narkoba serta berbagai penyakit masyarakat lainnya. Jika ini bisa diterapkan tentunya akan dapat menjaga nama baik keluarga. " Jadi jika ini bisa diterapkan, sudah  merupakan suatu upaya bela negara," ungkapnya.

Sementara itu pemerintah, tambah Syahril Amiruddin,  sebagai penyelenggara pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota juga sangat diharapkan perannya untuk senantiasa menciptakan program-program yang pro rakyat. " Memperbanyak lowongan kerja, memberantas kemiskinan. Serta tidak bosannya-bosanya untuk mengajak masyarakat untuk menghindari perbuat-perbuatan yang melanggar hukum," tambah Syahril Amiruddin yang akrab dipanggil Ajo itu. (***)



Senin, 19 Desember 2016

Wako Mukhlis Rahman : Bela Negara Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Wako Mukhlis Rahman : Bela Negara Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM--Dengan momentum Hari Bela Negara di Kota Pariaman ini, mari bersama-sama senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi kita masing-masing sebagai wujud keikutsertaan kita dalam upaya bela negara.

Hendaknya nilai-nilai bela negara harus dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai saat ini, mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaan, sehingga menjadi kesadaran bersama bagi kita.

Demikian disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Bela Negara di Kota Pariaman tahun 2016, di Halaman Balaikota Pariaman, Senin (19/12/2016).
"Ditetapkannya tanggal 19 Desember sebagai hari Bela Negara karena pada 19 Desember 1948 dibentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat," kata Mukhlis Rahman.

Turut Hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar, Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi, Kasdim 0308 Pariaman Mayor Marjoni M, Sekdako Indra Sakti, Ketua TP PKK Ny. Reni Mukhlis, Ketua GOW Ny. Lucy Genius, Ketua DWP Kartini Indra, Kepala SKPD, Kabag, Camat, Kepala Desa/Lurah dan ASN peserta upacara yang hadir
Pada saat itu, tambahnya, para pahlawan bangsa terdahulu mempertaruhkan jiwa raganya untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah-tengah guncangan Agresi Militer Belanda II.

" PDRI mampu menunjukan eksistensi republik yang dinyatakan telah hilang oleh Belanda. Alhasil, propaganda negatif Belanda mentah dan menjadi titik balik bagi perjanjian baru, Roem-Royen, yang berakhir pada pengakuan kedaulatan RI oleh PBB," terangnya.

Menurutnya, keberadaan PDRI ini penting untuk menekankan kontinuitas Republik ini. Kalau tak ada PDRI, maka RI secara hukum sudah tak ada lagi. Karena pemimpin RI seperti Soekarno dan Hatta ditawan Belanda di dua tempat yang terpisah di Sumatera."Dan secara teori salah satu prasyarat diakuinya eksistensi satu negara adalah ada dan tegaknya pemerintahan," tambahnya.

Lebih lanjut Wali Kota Pariaman mengatakan kemajemukan bangsa bukanlah halangan untuk mewujudkan semangat bela negara. Kebhinneka tunggal-ikaan justru akan bisa memperkuat kecintaan kita pada bangsa dan negara, sehingga dapat membangun kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan bangsa kita ke depan.



WIS/HMS

.
Resmikan Uang Rupiah Baru, Presiden Jokowi: Cintai Rupiah, Jangan Sebar Kabar Bohong

Resmikan Uang Rupiah Baru, Presiden Jokowi: Cintai Rupiah, Jangan Sebar Kabar Bohong

Jakarta, BANGUNPIAMAN.COM----Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Desain Baru Tahun Emisi (TE) 2016, di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12) pagi. Peresmian ini sekaligus menandai mulai berlakunya sebelas pecahan uang tersebut di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, mencintai rupiah adalah salah satu wujud kecintaan kita kepada kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. “Setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan kita sebagai negara, bahwa kita tidak bertransaksi dengan mata uang negara lain. Setiap lembar rupiah adalah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian ekonomi kita di tengah ekonomi dunia,” ujarnya.

Mengenai ditampilkannya gambar pahlawan nasional, tari nusantara, dan pemandangan alam Indonesia dalam setiap lembar rupiah, menurut Presiden, hal itu sebagai wujud kecintaan budaya dan karakteristik bangsa Indonesia.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak setiap insan di tanah air untuk terus mencintai rupiah dengan cara-cara yang nyata. Selalu menggunakan rupiah untuk setiap transaksi keuangan di dalam negeri, dan menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah.

“Saya rasa penting, saya sampaikan bahwa kalau kita cinta rupiah, maka kita tidak membuat dan menyebar gosip-gosip aneh dan kabar-kabar bohong tentang rupiah. Karena menghina rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Ingat bahwa rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menginstruksikan agar unsur pengaman pada uang rupiah perlu terus diperkuat untuk menghindari pemalsuan. Ia meminta agar teknologi pengamanan yang digunakan negara, jangan sampai kalah dengan para pemalsu rupiah.

“Saya juga minta diperhatikan benar-benar tentang ketersediaan rupiah di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di daerah-daerah terdepan, di daerah-daerah terpencil, di beranda Indonesia. Gencarkanlah ketersediaan dan semangat penggunaan rupiah di seluruh daerah,” seru Presiden.

Presiden juga menekankan, bahwa karena rupiah itu adalah ciri khas, identitas Indonesia, maka ia mengajak semua warga Indonesia untuk menjaga martabat dan kedaulatan rupiah negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di seluruh dunia.

