Rabu, 31 Agustus 2016

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU)  Koto Mambang-Tandikat, Banyak Yang Mati dan Rusak

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Koto Mambang-Tandikat, Banyak Yang Mati dan Rusak


Patamuan, BANGUNPIAMAN.COM---Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di sepanjang jalan Koto Mambang-Balingka banyak yang sudah mati alias tidak menyala lagi. Ada yang sengaja yang dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, ada yang dicuri peralatannya. Kemudian ada juga yang rusak sendiri. Akibatnya beberapa titik jalan yang sangat butuh penerangan jalan, kini telah gelap gulita.

Berdasarkan pantauan www.bangunpiaman.com di wilayah Kabupaten Padang Pariaman khususya di kecamatan Patamuan mulai dari simpang Koto Mambang Nagari Sungai Durian hingga Air Kelok Nagari Tandikek Utara, Rabu (31/08), kondisi lampu masih utuh, peralatannya pun masih cukup. Tidak ada tanda-tanda dicuri atau dirusak tangan-tangan jahil. Hanya saja, lampunya saja tidak menyala lagi.

Masyarakat setempat sangat berharap instansi terkait di daerah ini untuk segera memperperbaikinya.  Karena jika dibiarkan berlarut-larut tentunya akan menganggu pengguna jalan raya, khususnya tempat-tempat yang tidak punya penerangan sama sekali. " Kami berharap intansi terkait untuk segera memperbaikinya, karena sangat menganggu sekali pengguna jalan raya," kata Feri salah seorang warga Koto Mambang, Rabu (31/08) di Koto Mambang.

Menurut Feri,  Lampu-lampu penerangan jalan yang mati tersebut adalah lampu tenaga surya yang tidak menggunakan aliran PLN. Hanya sekitar dua tahun saja menyalanya, sudah itu tidak hidup lagi. " Setelah lihat dari bawah ternyata accu (aki)-nya masih ada, kondisi lampunya juga dalam keadaan baik. Tidak ada tanda-tanda dicuri orang peralatannya, tapi tidak menyala lagi,"tambahnya.

Darwisman

Selasa, 30 Agustus 2016

Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur Berharap Melalui Study EHRA, Kesehatan Masyarakat Dapat Terjaga

Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur Berharap Melalui Study EHRA, Kesehatan Masyarakat Dapat Terjaga


Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM---Masih banyak perilaku dari masyarakat yang perlu dibenahi bersama terkait dengan membangun pola pikir dalam menjaga kesehatan lingkungan, baik itu kebiasaan jamban yang tidak memenuhi kesehatan, kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat dan belum adanya pemilahan jenis sampah dan prilaku tidak sehat lainya.

Hal itu di ungkapkan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE. MM, saat membuka acara Konsultasi Publik Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) dalam rangka menghimpun aspirasi dari Kecamatan dan Nagari bertempat di Hall IKK Parit Malintang, Senin (29/08).

Turut hadir Sekda Jonpriadi, SE, MM selaku Ketua Pokja Sanitasi Kabupaten Padang Pariaman, Asisten Administrasi Ekbang Kesra Ir. Ali Amran MP, Kepala SKPD terkait, Camat dan Wali Nagari se Padang Pariaman. Hadir juga Ketua Pokja sanitasi dari Provinsi Sumatera Barat.

Suhatri Bur berharap, melalui studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA), kebiasaan lama yang kurang tepat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan pribadi bisa mulai berubah. Sehingga tingkat kesehatan masyarakat kabupaten semakin meningkat.

“Masih banyak prilaku masyarakat yang beresiko bagi kesehatan mereka sendiri sehingga akan membahayakan kesehatan keluarga dan lingkungannya, oleh karena itu melalui studi EHRA ini semua masayarakat Kabupaten Padang Pariaman memulai perilaku yang higienis seperti BAB pada tempatnya, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan Limbah rumah tangga,” tambah Suhatri Bur

Ketua Pokja Sanitasi Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi, dalam laporannya mengatakan Pokja hampir setiap Minggu melakukan Rapat Monitoring dan Evaluasi.

"Kita telah menyelesaikan pemetaan profil sanitasi meliputi sub sektor air limbah domestik, persampahan, drainase lingkungan serta prilaku hidup bersih dan sehat sesuai program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)," papar mantan Kepala Bappeda itu.

Melalui konsultasi publik ini, lanjut Jonpriadi ,  tinggal menghimpun masukan dan penyempurnaan untuk menghasilkan study ini, sehingga akan melahirkan rekomendasi yang akan dilakukan untuk untuk menyusun Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi KabupatenPadang Pariaman berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).

Sementara itu Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr. Jasneli melaporkan Tujuan Studi EHRA adalah memberikan advokasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Terhadap pentingnya layanan sanitasi, mendapatkan gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku yang beresiko terhadap kesehatan lingkungan dan menyediakan informasi dasar yang valid dalam penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan

Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Penilaian Resiko Kesehatan karena Lingkungan merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten untuk menyusun Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di daerah Padang Pariaman.

Dilaporan oleh Vivi, TKIP Dinkes/Editor Darwisman
Dinsosnaker Padang Pariaman Latih Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)

Dinsosnaker Padang Pariaman Latih Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM----Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Padang Pariaman Dra. Hj. Gusnawati, MM mewakili Bupati Padang Pariaman membuka secara resmi kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Dalam sambutannya Kadis Sosnaker Gusnawati menyatakan Pekerja Sosial Masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah PSM adalah sebagai salah satu sumber daya manusia dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang mempunyai kesempatan yang seluas luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial ditengah-tengah masyarakat.

Permasalahan sosial di Kabupaten Padang Pariaman untuk saat ini bukan lagi berkutat dengan kemiskinan ekonomi akan tetapi sudah merambah kepada kemiskinan skill/pola pikir masyarakat kita sendiri ditambah lagi dengan semakin gencarnya serangan teknologi yang menghancurkan masyarakat kita, sehingga menimbulkan berbagai macam permasalahan sosial yang semakin komplek seperti: semakin lemahnya tatanan adat istiadat, tingginya peredaran narkoba, meningkatnya kasus pemerkosaan dan tingginya angka kriminalitas.

"Dengan adanya kegiatan ini PSM yang ada di setiap Kecamatan dapat berperan dalam pembentukan nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang bertujuan meningkatkan kwalitas hidup masyarakat serta berkurangnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS )," jelas Gusnawati.

Menurut laporan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Ali Aripin S.Sos, MM tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka pengembangan keberdataan Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) dan mewujudkan koordinasi, integrasi, dan singkronisasi program mulai dari Provinsi, Kabupaten Kecamatan, Nagari dan Korong.

"Peserta kegiatan ini terdiri dari anggota FK-PSM Kecamatan, Nagari, di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 80 orang. Dilaksanakan satu hari di Aula Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab Padang Pariaman," kata Ali Aripin.

Sebagai nara sumber didatangkan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Ketua FK-PSM Kabupaten Padang Pariaman, Rahmat Tuangku Sulaiman dan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri.

Dilaporkan Dra. Dewi Ratna, TKIP Sosnaker Padang Pariaman

Sanggar Seni Wayoik, Torehkan Prestasi Lewat Pementasan Kisah  Siti Baheram

Sanggar Seni Wayoik, Torehkan Prestasi Lewat Pementasan Kisah Siti Baheram

Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Seniman muda Padang Pariaman kembali unjuk gigi setelah sebelumnya berhasil menggugah para dubes negara tetangga lewat penampilan "Basafa" di TMII Jakarta. Kali ini, tim Sanggar Wayoik binaan Disporbudpar Padang Pariaman berhasil mengukir prestasi di ajang Festival Seni Pertunjukan Sumatera Barat dengan menyabet gelar terbaik kategori pemain, Senin (29/08).

Dalam festival yang ditutup malam kemaren, peserta dituntut untuk menampilkan karya yang berbasis legenda daerah masing-masing. Dan, tim Sanggar Wayoik mengangkat kisah Siti
Baheram.

"Karena yang dituntut di sini adalah kreatifitas kita dalam mengolah
legenda menjadi sajian baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, maka kisah tragis Siti Baheram tidak kami tampilkan bulat-bulat seperti cerita rakyat biasanya," kata Haris selaku sutradara.

Kisah Siti Baheram, lanjutnya pada awalnya menceritakan bagaimana si Juki demi judi menghabisi wanita baik yang telah menolongnya yakni Baheram. Namun, dalam kisah yang ditampilkan selama 20 menit malam itu, seniman Padang Piaman justru memperlihatkan situasi dimana Baheram bangkit dari
kuburnya, mengadili sendiri si Juki, bahkan hakim yang dulu mengadili Juki.

"Di sini kami ingin mengangkat pesan bahwa sampai sekarang jaminan keamanan terhadap perempuan masih sangat lemah di negeri ini. Apalagi di Sumatera Barat yang notabene memiliki adat yang memuliakan perempuan, perhatian terhadap keamanan perempuan masih juga lemah," katanya.

Bundo kanduang, sebagai sosok paling tinggi dalam trah keluarga Minang, justru jadi objek paling empuk di mata penjahat. Sementara, penegak hukum tak dapat berbuat apa-apa untuk memastikan keamanan mereka. Inilah yang dicoba "digugat" lewat kisah Siti Baheram versi seniman Piaman kali ini.

Sementara, pemerhati seni pertunjukan, Dr Yusril yang juga menjadi juri malam itu menilai karya-karya yang ditampilkan para peserta sangat inovatif walau masih banyak yang serba tanggung di sana sini. Khusus untuk karya Siti Baheram dari Padanga Pariaman, Yusril menilai secara konsep sudah cukup memberi tawaran kebaruan.

"Kualitas SDM pendukung pertunjukan ini sangat mumpuni karenanya kami memberikan penghargaan dalam aktegori pemain terbaik," sebutnya.

Kadisporbudpar Padang Pariaman Sahrial mengatakan, pembinaan sejumlah sanggar untuk bergabung dalam satu tim pertunjukan memang sedang marak dilakukan oleh pihaknya saat ini.

"Tujuannya untuk membina silaturahmi dan kekompakan antar para senior di masing-masing sanggar. Inilah tim tank kita yang akan kita kedepankan pada sejumlah even seperti festival ini," sebutnya. Sementara itu, kegiatan pertunjukan yang secara bergilir ditampilkan di sejumlah objek wisata juga tetap dilaksanakan.

Ade Novalia dari bidang seni budaya mengatakan, persiapan pertunjukan Siti Baheram sendiri penuh dengan keterbatasan, terutama soal anggaran.

"Tapi, meski hanya mengandalkan sedikit anggaran yang ada
pada bidang seni budaya, Alhamdulillah semangat adik-adik ini tidak putus. Bahkan mereka berhasil pulang dengan membawa kemenangan. Mereka luar biasa," katanya memuji.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni ketika dijumpai kemarin malam
mengucapkan selamat dan mengaku bangga terhadap tim yang terdiri dari 24 orang seniman muda tersebut.

