Rabu, 30 Agustus 2017

Wabup Suhatri Bur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran, Di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan

Wabup Suhatri Bur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran, Di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Menyerahkan Bantuan Kepada 11 Orang Korban Kebakaran di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Kecamatan IV Koto Aur Maling, Senin 28 Agustus 2017 ( Fhoto : Humas Padang Pariaman )
IV Koto Aur Malintang,BANGUNPIAMAN.COM--Di bawah guyuran hujan yang sangat lebat, Senin (28/8/2017) Wakil Bupati Suhatri Bur serahkan bantuan kepada 11 orang korban kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Kecamatan IV Koto Aur Malintang.

Bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Padang Pariaman, Paket Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Provinsi Sumbar dan BAZNAS Padang Pariaman itu diserahkan kepada perwakilan korban disaksikan oleh Kepala Dinsos P3A, Drg. Herman, SH, MM, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil M. Fadhly, S.STP, MM, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Kabid Kebencanaan BPBD M Hanif, Camat IV Koto Aur Malintang Vemi Tulalo, Ketua BAZNAS Padang Pariaman Syamsuardi Surma, Kapolsek IV Koto Aur Malintang, Wali Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Edi Kosasih dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutan sebelum menyerahkan bantuan, Wabup Suhatri Bur mengajak semua korban kebakaran untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT apa pun kondisi yang sedang dialami."Dalam kondisi apa pun, jangan lupa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang selalu dicurahkan kepada kita," kata mantan Ketua BAZNAS Padang Pariaman tersebut. "Musibah atau bencana sudah ada dalam rencana-Nya. Tinggal kita menarik hikmah dari kejadian yang melanda kita. Anggap itu ujian dari Allah karena Allah sayang kepada kita," kata Suhatri Bur lagi di sela-sela tempias hujan di bawah tenda kecil.

"Untuk merasakan kesulitan bapak ibu korban kebakaran serta ikut berduka, Pemkab Padang Pariaman menyerahkan bantuan darurat agar kebutuhan sehari-hari tidak ," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu lagi sambil menyerahkan bantuan ke Ali Batar salah seorang korban.

Bantuan dari Dinsos P3A Padang Pariaman untuk masing-masing korban penghuni rumah terdiri dari beras 20 Kg, gula pasir 1 Kg, kopi 1/4 Kg, mie instan 1 dus, teh celup 1 kotak, minyak goreng 1 liter, kain panjang 2 helai dan kain sarung 2 helai.

Sementara itu, bantuan dari PKSBA untuk masing-masing korban terdiri dari 13 item barang antara lain lauk pauk empat paket, pakaian anak, kebitihan khusus, tenda gulung, matras, rantang 2 susun, sodet, centong nasi, panci serba guna dan kain selimut.

Dari BAZNAS Padang Pariaman, bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3.500.000 yang dibagi antara penghuni dengan pemilik rumah. Bagi pemilik rumah mendapat Rp1.500.000 sementara penghuni Rp2.500.000. Bagi pemilik rumah sekaligus penghuni mendapat seluruhnya. Sebelumnya perantau yang selalu berzakat di kampung halamannya, H. Sagi telah lebih dulu membantu uang tunai sebesar Rp3 juta per korban (BPC/001)

Selasa, 29 Agustus 2017

Inovasi Disdukcapil Padang Pariaman, Pedang Saber Versi 2 Dimulai

Inovasi Disdukcapil Padang Pariaman, Pedang Saber Versi 2 Dimulai

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Pelayanan administrasi kependudukan yang merupakan kebutuhan berkesinambungan bagi masyarakat terus menjadi perhatian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman.

Luasnya wilayah dan jumlah penduduk yang banyak menjadi salah satu alasan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman untuk terus membuka media-media pelayanan dalam berbagai bentuk dan inovasi.

Targetnya adalah menjangkau semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan setiap individu dan melakukan pemutakhiran data penduduk agar semakin lengkap dan sesuai dengan dokumen-dokumen penting lainnya.

Pada tahun 2016, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman telah melaksanakan pelayanan keliling yang di label "pedang saber" yang merupakan kependekan dari Petugas Datang Semua Administrasi Beres.

Walaupun dalam proses yang mengalami banyak kendala dilapangan, model pelayanan ini terus akan dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya agar lebih dekat dengan masyarakat. Dan saat ini, pada pertengahan tahun 2017 pelayanan "pedang saber versi 2" mulai dilaksanakan.Pelayanan "Pedang Saber Versi 2" merupakan modifikasi dari pelayanan pedang saber sebelumnya dimana saat ini dilaksanakan secara online.

"Keunggulannya, dokumen langsung jadi di tempat," jelas Zeta Hidayati, Kepala Bidang Pencatatan Sipil yang menjadi pananggung jawab program ini. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 21, 22 dan 23 Agustus 2017, pelayanan dilaksanakan dilaksanakan di Nagari Balah Hilir, Kecamatan Lubuk Alung dengan respons masyarakat yang cukup tinggi. Sekitar 100 dokumen diterbitkan setiap harinya dan langsung jadi ditempat.

Dari hasil pemantauan tim pelayanan lapangan, masyarakat cukup puas dengan model pelayanan ini. Hal ini disebabkan karena masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke dinas dan tidak butuh banyak waktu untuk urusan administrasi yang diperlukan.

Zeta Hidayati menjelaskan bahwa pelayanan "pedang saber versi 2" dilaksanakan untuk semua lapisan masyarakat, tidak terbatas nagari atau kecamatan.

"Karena berlangsung secara online, semua masyarakat Kabupaten Padang Pariaman boleh mendatangi pusat pelayanan yang kami buka, tidak terbatas nagari dan kecamatan," ujar Zeta Hidayati.

Pelayanan ini akan terus dijadwalkan pada nagari-nagari yang telah memiliki jaringan internet dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman juga telah mempersiapkan jaringan mobile untuk pelayanan di nagari-nagari yang tidak berjaringan internet kabel. (BPC/001)

Senin, 28 Agustus 2017

Menristekdikti Muhammad Nasir, Dukung Pembangunan Kawasan Pendidikan Tarok City

Menristekdikti Muhammad Nasir, Dukung Pembangunan Kawasan Pendidikan Tarok City

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Selasa 22 Agustus 2017 lalu, Menemui Mentri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Terkait Dengan Rencana Pembangunan Kawasan Pendidikan Terpaduk Tarok City di Nagari Kapalo Hilalalang Kecamatan 2 x 11 Kayutanam


Jakarta, BANGUNPIAMAN.COM-- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir, mendukung program pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City di Nagari Kapalo Hilalang, 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman  yang digagas oleh Bupati Ali Mukhni.

"Saya kira ini satu-satunya di Sumatera. Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa menyediakan lahan sebegitu luasnya seperti yang diusulkan Bupati Padangpariaman," kata Muhammad Nasir di ruang kerjanya, Jakarta, Selasa 22 Agustus 2017  lalu.

Muhammad Nasir meminta meminta Bupati Ali Mukhni,  untuk segera mempercepat proses sertifikasi tanah sebagai dasar untuk penganggaran. Apabila sertifikat tanah sudah diserahkan kepada Kemenristekdikti, maka usulan persiapan pembangunan perguruan tinggi direncanakan tahun ini.

Dia yakin pembangunan kampus di Tarok City akan membawa perubahan untuk Sumatera Barat sekaligus membuat kota baru yang terletak di Padangpariaman. Dukungan kemeristekdikti sangat relevan karena beberapa faktor: di antaranya status lahan clear and clean seluas 697 hektar, jarak dari ibukota propinsi hanya 45 km dan jarak dari BIM sekira 30 km.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenristekdikti yang mendukung Tarok City. "Seluruh biaya pembangunan fisik akan ditanggung oleh APBN. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hanya menyediakan lahan dan bersertifikat," kata Ali Mukhni, Senin (28/8).

Dalam pertemuan saat itu, Ali Mukhni mengaku telah menyampaikan agar pembangunan kampus dapat dimulai awal 2018 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. "Karena Februari tahun depan, seiring digelarnya Hari Pers Nasional di Sumatera Barat," ungkapnya.

Sesuai arahan Gubernur, kata Ali Mukhni, bahwa dalam rangka HPN 2018 di mana Sumatera Barat selaku tuan rumah, ada usulan dua kegiatan di Padangpariaman.

"Pertama, peresmian Badan Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran di Tiram Ulakan dan kedua peletakan batu pertama Kawasan Pendidikan Terpadu di Tarok City. Jadi kita mohon dukungan Kemeristekdikti dan seluruh elemen masyarakat Sumbar," sambung Ketua PAN Sumbar itu.

Ali Mukhni mengaku juga telah berkoordinasi dan menghadap langsung kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional Sumbar untuk percepatan sertifikasi KPT Tarok City.

"Insya Allah, dengan dukungan Bapak Gubernur dan Kepala BPN Sumbar, sertifikat tanah segera diterbitkan dan kemudian kita serahkan kepada Kemenristekdikti," ujar Bupati didampingi Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara.