Gambar Pahlawan Nasional

Dalam pecahan uang Rupiah Desain Baru Tahun Emisi 2016 itu terdapat 12 wajah pahlawan yang ditampilkan. Pertama, pada uang kertas Rp100.000, terdapat gambar Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno dan M. Hatta, pada uang Rp50.000 terdapat gambar Ir. H. Djuanda, sedangkan uang Rp20.000 terdapat gambar Dr. G.S.S.J. Ratulangi.

Pada uang Rp10.000 terdapat gambar Frans Kaisiepo, dan pada uang Rp5.000 terdapat Dr. K.H. Idham Chalid. Uang pecahan Rp2.000 terdapat gambar Mohammad Hoesni Thamrin, sedangkan pada mata uang Rp1.000 bergambar Tjut Meutia.

Sementara itu, untuk pecahan uang logam Rp1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja, pecahan logam Rp500 bergambar Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang, uang pecahan Rp200 bergambar Dr. Tjipto Mangunkusumo dan uang Rp100 logam bergambar Prof. Dr. Ir. Herman Johanes.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo menegaskan, penerbitan uang rupiah dengan desain baru ini tidak serta merta membatalkan pemberlakuan uang rupiah lama yang sudah beredar di masyarakat.

“Uang rupiah kertas dan logam yang telah dikeluarkan masih berlaku sepanjang belum dicabut dan ditarik peredaran oleh BI,” tegas Agus.
Artikel lainnya :

www.setkab.go.id

Wabup Suhari Bur : Presiden Joko Widodo Mengajak Seluruh Rakyat Menatap Masa Depan

Wabup Suhari Bur : Presiden Joko Widodo Mengajak Seluruh Rakyat Menatap Masa Depan

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM--Hari Bela Negara (HBN) diperingati di Kabupaten Padang Pariaman dengan upacara, yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Paritmalintang, Senin (19/2). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur.

Peringatan hari bela Negara ke 68 tahun 2016 yang serentak dilakukan di Indonesia termasuk di Kabupaten Padang Pariaman, diikuti oleh seluruh ASN, TNI/Polri, serta seluruh unsur Muspida Padang Pariaman

Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Suhatri Bur, mengajak seluruh rakyat  untuk menatap masa depan, dengan kaki. kita tanam kuat dalam sejarah perjuangan bangsa.

" Saat ini tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan bangsa sudah berkembang baik fisik maupun non fisik, ancaman berkembang menjadi bersifat multi dimensi, karena karakter ancaman dapat bersumber dari ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Maka lahirlah ancaman ancaman nasional seperti korupsi, narkoba, ekstrimisme terorisme dan banyak lagi," ungkap Suhatri Bur

Menurut Suhatri Bur, wujud bela negara sekarang bisa berbeda dengan masa lalu, namun nilai nilai kepahlawanan yang dibutuhkan masih tetap sama, yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancalisa, rela berkorban, disiplin, optimisme, gotong royong, dan kepemimpinan.

Sebelum membacakan sambutan Presdien, Suhatri Bur juga membacakan Ikrar Bela Negara yang diikuti secara bersama oleh seluruh peserta upacara berikut bunyi Ikrar Bela Negara :

" Kami Warga Negara Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa dalam rangka menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa demi kelangsungan hidup NKRI, berjanji untuk selalu bersikap dan berperilaku:1. Mencintai Tanah Air, 2. Memiliki kesdaran berbangsa dan bernegara, 3.Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, 4.Rela berkorban bagi bangsa dan negara, 5.Memiliki kemampuan awal bela negara
   
Usai upacara Wakil Bupati menyerahkan bantuan Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Molin) dari kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA RI), kepada kepala Badan Pemberdayaan Masayarakat dan Perempuan dan Keluarha Berencana (BPMPKB), Kabupaten Padang Pariaman di saksikan Unsur Forkopimda dan seluruh perseta upacara.

WIS/HS/HMS


Minggu, 18 Desember 2016

Genius Umar : Melantunkan Kitab " Berzanji" Sebagai Benteng Kecintaan Kepada Nabi Muhammad SAW.

Genius Umar : Melantunkan Kitab " Berzanji" Sebagai Benteng Kecintaan Kepada Nabi Muhammad SAW.

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Membaca "Barzanji" dapat menjadi alternatif dalam masyarakat, selain bersalawat kepada Rasul, juga untuk meneruskan budaya ini kepada generasi muda. Melantunkan kitab "Barzanji" bisa sebagai benteng kecintaan generasi muda pada Nabi Besar kita junjungan umat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar dalam pada pembukaan Lomba Barzanji yang pada awalnya dilaksanakan di lapangan Parkir Gandoriah, dikarenakan hujan yang turun cukup deras, acara dipindahkan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Minggu (18/12/2016).

Genius Umar juga mengharapkan agar budaya religi seperti ini harus dilestarikan dan dikembangkan bersama-sama sehingga menjadi budaya yang akan terus terjaga dan diteruskan kepada generasi muda saat ini.

"Kitab Al-Barzanji ditulis dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meningkatkan gairah umat. Dalam kitab itu, riwayat Nabi saw dilukiskan dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi dan prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik," tuturnya.

Genius juga menceritakan tentang sejarah Barzanji yang tidak lepas dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pertama yang digelar oleh Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi.

Dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama Saladin, yang menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji, yang merupakan penulis kitab Barzanji ini.

Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali, yang mana pada tahun 1099 M tentara Salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja.

"Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem dapat direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini," terangnya.

Dalam sambutan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kota Pariaman Ny. lucy Genius mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 88 tingkat kota pariaman, dan memperkuat ukhuwah antar organisasi wanita yang ada di kota Pariaman.