"Ini adalah kabar gembira yang sangat melegakan kita. Prestasi anak-anak ini akan kita apresiasi," kata Ali Mukhni. Apresiasi yang dimaksud, diawali dengan menjamu seluruh tim dalam sebuah perjamuan khusus dengan dihadiri Bupati dan segenap SKPD
serta Legislatif.

"Kita akan undang anak-anak itu. Kita akan ajak mereka menikmati hasil kerja kerasnya," sebut Ali.

Ali Mukhni juga menyetujui usulan dari tim untuk menampilkan kembali karya Siti Baheram dan Basafa di malam apresiasi seni di aula IKK Padangpariaman. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi malam donasi untuk mengumpulkan dana bagi persiapan tour kesenian yang akan digelar para seniman ini di sejumlah provinsi dimana terdapat organisasi Persatyuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP).

(Darwisman/Fadli)
Padang Pariaman Mempersiapkan Diri Hadapi Penilaian Sekolah Sehat Tingkat Sumbar

Padang Pariaman Mempersiapkan Diri Hadapi Penilaian Sekolah Sehat Tingkat Sumbar

SMAN 1 2 X 11 Enam Lingkungan Siap Mengikuti Lomba Sekolah Sehat Tingkat Sumbar ( Fhoto : Humas )


Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM----Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melakukan persiapan dalam rangka mengikuti penilaian lomba sekolah sehat tingkat Provinsi tahun 2016.

Persiapan dimulai dengan duduk bersama antar pihak-pihak yang terlibat di ruang rapat Sekretaris Daerah pada Selasa, (30/8/2016).

Penilaian lomba sekolah sehat ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mengikutsertakan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Rencananya, penilaian akan dimulai pada tanggal 7 dan 8 September 2016 yang akan datang. Dalam rangka mengikuti ajang lomba sekolah sehat, Pemkab Padang Pariaman melalui leading sektor Bagian Kesra mengajak kepada semua pihak yang terlibat agar terus meningkatkan koordinasi.

"Dimohon kepada bapak ibu yang terlibat untuk terus meningkatkan koordinasi dan sekaligus mengajak turun ke lapangan dalam rangka melakukan monitoring serta pembenahan di semua lini," ujar Kabag Kesra Elda Husniwar berharap.

Sementara itu, Sekdakab-Jonpriadi, SE, MM selaku pimpinan rapat menekankan perlunya pembinaan serius dan juga sangat dibutuhkan keterlibatan semua pihak terutama support dari masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Penilaian lomba sekolah sehat tahun ini, Kabupaten Padang Pariaman diwakili oleh sekolah-sekolah pada tiap level. Untuk tingkat TK diwakili oleh TK Tunas Mekar, Kampung Guci Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, tingkat SD yakni SDN 08 Nan Sabaris, tingkat SMP yaitu SMP 4 Lubuk Alung dan tingkat SMA diwakili oleh SMA 1 2x11 Enam Lingkung.

Hadir dalam rapat tersebut adalah perwakilan dari sekolah yang akan mengikuti penilaian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kantor Lingkungan Hidup, Camat Lubuk Alung, Kasi Kesra Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, serta Kabag Kesra beserta jajarannya.

Peserta rapat satu persatu memberikan pandangan dan saran terkait dengan kesiapan penilaian. Diantaranya disampaikan oleh perwakilan dinas kesehatan.

Sekolah akan dilengkapi dengan poster seperti poster HIV dan larangan merokok. Sedangkan poster pada sekolah TK disesuaikan dengan budaya dan karakter anak-anak seperti: membudayakan kebiasaan sikat gigi dan ajakan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Senada dengan itu, Dinas Kesehatan juga memberikan himbauan untuk menjaga lingkungan sekolah terutama kantin agar menyediakan jajanan sehat, bersih dan terbebas dari bahan-bahan yang membahayakan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan menyampaikan dan sekaligus memberikan pandangan terkait skor penilaian yang meliputi 70% Lokus Sekolah dan 30% Administrasi/sekretariat.

Pembenahan lokus sekolah juga diimbangi dengan penataan ruangan UKS dan pengelolaan admnistrasi yang baik. Sedangkan Kantor Lingkungan Hidup berkomitmen melakukan partisipasi dalam bentuk menyediakan tong sampah bagi sekolah yang mengikuti perlombaan. (Darwisman/Humas)



Polres Pariaman Gelar Sosialisasi Anti Narkoba, Dengan Menyebarkan Brosur Kepada Pengendara

Polres Pariaman Gelar Sosialisasi Anti Narkoba, Dengan Menyebarkan Brosur Kepada Pengendara

Kapolres Pariaman AKBP Ricko Julnadi Memimpin Sosialisasi Arti Narkoba di Halaman Balai Kota Pariaman, dimana juga dihadiri Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar, Ketua DPRD Mardison Mahyuddin serta Pimpinan SKPD Kota Pariaman. (Fhoto : Media Center Dishub Kominfo Kota Pariaman )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM----Jajaran Polres Pariaman yang dikomandoi langsung Kapolres AKBP. Ricko Julnady menggelar sosialisasi anti narkoba di depan Kantor Balaikota Pariaman, dengan menyebarkan brosur himbauan anti narkoba, permen cokelat dan bunga kepada para pengendara dan warga yang melintasi balaikota Pariaman, Selasa (30/8).


Tanpa terkecuali, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar  pun turut serta membagikan brosur dan bunga tersebut bersama anggota Polres Pariaman dan Duta Wisata 2016 Kota Pariaman, termasuk Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin dan beberapa dari Pimpinan SKPD Pemkot Pariaman.

Kapolres Pariaman AKBP. Ricko Julnady mengatakan,  kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memerangi dan pemberantasan terhadap narkoba. Untuk itu diharapkan semua pihak berperan aktif. "Karena, pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pihak Kepolisian saja, pihak masyarakat pun harus dapat mencegah dan memerangi narkoba." katanya

Sementara itu Wakil Walikota Genius Umar menyambut baik dan mengapresiasi sosialisasi yang digelar Polres Pariaman. Genius Umar mengajak peran masyarakat untuk mempersempit ruang serta mencegah peredaran narkoba di wilayah Kota Pariaman , karena peredaran narkoba saat ini sangat membahayakan bangsa ini, terutama membahayakan generasi muda yang merupakan harapan bangsa sebagai generasi penerus.

Untuk itu Genius Umar  menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk dapat bekerja sama  memberantas peredaran narkoba karena narkoba dapat merusak anak bangsa dan berharap dengan penyebaran brosur “Stop Narkoba” ini, mudah-mudahan dapat menyadarkan masyarakat agar tidak pernah mengenal narkotika, apalagi untuk menyentuhnya.

Sumber : Media Center Dishub Kominfo Kota Pariaman

Bupati Ali Mukhni : Kita Sediakan Lahan Seluas 697 Hektar Untuk Pembangunan Kawasan Strategis, Tanpa Ganti Rugi.

Bupati Ali Mukhni : Kita Sediakan Lahan Seluas 697 Hektar Untuk Pembangunan Kawasan Strategis, Tanpa Ganti Rugi.

Bupati Ali Mukhni Ketika Lokasi Tanah Untuk Pembangunan Kawasan Strategis, Beberapa Waktu Lalu. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Menyiapkan Lahan Seluas 697 Hektar Tanpa Ganti. ( Fhoto :  Dok Humas Padang Pariaman)

Padang, BANGUNPIAMAN.COM----Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyediakan lahan seluas 697 hektar untuk pembangunan strategis khususnya sektor pendidikan tinggi. Lahan yang berlokasi di dekat kawasan objek wisata nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayutanam diberikan tanpa ganti rugi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, ketika didaulat menjadi nara sumber pada workshop pengembangan pendidikan tinggi Vocational Berbasis Teknopark, di Padang Senin (29/8).

Menurut Ali Mukhni, tanah seluas 50 hektar disediakan untuk pembangunan Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP), 50 hektar untuk Kampus Institut Negeri Padang dan 50 hektar untuk Rumah Sakit Vertikal. "Lokasi tanah tersebut sudah dikunjungi  Direkur Politeknik dan Rektor ISI. Bahkan Komisi IX DPR RI juga mau bangun rumah sakit disana. Semua lahan disediakan tanpa ganti rugi" ulas Bupati

Orang nomor satu di Padang Pariaman itu menegaskan bahwa daerahnya layak dikatakan sebagai pusat pendidikan di Sumbar. Berbagai mega proyek infrastruktur pendidikan bernilai ratusan milyar dan telah beroperasional. Seperti BP2IP, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia dan Akademi Komunitas.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan,  akan mendukung Pembangunan Kampus PNP di Kec. 2x11 Kayu Tanam. Ia meminta Bupati beserta dinas terkait agar segera mengurus sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional kemudian diserahkan kepada Kemenristek Dikti.

Mantan Bupati Pessel itu memuji kelihaian Bupati Ali Mukhni dalan memanfaatkan dana pusat untuk diletakkan di daerahnya. Karena Padang Pariaman memiliki keunggulan yang tidak miliki daerah lain yaitu keberadaan Bandara Internasional Minangkabau dan masih luasnya lahan untuk pembangunan. Sedangkan di Kota Padang lahan sangat terbatas dan di Pesisir selatan dikelillingi hutan lindung.

"Banyak dana pusat mengalir ke Padang Pariaman, karena Bupatinya pandai memanfaatkan potensi dan jago dalam pembebasan lahan. Tentunya Pemprov mendukung segala bentuk pembangunan di Kab. Padang Pariaman," kata Nasrul Abit.

(Darwisman/Humas)

Senin, 29 Agustus 2016

Camat Patamuan, Lantik Zaidin Bakri Sebagai Penjabat Walinagari Tandikek

Camat Patamuan, Lantik Zaidin Bakri Sebagai Penjabat Walinagari Tandikek

Camat Patamuan Zaldi Arnas Melantik Zaidin Bakri sebagai Penjabat Walinagari Tandikek, di halaman Kantor Walinagari Tandikek, Senin (29/8) . (Fhoto : Riskandria )

Patamuan, BANGUNPIAMAN.COM---Camat Patamuan Zaldi Arnas, melantik Zaidin Bakri sebagai Penjabat Walinagari Tandikek, di halaman Kantor Walinagari Tandikek, Senin (29/8).

Pelantikan yang berlangsung cukup meriah tersebut juga dihadiri Bupati Padang Pariaman yang diwakili Staf Ahli Bupati Zahirman Kadar, Anggota DPRD Padang Pariaman Basir, unsur Muspika Kecamatan Patamuan, Walinagari se Kecamatan Patamuan,  Ketua Bamus Rahmat Rivodi, M.Pd beserta anggota, M.Pd, Ketua KAN Nagari Tandikat Drs.Amri Anami serta tokoh-tokoh masyarakat Nagari Tandikek.

