Rabu, 31 Juli 2019

Walikota Genius Umar Diskusi Publik Konsep Healthy City Dengan Fakultas Kedokteran Unand

Walikota Genius Umar Diskusi Publik Konsep Healthy City Dengan Fakultas Kedokteran Unand

PADANG, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Genius Umar lakukan Diskusi Publik Konsep Healthy City di Ruang sidang Fakultas Kedokteran Unand Jati Padang, Rabu (31/7).

Dalam kesempatan itu, Wako Pariaman membawa rombongan yang beranggotakan Ketua DPRD Faisal, Kepala Dinkes Syahrul, Kepala Diskominfo Hendri dan Kadis. Dikpora Kanderi.

Diskusi publik dimoderatori oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Wirsma Arif Harahap, dan disaksikan langsung Wakil Rektor I Universitas Andalas   Prof. Dr. Dachriyanus, Apt.

Wako Pariaman Genius Umar dalam paparan singkatnya, ingin melakukan sebuah inovasi pembangunan Kota Pariaman sebagai Kota Sehat, atau yang dikenal dengan konsep Healthy City, dimana ini merupakan sebuah program pembangunan yang mengkondusifkan kota dan komunitasnya untuk menjadi sehat.


Dalam perjalanannya, Pemerintah tidak lagi harus berperan tunggal sebagai kreator sekaligus aktor pembangunan, tetapi lebih sebagai fasilitator, maka hal ini dengan menggandeng para akademisi ini, khususnya Akademisi dari Fakultas Kedokteran Unand Padang, dapat membantu Kota Pariaman mewujudkan konsep Healthy City.

" Bahkan, sebagai aksi Pemko Pariaman telah mulai membatasi iklan spanduk rokok di beberapa tempat yang ramah anak dan kawasan sekolah," ujar Genius.

Sehingga, jika hal ini dapat dibangun dengan bekerjasama dengan akademisi, maka stabilitas kehidupan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan. Hal ini dimungkinkan karena semua pihak merasa bertanggung jawab secara sadar tanpa harus dipaksa melalui peraturan pengikat.


Dr. dr. Wirsma Arif Harahap, menyatakan kesiapannya dari akademisi Unand untuk membantu mewujudkan pengembangan konsep Healthy City, namun ada beberapa tahapan yang harus dikerjakan terlebih dahulu oleh Pemko Pariaman.

" Pemko Pariaman harus terlebih dahulu siapkan sekretariat Healthy City, seterusnya mempersiapkan peraturan-peraturan pendukung sebgai dasar penguatan konsep tersebut di Kota Pariaman, tinggal kita dari akademisi menunggu aksi persiapan tersebut dari Kota Pariaman," singkat Dekan Fakultas Kedokteran itu.

Rel/Harsyi Warsilah
Terkait Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Wawako Mardison Berdialog Dengan Warga Tungkal Selatan

Terkait Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Wawako Mardison Berdialog Dengan Warga Tungkal Selatan

PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM --- Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin II menghadiri pertemuan dengan warga Desa Tungkal Selatan, Rabu (31/7/2019) pagi. Pertemuan tersebut adalah terkait penyelesaian permasalahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang beberapa pekan lalu sempat ditutup warga. Dampak akibat dari sampah serta limbah air sampah tersebut sudah sangat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Dalam musyawarah tersebut, wawako menyampaikan bahwa masyarakat Tungkal Selatan bersama kepala desa dan juga niniak mamak sudah menemuinya di rumah dinasnya pada hari Kamis, 16 Juli 2019 dimana pertemuan tersebut atas permohonan masyarakat yang meminta pemerintah penuhi lima tuntutan dari warga Tungkal Selatan.

" Tuntutan tersebut sebetulnya sudah lama sejak komitmen antara pemerintah dalam mengelola tanah tempat pembuangan akhir sampah. Saya sudah perintahkan kepada OPD terkait untuk segera menyelesaikannya ", ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat bersabar, kami pemerintahan Genius-Mardison sangat serius untuk menangani berbagai masalah masyarakat salah satunya soal sampah ini. Kami tidak ingin masyarakat kami teraniaya dan tidak diperhatikan, kami justru ingin menyelesaikan apapun keluhan dari masyarakat.