"Acara ini diikuti oleh 8 Kelompok BKMT dimana masing-masing kecamatan mengutus 2 kelompok perkecamatan dalam lomba Barzanji kali pertama yang kita lakukan di Kota Pariaman," ungkapnya.

Kedepan agar acara ini dapat lebih ditingkatkan, dan menjadi lebih besar, untuk mengajak masyarakat luas dan generasi muda lebih mengenal tentang hakekat Barzanji dan dapat turut melestarikannya sebagai bentuk budaya religi yang ada di Kota Pariaman.

WIS/HMS

Genius Umar : Setiap Desa/Kelurahan Harus Memiliki  Kelompok Siaga Bencana

Genius Umar : Setiap Desa/Kelurahan Harus Memiliki Kelompok Siaga Bencana

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar menutup rangkaian pendidikan latihan pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa/Kelurahan se-Kota Pariaman di lapangan bola SMKN 1 Pariaman, Santok, Jumat (16/12/2016).

Genius Umar mengungkapkan, salah satu misi Kota Pariaman adalah dalam rangka meningkatkan mitigasi bencana di seluruh kawasan wilayah Kota Pariaman. Ini artinya, setiap desa/kelurahan harus memiliki kelompok siaga bencana. Kota Pariaman berada di zona merah kawasan bencana di Provinsi Sumatera Barat.

"Mereka yang dilatih sebagai KSB di daerahnya harus dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang apa itu kebencanaan dan bagaimana cara mengatasinya. Dan mereka harus siap dalam segala suasana setiap ada bencana yang melanda, sehingga penanggulangan korban bencana dan pascabencana dapat ditanggulangi dengan baik," kata Genius Umar.

Diharapkan, pada 2017 nanti, setiap desa/kelurahan yang ada di Kota Pariaman sudah memiliki KSB di daerahnya, dan dengan adanya KSB ini dapat membantu tugas BPBD Kota Pariaman dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Kepala BPBD Kota Pariaman Yaminu Rizal mengatakan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman telah mempunyai Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) bekerja sama dengan BMKG, sehingga mengetahui setiap terjadinya bencana.

"Selain itu pada 2016 ini telah kita bentuk 25 KSB Desa/Kelurahan yang berarti ada sebanyak 500 relawan yang masing-masing KSB beranggotakan 20 orang/desa/kelurahan, ditambah 33 Kepala Sekolah SD Siaga Bencana yang dilatih kebencanaan oleh BPBD Kota Pariaman," ucapnya.

BPBD juga membentuk desa siaga bencana, Forum Masjid Peduli Bencana, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta dengan melatih relawan siaga bencana baik di tingkat desa dan kelurahan seperti yang kita lakukan penutupan untuk tahun 2016 saat ini.

WIS/HMS

Sabtu, 17 Desember 2016

Melirik Tradisi " Kawin Bajapuik" Rang Piaman

Melirik Tradisi " Kawin Bajapuik" Rang Piaman

Budaya pernikahan yang ada di bumi piaman ( Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman) memiliki budaya pernikahan yang sedikit unik dari budaya lainnya yang ada di Indonesia , di tanah piaman ini untuk adat upacara pernikahannya ada tradisi yang namanya yaitu tradisi uang jampuik atau yang biasa disebut juga uang jemputan banyak orang yang bilang juga ini tradisi ini tradisi beli laki – laki. Berikut tradisi unik ini  tersebut, semoga bermanfaat.


Pada umumnya bajapuik (dijemput) merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang minang dalam prosesi adat perkimpoian, karena dalam sistem matrilineal posisi suami merupakan orang datang. Oleh karena itu, diwujudkan kedalam bentuk prosesi bajapuik dalam pernikahan. Namun, di Pariaman prosesi ini diinterpretasikan kedalam bentuk tradisi bajapuik, yang melibatkan barang-barang yang bernilai seperti uang.

Sehingga kemudian dikenal dengan uang japutan (uang jemput), agiah jalang (uang atau emas yang diberikan oleh pihak laki-laki saat pasca pernikahan) dan uang hilang (uang hilang). pengertian uang jemputan adalah Nilai tertentu yang akan dikembalikan kemudian kepada keluarga pengantin wanita pada saat setelah dilakukan acara pernikahan. Pihak Pengantin Pria akan mengembalikan dalam bentuk pemberian berupa emas yang nilainya setara dengan nilai yang diberikan oleh keluarga Pihak Pengantin Wanita sebelumnya kepada keluarga Pengantin Pria.

Biasanya pemberian ini dilakukan oleh keluarga pengantin pria (marapulai) ketika pengantin wanita (Anak Daro) berkunjung atau Batandang ka rumah Mintuo. Bahkan pemberian itu melebih nilai yang diterima oleh pihak Marapulai sebelumnya karena ini menyangkut menyangkut gensi keluarga marapulai itu sendiri.

Secara teori tradisi bajapuik ini mengandung makna saling menghargai antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki. Ketika laki-laki dihargai dalam bentuk uang japuik, maka sebaliknya pihak perempuan dihargai dengan uang atau emas yang dilebihkan nilainya dari uang japuik atau dinamakan dengan agiah jalang.
Kabarnya, dahulu kala, pihak laki-laki akan merasa malu kepada pihak
perempuan jika nilai agiah jalangnya lebih rendah dari pada nilai uang japuik yang telah mereka terima, tapi sekarang yang terjadi malah sebaliknya. Bahkan dalam perkembangnya muncul pula istilah yang disebut dengan uang hilang.Uang hilang ini merupakan pemberian dalam bentuk uang atau barang oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki, yang sepenuhnya milik laki-laki yang tidak dapat dikembalikan.