Pada kesempatan tersebut Bupati Padang Pariaman mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Zahidin yang telah sukses menjalankan roda pemerintah di Nagari Tandikek selama enam tahun. Sehingga dibawah kepemimpinan Zahidin banyak perkembangan pembangunan di Nagari Tandikek beberapa tahun terakhir.

" Kepada penjabat Walinagari Tandikek Saudara Zaidin Bakri semoga dapat menjalankan amanah yang dipercayakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Saya yakin dan percaya Zaidin Bakri akan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena Zaidin Bakri adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan yang ditugaskan menjadi penjabat Walinagari hingga terpilihnya Walinagari defenitif. Kemudian Zaidin Bakri juga putra Nagari Tandikek yang mengerti betul dengan kondisi nagari yang dipimpin," kata Bupati.

Sementara itu Camat Patamuan Zaldi Arnas menghimbau kepada seluruh masyarakat Nagari Tandikek untuk  mendukung penjabat Walinagari yang kini dipercayakan kepada Zahidin Bakri. " Kami yakin dan percaya Bapak Zahidin Bakri akan mampu menjalankan roda pemerintahan nagari Tandikek hingga terpilihnya Walinagari defenitif," ucap Camat.

Darwisman/Riskandria

Minggu, 28 Agustus 2016

Wawako Pariaman Dr.Genius Umar Tutup Marathon 10 K, Yang Digelar Karang Taruna Nan Ceredek Balai Naras Pariaman Utara

Wawako Pariaman Dr.Genius Umar Tutup Marathon 10 K, Yang Digelar Karang Taruna Nan Ceredek Balai Naras Pariaman Utara

Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar Tutup Dengan Resmi Lomba Lari Marathon 10 K Yang Digelar Karang Taruna Nan Caredek Balai Naras Kecamatan  Pariaman Utara Minggu (28/9). (Fhoto : Andi Sikumbang)
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar mengatakan, lomba lari marathon yang digelar karang taruna Nan Ceredek Balai Naras Pariaman Utara, diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman

" Saya melihat partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kunjungan wisata di Kota Pariaman selalu meningkat, disamping even rutin yang digelar Pemerintah Kota Pariaman, lembaga-lembaga kemasyarakatan juga mengadakan even yang sangat menarik dan dapat meningkatkan kunjungan wisata, salah satunya adalah lomba marathon 10 Km yang digelar oleh Karang taruna Nan Caredek Desa Balai Naras ini," kata Genius Umar ketika menutup dengan resmi lomba lari marathon di Balai Naras Pariaman, Minggu (28/8), sekaligus menyerahkan hadiah kepada pemenang

Lomba lari marathon 10 K tersebut paginya dibuka langsung oleh Kapolres Kota Pariaman AKBP Riko Junaldy.S.IK itu, berlangsung sangat meriah, sekitar 300 peserta yang datang dari berbagai daerah di sumbar ikut ambil bagian. Baik itu dari kalangan pelajar maupun dari masyarakat umum.

" Saya atas nama Pemerintah Kota Pariaman mengucapkan terima kasih kepada karang taruna Nan Caredek seluruh seluruh masyarakat Balai Naras yang mengadakan even ini, sekaligus mendukung agar even ini dijadikan even tahunan Desa,"  ulas Genius Umar.

Pada kesempatan tersebut Genius mengharapkan kepada pemenang lomba marathon 10K agar ikut dalam lomba yang lebih bergengsi, jangan cepat berpuas diri, tingkatkan prestasi yang lebih tinggi. " Insya Allah dalam waktu dekat Pemerintah Kota Pariaman akan mengadakan lomba triatlhon, Saya berharap pemenang lomba ini mengambil bagian dalam even tersebut,"tambah Genius Umar.

Pemenang Lomba Marathon 10K Desa Balai Naras, Kota Pariaman ini disabet oleh Al Ali Riyando putra (SMK 3 Pariaman), disusul Muhammad Hafidz (Perguruan Islam Arisalah Padang), dan Muhammad Ihdal ( Perguruan Islam Arisalah Padang).

Darwisman/Humas
Pilkada dan Kendala Perubahan

Pilkada dan Kendala Perubahan


Esensi pergantian kepemimpinan pada dasarnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik atau proses pemilihan kepala daerah baru memiliki makna jika kepala daerah yang terpilih bisa melakukan perubahan-perubahan atau kemajuan-kemajuan yang bisa dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat luas. Oleh sebab itu, setiap calon kepala daerah selalu menjual isu perubahan sebagai salah satu isu kampanye yang cukup efektif menarik dukungan masyarakat luas.

Isu perubahan sebagai tema kampanye memiliki argumen yang mendasar karena pelaksanaan pilkada yang memerlukan dana yang besar akan menjadi mubazir jika pemimpin yang terpilih nantinya tidak mampu melakukan perubahan-perubahan yang nyata untuk kemaslahatan masyarakat.

Namun, ketika isu perubahan digulirkan oleh para calon kepala daerah sering hanya sekadar alat kampanye untuk menarik dukungan masa, bahkan cenderung mengarah pada kebohogan publik. Fenomena itu tercermin dari isu perubahan tidak didukung program kerja yang konkret dan oprasional, serta tidak dukung kontrak politik yang mengikat dengan para pemilihnya. Akibatnya, isu kampanye perubahan yang dikedepankan hanya sebatas melakukan propaganda politik dengan cara-cara mengangkat isu-isu politik yang tidak berdasar atau hanya memojokan calon incumbent.

Dalam konteks pendidikan politik yang sehat dan dinamik, seharusnya melalui pilkada rakyat diberikan proses pembelajaran politik yang bisa memberikan pencerahan politik. Rakyat harus diberikan informasi yang objektif dan rasional untuk menilai mana calon yang memiliki visi perubahan dan calon mana yang antiperubahan, sehingga proses persaingan politik akan berjalan dalam suasana politik yang sehat dan terbangun kultur politik yang berkeadaban.

Agenda Perubahan

Secara subtantif, makna perubahan dalam pilkada, yaitu adanya sejumlah gagasan melakukan perbaikan-perbaikan yang mendasar dalam segala bidang terutama yang dirasakan masyarakat luas. Isu perubahan yang selama ini dirasakan masyarakat luas, yaitu perbaikan di bidang ekonomi, pemerataan pembangunan, perbaikan di bidang pelayan publik, dan perubahan yang mendasar, yaitu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Jika menilik ke belakang, sejumlah isu perubahan tersebut sesungguhnya bukan persoalan baru karena dalam perkembangan 10 tahun terakhir ini sejak pascapemerintahan Orde Baru, upaya melakukan perubahan kepada empat persoalan tersebut, yaitu perbaikan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Sudah banyak perubahan dilakukan melalui berbagai kebijakan pemerintah, tapi hasilnya tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. Bahkan, ada kecenderungan dengan adanya perubahan kepemimpinan melalui pilkada yang demokratis, ternyata tidak secara signifikan bisa melakukan perubahan.

Oleh sebab itu, pertanyaan yang hendak kita diskusikan, yaitu mengapa perubahan itu tidak terjadi? Dari mana kita memulai agenda perubahan tersebut? Beberapa alasan mengapa perubahan itu tidak terjadi?

Pertama, tidak terjadinya perubahan pascapergantian kepala daerah, bukan bararti calon kepala daerah tidak memiliki visi dan misi perubahan, melainkan visi dan misi tersebut gagal dilaksanakan. Problem mendasar kegagalan tersebut karena kultur birokrasi pemda cenderung bekerja dalam suasana tidak kompetitif, kurang memiliki kinerja yang optimal, pengalokasiaan anggaran yang tidak efisien, tidak bersahaja, dan cenderung korup.

Kedua, kekuasaan yang dijalankan kepala daerah cenderung tidak efektif karena gagal mengendalikan dan mengontrol perilaku birokrasi. Kekuasaan tidak dipakai untuk mengatur dan melaksanakan berbagai kebijakan, tetapi lebih cenderung dipakai sebagai alat memaksimalkan kepentingan kepala daerah, bukan pada pencapaian kepentingan masyarakat luas.

Ketiga, berjalannya pemerintahan tidak bisa dikontrol secara efektif. DPRD yang seharusnya mengontrol kekuasaan jalannya pemerintahan tidak bisa efektif karena perilaku anggota Dewan lebih cenderung kompromistik, tanggap terhadap kepentingan pemda, dan berbagi kepentingan. Fungsi Dewan, akhirnya hanya sebagai alat legitimasi kepentingan kepala daerah dan pejabat birokrasi pemda, bukan mengarahkan, mengontrol, dan memberi alternatif kebijakan.

Keempat, tidak muncul kepemimpinan yang kontekstual dalam pengertian kalau sebagian besar penduduk di suatu daerah kabupaten/kota masyarakatnya miskin ternyata pemimpinya tidak secara serius memperjuangkan agar rakyatnya bebas dari persoalan kemiskinan. Demikian halnya jika terjadi pemerintahan itu korup penuh dengan pungli, ternyata pemimpinnya sama sekali tidak memiliki komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari pungli.

Kelima, keberadaan pemerintah daerah di mana pun juga dimaksudkan menghasilkan output. Output penyelenggaraan pemerintahan oleh daerah berupa percepatan kesejahteraan masyarakat. Inovasi menjadi suatu keharusan yang mesti dilakukan agar keberadaan pemerintah menjadi bermakna di mata rakyatnya. Inovasi itu bisa dicapai antara lain melalui terobosan mengambil keputusan terutama yang terkait dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ada kecenderungan pemerintah daerah sekarang tidak inovatif karena terjebak gaya pemerintahan yang monoton, lamban, cenderung rutinitas bahkan sebagian besar kepala daerah penuh rasa khawatir untuk melakukan eksperimen penyelenggaraan pemerintahan di alam otonomi. Banyak pejabat daerah berhadapan dengan hukum karena tindakannya dituduh telah melakukan praktek penyelenggaraan pemerintahan yang dinilai melanggar undang-undang. Ini membuat pemerintah daerah takut berinovasi akibatnya tidak terjadi peningkatan kualitas pelayanan kepada rakyat, demikian juga percepatan kesejahteraan sulit tercapai.

Memulai Perubahan?

Dari beberapa pengalaman pilkada di beberapa kabupaten/kota atau provinsi yang sudah berlangsung selama ini ternyata sebagian besar menunjukkan kecenderungan tidak terjadinya perubahan yang signifikan menuju best practise. Kunci utama melakukan perubahan, yaitu dalam proses pilkada, partai politik dalam melakukan rekrutmen calon kepala daerah harus menjaring calon-calon yang memiliki kapasitas menata manajemen pemerintahan agar memiliki watak untuk melakukan perubahan-perubahan yang inovatif.

Problem mendasar yang dihadapi sekarang ini yaitu partai tidak secara komprehensif untuk menyusun kriteria calon kepala daerah. Umumnya partai politik hanya mengedepankan kriteria popularitas dan faktor dukungan finansial sebagai kriteria utama calon kepala daerah karena terbentur dengan realitas pemilih yang sebagian besar masih dalam kategori pemilih nonrasional dan realitas pilkada yang memerlukan biaya yang sangat besar.