Rektor Universitas Negeri Padang Ganefri, yang turut hadir dalam pertemuan itu, memuji komitmen Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk kemajuan sektor pendidikan di Sumbar. Ia menyadari bahwa persoalan lahan menjadi masalah utama dalam pembangunan. Namun, atas kerja keras dan niat tulus membangun oleh Bupati Ali Mukhni, maka akan ditindaklanjuti oleh Kemenristekdikti.

"Tadi kita sudah bicarakan dengan Bapak Menteri untuk pengembangan Kampus UNP di Tarok City. Alhamdulillah mendapat respon positif," ujar Ganefri.

Diketahui bahwa dalam kawasan Tarok City akan dibangun sejumlah kampus, yakni kampus UNP seluas 150 hektare, Politeknik Unand seluas 40 hektare, ISI Padang Panjang seluas 40 hektare, UIN Imam Bonjol, Gedung Diklat LAN dan Rumah Sakit Vertikal. (HA-BPC/001)

Minggu, 27 Agustus 2017

Dukung Pariwisata Kota Pariaman, Pramuka Lakukan Aksi Bersih Pantai

Dukung Pariwisata Kota Pariaman, Pramuka Lakukan Aksi Bersih Pantai

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang juga Ketua Ka Kwarcab Kota Pariaman , Minggu 27 Agustus 2018 Bersama Pramuka Tingkat Penegak Melakukan Aksi Bersih Pantai, Yang Dipusatkan di Pantai Cermin Pariaman ( Fhoto : Junaidi )
Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM---Pariwisata tidak terlepas dari suasana nyaman dan asri di tempat yang akan dikunjungi. Apabila destinasi wisata tersebut banyak sampah yang berserakan, maka akan membuat orang akan tidak akan kembali lagi untuk berkunjung.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Pariaman yang juga Kakwarcab Kota Pariaman Genius Umar saat bersama Pramuka tingkat Penegak, melakukan aksi Bersih Pantai yang dipusatkan di Pantai Cermin Kota Pariaman, Minggu (27/8/2017).

Acara bersih Pantai ini diikuti oleh Pramuka dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 2, SMKN 4, SMK Global, SMK Plus dan SMK BNM Kota Pariaman. Tampak para anggota Pramuka dari 8 sekolah yang ada di Kota Pariaman ini, tampak bersemangat mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar kawasan Pantai Cermin, kemudian dengan dibantu petugas BLH mereka menaikan ke Mobil pengangkut sampah untuk dibawa ke TPSA.

Menurut Genius,  perlu adanya tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemko saja, atau instansi BLH Kota Pariaman saja, tetapi juga tanggung jawab kita semua, tidak terkecuali Pramuka yang mana merupakan organisasi kepanduan yang saya pimpin.

Kedepan ia berharap, acara seperti ini akan menjadi kegiatan rutin 2 mingguan Pramuka Kota Pariaman, dalam rangka mewujudkan lingkungan tempat wisata yang bersih dan asri di Kota Pariaman, sehingga kunjungan wisatawan semakin banyak, dan ingin untuk berkunjung kembali.

"Kalau tempat wisata kita sudah bersih, kunjungan wisatawan pun nantinya akan semakin tinggi juga, yang akan berimbas pada peningkatan perekonomian di tengah masyarakat, yang ujungnya adalah taraf kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman semakin baik," tuturnya.

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke 56 tanggal 14 agustus lalu, yang mengusung Tema Kita Jadikan Pramuka Bhakti untuk Negeri, Peduli terhadap lingkungan.

Genius Umar juga mengharapkan agar masyarakat dan pengunjung, membiasakan untuk membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan.

"Dengan masih banyaknya sampah yang bertebaran menunjukan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan pengunjung, dalam memelihara kebersihan, jadi mari kita galakkan bersama dari sekarang, untuk membudayakan membuang sampah pada tempatnya," tutupnya. (BPC/001)

Kamis, 24 Agustus 2017

Kajaksaan Negeri Pariaman Sosialisasikan Pengunaan Dana Desa dan TP4D Kepada Walinagari dan Kepala Desa

Kajaksaan Negeri Pariaman Sosialisasikan Pengunaan Dana Desa dan TP4D Kepada Walinagari dan Kepala Desa

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Jasia Koni, Memberikan Sambutan Pada Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) Untuk Mengawasi Penggunaan Dana Desa  Kepada Walinagari, BAMUS serta Kepala Desa dan BPD se Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, Kamis 24 Agustus 2017, di Kejaksaaan Negeri Pariaman ( Fhoto : Junaidi )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Kejaksaan Negeri Pariaman, Kamis (24/8/2017) mensosialisasikan Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) untuk mengawal dan  mengawasi.penggunaan dana desa kepada Walinagari dan BAMUS serta  Kepala Desa dan BPD se Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, di Kejaksaan Negeri Pariaman.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur,Wakil Walikota Pariaman Genius Umar,  Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Faisal Arifin,  Ketua DPRD Kota Pariaman diwakili Hamdani, Kepala Dinas PU Kota Pariaman Asrizal, Kepala BPMD Kota Pariaman Nurdin, beserta OPD terkait dilingkungkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Asintel Kajati) Provinsi Sumatera Barat Yuswandi mengatakan,  Sosialisasi Dana Desa dan TP4D ini digelar serentak oleh Kejaksaan Negeri di Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, yang merupakan arahan dari pemerintah pusat.

"Kami berharap dengan adanya Sosialisasi ini, akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan baik dari Kepala Desa di Kota Pariaman maupun Walinagari di Kabupaten Padang Pariaman, agar dapat menggunakan dana desa sesuai dengan peruntukannya," ungkapnya.

Saat ini dana desa yang berasal dari APBN untuk seluruh Indonesia mencapai angka 70 Trilyun, dan untuk Provinsi Sumatera Barat alokasi dana desa tahun 2017, lebih kurang sebesar Rp. 800 M, karena itu dana sebesar ini harus dikawal dan diawasi, agar tidak salah sasaran.

"Mari kita ikuti petunjuk dan aturan yang berlaku dalam penggunaan dana desa, sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh presiden kita bapak Jokowi melalui nawacitanya yang ketiga berbunyi Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, dapat terwujud," ulasnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Josia Koni dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi tersebut menghadirkan Kepala Desa dan BPD di Kota Pariaman, Walinagari dan Bamus di Kabupaten Padang Pariaman dan OPD terkait baik di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padang Pariaman.

"Selain mengikuti instruksi untuk melaksanakan Sosialisasi Dana Desa ini, kami juga membuat terobosan dengan memberikan kuisioner yang kami bagikan kepada para Kepala Desa, Walinagari dan perangkatnya, sebagai bahan acuan dan evaluasi kepada kami, dan hasil kuisioner tersebut bukan untuk publikasi, dan jangan takut untuk mengisinya sesuai dengan apa yang terjadi, dan kami akan menjaga kerahasian kuisioner tersebut," ulasnya.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pada kesempatan tersebut mengungkapkan, Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 menjadikan desa/nagari sebagai pemerintahan terdepan sebagai ujung tombak pembangunan. Saat ini dana untuk desa cukup besar

Untuk Kota Pariaman  saja, alokasi dana desa sebesar RP89,5 miliar yang bersumber dari  dari APBN sebesar Rp44 miliar dan bersumber dari APBD sebesar Rp45,3 miliar.

"Dana yang besar tersebut dibagi untuk 55 desa yang ada di Kota Pariaman sehingga desa ada yang menerima Rp1,4 miliar sampai Rp2 miliar. Jika pemerintahan desa, mempunyai RAPBDes dan tidak paham apa yang akan diperbuat, maka hal ini akan menjadi sebuah masalah dikemudian hari," ucapnya.

Untuk itu dia berharap, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan melalui bidang intelijennya mampu memberikan penerangan hukum dan penyuluhan hukum, berupa bimbingan kepada para kades/walingari agar dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi penggunaan dana desa tidak berpotensi terjadinya KKN.

"Kepada Kepala Desa/Walinagari jangan takut untuk bertanya atau minta penjelasan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan dengan menggunakan dana desa, sehingga kedepan jangan sampai ada Kepala Desa di Kota Pariaman yang berurusan dengan hukum karena tidak memahami peruntukan penggunaan dana desa," ulasnya.(bpc/001)

Kadis Kominfo Kota Pariaman Yalviendri : Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Informasi di Media Sosial

Kadis Kominfo Kota Pariaman Yalviendri : Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Informasi di Media Sosial

Plt.Kepala Dinas Kominfo Kota Paraman Yalviendri Ketika Menjadi Pembicara Pada Sarasehan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kota Pariaman, di Aula Kecamatan Pariaman Tengah, Rabu 23 Agustus 2017 ( Fhoto : Junaidi )

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM ---Masyarakat harus cerdas menyikapi informasi di media sosial (medsos). Oknum yang menyebarkan finah dan berita bohong (hoax) dapat dituntut dengan UU ITE.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri, ketika acara sarasehan kelompok informasi masyarakat (KIM) se-Kota Pariaman, di Aula Kecamatan Pariaman Tengah, Rabu (23/8/2017).