Kita diberi amanah adalah untuk masyarakat, maka kita diskusikan permasalahan ini dengan mencarikan bagaimana jalan terbaiknya, tidak ada kusut yang tidak akan selesai. Permasalahan sampah di Tungkal Selatan ini adalah juga masalah bagi Kota Pariaman, tidak ada yang dirugikan satu sama lainnya baik masyarakat maupun pemerintah.

Kita berharap permasalahan sampah ini bisa kita selesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Kita yakin sampah yang ada di Tungkal Selatan ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar jika dikelola dengan cara profesional dan bijak.

" Bagaimana sampah itu tidak menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjadi penyakit, malahan menjadi sumber ekonomi serta peluang kerja bagi warga sekitarnya ", ungkapnya.

" Pemerintah Pariaman melalui Dinas Perkim dan LH juga akan melakukan pembinaan terhadap warga dalam pengolahan sampah dan akan memfasilitasi mesin pengolah sampah agar sampah tersebut dapat diolah secara maksimal dan menjadi produktif ", tutupnya.

Sementara menurut Kepala Desa Tungkal Selatan, Rahayadi mengatakan bahwa sebelumnya kita di desa juga telah melakukan rapat bersama ninik mamak dan tokoh masyarakat.

" Hasil keputusan rapat kemarin menghasilkan lima poin, pertama terkait pelaksanaan kesehatan khusus bagi warga dusun durian gadang, sarana air bersih, pengelolaan sampah secara maksimal, tempat pengaktifan puskesmas pembantu (pustu) dan kompensasi ", terangnya.

Kemudian, kita berharap pengelolaan sampah ini dapat dilakukan secara maksimal oleh Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman.

Menurut salahsatu warga, Rina ketika diwawancarai juga menyampaikan harapannya agar mobil sampah jangan lagi masuk dan membuang sampah kesini, karena air limbah sampah membuat mati tanaman disekitarnya salah satunya sawah dan juga kebun milik warga.

" Dampak lainnya adalah masyarakat sekitar banyak mengidap penyakit, menimpa anak-anak kami sampai ada yang kena TBC karena sering menghirup udara yang tidak sehat tersebut ", ungkapnya.

Kita berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan sampah ini secepatnya, agar keresahan warga sekitar dapat segera teratasi.

Hadir juga Asisten II Walikota Pariaman, Novriadi, Plt Kadis PU Kota Pariaman, Asrizal, Dinas Perkim dan LH, Dinas Kesehatan, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pariaman, Camat Pariaman Utara, Azman.

Rel/Harsyi Warsilah
Tournanent Walinagari Championship Limau Puruik 2019, Resmi Dibuka Bupati Ali Mukhni

Tournanent Walinagari Championship Limau Puruik 2019, Resmi Dibuka Bupati Ali Mukhni

V KOTO TIMUR, BANGUNPIAMAN.COM--- Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni buka Tournament Wali Nagari Championship Limau Puruik 2019 di Lapangan Bola Limpur Jaya Limau Puruik Kec. V Koto Timur, Selasa (30/07/2019).

Dari rilis yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com pembukaan tournamen tersebut dihadiri Wali Nagari, Camat se Kabupaten Padang Pariaman, Ketua KONI Kab. Padang Pariaman, Asosiasi PSSI Kabupaten Padang Pariaman dan Tokoh Masyarakat Limau Puruik.

Drs. H. Ali Mukhni menyampaikan apresiasi kepada Wali Nagari dan Panitia Pelaksana yang mampu melaksanakan kegiatan kegiatan positif seperti Olahraga ini.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pertandingan sepak bola ini sekaligus mencari bibit unggul Padang Pariaman dalam mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2020 untuk kembali menjadi pemuncak di cabang Bola Kaki.

Padang Pariaman pada Porprov tahun 2018 yang lalu berhasil meraih peringkat pertama di Cabang Olahraga Bola Kaki.

"Selamat bertanding dan junjung tinggi sportifitas dalam berolahraga. Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam setiap pertandingan namun kebersamaan dan menjalin silaturahmi menjadi hal yang utama dalam pertandingan ini," ujar Ali Mukhni yang juga pernah menjadi pemain dan pelatih bola kaki.