Dalam perspektif demikian, maka agak sulit mencari sosok calon kepala daerah yang memiliki kapasitas melakukan perubahan manajemen pemerintahan. Oleh sebab itu, jangan terlalu berharap kalau pilkada akan menghasilkan kepala daerah yang bisa melakukan perubahan-perubahan sepanjang proses pilkada mulai dari penjaringan calon sampai dengan pemilihan hanya semata-mata berbasis pada visi kepentingan pragmatis partai dan mengikuti logika masyarakat awam yang melihat sosok pemimpin bukan pada persoalan yang substantif.

Penulis : Syarief Makhya/Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung

Jumat, 26 Agustus 2016

Optimalkan Pengawasan Orang Asing, Bupati Ingatkan Masyarakat Untuk Laporkan Keberadaan Orang Asing di Lingkungannya

Optimalkan Pengawasan Orang Asing, Bupati Ingatkan Masyarakat Untuk Laporkan Keberadaan Orang Asing di Lingkungannya

Bupati Ali Mukhni meminta SKPD terkait dan masyarakat mengawasi keberadaan orang asing di Padang Pariaman saat Rakor Pengawasan Orang Asing yang difasilitasi Kantor Imigasi Padang di Pariaman, Jumat (26/8). (Fhoto : Humas )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM----Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni mengatakan, pengawasan terhadap aktivitas orang asing di Indonesia salah satu hal urgen dilakukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman menjadikan Kabupaten Kakao sebagai pintu gerbang orang asing yang datang ke Sumatera Barat melalui jalur udara.

Menyadari kondisi tersebut, Pemda Padang Pariaman melakukan langkah aktif pengawasan dan monitor kunjungan orang asing di Padang Pariaman.

"Kita koordinasi dengan seluruh pihak terkait, jika kedatangan mereka ke Sumatera Barat melalui jalur udara, kita pastikan akan melewati wilayah Padang Pariaman," ujarnya saat membuka rakor Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) dengan Kantor Imigrasi Padang.

Dipaparkan Ali Mukhni, dari pengawasan dan monitoring orang asing di Padang Pariaman, tercatat 5 orang WNA yang bekerja di perusahaan yang terletak di Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman.

"Untuk mengoptimalkan pengawasan orang asing, kita minta agar camat yang ikut tergabung dalam TIM PORA dapat menyampaikan kepada masyarakat untuk melaporkan informasi keberadaan orang asing ditempat tinggal agar dilakukan pengecekan dan pengawasan," ulasnya.

Keberadaan orang asing di Indonesia harus diwaspadai, kekuatiran aktivitas orang asing membawa misi khusus dapat mengancam kedaulatan RI seharusnya diimbangi dengan langkah pengawasan. Selain kekuatiran membawa misi khusus, fenomena serbuan tenaga kerja asing terampil dan upah murah merupakan ancaman serius bagi tenaga kerja lokal. Hal ini harus diantisipasi melalui peningkatan skill tenaga kerja lokal dan akomodasi pemerintah agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Padang, Esti Wahyuni dan Kasi pengawasan dan penindakan kantor Imigrasi klas I Padang, Indra Sakti mengatakan, masyarakat ataupun manajemen penginapan dan hotel wajib melaporkan keberadaan orang asing yang menggunakan penginapan. Pelaporan dapat melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Kewajiban tersebut harus dilakukan oleh masyarakat ataupun pihak pengelola penginapan dan hotel. Bagi yang tidak melaporkan bisa dikenakan saksi pidana.

"Masyarakat ataupun penyedia jasa penginapan wajib melaporkan keberadaan orang asing melalui aplikasi APOA, bagi yang tidak melaporkan terdapat sanksi," ujarnya.

Dipaparkan Indra Sakti, Kabupaten Padang Pariaman sebagai kota tujuan wisata harus memiliki cara yang berbeda dalam melakukan pengawasan terhadap wisatawan asing atau mancanegara. Pengawasan yang dilakukan harus didekatkan dengan aspek kepariwisataan yaitu pengawasan dengan senyum.

"Jangan menerapkan pola pengawasan yang menyeramkan, malah takut wisatawan asing datang, namun sebagai kawasan wisata, dapat menerapkan pengawasan senyum. Padangpariaman mengandalkan sektor pariwisata, sehingga pengawasan orang asing dengan pendekatan senyum agar wisatawan asing nyaman berkunjung di Padangpariaman," paparnya.

Untuk mengoptimalkan pengawasan, Indra Sakti mengajak seluruh tim pora Padangpariaman untuk selalu melakukan koordinasi dan berbagi informasi dalam pengawasan orang asing ditingkat Kabupaten Padang Pariaman.

"Wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing ditingkap kabupaten atau kota merupakan pemerintah daerah setempat, namun eksekutornya tetap di Imigrasi," pungkasnya.(Darwisman/Humas)

Kamis, 25 Agustus 2016

Bupati Ali Mukhni Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan Kementrian Pekerjaan Umum Sebesar Tiga Milyar Rupiah Kepada 200 KK Miskin

Bupati Ali Mukhni Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan Kementrian Pekerjaan Umum Sebesar Tiga Milyar Rupiah Kepada 200 KK Miskin

Bupati Ali Mukhni didampingi Plt. Kadis PU Budi Mulia,  bersama masyarakat penerima bantuan stimulan perumahan agar digunakan untuk membelikan material bangunan di Kantor Camat V Koto Kampung Dalam, Kamis (25/8) ( Fhoto : Humas ).
V Koto Kampung Dalam, BANGUNPIAMAN.COM---Bupati Ali Mukhni menyerahkan bantuan stimulan perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada 200 Kepala Keluarga miskin di Kantor Camat V Koto Kampung Dalam, Kamis (25/8). Bantuan diberikan sebesar 15 juta per KK yang digunakan untuk pembelian material untuk merehab rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

"Alhamdulillah, Bantuan ini didapat setelah kita mengajukan proposal kepada Kementerian PU sebanyak 1000 unit namun baru disetujui sebanyak 200 unit rehab rumah tidak layak huni. Totalnya 3 milyar," kata Bupati Ali Mukhni.

Dikatakannya, bahwa bantuan stimulan tersebut sebagai bentuk kepedulian daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia meminta kepada penerima bantuan stimulan agar benar-benar digunakan untuk merehab rumah, bukan untuk keperluan konsumtif.

"Ingat, bantuan ini diawasi oleh pihak berwajib. Jadi jangan sampai material bangunan itu dijual lagi maka nanti berhadapan dengan hukum," kata Ali Mukhni

Orang nomor satu di Padang Pariaman berharap pekerjaan rehab rumah tidak layak huni itu dikerjakan secara gotong royong. Sehingga bantuan 15 juta tersebut nilainya bisa menjadi tiga kali lipat nantinya.

Kedepan, kata Al Mukhni, Pemerintah Daerah terus berjuang untuk menggaet dana pusat untuk rehab rumah tidak layak huni baik dari Kementerian PU dan Kementerian Sosial.

"Saya juga sudah bertemu dengan Ibu Kofifah, Menteri Sosial untuk bantuan rumah tidak layak huni. Mudah-mudahan juga terealisasi," kata Bupati yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Sementara Plt. Kadis PU Budi Mulia mengatakan pencairan dana bantuan stimulan perumahan terdiri dari dua tahap melalui persetujuan penilaian fasilitator.

"Tahap I Rp7,5 Juta dan kemudian sisanya dicairkan setelah laporan dari fasilitator," kata mantan Kabid Cipta Karya itu.

Adapun kriteria penerima bantuan stimulan, kata Budi Mulia, terdiri dari beberapa indikator seperti rumah berlantai tanah, atap penghasilan rendah, atap bocor penghasilan rendah dan sudah dihuni oleh dua KK.

Dikatakannya bahwa sejak tahun 2012 telah diterima bantuan stimulan perumahan sebanyak 2000 rumah untuk keluarga miskin. Ia berupaya mengajukan bantuan stimulan setiap tahunnya agar masyarakat yang belum menerima bisa menikmati pula.

"Insya allah, Pak Bupati dan Dinas PU berjuang mendapatkan bantuan stimulan perumahan lebih banyak lagi," kata Budi yang didampingi Kabid Tarkim Deni Irwan.(Darwisman/Humas)
Dukung Program Lumbung Pangan Nasional, Nagari Aia Tajun Lubuak Aluang Bangun Jalan Usaha Tani dari Dana Desa

Dukung Program Lumbung Pangan Nasional, Nagari Aia Tajun Lubuak Aluang Bangun Jalan Usaha Tani dari Dana Desa


Ini jalan usaha tani yang dibangun melalui dana desa sebesar Rp136 juta di Nagari Aia Tajun Kecamatan  Lubuk Aluang. Jalan ini dibangun untuk mendukung program lambung pangan nasional  ( Fhoto Humas )
Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM----Program Bupati Ali Mukhni yang menjadikan Kabupaten Padang Pariaman sebagai lumbung pangan nasional mendapat dukungan dari Pemerintah Nagari khususnya di Nagari Aia Tajun Kec. Lubuk Alung.

Tahun ini, Nagari Aia Tajun telah menganggarkan dana infrastruktur jalan di areal pertanian sebesar Rp136 juta. Dana tersebut dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

"Alhamdulillah, kita bersama Bamus Aia Tajun mendukung program pemda menjadikan padang pariaman sebagai lumbung nasional," kata Wali Nagari Aia Tajun Samsurizal.

Dikatakannya bahwa jalan tani sepanjang lebih kurang 200 meter dengan lebar 5 meter itu sudah tahap finishing. Jalan tani tersebut sebagai realisasi aspirasi masyarakat untuk mempermudah akses transportasi hasil pertanian.

"Tadi saya sudah sampaikan kepada Bapak Bupati, agar jalan ini diaspal pada anggaran APBD tahun 2017," ujarnya.

Sementara Bupati Ali Mukhni mengapresiasi penggunaan dana desa yang tepat sasaran yang dilakukan Pemerintah Nagari Aia Tajun.

"Saya kira ini akan menginspirasi nagari-nagari yang lain. Jalan tani ini sangat positif dan menyentuh kepentingan umat," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara di Parit Malintang, Rabu (24/8).

Menanggapi permintaan wali nagari aia tajun untuk pengaspalan jalan, orang nomor satu di Padang Pariaman itu perintahkan Kepala Bappeda Hendri Satria untuk memprioritaskan jalan pada pembanhasan APBD 2017.