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang informasi yang didapat dari media sosial harus betul-betul disaring sebelum menyebarluaskannya, sehingga informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita harus bijak dalam menerima dan menyebarkan sebuah informasi. Dengan adanya UU ITE ini, kita dapat dijerat baik pidana penjara maupun denda," tukasnya.

Adapun Pidana Penjara dan Denda terkait Pasal Pencemaran Nama Baik dalam UU ITE Nomor 11 tahun 2008, pada pasal 27 ayat (3) UU ITE, berbunyi: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal 45 UU ITE
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Masih ada pasal lain dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik dan memiliki sanksi pidana dan denda yang lebih berat lagi, sesuai dengan pasal 36 UU ITE.

Pasal 36 UU ITE
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain"

Pasal 51 ayat (2) UU ITE
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar).

"Karena itu kita mesti berhati-hati dalam memberikan informasi atau menyebarkan informasi, apalagi sampai membuat pernyataan yang dapat menyinggung orang lain atau Hate Speecs, jadilah orang yang beretika dalam berbicara baik dalam dunia nyata maupun dunia maya," tutupnya. (bpc/rel)

Selasa, 22 Agustus 2017

Padang Pariaman Luncurkan Papa Tangkas Gada 119

Padang Pariaman Luncurkan Papa Tangkas Gada 119

Pemerintah Kabupaten Luncurkan Padang Pariaman Tanggap Kasus Darurat 119.Dengan program/aplikasi ini i akan memberikan pelayanan super cepat terhadap masyarakat yang mengalami kasus-kasus gawat-darurat

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM--Sekitar 70 persen peristiwa kematian dalam kasus gawat-darurat disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman segera meluncurkan Program Papa Tangkas Gada 119.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan sarana dan prasana, perangkat teknis serta sumber daya manusia yang akan menangani program tersebut,” kata dr H Aspinuddin, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Padang Pariaman kepada wartawan, Senin (21/8/2017).

Program Papa Tangkas Gada 119 yang dimaksudkan Aspinuddin adalah singkatan dari Padang Pariaman Tanggap Kasus Gawat-Darurat. Sedangkan angka 119 merupakan nomor telepon sentral yang dapat diakses masyarakat untuk memperoleh layanan penanganan medis bagi korban kasus-kasus gawat-darurat.

Sistem program ini, lanjut dia, sekaligus terkoneksi dengan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Kepolisian serta sejumlah rumah sakit rujukan. Tujuannya sebagai upaya mencegah kematian atau keadaan yang lebih buruk akibat keterlambatan penanganan.

“Dengan program/aplikasi ini kami akan memberikan pelayanan super cepat terhadap masyarakat yang mengalami kasus-kasus gawat-darurat. Saat ini kami sedang menyiapkan sarana-prasarana dan tenaga yang dibutuhkan seperti dokter spesialis berbagai penyakit yang stand by 24 jam,” jelas Aspinuddin.

Tidak hanya mengandalkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang berlokasi di Paritmalintang (Jln Raya Padang – Bukittinggi Km 42), menurut pria kelahiran 1 Mei 1964 ini, aplikasi Program Papa Tangkas Gada 119 akan terhubung secara online dengan rumah-rumah sakit lain, baik di Sumbar maupun di daerah lain, termasuk Jakarta.

“Aplikasi online ini memungkinkan petugas Papa Tangkas Gada 119 mengetahui kondisi terkini rumah-rumah sakit rujukan seperti kehadiran dokter umum dan dokter spesialis serta apakah ada tempat tidur yang kosong di ruang rawat inap atau penuh. Dengan demikian petugas program dapat segera menyarankan kepada petugas di lapangan agar membawa pasien ke rumah sakit mana sesuai kondisi penyakitnya,” papar pria yang akrab dengan sapaan Dokter Jimi ini.

Ia menambahkan, program ini akan mulai diluncurkan pada tahun 2018. Untuk itu, Jimi sudah mengajukan alokasi anggarannya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Padang Pariaman guna ditampung pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

“Program Papa Tangkas Gada 119 tidak hanya ditujukan kepada warga Kabupaten Padang Pariaman, akan tetapi untuk menyelamatkan siapa saja yang mengalami keadaan gawat-darurat di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, baik akibat mengalami kecelakaan, musibah, serangan jantung, stroke maupun jenis-jenis gawat-darurat lainnya,” papar Jimi.

Setelah melakukan pertolongan pertama, lanjut dia, kalau perlu petugas lapangan membawa pasien ke rumah sakit rujukan sesuai petunjuk petugas pemandu di sekretariat. Jika memerlukan tindakan medis seperti operasi, langsung dilakukan dengan biaya yang tersedia pada anggaran program.

“Terhadap pasien-pasien kritis terkait kasus gawat-darurat kan kita tidak mungkin mencari tahu terlebih dahulu siapa keluarga mereka yang akan bertanggungjawab membiayai. Barulah setelah keluarganya datang, pembiayaan pasien diserahkan kepada mereka,” katanya lagi.

Dokter Aspinuddin terkesan sangat inovatif. Segera setelah dilantik menjadi kadinkes oleh Bupati Ali Mukhni, ia langsung melakukan pendataan bersama jajarannya ke lapangan. Alhasil, ditemukan berbagai jenis penyakit yang diderita masyarakat yang sebelumnya cendrung kurang tertangani.

“Dengan dorongan Pak Bupati Ali Mukhni dan dukungan seluruh jajaran pemerintah kabupaten (pemkab) serta tokoh-tokoh masyarakat, kami membuat Program Padang Pariaman (Papa) Sehat yang mulai diluncurkan bulan Juni 2014,” ujarnya.

Program ini, kata dia, mendapat perhatian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tak ayal, Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SPM (K) pun berkunjung ke Padang Pariaman. “Beliau pun mencanangkan Program Papa Sehat di ruangan ini juga, Februari 2015,” jelas Aspinuddin.

Konsep Papa Sehat, sebut dia, antara lain berupa kunjungan bidan desa ke rumah-rumah masyarakat setiap hari, dijadikan Menkes sebagai model atau contoh secara nasional. Tidak sekadar berkunjung, bidan pun menanyakan keluhan penyakit kepada masyarakat. Jika ada, langsung melakukan penanganan medis. Kalau tidak memungkinkan, dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Kalau warga itu miskin, difasilitasi biayanya melalui Badan Amil Zakat Kabupaten.

“Dengan program ini, Alhamdulillah... angka kematian ibu melahirkan dan angka kesakitan masyarakat menurun secara drastis mulai tahun 2015 hingga sekarang,” kata Aspinuddin.

Selanjutnya, Dinkes menerapkan aplikasi pendaftaran secara online bagi masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas. Dengan demikian, masyarakat cukup mendaftar dari rumah melalui ponsel dan tidak perlu antri menunggu. “Aplikasi ini memungkinkan Pak Bupati dan kami bisa memantau perkembangan layanan di semua puskesmas guna mencarikan solusi jika ada permasalahan,” ujarnya pula. (****/001)

Jumat, 18 Agustus 2017

JCH Keloter 15 Embakasi Padang, Peringati HUT Ke-72 RI dengan Taushiah, Zikir dan Do'a Bersama

JCH Keloter 15 Embakasi Padang, Peringati HUT Ke-72 RI dengan Taushiah, Zikir dan Do'a Bersama

Sekretaris Daerah Padang Pariaman Jonpriadi Memberikan Arahan Dihadapan Jemaah Calon Haji Keloter 15 Embarkasi Padang, Sebelum dilaksanakannya Taushiah, Zikir dan Do'a Bersama, di  Hotel Asfar Plaza Mekkah ( Fhoto Afrinaldi Yunas)
Mekkah, BANGUNPIAMAN.COM--Jika di Indonesia, seluruh daerah memperingati HUT ke-72 RI melalui Upacara Bendera, maka jemaah calon haji Keloter 15 Embarkasi Padang yang sedang berada di Tanah Suci juga memperingatinya dengan mengadakan taushiah, zikir, dan doa.

Tema kegiatan yang diangkat oleh panitia adalah "Doa untuk Negeri dari Tanah Suci". Kegiatan tersebut  dilaksanakan di Hotel Asfar Plaza, sektor 7, berjarak sekitar 3,5 Km dari Masjidil Haram, Kamis 17 Agustus 2017.

Sekretaris Daerah Padang Pariaman Jonpriadi pada kesempatan tersebut berpesan, agar jemaah selalu menjaga kebersamaan alam membangun bangsa, negara, dan daerah melalui doa dari tanah suci."Saat ditempat mustajab agar jemaah ikut mendoakan negara dan daerah asal mereka," kata Jonpriadi.