Bedakah masing-masing UANG JEMPUTAN & UANG HILANG?
Umumnya masyarakat yang awam tentang kedua istilah ini menyamakan saja antara Uang Jemputan dengan Uang Hilang. Padahal tidak semua orang Pariaman mengerti tentang masalah ini.

Pada awalnya uang jemputan ini berlaku bagi calon menantu yang hanya bergelar Sutan, Bagindo dan Sidi dimana ketiga gelar ini diwariskan menurut nasab atau garis keturunan ayah. Dengan demikian di Pariaman berlaku 2 macam gelar, yaitu
gelar dari ayah dan gelar dari mamak (paman)

Hanya saja gelar dari Mamak, terpakai adalah gelar Datuak dan gelar Malin saja, misalnya dapat kita contohkan pada seorang tokoh minang yang berasal dari Pariaman, yaitu Bapak Harun Zein (Mantan Mentri Agraria dan Gubernur Sumbar). Beliau mendapat gelar Sidi dari ayahnya dan mendapat gelar Datuak Sinaro dari Ninik Mamaknya. Sehingga lengkaplah nama beliau berikut gelarnya Prof. Drs. Sidi Harun Alrasyid Zein Datuak Sinaro (dari persukuan Piliang).

Gelar Bagindo dipakaikan kepada mereka yang bernasab kepada para Petinggi Aceh yang bertugas didaerah Pariaman. Ingatlah bahwa wilayah Pariaman & Tiku pernah dikuasai oleh kerajaan Aceh dizaman kejayaan Sultan Iskandar Muda. Gelar Sidi diberikan kepada mereka2 yang bernasab kepada kaum ulama (syayyid), yaitu penyebar agama Islam didaerah Pariaman.

Kesimpulannya uang jemputan tidak sama dengan uang hilang. Uang jemputan memiliki kewajiban dari keluarga marapulai untuk mengembalikan kepada anak daro dalam bentuk perhiasan atau pemberian lainnya pada saat dilangsungkan acara Manjalan Karumah Mintuo.

Hal yang wajar bila ada kekhawatiran kaum ibu orang Pariaman, jika anak lelakinya yang diharapkan akan menjadi tulang punggung keluarga ibunya kemudian setelah menikah lupa dengan NASIB DAN PARASAIAN ibu dan adik-adiknya.

Banyak kasus yang terdengar walau tidak tercatat ketika telah menjadi orang Sumando dikeluarga isterinya telah lalai untuk tetap berbakti kepada orang tua dan saudara kandungnya. Ketika sang Bunda masih belum puas menikmati rezeki yang diperoleh anak lelakinya itu menjadikan para kaum ibu di Pariaman keberatan melepas anak lelakinya segera menikah.

Dikawatirkan bila anak lelakinya itu cepat menikah, maka pupus harapannya menikmati hasil jerih payahnya dalam membesarkan anak lelakinya itu. Lagi pula para kaum ibu itupun sadar bahwa tanggung jawab anak lelakinya yang sudah menikah, akan beralih kepada isteri dan anaknya.

Sebagai tambahan disini saya akan menjelaskan proses dalam pemberian uang japuik ini , berikut adalah prosesnya :

Proses Pemberian Uang Japuik

Adat perkawinan padang pariaman, terdiri dari adat sebelum menikah, adat perkawinan dan adat sesudah perkawinan. Dalam adat sebelum perkawinan di padang pariaman terdiri dari maratak tanggo, mamendekkan hetongan, batimbang tando (maminang) dan menetapkan uang jemputan. Lalu adat perkawinan yang terdiri dari bakampuang-kampuanngan, alek randam, malam bainai, badantam, bainduak bako, manjapuik marapulai, akad nikah, basandiang di rumah anak daro, dan manjalang mintuo.

Kemudian adat setelah perkawinan yang wajib dilaksanakan yaitu mengantar limau, berfitrah, mengantar perbukoan, dan bulan lemang. uang japuik ditentukan saat sebelum perkawinan dan diberikan saat adat perkawinan, yaitu saat manjapuik marapulai.

Ada dua pihak yang terlibat dalam adat perkawinan, yaitu pihak marapulai (calon pengantin laki-laki) yang terdiri atas mamak marapulai (paman dari pihak ibu), ayah marapulai dan ibu marapulai. Sdangkan dari pihak anak daro (calon mempelai wanita) terdiri atas mamak anak daro (paman dari pihak ibu), ayah anak daro dan saudara laki-laki anak daro.

Biasanya diantara mereka ada perantara yang mengerti adat dan pepatah petitih bahasa minang, yaitu kapalo mudo. Kapalo mudo marapulai dan kapalo mudo anak daro yang akan saling bercakap-cakap dalam pepatah petitih bahasa minang, yang isinya menyampaikan maksud keluarga tersebut.

Bila ada orang pariaman yang anak gadisnya telah siap menikah, maka orang tuanya akan mulai mencari jodoh untuk anak mereka. Saat mereka menemukan laki-laki yang dirasa cocok, maka keluarga perempuan akan mengunjungi keluarga laki-laki tersebut, dinamakan marantak tanggo (menginjak tangga), acara ini sebagai tahap awal bagi seorang wanita mengenal calon suaminya.

Bila dirasa cocok, maka keluarga kedua belah pihak akan berunding dan melaksanakan acara mamendekkan hetongan, yaitu keluarga perempuan akan bertandang kembali ke rumah calon mempelai laki-laki (marapulai) dan bermusyawarah.