"Saya minta Kepala Bappeda mencatat, jalan tani ini kita aspal tahun depan," tegas alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.(Darwisman/Humas)

Rabu, 24 Agustus 2016

Wawako Pariaman Genius Umar Minta Kades Agar Selalu Berkoordinasi dan Jalin Komunikasi Dengan Lembaga Yang Ada Di Desa

Wawako Pariaman Genius Umar Minta Kades Agar Selalu Berkoordinasi dan Jalin Komunikasi Dengan Lembaga Yang Ada Di Desa

Wawako Pariaman Dr. Genius Umar Minta Kades Agar Selalu Berkoordinasi dan Jalin Komunikasi Dengan Lembaga Yang Ada Di Desa ( Fhoto : Humas )
Kota Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar mengatakan, rapat koordinasi ini adalah forum yang sangat strategis bagi Aparat Desa untuk Sharing informasi dengan SKPD, dalam menyusun perencanaan dengan lebih baik dan perencanaan yang lebih mampu menunjukkan skala prioritas yang lebih baik.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Genius Umar  ketika membuka acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Tata Kelola Pemerintahan Desa se Kota Pariaman, yang dilaksanakan di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (24/8).

Menurut Genius Umar,  Kepala Desa diharapkan untuk  selalu berkoordinasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga-lembaga yang ada di desa dan SKPD yang terkait dengan tupoksi kerjanya masing-masing, sehingga akan mempercepat peningkatan pertumbuhan pembangunan Kota Pariaman, ucapnya.

“Banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan dalam upaya memajukan desa, asalkan kita memiliki Nawaitu yang kuat untuk itu, tidak hanya pembangunan fisik semata, namun juga pembangunan di bidang sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Genius Umar berharap agar kepada para Aparatur Desa yang hadir, agar dapat saling bertukar pikiran, berdiskusi dan memberikan gagasan terbaiknya. Saran, kritik dan ide yang disampaikan pada forum ini nantinya, menjadi bentuk nyata keberpihakan dan rasa memiliki Aparatur Desa terhadap daerahnya dan Pemerintah kota Pariaman, tutupnya.

Sedangkan Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Pariaman Alfian Harun mengatakan diadakannya Rapat Koordinasi ini untuk memberikan pemahaman kepada aparatur desa tentang jalanya pemerintahan dan tata kelolanya. Peserta dalam Rakor ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Kasie Pemerintahan dan Camat yang semuanya berjumlah 169 orang, dan dihadiri oleh Kepala SKPD, Kabag di lingkungan Pemko Pariaman, ujarnya. (Darwisman/Humas)

Selasa, 23 Agustus 2016

Jelang Pilwako Pariaman Tahun 2018, Mardison Mahyuddin, Genius Umar dan Mahyuddin Paling Populer

Jelang Pilwako Pariaman Tahun 2018, Mardison Mahyuddin, Genius Umar dan Mahyuddin Paling Populer

Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Pariaman, kalau tidak ada aral melintang akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. Meski masih lama, namun sejumlah bakal calon Walikota sudah mulai bermunculan, ada wajah lama, ada juga wajah baru. Namun dipastikan nama yang muncul sekarang, adalah putra terbaik Kota Pariaman yang sangat-sangat siap memimpin Kota Pariaman untuk jabatan lima tahun mendatang.

Dari data yang berhasil dihimpun nama/tokoh yang paling populer yang muncul saat ini ditengah-tengah masyarakat Kota Pariaman diantaranya Mardison Mahyuddin ( Ketua DPRD Kota Pariaman), Genius Umar  (Wakil Walikota Pariaman), Mahyuddin (Mantan Walikota Pariaman).
Kemudian disusul Syahril Amiruddin (Staf Ahli DPR-RI), Syuryadi Sabirin (Kepala Badan Diklat Propinsi Maluku). Juga disebut-sebut nama Edison TRD (Politisi/Kontraktor), Syafinal Akbar (Wakil Ketua DPRD Pariaman), Helmi Darlis (Mantan Wakil Walikota Pariaman), Bagindo Jomohor (Politisi/Penghusaha) dan HM.Sa'ban (Penghusaha).

Nama-nama yang mencuat sekarang, memang dikenal luas oleh publik. Siapapun yang akan terpilih nantinya untuk menggantikan jabatan Mukhlis Rahman diyakini akan mampu membawa Kota Pariaman ke arah yang lebih baik.

Karena pengalaman dan kemampuan para tokoh Kota Pariaman ini sudah tidak diragukan lagi. Namun demikian, siapa yang akan diusung partai politik nantinya, tentu sangat tergantung dari hasil survey. Siapa yang paling populer itulah kemungkinan yang akan diusung  partai politik untuk dimajukan pada Pilkada tahun 2018 mendatang.

DARWISMAN


Kabag PDE Rudy Repenaldi Rilis, SSTP, MM : Tahun 2016 Ditarget Setiap Nagari di Padang Pariaman Akan Mempuyai Website.

Kabag PDE Rudy Repenaldi Rilis, SSTP, MM : Tahun 2016 Ditarget Setiap Nagari di Padang Pariaman Akan Mempuyai Website.

Kabag PDE Pemkab Padang Pariaman Rudi Repenaldi Rilis, SSTP.MM

Bandung, BANGUNPIAMAN.COM---Dewasa ini tuntutan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat menjadi isue strategis yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah. Tuntutan pelayanan baik, cepat, dengan prosedur yang jelas sudah menjadi kewajiban dari Aparatus Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat.

Reformasi Birokrasi yang membawa konsep bagaimana birokrasi pemerintah lebih lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dimana pilar ke lima dari reformasi birokrasi adalah implementasi e-Goverment yang mengedepankan pelayanan berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni pada setiap kesempatan selalu menghimbau kepada seluruh kepala skpd untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Di Padang Pariaman tidak ada pejabat melainkan pelayan masyarakat,” begitulah kalimat yang selalu disapaikan oleh Bupati yang sudah tiga kali memperoleh WTP secara berturut-turut.

Dalam rangka implementasi e- Goverment di tingkat pemerintahan nagari, Pemerintah Kabupaten Padang Pariman bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Apresiasi Pemerintah (LPAP) telah menghibahkan 44 website nagari. Kegiatan ini bertujuan agar setiap nagari yang ada di Kabupaten Padang Pariaman memiliki website resmi sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat serta terwujudnya pemerintahan nagari yang transparan.

Pemberian hidah website nagari ini ditindaklanjuti dengan pemberian Bimtek kepada 39 admin website dan Humas Nagari yang dilaksanakan tanggal 19-22 bertempat di Universitas Widyatama Bandung.

Bimtek manajemen dan tatakelola website nagari tersebut di buka secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengelolaan Data Elektronik Rudy Repenaldi Rilis, SSTP, MM.

Disambutannya, Kabag PDE menegaskan pentingnya website nagari ini sebagai sarana komunikasi pemerintahan nagari dengan masyarakat, sebagai media penyebarluasan informasi kepada masyarakat dan sebagai media penyelenggaraan pemerintahan nagari secara transparan.

“Peran admin sangatlah penting dalam mengelola website nagari ini, untuk diharapkan kepada admin website nagari untuk terus melakukan update data dan informasi nagari sehingga keberadaan website nagari tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan pihak lain yang membutuhkan,” imbuh Rudy.

Bupati Ali Mukhni di tempat terpisah menyampaikan permasalahan website nagari sudah harus terselesaikan di tahun 2016 ini dan diharapkan dukungan seluruh wali nagari untuk dapat mensukseskan kegiatan ini.

"Kita akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan nagari sebagai ujung tombak pelayanan akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, setelah website ini kedepan pelayanan nagari online akan kita kembangkan di seluruh nagari se Kabupaten Padang Pariaman,” tambah Ali Mukhni. (darwisman/humas)

Senin, 22 Agustus 2016

Pasca Dilantik, Perdana Sekdako Indra Sakti Pimpin Apel  ASN Pemko Pariaman

Pasca Dilantik, Perdana Sekdako Indra Sakti Pimpin Apel ASN Pemko Pariaman

Sekdako Pariaman Indra Sakti Pimpinan Apel ASN Pariaman

Kota Pariaman, BANGUNPIAMAN — Pasca dilantik, Jumat lalu Indra Sakti mengawali tugasnya dengan memimpin apel ASN Pemko Pariaman di halaman Balai Kota Pariaman, Senin (22/8). Apel kali ini bertemakan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus berinovasi dan mengedepankan semangat pengabdian di tengah masyarakat.

Apel bersama yang dilaksanakan merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Pariaman yang dilaksanakan oleh setiap instansi pemerintah. Apel bersama ini dihadiri seluruh Kepala SKPD, Kepala Bagian Sekretariat, Camat dan diikuti peserta apel mulai dari eselon III, eselon IV dan Staf dilingkungan Kota Pariaman serta siswa/ mahasiswa yang melaksanakan magang dilingkungan Pemerintahan Kota Pariaman.

Pada apel tersebut Indra Sakti  mengajak, ASN selalu mengembangkan diri dan memperkuat kesadaran dan semangat dalam menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari.“Sebuah tugas dan kewajiban yang sejatinya bukan hanya sekedar datang ke kantor dan mengisi absen saja, tetapi juga terkandung tanggung jawab dan moral terhadap diri dan masyarakat dan menjadi aspek penting terhadap pelayanan,” kata Sekdako Indra Sakti

Pada kesempatan Indra Sakti minta kepada ASN di Kota Pariaman, untuk  tidak pernah jenuh untuk berpikir, melangkah dan memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam melakukan inovasi perbaikan di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, sehingga mampu menciptakan prestasi pelayanan publik yang lebih baik ditengah-tengah masyarakat.

“Kita sebagai ASN bekerja dengan efesien yang mampu menampilkan wajah dan citra aparat pemerintah yang melayani dengan hati dan pelayanan yang sehat untuk kemajuan pembangunan Kota Pariaman yang terus meningkat tahun ketahun ,” ulasnya.(darwisman/humas)

Sabtu, 20 Agustus 2016

Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar Lepas Jemaah Calon Haji Kota Pariaman

Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar Lepas Jemaah Calon Haji Kota Pariaman

Wakil Walikota Pariaman Menyerahkan Bendara Kepala Wako Mukhlis Rahman Selaku  Amirul Haj Rombongan Jemaah Kota Pariaman ( Fhoto Humas )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM----Wakil Walikota Pariaman Dr.Genius Umar melepas Jemaah Calon Haji Kota Pariaman, Sabtu (20/8) di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman.

Jemaah Calon Haji Kota Pariaman Tahun 2016 ini berjumlah sebanyak 110 orang, akan tergabung dengan kloter 10 gelombnang ke 2 dengan Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang dan Kabupaten Agam.

Istimewa musim haji tahun 2016 ini Walikota Pariaman Mukhlis Rahman akan berangkat bersama istrinya Reni Mukhlis dan anak tertuanya Rosa Estetika, dimana Walikota langsung bertindak selaku Amirul Haj Rombongan Jemaah Calon Haji Kota Pariaman.