Sebagai bentuk apresiasi, Ali Mukhni menyerahkan sumbangannya berupa uang tunai Rp10 juta kepada Wali Nagari dan Panitia Pelaksana.

Tournament Wali Nagari Championship Limau Puruik ini diikuti oleh 16 Klub Sepak Bola dari 3 Provinsi yakni, Sumatera Barat, Riau dan Jambi.

Wali Nagari Limau Puruik, Agusriadi S.Pd.I terlihat senang dan bahagia atas kehadiran Bupati Ali Mukhni dan membuka secara tesmi tournament yahg diadakan.

Agusriadi menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang banyak membantu pelaksanaan kegiatan.

Ia juga menghimbau generasi muda untuk terus melakukan kegiatan berolahraga, karena melalui olahraga terciptanya tubuh yang sehat pemikiran yang cerdas dan terhindar dari pengaruh buruk dari kegiatan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti penyalahgunaan Narkoba dan penyakit masyarakat.

Pada laga pembukaan ini mempertemukan tim ABC FC Kampung Dalam melawan Tim Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

"Kegiatan ini terselenggara juga karena bantuan bersama dan menggunakan dana Nagari dalam pelaksanaannya," tutupnya.

Pertandingan Tournament Wali Nagari Championship Limau Puruik 2019 akan berlangsung dari tanggal 30 Juli hingga 18 Agustus 2019 mendatang. (rel/****)

Selasa, 30 Juli 2019

Camat Padang Sago Resmi Melepas Mahasiswa IAIN Bukitinggi, Setelah KKN Selama 45 Hari

Camat Padang Sago Resmi Melepas Mahasiswa IAIN Bukitinggi, Setelah KKN Selama 45 Hari

PADANG SAGO, BANGUNPIAMAN.COM----Camat Padang Sago Zaldi Arnas resmi melepas mahasiswa IAIN Bukit Tinggi yang telah selesai melaksanakan KKN di di Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (30/07/2019), di halaman Kantor Camat

" Saya atas nama Pemerintah Kecamatan Padang Sago mengucapkan terima kasih kepada IAIN Bukitinggi  yang telah memilih Kecamatan Padang menjadi tujuan KKN mahasiswanya," ulasnya.

Dengan dijadikannya Kecamatan Padang Sago sebagai lokasi KKN telah  dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat di kecamatan ini dari segala aspek kehidupan.

"Saya berharap tahun depan kecamatan Padang Sago IAIN Bukitinggi kembali menempatkan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN di Kecamatan Padang Sago ini," tambahhnya


Sementara Wali Nagari di Padang Sago dalam hal ini diwakili  Wali Nagari Koto Baru H. Zul Hendrayani menyampaikan hal senada dengan Camat Padang Sago yang mengharapkan Padang Sago tetap menjadi daerah penempatan KKN Mahasiswa.

KKN mahasiswa IAIN Bukitinggi berada di Kecamatan Padang Sago ini sejak tanggal 17 juni 2019  yqng lalu. Menyebar di 24 korong di Padang Sago dengan 10 mahasiswa setiap korongnya.

Dari pihak kampus mewakili Rektor IAIN Bukit Tinggi hadir dekan DR. Iiz Izmuddin, MA juga menyampaikan terima kasih kepada Camat Padang Sago dan seluruh lapisan masyarakat yang telah menerima,mempasilitasi  serta membimbing mahasisawa selama berada di Padang Sago ini.

Sedangkan perwakilan mahasiswa M. Risky dalam kesan dan pesannya menyampaikan walaupun sedikit yang diberikan selama 45 hari mengbdi di kecamatan Padang Sago semoga  bermanfaat bagi masyarakat Padang Sago.

Pewarta : Yahya

Senin, 29 Juli 2019

Asisten Pengembangan Destinasi Kementrian Pariwisata Lokot Ahmad Enda : Pariaman Masih Kurang Promosi

Asisten Pengembangan Destinasi Kementrian Pariwisata Lokot Ahmad Enda : Pariaman Masih Kurang Promosi


PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM---Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Kementrian Pariwisata Republik Indonesia Lokot Ahmad Enda mengatakan, objek wisata di Kota Pariaman masih kurang promosi sehingga perlu dipromosikan. Promosi yang lebih efektif dan berbiaya murah itu  melalui media sosial, baik itu melalui Facebook, Instagram.