Tuanku Baharudin dalam taushiyahnya menyampaikan, seluruh jemaah calon haji dari Indonesia bisa sampai ke tanah suci, karena negara Indonesia sudah merdeka. " Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini berkat perjuangan para pahlawan bangsa," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut seluruh jemaah calon haji berdo'a sekarang khusu'. Untuk mendo'akan negara Indoesia, daerah asal dan keluarga yang ditinggalkan. Ini adalah bagian kecil yang diberikan jemaah calon haji untuk bangsa dan negara Republik Indonesia

Akhir kegiatan, doa dipanjatkan dengan khusyu' oleh seluruh jamaah calon haji untuk negara, daerah dan keluarga. Berharap ini menjadi bagian kecil yang diberikan oleh jamaah calon haji untuk negara dan bangsa RI. (Laporan Afrinaldi Yunas dari Tanah Suci Mekkah/***)

Kamis, 17 Agustus 2017

Untuk Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama, Diperlukan Persamaan Persepsi

Untuk Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama, Diperlukan Persamaan Persepsi

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Padang Pariaman Helmi.M.Ag, Ketika Memberikan Arahan Dalam Rapat Koordinasi, Beberapa Waktu Lalu ( Fhoto : Humas Kamenag Padang Pariaman )

Kiambang, BANGUNPIAMAN.COM--Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Padang Pariaman Helmi mengatakan, untuk menjaga kerukunan antar umar beragama,  diperlukan persamaan persepsi atau pemahaman dari seluruh komponen masyarakat termasuk keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas), penyuluh agama dan pemuka agama.

Hal tersebut dikatakan  H. Helmi ketika membuka secara resmi kegiatan dialog lintas agama yang diselenggarakan di Aula Sekretariat Bersama (Sekber) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Padang Pariaman, Jl. Raya Padang-Bukittingi, KM 44, Kiambang, Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (16/8).

Kegiatan ini diadakan bertujuan agar peserta mampu mengetahui defenisi tata cara menjaga kerukunan antar umat beragama, saling menghormati dan saling memahami satu dengan yang lain. "Keberadaan mereka semua sangat dibutuhkan tengah kehidupan masyarakat agar mampu membawa pencerahan dan perubahan kearah yang lebih baik dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Padang Pariaman," ungkap Helmi.

Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag H. Helmi juga menyampaikan, pada tahun 2017, Kabupaten Padang Pariaman telah berhasil beberapa prestasi di bidang keagamaan. Salah satunya meraih Juara I Lomba Penyuluh Agama Islam tingkat Sumatera Barat. "Prestasi ini diraih PAI Funsional atas nama Lismawati dan akan mewakili Provinsi Sumbar ke tingkat nasional," papar mantan Wartawan Harian Semangat Padang itu

Selain itu, tambah H. Helmi, Kabupaten Padang Pariaman juga mengutus 24 orang peserta pada Lomba Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) tingkat nasional, ini merupakan peserta terbanyak diantara kabupaten/kota yang ada di Sumbar.
"Kabupaten Padang Pariaman juga masuk lima besar pada Lomba Pentas PAI dan Lomba Aksioma tingkat Provinsi Sumbar," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dialog Lintas Agama Kabupaten Padang Pariaman, H. Syafrizal mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu hari dengan mengambil tema 'Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dalam Pembangunan Bangsa' dan jumlah peserta 32 orang yang terdiri dari Ormas Islam sebanyak 18 orang, Penyuluh Agama Islam 3 orang dan Pemuka Agama Kristen/Katolik 4 orang serta utusan Kankemenag Padang Pariaman sebanyak 7 orang
.
"Nara sumber sebanyak dua orang yakni dari Kanwil Kemenag Sumbar, H. M. Rifky dan Kepala Kankemenag Padang Pariaman, H. Helmi. Untuk itu diharapkan utusan Ormas, PAI dan Pemuka Agama serta semua kalangan agar dapat memantapkan keharmonisan dan kerukunan setiap umat beragama di Kabupaten Padang Pariaman, " ulasnya (***/mdw-wis)


Senin, 14 Agustus 2017

Walikota Mukhlis Rahman Resmikan "One Day For Children"

Walikota Mukhlis Rahman Resmikan "One Day For Children"

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny.Reni Mukhlis Menyaksikan Penampilan Anak-Anak Memainkan Gandang-Gandang Tassa, Usai Meresmikan "One Day For Children", Senin 14 Agustus 2017, di Pantai Gandoriah Pariaman ( Fhoto : Junaidi /Kominfo Kota Pariaman )
Kota Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM --Untuk mengatasi masalah-masalah sosial, akhlak dan budi pekerti, bagi anak-anak diharapkan kepada orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama sedini mungkin. Karenanya semua elemen harus saling bekerja sama.

" Karena itu kepada orangtua dan masyarakat agar dapat mengikuti program "Maghrib Mengaji" dan Subuh Mubarokah yang sudah dicanangkan Pemerintah Kota Pariaman, sehingga apabila tingkat keimanan kita telah tinggi, niscaya masalah sosial, tidak akan marak lagi di tengah masyarakat,".kata Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman, ketika meresmikan "One Day For Children" (Satu Hari Bersama Anak) di Kota Pariaman yang dilaksanakan oleh Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Delima pimpinan Fatmiyeti Kahar di Pantai Gandoriah, Senin (14/8/2017).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Reni Mukhlis, Kadis Sosial Kota Pariaman Afnil, Kadis Pehubungan Kota Pariaman Yota Balad, Kadis Perindagkop dan UMKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, Camat Pariaman Utara Ferry Ferdian serta undangan lainnya.

Walikota mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada RPSA Delima  karena organisasi ini adalah satu-satunya yang didirikan oleh masyarakat dan swadaya, yang menampung dan melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan yang mereka alami, baik anak-anak di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman dan umumnya untuk anak-anak di Sumatera Barat

Melalui One Day For Children ini, mestinya tidak ada anak yang berbeda, semua anak adalah sama, baik yang mengalami kekerasan, maupun yang kurang beruntung ataupun yang hidup normal. Anak-anak Pariaman mempunyai hak yang sama, mulai dari yang tinggal di panti asuhan, di RPSA maupun yang tinggal bersama orangtua maupun keluarganya.

"Mari kita kerja nyata untuk mengingatkan kembali dan menggugah kepedulian serta kesadaran tentang pentingnya pemenuhan dan perlindungan akan hak-hak anak," tuturnya.

Kabid Revitalisasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Suyanto mengatakan,RPSA Delima adalah satu-satunya RPSA yang ada di Sumatera Barat yang sejak tahun 2006 telah aktif mengurusi masalah yang menimpa anak.

"Dengan diadakannya One Day For Children ini, diharapkan dapat menjadi starting point bagi Kota Pariaman khususnya dan Sumatera Barat umumnya, untuk dapat memenuhi dan memberikan kasih sayang kepada anak, sebagai generasi penerus kita nantinya," tukasnya.

Acara diikuti 250 anak yang tinggal di RPSA, Panti Asuhan dan anak sekolah, baik Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan "One Day For Children"  tahun 2017 ini adalah kali pertama kami lakukan, dan diisi dengan permainan gandang tasa dari anak sekolah yang ada di Kota Pariaman, solo song, tari kreasi, tari anti narkoba dan lainnya, setelah itu dibagikan bingkisan untuk anak-anak yang datang. (***rel)

Jumat, 11 Agustus 2017

Wawako Genius Umar Lepas Kontingen Pramuka Ke Raimuna Nasional

Wawako Genius Umar Lepas Kontingen Pramuka Ke Raimuna Nasional

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar Menyalami Salah Seorang Kontingen Pramuka Kota Pariaman, Untuk Mengikuti Raimuna Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur pada tanggal 14 s/d 21 Agustus 2017 mendatang  ( Fhoto : Junaidi )

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--- Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar Jum'at Sore (11/8/2017), di halaman balaikota melepas kontingen Pramuka,  untuk mengikuti Raimuna Nasional ke-11 di Bumi Perkemahan Cibubur, yang akan dilaksanakan dari tanggal .14 s/d 21 Agustus 2017

Menurut Genius Umar, dengan berkumpulnya 15.000 pramuka dari seluruh Indonesia, ini akan menyatukan adik-adik Pramuka dalam kesatuan gerakan pramuka maupun sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keragaman, baik keragaman suku, agama, adat istiadat dan budaya.

"Kegiatan ini saya nilai memiliki peran yang sangat strategis bagi gerakan pramuka, khususnya pramuka penegak dan pandega serta generasi muda pada umumnya, dalam upaya memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian," ucap Genius Umar.