Hadir pada pelepasan jemaah calon haji tersebut  istri Wakil Walikota istri Lucyanel Arlym, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin , Sekdako Indra Sakti,  Ketua MUI Kota Pariaman Johar Muis, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman Pariaman Helmi, , Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Kabag, Camat dan pengantar dari keluarga JCH Kota Pariaman 2016. (Darwisman/Humas )
Kadisduk Capil Padang Pariaman M.Fadli Himbau Masyarakat Yang Belum Miliki KTP Eletronik Segera Mengurusnya  Sebelum Tanggal 30 September 2016

Kadisduk Capil Padang Pariaman M.Fadli Himbau Masyarakat Yang Belum Miliki KTP Eletronik Segera Mengurusnya Sebelum Tanggal 30 September 2016

Kadisduk Capil Padang Pariaman M.Fadli Himbau Masyarakat Yang Belum Miliki KTP Eletronik Segera Mengurusnya  Sebelum Tanggal 30 September 2016

Pariaman, BANGUNPIAMAN- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman Muhammad Fadli menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang belum memiliki KTP Eletronik, untuk segera merekam data kependudukannya di kantor Camat masing-masing.Dengan batas waktu perekaman  30 September 2016 mendatang.

Demikian press release yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com, Sabtu (20/8) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman. " Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi 0751-93399 dihari kerja atau dapat juga di  SMS ke 08116943000," kata Muhammad Fadli.

Menurut Fadli, menurut perintah Direktur Jendral (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri, bagi masyarakat  yang belum merekam data sebelum tenggat waktu tersebut, maka akan dikenakan sanksi adiministrasi.

Sanksi administrasi ini dalam bentuk penonaktifan KTP, penduduk tidak akan mendapatkan pelayanan publik. Contohnya, BPJS, itu kan basisnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian membuka kartu perdana itu basisnya NIK. Jika NIK tidak muncul, maka hak dia sebagai penduduk Indonesia tidak akan bisa dipenuhi.

DARWISMAN

Jumat, 19 Agustus 2016

Indra Sakti, SH, MM Resmi Menjabat Sekdako Pariaman

Indra Sakti, SH, MM Resmi Menjabat Sekdako Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Melantik Indra Sakti, SH, MM, Sebagai Sekdako Pariaman di Aula Balai Kota Pariaman Jumat (19/8) ( Fhoto Istimewa )
Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Jumat (19/8) bertempat di aula Balaikota Pariaman, resmi melantik Indra Sakti, SH, MM, sebagai Sekretaris Daerah Kota Pariaman, untuk menggantikan posisi Armen yang telah memasuki masa pensiun.

Indra Sakti, SH.MM, yang hingga kini masih tercatat sebagai wartawan Harian Singgalang itu, sebelum dilantik menjadi Sekdako pernah menduduk jabatan strategis di kota Pariaman diawali sebagai Kabag Humas, Kepala BKD, Kepala, Kepala Inspektorat, Kepala Bappeda dan terakhir sebagai Kepala DPPKA sebelum diangkat menjadi Sekdako

Mengingat tugas yang akan dijalankan cukup berat, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman berharap kepada Indra Sakti untuk segera berkoordinasi dengan mantan Sekda Armen, karena sudah banyak tugas yang menunggu diantaranya pembahasan APBD tahun 2017 termasuk APBD perubahan. Kemudian pembahasan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, yang saat ini sedang masa transisi. " Untuk itu saya harapkan Sekdako Indra Sakti untuk menjalin kerjasamaa dengan pihak legislatif yakni DPRD Kota Pariaman," tambah Wako.(Darwisman)

Kamis, 18 Agustus 2016

Ajo Achandra Tahar Mantan Mentri ESDM, Segera Kembali Berstatus WNI

Ajo Achandra Tahar Mantan Mentri ESDM, Segera Kembali Berstatus WNI

Archandra Tahar Kembali Berstatus Menjadi WNI ( Sumber Fhoto : Jawa Pos )

Jakarta, BANGUNPIAMAN.COM - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar akan segera kembali berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Status Arcandra saat ini merupakan warga tanpa negara atau stateless lantaran kehilangan status WNI saat menerima paspor dan kewarganegaraan Amerika Serikat pada 2012 lalu, dan kehilangan status kewarganegaraan Amerika Serikat saat dilantik sebagai Menteri ESDM beberapa waktu lalu.

dikutip dari  fortal beritasatu.com, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen AHU Kemkumham), Freddy Harris mengatakan, proses pemberian status WNI Arcandra akan rampung dalam waktu sepekan mendatang. Selanjutnya, Freddy menyerahkan proses ini ke Presiden untuk meminta persetujuan DPR. Jika disetujui DPR, Presiden akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait kewarganegaraan Arcandra ini.

"Kalau pemerintah (Kemkumham) minggu depan sudah selesai. tinggal DPR. (Persetujuan status WNI Arcandra) itu bergantung presiden. Kalau kita mengurus supaya Pak Arcandra jadi WNI kembali dan berbakti kepada negara dan bangsa. Seperti semangat 17 Agustus 1945. Seperti itu," kata Freddy saat dikonfirmasi, Kamis (18/8).

Freddy menyatakan, tak ada perlakuan istimewa dalam proses pemberian status WNI kepada Arcandra ini. Dikatakan, proses pemberian kewarganegaraan Arcandra tak jauh berbeda dengan proses pewarganegaraan atau naturalisasi sejumlah pemain sepak bola seperti Christian Gonzales dan Irfan Bachdim serta pemberian status WNI kepada mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasan di Tiro beberapa tahun lalu.

"Oh enggak (ada perlakuan khusus). Kan ini pernah terjadi pada saat pemain bola kan. (Christian) Gonzales, Irfan Bachdim, lalu Hasan di Tiro dan lainnya," katanya.

Dijelaskan, yang berbeda hanya instansi yang mengajukan pemberian status WNI. Status WNI Christian Gonzales dan Irfan Bachdim diajukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Sementara status WNI Arcandra diajukan oleh Sekretaris Negara (Sesneg) seperti halnya Hasan di Tiro.

"Yang mengusulkan Mensesneg kecuali kalau pemain bola itu kan Menpora. Kalau Hasan Tiro itu Sekretaris Negara. dan sekarang itu Sekretaris Negara," katanya.

Seperti halnya para pemain bola yang dinaturalisasi, Freddy mengatakan proses pemberian status WNI kepada Arcandra juga berdasarkan kepentingan negara karena yang memintanya sebagai Menteri ESDM adalah negara. Selain itu, Freddy mengatakan, Arcandra juga memiliki sejumlah hak paten dalam bidang energi dan migas yang dinilai dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia.

"Ini kan Arcandra sudah ditunggu negara lain. Masak mau lepas lagi sih? sayang dong. Artinya di sini kalau ada negara lain yang menginginkan (Arcandra jadi warga negara lain) ini berarti ada satu potensi," katanya.

Sebelumnya, Freddy menyebut pemberian status WNI kepada Arcandra melalui mekanisme yang diatur UU Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam Pasal 20 UU nomor 12 tahun 2006 menyebutkan: "Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda," katanya.

sumber : beritasatu.com
Disdukcapil Padang Pariaman Raih Reward Terbaik  Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik di Propinsi Sumbar.

Disdukcapil Padang Pariaman Raih Reward Terbaik Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik di Propinsi Sumbar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serahkan trofi dan piagam penghargaan kepada Kadis Dukcapil M. Fadhly yang meraih Peringkat pertama Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik di Halaman Kantor Gubernur di Padang, Rabu (17/8).
Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM----Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman kembali meraih prestasi membanggakan yaitu Peringkat pertama Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik tingkat propinsi Sumatera Barat. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit sebelum upacara penurunan bendera merah putih di Halaman Kantor Gubernur di Padang, Rabu (17/8).

Disdukcapil Padangpariaman meraih peringkat pertama Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik melalui seleksi ketat dari Tim Penilai yang terdiri Akademisi, Ombudsman, dan Pers serta masyarakat sejak bulan april yang lalu.

“Dukcapil Padang Pariaman membuktikan bahwa inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi akan memberikan kenyamanan masyarakat” kata Gubernur Irwan Prayino.

Orang nomor satu di Sumatera Barat itu menyarankan agar Kabupaten dan Kota bisa belajar ke Disdukcapil Padang pariaman dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan akuntabel dengan menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta fasilitas yang memadai.

Kadis Dukcapil M. Fadhly mengatakan prestasi yang diraih berkat motivasi yang diberikan Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Seperti kata Bapak Gubernur tadi, kita manfaatkan teknologi informasi yang canggih untuk memudahkan layanan dokumen kependudukan dan catatan sipil. Ini juga berkat dukungan dari Bapak Bupati, Wabup dan DPRD” putra Kabupaten 50 Kota, Jebolan Alumni STPDN Angkatan VI itu.

Ditambahkannya bahwa dinas yang melayani 458.746 penduduk ini memiliki jargon CERIA yaitu Cepat, Efisien, Responsif, Inovatif dan Akuntabel yang diterapkan sejak tahun 2012.

“Semoga penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat Padang Pariaman” kata Mantan Kabag Humas itu. (darwisman/humas)


 

Rabu, 17 Agustus 2016

Peringatan Upacara Detik-Detik Proklamasi Ke-71, di Padang Pariaman Berlangsung Khidmad

Peringatan Upacara Detik-Detik Proklamasi Ke-71, di Padang Pariaman Berlangsung Khidmad

Bupati Ali Mukhni bertindak sebagai Inspektur Upacara menyerahkan bendera merah putih kepada Jihan Lailani Filzah (Pembawa baki) untuk dikibarkan pada peringatan HUT RI 71 di Halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kec. Enam Lingkung, Rabu (17/8). (Fhoto :  Humas Padang Pariaman )
Paritmalintang, BANGUNPIAMAN.COM---Peringatan upacara detik-detik Proklamasi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan peserta upacara. Bupati Ali Mukhni bertindak sebagai Inspektur Upacara yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kec. Enam Lingkung, Rabu (17/8). Adapun sebagai komandan upacara Kapten. Inf. Syamsurizal yang sehari-hari bertugas sebagai Danramil 04 Sicincin dan Perwira Upacara Kapten. Inf. Nurmatias, Danramil 07 Pauh Kambar.

Selanjutnya, sekira pukul 10.00 WIB, Ketua DPRD Faisal Arifin membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kemudian Pengibaran bendera pusaka merah putih dilaksanakan oleh 70 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Suasana hening ketika Bupati Ali Mukhni menyerahkan duplikat bendera pusaka kepada pembawa baki Jihan Lailani Filzah, siswi SMU 1 Lubuk Alung. Pengibaran bendera merah putih berlangsung sukses yang dilakukan oleh tiga orang paskibra yaitu Egil Febrianda Saputra (SPN Ketaping), Riyan Jastin (SMA 1 Lubuk Alung) dan Egy Maulana (MAN Lubuk Alung).

Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa HUT RI 71 sebagai momentum yang tepat untuk mengenang terhadap nilai-nilai pengorbanan para kusuma bangsa yang dengan tulus berjuang serta rela berkorban tanpa pamrih memerangi penjajahan di seluruh pelosok tanah air untuk memproklamirkan kemerdekaan, bangsa dan Negara.