Hal tersebut diungkapkannya ketika meresmikan Kantor Baru Dinas Pariwisata Kota Pariaman sekaligus fasilitasi pengembangan destinasi, Senin (29/07/2019), di desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara.

Dia berharap, ada ikon baru yang yang sudah lama tapi perlu dimunculkan melalui media sosial. Misalnya Ingat Pariaman Ingat Tabuik Budaya, Ingat Pariaman ingat Pulau Angso,  Ingat Pariaman Ingat Sala Lauk untuk lainya Hutan Mangrove dan Pariwisata halal.

Sementara itu Walikota Pariaman Genius mengungkapkan, saat ini Pariaman konsen untuk mengembangkan pariwisata. Untuk itu Pemko Pariaman membangunkan gedung yang lebih representatif. 

"Dengan berkantor di gedung baru diharapkan Dinas Pariwasata Pariaman lebih konsen dan fokus serta mempunyai inovasi baru dalam mengembangkan Pariwisata itu sendiri. Nantinya Kota Pariaman akan menjadi kota tujuan wisata dengan destinasi wisata halal Internasional," ungkap Genius

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Alfian mengungkapkan, untuk menunjang pariwisata pihak akan membagikan sebanyak 25 unit gerobak kios. Tujuannya agar tempat wisata lebih tertata dengan rapi.

"Gerobak kios tersebut berasal dari bantuan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dengan total dana yang digelontorkan sebanyak Rp.197.256.125," ungkap Alfian.

Alfian menjelaskan, rencana kedepan pihaknya akan memperbaiki destinasi wisata terutama Pulau Angso Duo,  Tabuik, kuliner sala lauk.

Pewarta : Harsyi Warsilah




Minggu, 28 Juli 2019

Balon Bupati Padang Pariaman Bermunculan, dr.Zunirman Siap Maju Jika Dipercaya Masyarakat

Balon Bupati Padang Pariaman Bermunculan, dr.Zunirman Siap Maju Jika Dipercaya Masyarakat

dr..H Zunirman Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman 2011 - 2014 ( Fhoto : Istimewa)
Padang Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Padang Pariaman 2020-2025 lebih kurang setahun lagi.Namun beberapa nama tokoh kandidat bakal calon pun telah mulai mengapung dan jadi topik perbincangan yang hangat ditengah-tengah masyarakat di Padang Pariaman.

Sudah banyak bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang bermunculan diantaranya disebut-sebut akan maju diantaranya Suhatri Bur sekarang menjabat Wakil Bupati Padang Pariaman, Darmon sekarang Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat.

Juga disebut-sebut yang akan maju M.Yusuf Ketua PKDP, Yobana Samial Penghusaha, Endarmy anggota DPRD Sumbar, serta sederet nama lainnya yang tidak kalah populernya

Salah satu diantaranya adalah dr.H.Zunirman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2011-2014. Dokter ini adalah kelahiran Durian Dangka, Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, 10-Maret-1965 silam

Ketika berbincang-bincang dengan dr.Zunirman beberapa waktu lalu di Sikucur dia menyatakan siap maju sebagai Bupati maupun Wakil Bupati Padang Pariaman pada Pilkada tahun 2020 nanti.


"Insya Allah kalau dipercaya dan diminta oleh masyarakat Padang Pariaman untuk maju jadi calon bupati Padang Pariaman kita akan pertimbangkan nantinya," katanya.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan kalau ada para tokoh kandidat calon yang meminta berpasangan mendampingi beliau untuk jadi Wakil Bupati Zunirman menyatakan siapjadi Wakil Bupati.

"Tapi itu semua atas permintaan dan kepercayaan masyarakat dan para tokoh-tokoh di Padang Pariaman,bukan kehendak kita sendiri," ulasnya

dr.H.Zunirman memulai karir profesi nya sejak lulus dari Fakultas Kedokteran Unand Padang tahun 1994, Serta diangkat sebagai Dokter PTT di Puskesmas Batu Basa tahun 1995-1998. Menjadi Juara I Dokter teladan tingkat Kabupaten Padang Pariaman tahun 1998 serta Juara III Dokter teladan tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 1998.

Zunirman diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Puskesmas Batusangkar tahun 1998 bertugas di Puskemas Batusangkar sampai 2002.