Sebelum mamendekkan hetongan, orang tua anak daro akan menyampaikan maksud mereka kepada mamak tungganai (paman anak daro dari pihak ibu yang paling tua). Biasanya mamak akan bertanya pada calon anak daro, apakah benar-benar siap akan menikah, karena biaya baralek (pesta) beserta isinya termasuk uang japuik akan disiapkan oleh keluarga wanita.

Bila keluarganya termasuk sederhana, maka keluarga akan mempertimbangkan menjual harta pusako untuk membiayai pernikahan. Kemudian dalam acara mamendekkan hetongan, kedua belah pihak akan dibicarakan tentang besarnya uang japuik dan berbagai persyaratan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan batimbang tando (meminang). Pada hari itu keluarga perempuan akan mendatangi rumah laki-laki membawa berbagai macam persyaratan yang telah dibicarakan sebelumnya. Dalam acara ini calon mempelai laki-laki dan perempuan menerima tanda bahwa mereka akan menikah.

Bila acara ini sudah selesai, pembicaraan akan meningkat pada masalah uang japuik, mahar, dan hari pernikahan (baralek). Kemudian acara dilanjutkan dengan pepatah petitih yang diwakili oleh kapalo mudo anak daro (pengantin perempuan) dan kapalo mudo marapulai (pengantin laki-laki). Kapalo mudo adalah orang-orang yang mengerti tentang pepatah minang. Jalannya acara perkawinan tergantung dari percakapan kapalo mudo ini.

Setelah acara batimbang tando, maka acara dilanjutkan dengan menetapkan uang jemputan dan uang hilang. Jika marapulai merupakan orang keturunan bangsawan atau mempunyai gelar, maka nilai uang japuiknya akan tinggi. Sekarang nilai uang japuik ditentukan oleh tingkat pendidikan, pekerjaan dan jabatan marapulai.(disarikan dari jurnal Depdikbud Dirjen Kebudayaan, balai kajian sejarah dan nilai tradisional padang 1999/2000 berjudul Pola Hubungan Kekerabatan Masyarakat Padang Pariaman Dalam Upacara Perkawinan. Halaman 29-59)

Besar uang japuik ditentukan dalam uang rupiah yang nilainya sama dengan 30 ameh (emas), satu ameh setara dengan 2,5 gram emas. Semakin tinggi nilai uang japuik yang diberikan, menunjukkan semakin tinggi status sosial marapulai. Pada zaman sekarang, nilai uang jemputan bisa diganti dengan uang rupiah biasa, hewan atau kendaraan.

Besar uang japuik, bila orang biasa, misal profesinya tukang becak atau orang biasa, dia dijemput dengan uang senilai Rp. 5.000.000, sedangkan bila ia adalah sarjana, guru, dokter akan dijemput dengan uang senilai Rp. 35.000.000-Rp.50.000.000. belum lagi bila mereka juga mempunyai gelar dari mamaknya, seperti sidi, bagindo atau sutan.

Setelah uang japuik diberikan, acara dilanjutkan dengan acara alek randam (persiapan) dan malam bainai. Setelah semua persiapan selesai, maka pada hari yang telah ditentukan maka keluarga anak daro yang terdiri dari mamak, ayah, kakak laki-laki akan menjemput pengantin laki-laki (marapulai) di rumahnya membawa pakaian pengantin serta persyaratan termasuk uang japuik.

Sampai di rumah marapulai, telah menunggu keluarga marapulai, maka mamak anak daro akan membuka percakapan dan diakhiri dengan membawa marapulai, sedangkan uang japuik akan diserahkan kepada pihak marapulai.

Marapulai pun dibawa ke tempat akad nikah. Setelah menikah, acara dilanjutkan dengan pesta perkawinan (baralek). Lalu dilanjutkan acara setelah perkawinan, setelah kedua pengantin bersanding di rumah anak daro, maka dengan berpakaian adat lengkap dan diiringi dengan kerabat, membawa makanan adat, mereka mengunjungi rumah mertua (mintuo) anak daro, acara ini disebut manjalang mintuo. Pada acara ini lah uang japuik akan dikembalikan dalam betuk perhiasan kepada anak daro yang teradang jumlahnya dilebihkan oleh ibu marapulai.

 Kesimpulan :
Jadi kesimpulan dari artikel ini adalah negara indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak budaya yang beragam jenis nya , budaya uang japuik dalam upacara pernikahan di pariaman ini merupakan salah satunya , banyak yang menganggap ini ,budaya yang negatif karena dalam budaya ini mempelai laki – laki dibeli oleh mempelai wanitanya, tapi jika tradisi ini di teliti lebih dalam budaya ini adalah budaya yang baik karena pemberian uang ini kepada mempelai laki – laki adalah bentuk penghormatan dari keluarga mempelai wanita kepada keluarga sang laki – laki yang telah merawatnya dari lahir sampai dewasa , karena di dalam budaya orang pariaman laki – laki yang telah menikah akan tinggal bersama keluarga mempelai wanitanya . jadi budaya ini bisa kita anggap budaya yang baik , jadi ketika kita ingin memeberikan penilaian terhadap sesuatu kita harus amati dan teliti dengan baik .


https://desuna.wordpress.com/2015/06/07/tradisi-uang-japuik-pada-pernikahan-di-tanah-padang-pariaman/
 

Jumat, 16 Desember 2016

Seskab Pramono Anung: Presiden Jokowi Inginkan Timnas Indonesia Menang

Seskab Pramono Anung: Presiden Jokowi Inginkan Timnas Indonesia Menang

Jakarta, BANGUNPIAMAN.COM---Meskipun tidak menyaksikan langsung pertandingan leg kedua final Piala AFF Suzuki 2016, yang akan digelar di Bangkok, Sabtu (17/12) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar Tim Nasional (Timnas) Indonesia bisa menang melawan tuan rumah Thailand.