“Kita isi kemerdekaan dengan prestasi serta kerja keras dan kerja nyata bersama pemerintah dengan seluruh masyarakat. Apapun profesi yang sedang digeluti, jadilah yang terbaik” kata Bupati yang didampingi Ibu Tim Penggerak PKK Hj. Rena Ali Mukhni.

Usai upacara diserahkan penghargaan kepada orang yang berjasa dalam program pembangunan daerah. Diantaranya Piagam Penghargaan kepada Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Rena Sofia, S.Pd atas Pengabdian, Kepedulian dan Ketekunan pada program Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes sehingga meraih penghargaan Manggala Karya Kencana dari Presiden RI, Penghargaan kepada Kapten. Inf. Irwan T atas partisipasi aktif dalam mensukseskan pembebasan lahan pembangunan strategis dan penghargaan kepada Rahim Thamrin, S.St, MT atas ketekunan dalam percepatan pembangunan jalan dan jembatan.

Kemudian juga diserahkan Penghargaan Camat Berprestasi yaitu Peringkat I Camat Sungai Limau Drs. Rahmang, MM, Peringkat II Camat Sungai Geringging Azwarman, SE, MM dan Peringkat III Camat Batang Anai Erman, S.Sos.

Bupati Ali Mukhni serahkan pengahrgaan kepada Camat Berprestasi yaitu Peringkat I Camat Sungai Limau Drs. Rahmang, MM di Halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kec. Enam Lingkung, Rabu (17/8). (Fhoto :  Humas Padang Pariaman )
Hadir pada upacara tersebut Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD, Wakil Bupati beserta Ibu Ita Suhatri Bur, Forkopimda, Sekda beserta Ibu Eli Jonpriadi, Kepala SKPD, Legiun Veteran, Ketua KPU Vifner, Kakemenag Drs. Masrican dan tamu undangan lainnya. (darwisman/humas)







Selasa, 16 Agustus 2016

Syaril Amiruddin : Maknai Hari Kemerdekaan Indonesia Dengan Kegiatan Positif Untuk Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan.

Syaril Amiruddin : Maknai Hari Kemerdekaan Indonesia Dengan Kegiatan Positif Untuk Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan.


Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Setiap tanggal 17 Agustus masyarakat seluruh Indonesia selalu memperingatinya baik itu melalui pengibaran bendera merah putih dengan upacara, pawai alegories serta perlombaan khas 17-an, misalnya panjat pinang, balap karung dan berbagai acara lainnya.

Menurut Ir.Syahril Amiruddin, MS, tradisi semacam ini sudah berlangsung setiap tahunnya. Wajar saja jika seluruh masyarakat Indonesia tidak pernah lupa akan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus ini. " Namun yang terpenting dari semua itu utamanya  generasi muda sebagai generasi penerus bangsa harus memaknai dari hari kemerdekaan tersebut dengan kegiatan-kegiatan positif untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut," katanya kepada www.bangunpiaman.com, Selasa (16/8), di Pariaman.

Disisi lain Syahril Amiruddin melihat di era reformasi ini nampaknya roh Pancasila sedikit demi sedikit makin hilang dari kehidupan masyarakat.  Penataran P4 sebagai strategi andalan pemasyarakatan  Pancasila dihapuskan. Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila ditiadakan. Sehingga mengakibatkan   siswa atau masyarakat  makin tidak mengenal nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Menurut Ajo panggilan akrab Ir.Syahril Amiruddin, keragaman nilai dalam Pancasila sesungguhnya merupakan modal dasar bagi pengejawantahan hakekat pendidikan. Mengingat nilai-nilai dasar Pancasila sangat strategis dalam pembentukan kualitas bangsa  kiranya perlu Pancasila dikembalikan pada generasi yang kini ditinggalkannya.

" Melalui pendidikan dan pembiasaan yang diterapkan di sekolah, Pancasila diharapkan tidak hanya berhenti pada penghafalan naskah dalam tataran wacana kognitif. Pancasila hendaknya ditanamkan dalam pengertian yang dipahamkan melalui penguatan pembiasaan.Kemudian yang tidak kalah pentingnya dilakukan evaluasi  dari penerapan kesehariannya," kata tenaga ahli DPR-RI itu.

Syahril Amiruddin melihat, banyak nilai-nilai yang terkandung dari Pancasila tersebut. Pada sila pertama misalnya Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam pembiasaan di luar jam pelajaran. Mengistirahatkan peserta didik pukul 12.00 WIB guna shalat dzuhur berjamaah di musholla sekolah adalah bentuk penerapan pembiasaan yang patut mendapat apresiasi positif. Toleransi terhadap sesama merupakan penjabaran sila pertama seharusnya dikembangkan di sekolah.

Kemudian tambah Syahril Amiruddin, kemanusiaan yang adil dan beradab menuntun kita untuk memberadabkan orang lain sebagai modal utama kesuksesan dalam relasi sosial. Sekolah hendaknya memberdayakan peserta didik dalam kemampuannya untuk membangun sikap agar menarik bagi orang lain dan menjaga kemenarikannya itu. Menarik bukan berarti eksen yang berlebihan tetapi cukup bersikap yang wajar seperti berpakaian yang sopan, menjaga kebersihan diri dan lingkungannya dan bertutur kata

Sila Persatuan Indonesia dapat diterjemahkan dalam proses pembelajaran dengan ditunjukkan banyaknya perbedaan yang ada pada setiap insan peserta didik. Perbedaan dalam kekayaan, garis keturunan, status sosial, agama, ras dan lain-lain akan sangat bermanfaat bagi kekuatan bangsa apabila dibarengi dengan tumbuh suburnya rasa persatuan. Untuk menumbuhkan persatuan, setiap individu  dibimbing untuk cinta terhadap tanah air. Cinta dengan bahasa daerah, adat, kebudayaannya tetapi tidak untuk diperdebatkan perbedaannya merupakan upaya sederhana dan strategis guna menggapai kekuatan persatuan.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan kini sedang ditonjolkan oleh republik ini. Demokrasi yang disampaikan dalam pesan sebuah pembelajaran tentu demokrasi yang tidak kebablasan hingga merusak sila yang lain. Kenalkan peserta didik dengan prosedur yang benar sesuai dengan aturan yang ada. Tanamkan pembiasaan mentaati tata tertib dengan sungguh-sungguh sehingga terbangun  generasi yang tahu,mau dan mampu berdisiplin.

Kebebasan berpendapat memang hak warga negara akan tetapi peserta didik perlu ditumbuhkan pengertian dan pemahaman bahwa kebebasan berpendapat yang dimaksud harus bertanggung jawab. Artinya kebebasan setiap warga negara berada di samping kebebasan berpendapat orang lain.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dipedomani sebagai fondamen kepekaan sosial. Tanamkan kepada peserta didik sebuah konsep adil terhadap sosial (orang lain ) sebagaimana orang lain itu seperti diri sendiri. Artinya, orang lain harus dirasakan sebagai wahana juang dari seorang individu. Pendek kata, berjuang untuk sesama bukan untuk dirinya sendiri melulu adalah indikasi dari sikap adil terhadap sosial. Menengok teman yang sakit atau kena musibah dan mengumpulkan dana sosial untuk musibah di tempat lain adalah bentuk-bentuk pembiasaan yang perlu ditumbuhsuburkan kepada peserta didik.

Melalui pendidikan Pancasila yang diajarkan di semua jenjang sekolah sampai perguruan tinggi, diharapkan kepada generasi muda bangsa ini akan bisa memahami tentang kehidupan bernegara dan hidup rukun berdampingan semuanya.(*/darwisman)








Senin, 15 Agustus 2016

Am Hendro Priyono : Sudahlah Jangan Terus Menggonggong Pemerintah Kita Sendiri. Archandra Tahar Orang Awak (Piaman ) Indonesia Asli

Am Hendro Priyono : Sudahlah Jangan Terus Menggonggong Pemerintah Kita Sendiri. Archandra Tahar Orang Awak (Piaman ) Indonesia Asli



Menanggapi isu Menteri ESDM Archandra Tahar memiliki paspor ganda yaitu Indonesia dan Amerika yg beredar di medsos dan media online. Maka Am Hendro Priyono menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terbawa arus kebencian terhadap anak bangsa kita sendiri.Berikut pernyataannya selengkapnya

Dia terpilih sebagai menteri karena kecerdasannya, karena memiliki prestasi yang gemilang. Dia aset bangsa kita sendiri yang sangat berharga. Dia orang awak, anak Padang bangsa Indonesia asli. Dia terkenal d AS sabagai seorang genius, yg memiliki enam hak paten internasional ESDM dr penemuan2 teknis hasil risetnya sendiri dibeberapa negara bagian di Amerika.

Dia rela meninggalkan Amerika Serikat dengan gaji milyaran rupiah sebulan,
Dia siap dipanggil pulang untuk ikut membangun negerinya sendiri, walau hanya dengan gaji Rp 40 jutaan per bulan..Lihat prestasi gemilang pemuda ini! Dia pernah menjadi Presiden Direktur Petroneering Houston d Texas AS dan berbagai perusahaan internasional dan multinasional.

Archandra murid paling brilian kesayangan Ed Horton, si genius dan inventoroffshore technology AS yg terkenal.. Ed Horton adalah tokoh legendaris dunia di bidang offshore. Arcandra berilmu dan berpengalaman secara teknikal maupun komersial, dalam pengembangan lapangan oil and gas di offshore

Apa kita tidak bangga punya anak bangsa seperti ini?. Soal dwikewarganegaraan, Loh emangnya kenapa orang mempunyai dwikenegaraan, bukan tindak pidana!
Hanya jika hal itu diketahui, maka dia harus ditanya mau terus jadi WNI atau tidak? Kan dia sudah pilih jadi WNI, terus apa lagi?

Tidak usah Menteri, semua juga harus pilih, karena Indonesia tidak menganut dwikewarganegaraan.Archandra juga dihadapkan pada dua pilihan, memilih paspor yang mana, Indonesia atau Amerika. Dia sudah memilih Indonesia, maka paspor AS-nya harus diserahkan kepada pihak pemberi paspor yaitu imigrasi AS.

Dia dulu dengan memegang paspor Amerika Serikat, jadi bisa memiliki akses yang lebih mudah dan lebih luas bergerak.Dalam bidang riset dan teknologi di berbagai negara di dunia. Maka pengetahuannya luas. Kalau dia tidak merantau dengan cara begitu bisa cuma jadi katak dalam tempurung seperti yang pada clometan di medsos itu

Soal dwikewarganegaraan Archandra sudah selesai masalahnya. Dia org yang sangat tepat yang dibutuhkan bangsa kita.Yang pada meributkan itu apa lebih pintar dari Archandra? Tong kosong memang nyaring bunyinya. Sudahlah jangan terus menggonggong pemerintah kita sendiri. Sehingga anak kandung yang sudah ada di pangkuan kita ini dilepaskan, hanya karena merindukan beruk yang di hutan.