Kemudian diangkat menjadi Kepala Puskesmas Limo Kaum tahun 2002-2004, dan sebagai Kepala Puskesmas Talawi Sawahlunto tahun 2004-2007.

Pada tahun 2007-2011 dr.Zunirman dipanggil oleh Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigoe  untuk memimpin sebagai Direktur RSU Dr.M.Ali Hanafiah Batusangkar.

Kemudian pada tahun 2010 Bupati Ali Mukhni meminta Zunirman untuk mengabdi di kampung halaman sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Zunirman pindah ke Padang Pariaman atas persetujuan Bupati Shadiq. Zunirman bertugas menjadi Kepala Dinas Kesehatan dari tahun 2011 s/d 2014

Mengabdi menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman.
dr.Zunirman selalu disiplin dan telah banyak berbuat perubahan pembangunan di bidang kesehatan.

Diantaranya membangun sarana prasarana layanan umum kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) di berbagai pelosok daerah padang pariaman. Dengan adanya puskesmas pembantu masyarakat bisa menjangkau berobat ke puskesmas tersebut.

Salah satu Puskesmas Pembantu yang didirikan pada Zunirman menjabat Kadis Kesehatan yaitu Puskesmas Nagari Sikucur yang terletak berlokasi di Korong Bukit-Bio Nagari Sikucur Kec V Koto Kp Dalam.

Pembangunan puskesmas sikucur tersebut memakan dana 1,3 Miliyar Rupiah. Sehingga masyarakat di sekitar nagari sikucur cukup terbantu tidak bersusah payah berobat ke Puskesmas Kampung Dalam karena jarak transportasi yang cukup jauh.

Suami dari drg.Eva Yulianti dan Ayah dari tiga orang anak tersebut,sudah sejak dari kecil menanamkan kepribadian disiplin,jujur dan tidak suka mengejar pangkat jabatan.

Hal itu diungkapkannya saat pemberhentian non aktif dirinya sebagai Kadis Kesehatan Padang Pariaman oleh Bupati Ali Mukhni pada tahun 2014 yang lalu.

Ketika saat itu mencuatlah persoalan kasus penerimaan pengangkatan CPNS Honorer K2 Tenaga Kesehatan yang disinyalir banyak dokumen palsu bodong dan syarat dengan korupsi dan saat itulah dr.Zunirman mengambil keputusan karena tak sejalan dengan kepribadian dirinya,

dr.Zunirman pun melalui Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menonjobkan Zunirman sebagai Kadis Kesehatan dan menempatkan Zunirman sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Setelah menjalani tugas sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan selang beberapa bulan Zunirman pun bertanya-tanya pada dirinya profesi saya adalah Dokter bidang kesehatan kok malah di bidang staf ahli bupati.

Kemudian Zunirman pun kembali mengambil keputusan untuk mundur berhenti di bagian pemerintahan karena amanah yang dipegang tidak sejalan dengan diri dan profesinya.

Setelah Zunirman berhenti dari tugas nya di bagian pemerintahan yaitu Kadis Kesehatan Padang Pariaman dan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan.

dr.Zunirman tetap melanjutkan pengabdiannya sebagai Dokter di Puskesmas Sintuak dan mendirikan mengelola klinik yang bernama klinik Puti yang berlokasi di Jalan Raya Padang Bukitinggi Kec Lubuak Aluang.

Serta pada tahun 2015 dr.Zunirman dipercaya terpilih sebagai Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Padang Pariaman 2015-2018.

Dan sampai saat ini sekarang tahun 2019 dr.H.Zunirman dipercaya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai Tim Penilai Survyor Akreditasi Puskesmas se Indonesia.

Pewarta : Andra Sikumbang


Sabtu, 27 Juli 2019

Walikota Genius Sambut Positif Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku di Kota Pariaman

Walikota Genius Sambut Positif Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku di Kota Pariaman

PARIAMAN, BANGUNPAMAN.COM---Walikota Pariaman Genius Umar Membuka secara resmi  Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (GERNAS BUKU) seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kota pariaman tahun 2019 di aula  Paud SKB Rawang, Sabtu (27/07/2019).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Pariaman Kanderi melaporkan, kegitan ini diikuti sebanyak 92 lembaga PAUD se-kota Pariaman dengan jumlah peserta sebanyak 322 orang.