“Kita menginginkan ini menang karena ini sudah satu kaki, satu langkah ada di tangga juara. Kami meyakini semangat yang ada. Dan materi pemain walaupun Andik tidak bisa main, tetapi Boaz, mudah-mudahan juga Rizki Pora, kemudian Lilipaly, dan semuanyalah. Hansamu, bisa membuat gol kembali dengan kepalanya, dan gol kemarin itu luar biasa,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan, di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/12) sore.

Soal kemungkinan pemberian apresiasi kepada Timnas, Seskab mengatakan, biar Presiden yang akan menyampaikan. Namun ia mengingatkan, syaratnya menang.

Meski tidak menyaksikan langsung pertandingan tersebut, dan akan
menyaksikannya di tanah air, menurut Seskab, Presiden sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum PSSI, dan juga Panglima TNI, yang juga minta izin untuk menyaksikan pertandingan tersebut, termasuk Menteri Agama, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

“Ya mudah-mudahan dengan kehadiran itu menambah semangat. Dan sekali lagi kita mengharapkan setelah 5 kali masuk final, ini adalah final yang memberikan kebahagaiaan bagi kita semua,” jelas Seskab.

Saat ditanya berapa skor akhir pertandingan, Seskab Pramono Anung mengaku dirinya bukan orang yang suka nebak-nebak. Tapi dirinya mendoakan agar Timnas Indonesia menang, karena ini benar-benar bisa menjadi kado akhir tahun bagi bangsa kita.

setkab.go.id
http://setkab.go.id/satu-kaki-sudah-di-tangga-juara-seskab-presiden-jokowi-inginkan-timnas-indonesia-menang/
Padang Pariaman Terima MOLIN, dari Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Padang Pariaman Terima MOLIN, dari Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Padang, BANGUNPIAMAN.COM- Kabupaten Padang Pariaman menerima 1 (satu) unit Mobil Perlindungan (MOLIN) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Mobil tersebut diterima langsung  Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Kamis (15/12) dari Gubernur Sumar Irwan Prayitno sebelum pelaksanaan upacara peringatan Hari AIDS di Halaman Kantor Gubernur Sumbar di Padang.

" MOLIN ini sangat berarti untuk menunjang operasional SKPD yang menangani Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bantuan ini sebagai realisasi proposal yang diberikan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat menghadiri pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pertengahan November yang lalu.Alhamdulillah, kita apresiasi pemerintah pusat yang benar-benar merealisasikan kebutuhan operasional di daerah,” kata Suhatri Bur didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Menurut Wabup, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya pada kualitas hidup perempuan dan anak guna mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai dimensi pembangunan. Artinya, membentuk generasi yang bermoral dan spiritual yang tinggi dengan menempatkan sosok manusia laki-laki dan perempuan pada derajat yang sama. “Kita juga berupaya menurunkan jumlah kasus kekerasan, eksploitasi, dan perdagangan terhadap perempuan dan anak,” ujar Mantan Ketua KPU itu.

Ditambahkannya,  sesuai dengan Permendagri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah maka perlu melaksanakan berbagai program2 unggulan, baik yang terkait dengan pelaksanaan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, maupun keluarga berencana.

“Kita minta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bapak Usman Mukhtar untuk berinovasi dalam mendukung program Kementerian PP dan PA” kata Suhatri Bur

WIS/HMS
Rustam SE, MM, Akhirnya Terpilih Menjadi Ketua Dekopinda Padang Pariaman

Rustam SE, MM, Akhirnya Terpilih Menjadi Ketua Dekopinda Padang Pariaman

Padang Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM --Rustam, SE, MM terpilih sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Padang Pariaman, periode 2016-2021, dalam acara Musda IV Dekopinda Padang Pariaman, Rabu, (14/12/2016) di Pondok Indah Kota Pariaman.

Rustam berhasil mengalah rivalnya Endarmy yang memperoleh 10 suara. Sedangkan Rustam berhasil mengantongi 19 suara. Kemudian Afrizal, SE dapat 2 suara, berikutnya Yulidarmen 1 suara dan Drs. Amiruddin Tk, Majolelo, MA juga 1 suara.

Dalam sambutannya, Rustam yang sekarang sedang menjabat Kadis Koperindag, Energi dan SDM Padang Pariaman itu, berjanji akan membawa Dekopinda Padang Pariaman kepada yang lebih baik dengan semangat perubahan dan pembaharuan.

“Insya Allah, kalau kita bersama dan beriya-iya dengan membawa semangat koperasi yaitu kebersamaan,  jelas seberat apa pun beban bisa kita selesaikan,” ujar Rustam dengan penuh semangat.

Dikatakan, sesuai Undang-Undang No. 25/1992 dalam Pasal 57 ayat 1 Dekopinda, pembawa aspirasi gerakan koperasi yang berfungsi memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi gerakan koperasi. Kemudian meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat dan melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan masyarakat serta memfasilitasi pengembangan kerjasama antar koperasi dengan pelaku Badan Usaha lain.