Lihat dong orang cerdas seperti Sri Mulyani ketika kita lepas, langsung diambil oleh World Bank. Begitu pula kalau kita melepas Archandra, pasti akan diserobot oleh bangsa lain. Dengan ribut hanya karena urusan sekunder, kita justru bisa dihempas masalah primer yaitu “brain-drained”.Kekeringan orang-orang cerdas, karena mereka pada lari bekerja di luar negeri atau dibajak bangsa lain..Jangan bersikap bodoh! (**)

Check out AM Hendropriyono (@edo751945): https://twitter.com/edo751945?s=09

Minggu, 14 Agustus 2016

Tokoh Rantau Pekanbaru, HM.Yusuf Sikumbang, Dukung Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2016, Tentang Penertiban Hiburan Orgen Tunggal.

Tokoh Rantau Pekanbaru, HM.Yusuf Sikumbang, Dukung Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2016, Tentang Penertiban Hiburan Orgen Tunggal.

HM.Yusuf Sikumbang


Pekanbaru, BANGUNPIAMAN.COM----Tokoh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman di Propinsi Riau HM.Yusuf Sikumbang mendukung Peraturan Bupati Padang Pariaman No.13 Tahun 2016, tentang penertiban hiburan orgen tunggal yang sudah meresahkan masyarakat.

" Langkah Bapak Bupati Ali Mukhni sudah sangat tepat dengan peraturan Bupati untuk membatasi organ tunggal, kami yang berada di rantau sangat mendukung sekali," katanya kepada www.bangunpiaman.com, Sabtu (13/8) di Pekanbaru, Propinsi Riau.

Menurut anggota DPRD Propinsi Riau itu, jika tidak ditertibkan secepatnya dikhawatirkan penampilan artis orgen tunggal yang mengarah kepada aksi tarian vulgar dengan pakaian seronok akan dapat merusak moral generasi muda Padang Pariaman.

Waspada Narkoba

Dengan maraknya peredaran narkoba belakang ini HM Yusuf mengingatkan, kepada dunsanaknya yang berada di kampung halaman, untuk selalu waspadainya. Jangan sampai anak dan kemenakan kita untuk terjebak dengan penggunaan narkoba, karena akan merusak masa depannya. Karena berbagai cara akan dilakukan pengedarnya untuk mempengaruhi anak dan kemenakan kita.

" Untuk itu dituntut kepedulian kita bersama untuk senantiasa mengontrol anak dan kemanakan kita, dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan positif. Sehingga anak dan kemenakan kita tidak terjebak," ucap mantan wartawan Haluan Padang mengakhiri.

DARWISMAN
Halal bi Halal PKDP Kota Pekanbaru Berlangsung Meriah, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Puji Kekompakan Warga Piaman

Halal bi Halal PKDP Kota Pekanbaru Berlangsung Meriah, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Puji Kekompakan Warga Piaman



Bupati Padang Pariaman Drs.Ali Mukhni didampingi Pimpinan DPRD Padang Pariaman Faisal Arifin, Mutia Aziz dan Januar Bakri Disambut Siriah Jo Carano, Ketika Menghadiri Silaturahmi dan Halal bi Halal PKDP Pekanbaru Jumat (12/8) malam di Gedung Yayasan Tri Karya Bakti Jalan Tengku Tembusai Pekanbaru ( Fhoto Heri Sugianto/Humas Padang Pariaman )
Pekanbaru, BANGUNPIAMAN.COM----Halal bi halal keluarga besar Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP)  Kota Pekanbaru, Propinsi Riau yang dilaksanakan di halaman Gedung Yayasan Tri Karya Bakti Jalan Tuanku Tambusai, Jumat (12/8) malam berlangsung meriah. Ratusan warga Kota Pekanbaru asal Piaman memadati lokasi acara untuk menghadiri halal bi halal tersebut.

Istimewanya pada acara halal bi halal tersebut juga dihadiri langsung Gubernur Propinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman, Anggota DPRD Propinsi Riau H.M.Yusuf Sikumbang, Walikota Pekanbaru yang diwakili Sekdako Drs.H.M.Noer, MBS, SH, M.Si, Bupati Padang Pariaman Drs.Ali Mukhni, Pimpinan DPRD Faisal Arifin, Mutia Aziz, Januar Bakri, serta puluhan anggota DPRD Padang Pariaman serta Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Bupati Padang Pariaman Drs.Ali Mukni berharap dengan digelarnya halal bi halal ini akan dapat menyatukan seluruh warga Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang berada di Kota Pekanbaru ini.   Kepada seluruh warga Pekanbaru yang berasal dari bumi piaman, marilah bersama untuk mendukung seluruh program-program  pembangunan yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Program Pemerintah Propinsi Riau.

" Warga Piaman harus terus memberikan  contoh tauladan yang baik, bagi warga Pekanbaru lainya yang berasal dari berbagai suku, etnis dan daerah di nusantara ini, yang selama ini sudah dipertahankan warga Piaman di Kota Pekanbaru ini untuk hidup selalu hidup berdampingan  rukun dan damai," kata Ali Mukhni.

" Bapak Gubenur dan Bapak Walikota jangan ragu saya pastikan warga Bapak yang berasal Padang Pariaman dan Kota Pariaman akan terus mendukung seluruh program-program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Propinsi Riau," ulas Ali Mukhni.

Pada kesempatan tersebut Bupati Ali Mukhni juga mengabarkan kepada seluruh warga Pekanbaru yang berasal dari Padang Pariaman, saat ini Padang Pariaman tengah mengerjakan proyek berskala nasional. Diantaranya pembangunan asrama haji, pembangunan stadion bertaraf internasional. " Insya Allah kalau tidak ada aral melintang tahun 2017 mendatang juga akan dimulai pembangunan kampus ISI Padang Panjang, Kampus Universitas Negeri Padang, Rumah Sakit Vertikal yang berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman. Ini semata-mata kita lakukan untuk kesejahteraan masyarakat Padang Pariaman," tambah Ali Mukhni.

Gubernur  RiauArsyadjuliandi Rachman  didampingi Anggota DPRD Propinsi Riau HM Yusuf Sikumbang Menyalami Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Ketika Menghadiri Silaturahmi dan Halal Bi Halal PKDP Kota Pekanbaru Jumat (12/8) malam ( Fhoto Heri Sugianto/Humas )
Gubernur Riau Puji Kekompakan Warga Piaman

Gubenur Riau Arsyadjuliandi Rachman memuji kekompakan warga Piaman yang bernaung dibawah bendera PKDP. Selama ini sebut Gubernur PKDP telah memberikan kontribusi positif bagi kelanjutan pembangunan di Propinsi Riau. Hampir seluruh kabupaten/kota di Propinsi Riau urang piaman selalu memberikan kontribusi positif bagi kelanjutan pembangunan Propinsi Riau.

" Urang piaman datang ke Riau pergi merantau tidak hanya berprofesi untuk berdagang, namun juga terlibat langsung di Pemerintah Propinsi Riau ada yang sebagai pejabat daerah, anggota DPRD, TNI/Polri. Bapak HM.Yusuf misalnya sekarang duduk mewakili rakyat Propinsi Riau di DPRD Propinsi Riau. Banyak gebrakan yang dilakukan Bapak HM.Yusuf untuk kemajuan Propinsi Riau. Tidak hanya Bapak HM.Yusuf hampir seluruh Kabupaten/Kota di Propinsi Riau ada anggota DPRD-nya yang berasal dari Piaman. Itu menandakan warga Piaman di Riau itu kompak dan selalu akur," kata Arsyadjuliandi Rachman.

Pada kesempatan tersebut Gebernur juga meminta kepada seluruh warga Piaman di Propinsi Riau jangan terlena dengan kemajuan Riau, teruslah menyolahkan anak-anak hingga jenjang perguruan tinggi. Tiap detik gerak laju pembangunan di Propinsi Riau terus berlangsung. Sehingga dibutuhkan tenaga yang punya keahlian dibidangnya. Hampir seluruh Kabupaten/Kota akan berkembang dari waktu ke waktu. " Siapa cepat dia dapat, siapa lalai dia merugi dan akan menyesal, ditengah kehidupan metropolitan yang serba cepat, " tambah Arsyadjuliandi Rachman mengingatkan.

PKDP Selalu Dukung Program Pemko Pekanbaru

Walikota Pekanbaru yang diwakili Sekretaris Daerah Drs.H.M.Noer, MBS, SH mengaku, selama ini warga Pekanbaru yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang sudah menetap di Pekanbaru selama berpuluh-puluh tahun telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan di Kota Bertuah Pekanbaru.

" Kalau tidak ada warga Piaman di Pekanbaru mungkin Pekanbaru tidak akan semaju sekarang. Perlu Bapak Bupati ketahui warga Piaman adalah penggerak ekonominya Pekanbaru. Hampir setiap sudut di Pekanbaru ini diisi urang Piaman. Mulai dari hotel, ruko sepertiganya adalah milik warga kami yang berasal dari Piaman," ungkap Sekdako Drs.H.M.Noer, MBS, SH dengan wajah berkaca-kaca pada malam itu.

Untuk itu dia mengajak seluruh warga Piaman, mari terus pertahankan kekompakan warga Piaman di Kota Bertuah ini. Pemerintah Kota Pekanbaru tidak akan membeda-bedakan warga Pekanbaru dari manapun asalnya. " Kalau sudah menetap dan ber-KTP pekanbaru berarti sudah bagian warga Pekanbaru, maka akan punya hak dan kewajiban yang sama mendukung program pembangunan di Pekanbaru," tambahnya.

PKDP Ajang Pemersatu, Tempat Berkeluh-Kesan dan Tempat Mencari Solusi
Ketua DPD PKDP Kota Pekanbaru Agusman Sikumbang SH. MH  menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam dalamnya atas kehadiran Gubernur Propinsi Riau, Walikota Pekanbaru Bupati dan Ketua beserta anggota DPRD Padang Pariaman.

“Terimakasih, Ini silaturrahmi yang paling ramai dihadiri oleh dunsanak kita dari Kampung Halaman, dihadiri langsug orang nomor satu Padang Pariaman dan lebih dari 30 orang ketua dan Anggota DPRD, serta Pimpinan SKPD Padang Pariaman”

Dikatakannnya, dirinya dipercaya memimpin organisasi perantau Padang Pariaman yang tergabung dalam wadah PKDP Kota Pekanbaru ini Melalui Musada April 2016 lalu.

“ Alhamdulillah Musyawarah telah mempercayai kami memimpin PKDP Kota Pekanbaru lima tahun kedepan. Alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar, "tambah Agus.

Dikatakannnya lagi, PKDP adalah ajang pemersatu, tempat berkeluh kesah dan mencari solusi dalam setiap permasalahan dunsanak kita, oleh karena itu Mari kita sama sama membangun, bersatu agar kita berbuat untuk Kampung halaman dan menjadi pelopor pembangunan juga di kota Pekanbaru yang kita cintai ini.

Darwisman