Kegiatan Raimuna Nasional ini wadah yang sangat tepat dan strategis dalam membangun dan mengembangkan sikap dan prilaku generasi muda pada hal-hal positif, sebagai bagian dan upaya mempererat rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Genius Umar mengungkapkan, Kontingen pramuka Kota Pariaman yang mengikuti ajang Raimuna Nasional XI tahun 2017 di Buper Cibubur, sebanyak 24 orang, yang nantinya, mereka diharapkan dapat menjadi kebanggan bagi pramuka di sekolah asalnya, dan kebanggaan bagi Kwarcab 16 Kota Pariaman

"Ikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama 8 hari, yang dimulai tanggal 14-21 Agustus 2017 di ajang Raimuna Nasional ini, sehingga ilmu dan pengalaman yang didapat nantinya, akan bermanfaat dan dapat menularkanya kepada rekan-rekanya, sekolahnya, dan masyarakat dimana tempat dia tinggal, sesuai dengan tema Raimuna Nasional kali ini, yaitu Kreatif, Inovatif, Berkarakter," tutupnya

Genius Umar berharap Pramuka yang menjadi duta pramuka Kota Pariaman, dapat menjaga nama baik daerah, raih ilmu dan prestasi, tunjukan bahwa pramuka Kota Pariaman mempunyai skill, disiplin, dan dedikasi yang tinggi terhadap gerakan pramuka, serta dapat memberikan yang terbaik untuk Kota Pariaman.(***/rel)








Kamis, 10 Agustus 2017

Wako Mukhlis Rahman,  Resmi Melepas 116 Orang Jemaah Calon Haji Pariaman

Wako Mukhlis Rahman, Resmi Melepas 116 Orang Jemaah Calon Haji Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Menyalami Jemaah Calon Haji Kota Pariaman, Usai Melepas Secara Resmi di Balairung Walikota Pariaman, Kamis 10 Agustus 2018. ( Fhoto : Humas )

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Kamis (10/8/2017) resmi melepas sebanyak 116 orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Pariaman tahun 2017,  di Balairung rumah dinas Walikota Pariaman, Kamis (10/8).

Nampak hadir dalam acara ini Anggota DPR RI  Jhon Kennedy Azis, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Wakil Ketua DPRD Syafinal Akbar, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur, Forkopimda, Kepala SOPD, Kabag, Camat dan para JCH warga Kota Pariaman.

Mukhlis Rahman berharap kepada para jamaah calon haji asal Kota Pariaman hendaknya dapat memahami hakikat dari ibadah haji itu sendiri, yaitu ibadah secara total. "Ibadah haji yang akan saudara-saudara laksanakan, hendaknya akan bermuara pada perubahan perilaku setelah pulang nanti, tidak hanya menjadi lebih baik bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain, daerah, bangsa dan Negara," ulas Mukhlis

Pada tahun 2017 M/1438 H ini, warga Kota Pariaman yang akan menunaikan ibadah haji berjumlah 116 orang, dengan rincian 41 orang laki-laki, dan 75 orang perempuan, dengan JCH tertua berumur 87 tahun atas nama Nazarudin Muhammad, dan yang termuda 29 tahun atas nama Jhoni Suryaman Nasril Chan, ditambah dengan 1 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), dan 1 orang Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI)

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh JCH warga Kota Pariaman yang akan tergabung dengan Kloter 15, bergabung dengan JCH asal Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Semoga selama disana, dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, selamat dalam perjalanannya, dimudahkan pelaksanaannya, dan kembali ke tanah air dengan sehat wal afiat serta menjadi haji mabrur, " tuturnya

Menurut Mukhlis, ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para JCH Kota Pariaman selama berada di tanah suci, yang Pertama, Jaga Kesehatan, karena ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima, ditambah suhu udara yang panas, Kedua, Persiapan Mental, berlatih sabar dalam menghadapi ujian berbagai ketidaknyamanan selama ibadah haji, dan Ketiga, Persiapan Ilmu Tentang Haji, memahami tentang rukun haji, wajib haji, sunah haji, dan larangan-larangan haji, agar kita dapat menjalani ibadah haji dengan benar dan lebih sempurna," tutupnya.(rel/001)


Lomba Balap Karung,  Wabup Suhatri Bur Akhirnya Juara

Lomba Balap Karung, Wabup Suhatri Bur Akhirnya Juara

Wabup Padang Pariaman Akhirnya Juara Lomba Balap Karung, Kegiatan Ini Digelar Dalam Rangka Menyambut HUT-RI-Ke-72, yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Paritmalintang ( Fhoto  Humas )
Parik Malintang, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatribur, SE. MM beserta Sekertaris Daerah dan para jajaran eselon 2 turut berpartisipasi dan bersukaria dalam berbagai perlombaan yang diadakan Rabu, (9/8/2017) di halaman Kantor Bupati di Parit Malintang.

Berbagai lomba yang diikuti antara lain Lomba Senam, lomba memasukkan paku ke dalam botol, membawa kelereng dalam sendok, Tangkelek Panjang dan Lomba Pacu Karung.

Perlombaan senam yg diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah, Kecamatan, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah berjalan selayaknya mengikuti senam biasa, dengan mencontoh instruktur yang berada di depan. Masing-masing instansi yang minimal terdiri dari 10 orang dikelompokkan sesuai barisan berdasarkan nomor lotnya. Pemenang dinilai berdasarkan keserasian, baik pakaian maupun gerakannya, serta ketepatan gerakan dengan yang dicontohkan instruktur.

Perlombaan di sisi lain lapangan dilanjutkan dengan memasang paku yang diikat di pinggang peserta dari para eselon 2 dan 3, untuk dimasukkan ke dalam botol. Pada pertandingan ini, selain diikuti Wakil Bupati, juga diikuti Sekretaris Daerah, Jonpriadi serta Kepala BKPSDM, Anwar. Masing masing tertawa lepas dan bahagia, mungkin teringat dengan masa kecilnya.

Para pejabat terus berjalan mengikuti lomba kelereng, Tangkelek (Sandal Panjang ), dan akhirnya kemujuran mendekati Wakil Bupati, yang meski badannya tidak bisa dibilang kurus, ternyata berhasil dengan gesit memenangkan lomba pacu karung.

Lomba lomba yang diadakan sehari penuh tadi, menurut Koordinator Lomba, Hendri Satria hanya sebahagian kecil dari berbagai lomba yang diadakan oleh instansi lain, semisal Lomba Kebersihan Kantor Camat, lomba UKS, Penilaian Nagari Berprastasi, dan lain sebagainya. Masing masing pengumuman dan hadiah lomba sendiri nantinya akan disampaikan pada saat acara puncak peringatan HUT ke 72 nanti.

Di samping itu, dalam perayaan puncak tersebut, Bupati Padang Pariaman juga akan menyerahkan penghargaan bagi orang orang yang memiliki andil dalam hal pembangunan kabupaten dan sudah diberikan sejak tahun 2014 lalu.

Jauhi jauh hari, bupati juga selalu menghimbau dan memberikan edaran dari tingkat Kabupaten, sampai dengan kecamatan, Nagari dan Korong untuk membersihkan lingkungan, memasang umbul umbul, hingga menaikkan bendera merah putih di pekarangan rumah penduduk, sehingga saat ini sepanjang jalan Kabupaten sudah semarak, bersih, dan siap menyambut Hari Jadi Bangsa, Merdeka! (rel/***)

Rabu, 09 Agustus 2017

Ny.Nevi Irwan Prayitno Pimpin Langsung Penilaian Kader Posyandu, di Pauah Kuraitaji Pariaman Selatan

Ny.Nevi Irwan Prayitno Pimpin Langsung Penilaian Kader Posyandu, di Pauah Kuraitaji Pariaman Selatan

Ny.Nevi Irwan Prayitno didampingi Ny.Reni Mukhlis dan Walikota Mukhlis Rahman Disambut Siriah Dalam Carano, Rabu 9 Agustus 2017, Ketika Melakukan Penilaian Kepada Kader Posyandu di Desa Pauh Kuraitanji Kecamatan Pariaman Selatan ( Fhoto : Edi Junaidi/Kominfo)
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Tim Penilai Lomba Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017 yang dipimpin  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar Ny.Nevi Irwan Prayitno  beserta rombongan, mengunjungi Desa Pauah Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Rabu ( 9/8).

Kedatangan Ny.Nevi Irwan Prayitno bersama rombongan tersebut disambut langsung Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pariaman Ny.Reni Mukhlis, Kepala OPD dilingkungan Pemko Pariaman, Camat Pariaman Selatan serta kader posyandu..

Menurut Mukhlis Rahman, terpilihnya Reni Susriyenti sebagai Kader Posyandu “Kasih Bunda” Desa Pauah Kuraitaji  mewakili Kota Pariaman di Tingkat Provinsi Sumatera Barat,  berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi dari Tim Kota Pariaman. Sehingga terpilih Reni Susriyenti sebagai juara I (satu) tingkat Kota Pariaman. Reni berhasil mengalahkan 1090 Kader di Kota Pariaman dan 218 Posyandu yang ada di Kota Pariaman.

“Peran Posyandu sebagai wahana pelayanan dari berbagai program yang ada, perlu lebih kita intensifkan dengan pembinaan posyandu oleh Pokjanal Posyandu di Tingkat Kota dan Kecamatan serta pembinaan oleh Pokja Posyandu di Desa/Kelurahan dibawah kepemimpinan Kepala Desa/Lurah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan kegiatan Posyandu," katanya.

Ia menambahkan Posyandu merupakan wadah peran masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar dan gizi masyarakat guna mendukung dan membina pelayanan kesehatan dasar yang merata dan terjangkau, jelasnya. “Apalagi saat ini peranan Posyandu lebih ditingkatkan lagi dengan meningintegrasikan pada Program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” tuturnya.