Lebih jauh disampaikan Rustam, sebagai ketua yang diberikan amanah dan kepercayaan jelas tidak akan sendiri dan akan didampingi oleh bidang-bidang serta majelis pakar, termasuk penasehat dan pembina, kalau dengan kebersamaan serta membawa semangat kebersamaan, kan sudah ada istilahnya, “barek samo dipikua ringan samo dijinjiang, saketek samodicacah, kalau gadang samo dionggok,” tukas Rustam secara diplomasi.

Sementara itu Endarmy, dalam sambutannya, mengatakan secara ikhlas menyerahkan tongkat estapet Dekopinda kepada Rustam, dengan harapan akan dapat membawa Dekopinda kepada yang lebih baik dan sukses pada masa mendatang.

“Walau pun saya tidak menjadi Ketua Dekopinda Padang Pariaman, jiwa dan raganya selalu akan ikut membesarkan Dekopinda Padang Pariaman, kedepan,” ujar Endarmy dengan wajah cerianya.

Pada kesempatan Endarmy, juga menyampaikan terima kasih dan ucapan maaf kepada seluruh gerakan koperasi dan jajaran Pengurus Dekopinda Padang Pariaman serta Panitia Musda yang telah bersama-sama di Dekopinda selama lebih kurang 6 tahun, termasuk kepada jajaran Dinas Koperindag, Energi dan SDM Padang Pariaman.

“Sebagai  manusia pasti ada salahnya, karena tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna. Kalau ada manusia yang mengaku selalu benar dan mengaku selalu pintar, berarti itu manusia sombong dan saya tidak mau dicap dengan manusia sombong,” tukuk Endarmy.

Hadir Ikut memberikan sambutan dalam pembukaan Musda itu, Asisten II Pemda Padang Pariaman Ir, Ali Amran, MP, Aidil Ikhsan dan Zulfadhli M dari Dekopinwil Sumatera Barat. Jumlah peserta Musda 35 orang dan yang ikut memberikan suara hanya 33 orang

WIS/TKA

Rabu, 14 Desember 2016

Penggiat Kusta Internasional Yohei Sasakawa Bersama Tim WHO Kunjungi Padang Pariaman

Penggiat Kusta Internasional Yohei Sasakawa Bersama Tim WHO Kunjungi Padang Pariaman

Yohei Sasakawa foto bersama dengan Penderita Kusta, didampingin Sekda Jonfriadi, Kadis Kesehatan Provins Sumbar Rosnini Savitrii dan Kadis Kesehatan Padang Pariaman Aspinuddin Darab ( Fhoto : Heri Sugianto )

“Saya berharap Padang Pariaman akan menjadi contoh dan pilot projek dalam program eliminasi penyakit kusta di Indonesia bahkan dunia,” kata Yohei Sasakawa

Yohei Sasakawa memeriksa dan melihat langsung kondisi salah satu penderita kusta di Padang Pariaman ( Fhoto : Heri Sugianto )

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Berkat keberhasilan Kabupaten Padang Pariaman dalam mensukseskan progran eliminasi penyakit kusta membuat penggiat Kusta Internasional Yohei Sasakawa  bersama tim WHO  dan Kementerian Kesehatan RI  Ditjen Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) mengunjungi Kabupaten Padang Pariaman yang dipusatkan di Puskesmas Pakandanga Rabu(14/12).

Rombongan tersebut diterima langsung oleh Sekretarais Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonfriadi, Kadis Kesehatan Padang Pariaman Aspinuddin, camat dan wali nagari, kepala puskesmas, kelompok perawatan diri serta perwakilan penderita Kusta sepadang Pariaman.

 “Suatu kehormatan dan kebanggan bagi kita mendapat kunjungan dari Mr. Yohei Sasakawa bersama rombongan WHO dan Kementerian Kesehatan RI ke Padang Pariaman” ujar Jonpriadi saat menyampaikan sambutan mewakili Bupati Padang Pariaman.

Dilanjutkannya Akibat dari tindakan preventif yang dilakukan di Padang Pariaman dalam program padang pariaman sehat. Yang  proaktif mengunjungi pasien dari rumah ke rumah kita dapat menndeteksi awal penyakit penyakit yang ada di padang pariaman. Ternyata di temukan penyakit kusta yang jumlah nya cukup signifikan. Yang perlu dlakukan penangan serius.

“Kita di Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan penanganan serius terhadap berbagai penyakit yang terdeteksi karena itulah menjadi Alhamdulillah menjadi perhatian dari Mr. Yohei Sasakawa dan WHO, beserta Kementerian Kesehatan RI,”kata Sekda Jonfriadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr. Apinudin Darap melaporkan sesuai perintah Pimpinan bahwa jajaran dinas kesehatan harus melaksanakan capaian capaian program dibidang kesehatan. Dari tinjauan kelapangan ini ditemukan kasus penderita kusta selama tahun 2016 ini sebanyak 24 kasus dengan total dari tahun 2011 s.d 2016 ini berjumlah sebanyak 179 kasus. Kesemuanya telah kita tangani dengan serius.

“ Di sini saya mengimbau kepada seluruh Masyarakat kabupaten padang pariaman apabila adanya bercak putih pada kulit tubuh yang mati rasa, maka segera lapor ke puskesmas terdekat karena itu salah satu tanda utama atau gejala awal terinfeksi penyakit kusta“ ungkap pria yang akrap disapa pak Jimmy itu.

Ohei Sasakawa  adalah ketua The Nippon Foundation , yang Organisasi Kesehatan Dunia Goodwill Ambassador untuk Eliminasi Kusta, dan Duta Besar Jepang untuk Hak Asasi Manusia Orang Terkena kusta .
“ Saya sudah bertahun tahun melakukan kunjungan keseluruh dunia untuk melihat para penderita kusta, tahun ini muncul desakan dari pemerintah RI untuk memprioritaskan kunjungan saya ke Indonesia salah satunya Kabupaten Padang Pariaman” ungkap Yohei Sasakawa yang diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia.