Menurutnya, orang tua membaca buku  di rumah setiap hari diharapkan bisa memberikan contoh dan membacakan buku, kemudian bisa menyimpulkan dari isi buku tersebut kepada anak

Sementara itu Walikota Pariaman Genius Umar menyambut positif gerakan nasional orang tua membacakan buku salah satu cara untuk membiasakan kepada orang tua dan anak-anak untuk baca buku. Karena banyak manfaat dari membaca buku tersebut.

"Pertama untuk meningkatkan rasa petcaya diri. Buku adalah jendela ilmu kemudian akan merangsang kecerdasan otak. Anak yang suka membaca otaknya akan semakin cerdas. Kemudian Anak yang suka membaca ini bahasanya juga akan semakin bagus karena kan banyak memiliki kosakata," ulas Wako Genius

Pewarta : Harsyi Warsilah

Jumat, 26 Juli 2019

KWT Mama Ceria Ringan-Ringan Dinilai Kementrian Lingkungan Hidup Pada Program Kampung Ikllim

KWT Mama Ceria Ringan-Ringan Dinilai Kementrian Lingkungan Hidup Pada Program Kampung Ikllim

ENAM LINGKUNG, BANGUNPIAMAN.COM----Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur sambut Tim Penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang akan melakukan Penilaian Program Kampung Iklim (ProKlim) pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria Korong Ringan Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Jumat (26/07).

Turut hadir bersama Wabup, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (LHKPP) Yuniswan, Camat Enam Lingkung Rustam, Wali Nagari Pakandangan, Forkompinca Enam Lingkung dan tokoh masyarakat Enam Lingkung.

Dalam sambutannya, Wabup Suhatri Bur menyampaikan rasa senang dan bangganya terhadap KWT Mama Ceria yang berhasil masuk dalam tahap penilaian tingkat Provinsi Sumbar.

"Saya susah lama kenal dan mengikuti kiprah KWT Mama Ceria ini. Saya ingat tanggal pendiriannya yaitu 29 Juli 2016. Selama ini saya melihat seluruh anggota KWT ini sangat paham dengan program dan kegiatan KWT yang sangat bermanfaat bagi masing-masing anggota dan keluarganya," jelas Wabup yang juga putra asli Pakandangan.

Harapan kita semua, sambung Suhatri, atas nama Padang Pariaman, tertumpang harapan kepada semua anggota Tim untuk dapat melakukan penilaian dengan sebaik-baiknya dan seobyektif mungkin agar KWT Mama Ceria dapat penilaian yang maksimal dan bisa terus memberikan yang terbaik untuk Padang Pariaman.

"Kepada KWT Mama Ceria, setelah Tim melakukan penilaian, jangan sampai merasa sudah selesai aktivasnya kemudian berhenti. Tujuan akhir kita tidak sampai disini saja, selanjutnya tugas kita untuk menjaga dan terus meningkatkan kinerja KWT Mama Ceria Pada masa-masa mendatang agar tetap selalu eksis dan dikenal masyarakat banyak," kata Suhatri menutup sambutannya.

Erwin Meirifansyah, S.Hut, M.Si, Verifikator Balai Kementerian Lingkungan Hidup RI yang bertindak sebagai Ketua Tim Penilai terlihat senang dengan capaian yang telah diraih KWT Mama Ceria dan berharap KWT Mama Ceria dapat meningkatkan prestasinya di masa mendatang.

"Kegiatan Penilaian ProKlim ini akan kami laksanakan sesuai berkas yang telah bapak/ibu laporkan, dan semuanya pada hari ini dicheck langsung ke lapangan bersama Tim kami," ucap Erwin.

Sementara itu, Nurkusuma Dewi, Ketua KWT Mama Ceria dalam ekspornya di hadapan Tim Penilai menceritakan sepak terjang KWT yang dipimpinnya hingga saat ini.

Nurkusuma memaparkan prestasi KWT Mama Ceria yang dipimpinnya antara lain Juara 3 Kelompok Petani Teladan Padang Pariaman dan Juara 1 Ternak Berprestasi Sumatera Barat.