Walikota Pariaman meminta Tim Penggerak PKK, Dinas PMD, Dinas Kesehatan serta SOPD terkait untuk lebih progresif melakukan pengintegrasian posyandu di Kota Pariaman sesuai dengan kondisi Desa/Kelurahan, ujarnya. Ketua Tim Penilaian Lomba Kader Posyandu Provinsi Sumbar ibu Nevi Irwan Prayitno mengatakan, Kota Pariaman termasuk 5 besar terbaik Kader Posyandu di tingkat Sumbar, yang diwakili oleh Kadernya Reni Susriyenti, Posyandu Kasih Bunda Desa Pauah Kuraitaji.

" Penilaian yang kita lakukan adalah menyesuaikan data dengan kenyataan dilapangan. Kita melihat bagaimana posyandu beserta kader, PAUD dan Lansia serta pengurus desa, setelah itu hasilnya nanti akan dipertimbangkan oleh tim, jelasnya. Kita sama-sama berharap Kota Pariamam menjadi yang terbaik dalam lomba kader posyandu berprestasi pada tahun ini," pungkasnya.

Sementara itu Ny.Nevi Irwan Prayinto mengatakan, dengan meningkatnya kader posyandu, maka masyarakat tidak perlu lagi pergi kepuskesmas, Pustu dan rumah sakit. Karena, di posyandu semuanya sudah ada. Hanya tinggal pelayanan lagi yang harus ditingkatkan oleh masing-masing posyandu.

“Dengan adanya revitalisasi posyandu, yang terintegrasi dengan BKB dan PAUD, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah dalam pelayanan kesehatan anak dan pembelajarannya,” tambhanya.(rel/ej)

Senin, 07 Agustus 2017

Wako Mukhlis Rahman Tandatangani NPHD Pilkada Pariaman Tahun 2018

Wako Mukhlis Rahman Tandatangani NPHD Pilkada Pariaman Tahun 2018

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Menyerahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Pilkada Tahun 2018 kepada Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria yang didampingi Ketua KPU Sumbar Amnasmen, Senin 7 Agustus 2018, di aula Balai Kota Pariaman
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM-- Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman menandatanganani Naskah Perjanjian Hibah Daerah Pemilihan Kepala Daerah (NPHD Pilkada) 2018 pada KPUD Kota Pariaman dan Polres Pariaman, Senin (07/8) di Aula Balai Kota Pariaman.

Acara ini juga disaksikan oleh KPU Provinsi Sumbar Amnasmen beserta jajarannya,Ketua KPUD Kota Pariaman Budi Satria dan jajarannya, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Oktobrianto, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah, Kepala Pengadilan Negeri Pariaman Admiral, Sekda Kota Pariaman Indra Sakti, SOPD Kota Pariaman dan undangan yang hadir.

Dengan ditandatanganinya NPHD tersebut, berarti KPU Kota Pariaman telah memulai salah satu tahapan krusial dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar serentak pada 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten di Indonesia.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, penandatanganan NPHD  merupakan legalitas pemberian bantuan dana hibah, untuk pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 yang sesuai dengan Permendagri Nomor 51 Tahun 2015 tentang peraturan mekanisme pengelolaan dana hibah, maka pendanaan pilkada serentak tahun 2018 telah dialokasikan dalam APBD tahun 2017.

“Pada tahun 2017 ini akan disalurkan sebagian dan sisanya akan disalurkan pada tahun 2018 mendatang. Jumlah dana hibah untuk KPU Kota Pariaman sebesar Rp 11.449.818.650, yang disalurkan dua tahap, tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp 6.500.000.000 dan tahap kedua pada tahun 2018 sebesar Rp 4.949.818.650,” tukasnya.

Mukhlis Rahman juga menjelaskan jumlah dana hibah untuk Polres Pariaman sebesar Rp 1.978.493.000 dengan penyaluran dua tahap. Tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp 1.500.000.000 dan tahap dua pada tahun 2018 sebesar Rp 478.493.000. Kita juga telah menganggarkan untuk Panwaslu sebesar 4,2 M,ucapnya.

 “Dengan ditandatanganinya NPHD ini, berarti KPU Kota Pariaman lebih mudah dalam bekerja karena sudah memiliki dana untuk melakukan proses maupun tahapan Pilkada, sehingga agenda Pilkada 2018 ini, nantinya akan berjalan dengan baik, tidak boleh tidak,” tegasnya.

Ia berharap KPU memanfaatkan secara maksimal dana hibah yang diberikan, serta dapat mempertanggung jawabkan dengan baik, dan menyelesaikan administrasi keuangan secara cepat dan tepat.

Kemudian, berpesan ke KPU Pariaman, untuk terus berkoordinasi dengan KPU Sumatera Barat. Sehingga, pelaksanaan Pilkada berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai Pilkada ini melemahkan sendi-sendi berbangsa bernegara serta kehidupan bermasyarakat,” tukasnya.

Ketua KPU Provinsi Sumbar Amnasmen menyampaikan, penandatanganan NPHD Pariaman adalah daerah ketiga yang telah melaksanakan NPHD. Diantara empat daerah yang ikut pilkada serentak yaitu Kota Padang, Sawahlunto, Kota Pariaman dan Padang Panjang. Saat ini Padang Panjang masih belum melakukan penandatanganan NPHD. Karena sebenarnya batas akhirnya yakni 27 September 2017," tutupnya.

sumber : www.pariamankota.go.id

Sabtu, 05 Agustus 2017

KUA dan PPAS Padang Pariaman Tahun 2018 Mulai Dibahas Eksekutif dan Legislatif

KUA dan PPAS Padang Pariaman Tahun 2018 Mulai Dibahas Eksekutif dan Legislatif

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Menyerahkan Nota Penjelasan KUA PPAS Tahun 2018 Kepada Ketua DPRD H.Faisal Arifin yang disaksikan Wakil Ketua DPRD Motia Aziz, Sekretaris Daerah Jonpriadi serta didampingi Anggota DPRD ( Fhoto Humas ).
Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM--Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018 mulai dibahas eksekutif dan legislatif, Jumat (4/8/2017).

Sidang pertama membahas rancangan anggaran kegiatan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tahun 2028 itu ditandai dengan ketokan palu sidang sebanyak tiga kali oleh Ketua DPRD Faisal Arifin.

Sidang paripurna mendengarkan penyampaian Nota Penjelasan Bupati tentang KUA PPAS Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018 juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Mothia Azis, unsur pimpinan DPRD, Ketua Fraksi, anggota DPRD dengan jumlah yang melebihi quorum.

Dari kursi eksekutif terlihat Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Sekretaris Daerah Jonpriadi, Sekretaris DPRD Muhadek Salman, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian dan Direktur RSUD.

Pada nota penjelasan Bupati yang dibacakan Wabup disampaikan bahwa KUA PPAS disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Selanjutnya Wabup Suhatri Bur menjelaskan asumsi yang dipakai dalam menyusun KUA PPAS 2018 tersebut antara lain, pertama PAD sebesar Rp102,497 miliar, diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 19,41% dari tahun 2017.

Kedua dana Perimbangan sebesar Rp1,133 Triliun, diasumsikan sama dengan tahun 2017. Ketiga, lain lain Pendapatan Daerah sebesar Rp198,638 miliar, diperkirakan naik 2,58% dari tahun 2017 yang berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya. Kemudian penerimaan pembiayaan sebesar Rp35,87 miliar yang berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan (SILPA) tahun 2017.

Sementara itu, Belanja Daerah diperkirakan sebesar Rp1,593 triliun terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp900,926 miliar dan Belanja Langsung sebesar Rp692,558 miliar.

"Dari uraian di atas terdapat defisit sebesar Rp139,757 miliar. Defisit ini masih jauh dari batas defisit yang diatur dalam aturan perundang-undangan yang hanya menolerir sekitar Rp38 miliar," ujar Wabup.

"Kami di eksekutif berusaha melakukan rasionalisasi sehingga defisit bisa memenuhi ambang batas yang diperbolehkan," kata Wabup berjanji.

Wabup Suhatri Bur menyampaikan kenapa defisit sampai membengkak menjadi sebesar tersebut karena pada tahun 2018 ada persiapan event Porprov Sumbar yang akan digelar di Padang Pariaman, selanjutnya kebutuhan sarana prasarana Kawasan Tarok City, tunjangan gaji anggota DPRD dan penerapan Tunjangan Penghasilan Pegawai secara optimal. "Keempat hal di atas yang membuat rencana APBD 2018 membuat angka defisit menjadi besar," tukuk Wabup.

Setelah mendengarkan nota penjelasan KUA PPAS, dilakukan serah terima dokumen secara resmi dan sidang pun ditutup oleh Ketua DPRD. (rel/wis)

Kamis, 03 Agustus 2017

Kodim 0308 Gandeng Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman Canangkan Bhakti TNI KB-Kes 2017

Kodim 0308 Gandeng Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman Canangkan Bhakti TNI KB-Kes 2017

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman yang didampingi Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni serta Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh. Hermawansyah Canangkan Bhakti TNI KB-Kesehatan, Kamis 3 Agustus 2017, di halaman Makodim Pariaman (***)
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM--Kodim 0308 Pariaman yang dikomandoi Letkol Arh. Hermawansyah gandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman lakukan pencanangan Bhakti TNI KB-Kesehatan dalam rangka peningkatan program kependudukan keluarga berencana dan wujud keseimbangan pertumbuhan penduduk.