Menurutnya Kenapa Kabupaten Padang Pariaman menjadi sasaran dari kunjungannya, karena ingin melihat poin poin program keberhasilan Padang pariaman dalam melakukan eliminasi penyakit kusta walau dengan keterbatasan dana.

“Saya berharap Padang Pariaman akan menjadi contoh dan pilot projek dalam program eliminasi penyakit kusta di indonesia bahkan dunia” harapnya

Yohei Sasakawa melihat kusta eliminasi sebagai misi pribadi, warisan dari ayahnya, Ryoichi Sasakawa . Pada tahun 1965, ia menemani ayahnya ke fasilitas pengobatan kusta di Korea Selatan , dan shock saat melihat, tangan pertama, diskriminasi yang dihadapi oleh orang-orang yang terkena kusta, meyakinkannya tentang perlunya pengendalian kusta, memimpin dia untuk melakukan kegiatan sendiri .

Sasakawa bekerja untuk memajukan dialog antara orang-orang yang terkena kusta, pemimpin pemerintahan, media, dan pihak-pihak lain di banyak negara, dengan fokus khusus pada tempat-tempat di mana penyakit ini endemik. Dia berfokus jumlah khusus dari upaya untuk mempromosikan pemahaman yang akurat tentang penyakit: terutama fakta bahwa itu dapat disembuhkan dan sebagai bagian dari drive ini, ia menjabat sebagai Goodwill Ambassador WHO untuk Eliminasi Kusta sejak Mei 2001.

WIS/HS/HMS



Pagi Ini Ketua Dekopinda Sumbar Hendra Irwan Rahim, Akan Buka Musda Dekopinda Padang Pariaman.

Pagi Ini Ketua Dekopinda Sumbar Hendra Irwan Rahim, Akan Buka Musda Dekopinda Padang Pariaman.

Hendra Irwan Rahim
Padang Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM---Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Sumatera Barat, Hendra Irwan Rahim yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, akan membuka Musyawarah Daeraah (Musda) Dekopinda Padang Pariaman,  Rabu (14/12/2016) di Pondok Indah Kota Pariaman.

Ketua Panitia Musda Dekopinda Kabupaten Padang Pariaman, Afrizal, SE kepada wartawan di Pariaman,  mengatakan, acara Musda selain dihadiri Ketua Dekopinwil Hedra Iarawan Rahim, juga akan hadir dan sekaligus memberikan sambutan  Bupati Padang Pariaman.

Selain itu juga akan hadir dan memberikan sambutan Ketua DPRD Padang Paariaman, Faisal Arifin, SP, Kadis Koperindag, Energi & SDM Padang Pariaman, Rustam, SE, MM dan undangan lainnya. Menurut Afrizal  acara Musda akan digelar satu hari penuh, selesai pembukaan akan dilanjutkan pengesahan jadwal acara dan tata tertib persidangan.

“Selaku panitia kita berharap acara ini dapat berjalan sesuai  dengan sekidul yang telah dibuat dan direncanakan jauh hari, karena sukses pelaksanaan acara apabila  item peritem kegiatan dapat diselesaikan dengan tepat waktu,” ujar Ketua Koppas Padang Sago ini.

Sementara itu Ketua Dekopinda Padang Pariaman, Endarmy, SE, MM yang juga anggota DPRD Sumatera Barat, secara terpisah meminta gerakan koperasi yang mempunyai hak suara dalam menentukan calon ketua, diharapkan sangat kehadirannya sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

“Panitia sudah sungguh-sungguh dalam bekerja demi suksesnya pelaksanaan Musda ini, jadi sebagai gerakan koperasi harus menghargai kerja keras paitia dengan kehadiran tepat waktu,” tutur Endarmy.

Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, SE, MM yang diminta komentarnya secara terpisah di ruang kerjanya, sambil berjalan menuju tanagga,  pada hari yang sama mengatakan, gerakan koperasi sebagai  anggota yang mempunyai hak suasa di dalam menentukan pimpinan kedepan, hendaknya dapat menentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya.

“Kita harapkan gerakan koperasi jangan salah dalam menentukan pimpinannya ke depan dan laksanakanlah Musda dengan rukun dan damai secara demokrasi yang sehat,”  ujar Suhatri Bur sambil berlalu.

Dari hasil pantau di lapangan calon yang bakal bersaing dalam menduduki kursi ketua, Endarmy dan Rustam. Kemudian dibayang-bayangi oleh Afrizal, ketiga calon ini tidak asing lagi di dunia koperasi dan mereka dianggap mampu menjadi pimpinan Dekopinda Padang Pariaman untuk lima tahun ke depan.

Afrizal ketika diminta tanggapannya terhadap pencalonan dirinya, mengatakan, tidak akan melakukan penggalangan suara tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada gerakan koperasi, karena sesuai Undang-Undang No. 25/1992 dalam Pasal 57 ayat 1, Dekopinda pembawa aspirasi gerakan koperasi.

Disamping itu, Dekopinda juga berfungsi memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi gerakan koperasi. Kemudian meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat dan melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan masyarakat serta memfasilitasi pengembangan kerjasama antar koperasi dan antara koperasi dengan pelaku badan usaha. “Silahkan saja ketua gerakan koperasi menilai dari calon yang mereka unggulan, sebagai ketua Dekopinda ke depan,” tukas Afrizal 

WIS/TKA