"Sebelum KWT ini berdiri, masyarakat Korong Ringan-Ringan ini memasok sayuran dari Padang Panjang. Saat Musibah Gempa 2009, Pasokan sayur dari Padang Panjang sempat terhenti karena akses serta kondisi yang tidak memungkinkan. Dari sini saya bersama kawan-kawan mengambil pelajaran dan berinisiatif untuk mendirikan KWT Mama Ceria," kisah Nurkusuma.

"Alhamdulillah, setelah KWT Mama Ceria berdiri semua kebutuhan kami dapat terpenuhi dan juga bisa menjadi penghasilan tambahan bagi kami semua," tutupnya mengakhiri ekspos. (rel/wis)
Dirjen IKMA Kementrian Perindustrian,  Sambut Positif Pembangunan Sentra IKM Coklat di Malibou Anai Padang Pariaman

Dirjen IKMA Kementrian Perindustrian, Sambut Positif Pembangunan Sentra IKM Coklat di Malibou Anai Padang Pariaman

Bupati Ali Mukhni Ketika Berkunjung ke Kantor Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Kamis 25 Juli 2019. Kedatangan Bupati Bersama Kadinas DPMMTP Rudi Rilis dan Kadinas Dukcapil Fadly, Disambut Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih, Di Ruang Kerjanya  ( Fhoto : Humas)
JAKARTA, BANGUNPIAMAN.COM---- Guna percepatan pembangunan Sentra IKM Coklat, Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni melakukan koordinasi langsung dan sekaligus melaporkan pelaksanaan kegiatan pembangunan sentra IKM Coklat kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI Gati Wibawaningsih di ruangan kerjanya di Jakarta, Kamis (25/07/2019).

Rilis yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com, melaporkan, Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih didampingi Sekretaris Dirjen IKMA Eddy Siswanto beserta staf teknis Kementerian Perindustrian RI menerima Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu dan Peridustrian (DPMPTP) Rudy Repenaldi Rilis, S.STP, MM dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) M. Fadhly, S.AP, MM.

Pertemuan itu merupakan sebagai bentuk keseriusan Bupati Padang Pariaman dalam membangun Sentra IKM Coklat yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian dengan memanfaatkan tanah Pemkab Padang Pariaman di Malibou Anai, Guguak Kec. 2 x 11 Kayu Tanam.

DAK pembangunan Sentra IKM Coklat dibagi menjadi tiga tahap dimana pada tahun 2019 ini telah alokasikan anggaran sebesar Rp15,5 Milyar.

Bupati Ali Mukhni menyampaikan maksud kedatangannya dalam rangka memberikan laporan terhadap pelaksanaan pembangunan Sentra IKM Coklat di Padang Pariaman.

Dalam laporannya Ali Mukhni menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini telah dialokasikan melalui DAK tahun 2019 sebesar Rp15,5 M dan berharap kelanjutan pembangunan Sentra IKM Coklat ini pada tahun 2020.

"Kita berterima kasih atas bantuan ini, tentunya dengan adanya Sentra IKM Coklat ini industri Coklat di Padang Pariaman semakin menggeliat," jelas bupati yang baru saja menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak tersebut di Kota Makassar.

Keberadaan Sentra IKM Coklat di Padang Pariaman sejalan dengan ditetapkannya Kabupaten Padang Pariaman sebagai Sentra Kakao Indonesia untuk wilayah Sumatera bagian Barat yang dicanangkan oleh Wakil Presiden RI Yusuf Kalla tahun 2006 lalu.

Selain itu keberadaan Sentra IKM Coklat di Malibou Anai tentunya menjadi daya tarik tersendiri, karena pesona alam yang begitu indah yang dipadukan dengan udara sejuk akan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung sambil menikmati produk makanan dan minuman berbahan coklat.

"Di lokasi sentra tersebut selain pabrik dan rumah promosi juga ada kebun kakao percontohan di atas lahan 5 Ha sehingga di lokasi tersebut akan terbentuk agrowisata Malibou Anai," jelas Ali Mukni bersemangat.

Gati Wibawaningsih memberikan apresiasi kepada Bupati Padang Pariaman yang memiliki semangat kuat dalam membangun Sentra IKM Voklat dalam mewujudkan kemandirian IKM di Padang Pariaman.