Kegiatan ini ditandai pemukulan gong oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman yang disaksikan juga oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni di Halaman markas Kodim 0308 Pariaman di Toboh Palabah, Kamis (3/8/2017).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Syahruddin, Forkopimda Pariaman dan Padang Pariaman, MUI Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Kepala DP3AKB Kota Pariaman Definal, Kepala PPKB Kabupaten Padang Pariaman Yutiardi Rivai, Perwakilan Kapolres Pariaman, Kepala OPD Pemko Pariaman, serta Para tenaga operasional Bidan dari Duo daerah yang bertetangga tersebut.

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman dalam pidatonya menuturkan Program KB-Kesehatan sangat bermamfaat dalam jangka panjang, terkendalinya pertumbuhan penduduk akan memiliki dampak positif lain terutama bagi kesejahteraan perekonomian keluarga.

Urusan KB bukan hanya urusan kaum perempuan, namun harus didukung oleh pria. Paradigma bahwa perempuan sebagai objek KB harus dirubah dengan paradigma bahwa pria dan perempuan bersama-sama ikut program KB.

“Program ini secara nyata bisa memberikan pengaruh positif sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera,” tutup Mukhlis.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengapresiasi Kodim 0308 Pariaman dalam menggiatkan kegiatan kesehatan dalam mendukung program pemerintah.

Ia juga menuturkan keberhasilan program KB di daerahnya, sebagaimana dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Surabaya tahun lalu, ia bersama Komandan Kodim (Dandim) 0308 Letkol Inf Nursyamsuddin menerima penghargaan tertinggi dari Presiden RI dan hanya satu-satunya Dandim yang menerima penghargaan di kala itu sebagai wujud kemanunggalan TNI bersama bersama pemerintah daerah.

Selanjutnya dalam ekspose Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh. Hermawansyah menuturkan, kerja sama yang dilakukan oleh Kodim 0308 Pariaman dengan pemerintah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman telah berlangsung cukup lama, dan kita selalu mendukung program yang dibuat oleh pemerintah tersebut dengan tujuan untuk menuju kesejahteraan keluarga dan ketahanan keluarga, sehingga tercipta ekonomi yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menggelar perlombaan grup kesenian dari dua daerah bertetangga ini serta kegiatan pemasangan alat KB dan implan kepada masyarakat di dua wilayah ini. (rel/***)
Gas Melon 3 Kg, Langka di Patamuan

Gas Melon 3 Kg, Langka di Patamuan

Patamuan, BANGUNPIAMAN.COM – Keberadaan gas 3 kilogram atau gas melon di kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman, mendadak langka. Sekalipun ada, harganya jauh lebih mahal dari harga pasaran pada hari biasanya.

Harga biasanya dipengencer bukan agen hanya Rp20 ribu saja, namun saat ini sudah menjadi Rp.23 ribu s/d Rp.25 ribu. “Kami sudah mutar-mutar kemana-mana, namun semua penjual gas mengatakan gas belum datang. Padahal sudah kosong selama lima hari," sebut Nen salah seorang ibu rumah tangga, di Kampuang Tangah Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian Kecamatan Patamuan, Kamis (6/8/2017)

Sementara itu Nurmi, ibu rumah tangga, mengaku pusing dengan kelangkaan gas 3 kilogram tersebut. Karena, bilapun ada barangnya, ia terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membelinya.

 " Kami rakyat kecil ini mohon perhatian pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya, sehingga gas tidak langka lagi. Kemudian diharapkan pemerintah untuk menertibkan harga gas, karena setiap pengencer harganya berbeda-beda. Ada yang menjual Rp.22 ribu, kemudian ada juga yang menjual Rp.25 ribu," harapnya.(wis)

UIN Imam Bonjol Tertarik Bangun Kampus Di Kawasan Tarok City Padang Pariaman

UIN Imam Bonjol Tertarik Bangun Kampus Di Kawasan Tarok City Padang Pariaman

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Fhoto Bersama Dengan Jajaran Senat UIN Imam Bonjol Padang, Usai Mempresentasikan Kawasan Tarok City, Selasa 1 Agustus 2018 ( Fhoto : Humas )
Padang,BANGUNPIAMAN.COM--Roadshow Bupati Ali Mukhni menawarkan lahan di Kawasan Tarok City kepada lembaga pendidikan tinggi terus berlanjut.

Hari Selasa (1/8/2017) di depan Wakil Rektor I, II, Ketua beserta anggota Senat Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang (dahulu IAIN Imam Bonjol Padang), orang nomor satu di Padang Pariaman itu mempresentasikan Tarok City dan perkembangan terakhirnya di aula pertemuan Pascasarjana UIN IB Padang.

Presentasi di depan civitas academica UIN IB Padang itu merupakan lanjutan dari perbincangan pendahuluan Ali Mukhni dengan Rektor UIN IB Dr. Eka Putra Wirman, M.Ag, Kemenpan RB Asman Abnur dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno beberapa bulan sebelumnya.

Di hadapan anggota Senat UIN IB Padang, Ali Mukhni memaparkan bahwa kawasan Tarok City merupakan Tanah Negara seluas 697 Ha yang peruntukan dan pemanfaatanya diserahkan kepada Bupati Padang Pariaman sesuai dengan RTRW. Hal ini didasari oleh Surat Keputusan Kepala BPN No.25-V,B-2003, tanggal 3 September 2013.

Untuk itu, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pemerintah Daerah menjadikan lahan ini sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diberi nama Tarok City. Di lokasi ini telah dibuka jalan masuk selebar 70 meter dan juga telah ditetapkan zonasi peruntukan sesuai MOU dengan berbagai pihak, jelas penderima penghargaan Satya Pembangunan ini.

Ali Mukhni juga menjelaskan bahwa beberapa pendidikan tinggi di Sumbar sudah terlebih dahulu menyatakan keinginannya bergabung di Tarok City seperti UNP, Politeknik Negeri Padang, ISI Padang Panjang plus diklat milik LAN dan Lemsaneg.

"Kepada UNP kami tawarkan 150 Ha, ISI Padang Panjang 40 Ha, Politeknik Negeri Padang 50 Ha, LAN 40 HA dan Lemsaneg 40 Ha. Semuanya gratis bahkan sertifikatnya juga gratis," kata peraih WTP empat kali berturut turut itu.

"Kepada UIN kami tawarkan 40 Ha. Jika tidak cukup bisa kita tambah sesuai dengan kebutuhannya," tukuk Ali Mukhni.

Tidak lupa Bupati Ali Mukhni mengajak Rektor beserta anggota Senat untuk mengunjungi Padang Pariaman dan melihat lokasi Tarok City setelah ditandatanganinya MoU nanti.

Wakil Rektor I, DR. Ikhwan, SH.M.Ag menyambut gembira tawaran Bupati Padang Pariaman yang didampingi Kepala Bapelitbangda dan Kabag Humas itu. Dalam sambutannya Ikhwan menyatakan kekagumannya pada Bupati Padang PAriaman dua periode itu dengan pemikiran yang jauh ke depan melampui zamannya.

"Kami mengundang Bapak Bupati ke UIN Imam Bonjol untuk mendengarkan visinya tentang pembangunan pendidikan di Padang Pariaman terkait dengan pemberitaan Tarok City yang mendunia," jelas Ikhwan diamini oleh Ketua Senat.

Dari pemaparan bapak Bupati, sambungnya, dapat dilihat visi yang kuat dari seorang kepala daerah terhadap pendidikan di daerahnya. Ikhwan kemudian juga menceritakan rencana pengembangan UIN IB Padang yang mengalami kendala lahan.

"Sebenarnya, Islamic Development Bank (IDB) berkomitmen membantu UIN IB mengembangkan UIN. Beberapa waktu yang lalu, IDB berkunjung ke kampus II Lubuk Lintah dan Kampus III Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol (IAIN IB) Padang, di Sungai Bangek, Koto Tangah Kota Padang," katanya bercerita.

"Inti dari komitmen IDB adalah, persetujuan IDB untuk menyalurkan bantuannya ke IAIN IB Padang sebagai bentuk pengembangan fisik dan pembangunan kampus di atas tanah seluas 63 hektare di Sungai Bangek," katanya lagi.

Menyikapi, paparan Bupati Padang Pariaman, Ikhwan dan beberapa anggota senat lainnya menilai kawasan Tarok City ini sangat perspektif dan pihak UIN tertarik untuk menyambut tawaran Bupati Padang Pariaman dan meminta dilebihkan dari tawaran Bupati. Tanpa pikir panjang, Bupati Ali Mukhni menyambut dengan mengatakan untuk UIN diberikan lebih dari 70 Ha yang disambut teriakan alhamdulillah dari semua yang hadir. (***/rel)

Harganas Ke XXIV di Padang Pariaman Dimeriahkan Dengan  Gerak Jalan Sehat

Harganas Ke XXIV di Padang Pariaman Dimeriahkan Dengan Gerak Jalan Sehat

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Ketika Mengikuti Gerak Jalan Dalam Rangka Memperingati Hari Keluarga Nasional Ke XXIV  tingkat Kabupaten Padang Pariaman, di Kecamatan V Koto Kampung Dalam  ( Humas )
V Koto Kampung Dalam, BANGUNPIAMAN.COM--Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV tahun 2017 tingkat Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan acara gerak jalan, Selasa (2/8). Acara dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Padang Pariaman di Kecamatan V Koto Kampuang Dalam.

Peserta gerak jalan dilepas langsung oleh Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat didampingi Bupati Padang Pariaman, dimana start diawali di depan Masjid Raya Ismael Pasar Raya Kampung Dalam melalui jalan kampung kurang lebih 2 Km dan finish di Jembatan Cimpago yang baru saja selesai pengerjaannya itu.

Dalam kesempatan itu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyampaikan apresiasi dan bahagianya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Bupati mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan berharap nanti ke depannya kegiatan ini dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah dan membentuk perilaku anak di dalam rumah tangga yang berakhlak mulia, berbakti dan bertanggung jawab sehingga dapat melahirkan generasi bangsa untuk menjadi pemimpin khususnya di Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala BKKBN Prov. Sumatera Barat mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wahana untuk mengingatkan kita kembali arti petingnya sebuah keluarga sebagai pilar persatuan bangsa.

"Keluarga awal mulanya seluruh kehidupan dengan cinta kasih sayang yang tiada batas dan tiada akhir dan tempat awal bermulanya seorang anak melakukan sosialisasi diri sebelum mengenali lingkungan," ujarnya dengan penuh semangat.

Kepala Dinas Pengendian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kab. Padang Pariaman Drs. Yutiardy Rivai, Aptk selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa dengan memperingati hari keluarga nasional ini dapat mengingatkan kita kembali apa arti dari sebuah keluarga dan berharap kedepanya memupuk tali persaudaraan, persatuan dalam sebuah keluarga sehingga terciptanya keluarga yang harmonis dan sejahtera kedepanya.

Acara gerak jalan turut dimeriahkan siswa/siswi SMP dan SMA se-V Koto Kampung Dalam memperebutkan berbagai macam hadiah yang telah dipersiapkan oleh panitia acara.

Peringatan Harganas juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman, anggota DPRD, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, Forkompimda, Camat V Koto Kampung Dalam, wali nagari setempat dan masyarakat V Koto Kampung Dalam. (***/rel)

Selasa, 01 Agustus 2017

Kota Pariaman Berduka, Ir.John Edwar Wakil Ketua DPRD Berpulang Kerahmatullah.

Kota Pariaman Berduka, Ir.John Edwar Wakil Ketua DPRD Berpulang Kerahmatullah.


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Kota Pariaman kehilangan putra terbaiknya. Ir.John Edwar yang sehari-harinya menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman telah berpulang keramatullah, sekitar pukul 15.30 Wib, di rumah sakit Siti Rahmah Padang.

"Innalilahiwainalilahirojiun. Telah berpulang Kerahmatullah Sahabat Saya Ir.John Edwar Wakil ketua DPRD Kota Pariaman Jam 15.30 siang ini selasa 01/08/2017 di rumah sakit siti rahmah. Jenazah akan disemayamkan di Naras Pariaman. Semoga Alm diterima disisi ALLAH SWT.. keluarga yg ditinggal Tabah dan sabar.. Amin Ya Allah... Selamat jalan Pak John," begitu status FB Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin,

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin yang dikutip dari www.antarasumbar.com,  menyebutkan setelah menjalani operasi batu ginjal tersebut, almarhum tidak sadarkan diri. "Bahkan setelah operasi, tim medis mengetahui adanya tumor seberat setengah kilogram dalam usus almarhum dan telah terjadi kebocoran usus," katanya.

Menurut Mardison Mahyuddin, kepergian Jhon Edwar meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan di DPRD Kota Pariaman sebab almarhum semasa hidupnya dikenal aktif dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Jhon Edwar merupakan politisi Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman memasuki masa kerja tahun ketiga dalam periode 2014-2019. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Jenazah Almarhum direncanakan akan dimakamkan di Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman pada Rabu (2/8).Sebelumnya, jenazah akan disemayamkan di Kantor DPRD Kota Pariaman untuk memberikan penghormatan terakhir (wis/www.antarasumbar.com)

Wabup Suhatri Bur Apresiasi Program "Lampu Listrik Mandiri Rakyat" di Kabupaten Padang Pariaman

Wabup Suhatri Bur Apresiasi Program "Lampu Listrik Mandiri Rakyat" di Kabupaten Padang Pariaman

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur
Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM--Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatribur menyampaikan apresiasinya terhadap Program Limar (Listrik Mandiri Rakyat), yang bertujuan memberi penerangan pada rumah-rumah yang tidak memiliki pasokan aliran listrik yang memadai. Hal tersebut disampaikan pada saat presentasi mengenai Program tersebut oleh Yayasan Nawacita di  Ruang Rapat Sekretaris Daerah Selasa, 01 Agustus 2017. 

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program Listrik Mandiri Rakyat ini, sebab Padang Pariaman dengan 17 Kecamatan serta 103 Nagari, memiliki jumlah penduduk lebih dari 400.000 tentu belum semuanya menerima penerangan.
Menurut informasi yang diterima dari Dandim Pariaman, masih ada sekitar 530 KK yang belum dialiri listrik. Meski begitu, tentu saja diharapkan pihak terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kecamatan dan Nagari, melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kodim Pariaman sehingga nantinya data yang didapat pasti dan jelas.

Data ini nanti dapat kita tawarkan ke CSR di perusahaan-perusahaan serta BUMN/BUMD yang ada di daerah kita , untuk bersama-sama dalam mendukung program Padang Pariaman Bebas Gelap/Padang Pariaman Bersinar” jelas mantan Ketua Baznas tersebut.

Dandim 0308 Pariaman, Letkol Arh.Hermawansyah yang juga hadir pada saat acara tersebut menyampaikan bahwa  Program Padang Pariaman Bebas Gelap/Padang Pariaman Bersinar ini  merupakan lanjutan dari Program Bukit Barisan Bersinar yang digagas oleh Pangdam I Bukit Barisan dan sudah dilaksanakan pada 717 KK di Agam.

“Sampai saat ini, Babinsa kami sudah mendata ada sekitar 530 KK yang belum  terjangkau aliran listrik di wilayah Padang Pariaman, dan saat ini CSR Semen Padang sudah membantu  LIMAR untuk 175 KK, yang tanggal 10 Agustus nanti insyaallah kita Launching di Kecamatan Sungai Limau”.

Lebih lanjut, Dandim menyatakan bahwa dengan adanya pendataan yang lebih lanjut, bisa dipastikan angka 530 KK akan bertambah lebih banyak lagi, sehingga diharapkan sinergitas instansi terkait dalam keakuratan data.

Selanjutnya presentasi disampaikan oleh Edi Kurniawan dari Yayasan Nawacita Indonesia, yang menjelaskan penggagas  dan pembuat lampu LIMAR adalah Ujang Kuswara. “setiap perangkat lampu dibuat di Bandung, kecuali LED yang dibuat di China”.

Program Listrik Mandiri Rakyat ini sudah dilaksankan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di NTB, Kalimantan, Sulawesi, dan sekarang di Sumatera Barat. Program ini digagas karena kebutuhan listrik yang semakin tinggi, sedangkan pasokan terbatas,  mahalnya biaya hingga tidak terjangkaunya kawasan terdalam dengan fasilitas pembangkit listrik.

Paket  penerangan ini terdiri dari Lampu LIMAR, Aki, panel box, dan genset yang untuk 1 KK diperkirakan seharga tiga juta rupiah, dan diberi garansi daya hidup sampai 5 tahun, sehingga lebih murah bila dibandingkan membayar listrik per bulannya.

Edi juga mengatakan bahwa program ini tidak ditujukan untuk pembiayaan APBN/APBD, sehingga sampai saat ini CSR dari BUMN/BUMD serta perusahaan-perusahaan di suatu wilayah yang diajak untuk berpartisipasi dalam kepentingan masyarakat banyak di bidang penerangan ini. Contohnya saja saat di Sulawesi, ada satu pesantren yang benar-benar gelap dan tidak memiliki penerangan, saat ini sudah terang benderang karena dibantu oleh BRI sebanyak lebih kurang 3 M.

Pada presentasi Yayasan Nawacita tersebut, dihadiri oleh  Kepala Dinas Terkait seperti DPMPTP, Dinas Sosial dan PPA, PUPR, serta perusahaan yang ada di Padang Pariaman, Statika, Malibo Anai  dan Japfa. Perusahaan-perusahaan tersebut dihimbau untuk ikut menjadi CSR dan mensukseskan program Padang Pariaman Bebas Gelap/Padang Pariaman Bersinar, sehingga jumlah KK yang belum mendapat penerangan semakin berkurang.(nila/humas)