"Kalau seperti ini semua kepala daerah bekerja, saya semakin gampang ini pak bupati," tutur Gati tersenyum senang. (hms)

Dirjen IKMA juga menyesalkan terhadap beberapa daerah yang kurang serius dalam melaksanakan kegiatan yang bersumber dari DAK sehingga banyak progres kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan perencanaan.

Pada kesempatan yang sama, Sesdirjen Eddy Siswanto menyampaikan harapannya kepada Bupati Ali Mukhni agar tahun 2020 nanti kegiatan Sentra IKM Coklat sudah dapat beroperasi walaupun pembangunan belum terlaksana 100%.

"Sistem pengelolaan sentra, penetapan IKM dan mekanisme manjadi hal yang mendesak diatur agar Sentra IKM Coklat ini dapat berjalan sebagaimana mestinya," terang Eddy.

Menjawab harapan Sesjen IKMA, Rudy Rilis menjelaskan akan terdapat 10 IKM yang beroperasi pada sentra tersebut yang keseluruhannya adalah bergerak dalam membuat produk berbahan coklat. (rel/wis)
Wagub Sumbar Nasrul Abit Bangga Karya Seni Lukis UNP dan ISI Padang Panjang

Wagub Sumbar Nasrul Abit Bangga Karya Seni Lukis UNP dan ISI Padang Panjang

PADANG, BANGUNPIAMAN.COM-- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai mengunjungi Pameran bersama dua perguruan seni di Sumbar yakni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang dan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) yang menampilkan karya-karya seni rupa dan seni kriya terbaik dari kedua perguruan tinggi tersebut.

Pameran ini dilaksanakan di galeri seni rupa, Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro 31 Padang, dengan tema "Persektif" yang menampilkan 87 karya lukisan.

"Saya sangat senang adanya pameran ini, semuanya luar biasa dan menarik, sehingga kita larut kedalam lukisannya," ungkapnya sela -sela kunjungan ke Pameran Perspektif Taman Budaya,  Kamis sore (25/7/2019).

"Lukisan ini adalah salah satu wujud ekonomi kreatif. Sebagai seniman tentunya sebagai ajang berekspresi melalui karya seni, kami berharap jangan pernah berhenti berkarya," harap gubernur

Nasrul Abit sangat bangga dengan karya seni dari UNP dan ISI Padang Pajang, ternyata karya seni Sumbar bisa berkembang di luar, Wagub ingin pemerintah daerah bisa motivasi dan peduli terhadap para seniman Sumbar dengan mewujudkan 'Galeri Seni"

"Tentunya kita ingin karya seni diakui oleh banyak orang, namun jangan sampai orang-orang seni tersebut keluar semuanya dari Sumbar," ingat Wagub Sumbar.

Dari pembicaraan tersebut Wagub Nasrul Abit berkeinginan, agar dalam pembangunan yang ada di Taman Budaya harus ada 'galeri seni' agar bisa menampung aspirasi semua seniman.

"Kedepan kita bisa bekerjasama dengan Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Barat, agar setiap wisatawan yang berkunjung ke Sumbar bisa mampir kesini untuk melihat karya seni yang luar biasa seniman Sumbar," kata Nasrul Abit.

Lanjut Nasrul Abit juga berharap bagi para seniman di Sumbar bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, bagaimana kalau karya seni yang terbaik itu bisa dibeli oleh kantor-kantor pemerintah dan swasta, hotel atau tempat yang banyak pengunjung lainnya.

Termasuk di daerah kabupaten dan kota tempat-tempat objek wisata yang ramai pengunjungnya juga dimanfaatkan, sehingga pada waktu-waktu tertentu, para seniman bisa datang untuk melukis para pengunjung.

Dia mengajak para seniman bisa memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk menciptakan karya seni yang mengedepankan keragaman dan kekakayaan budaya Minang. Dengan demikian memperluas estetika harmonisasi dinamika seni rupa Indonesia, dengan syarat kualitas lukisannya harus baik. (Hms)

Kamis, 25 Juli 2019

Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dipimpin Wawako Mardison Mahyuddin Kunjungi BATAM

Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dipimpin Wawako Mardison Mahyuddin Kunjungi BATAM

BATAM, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin yang juga selaku ketua Tim terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Pariaman bersama anggota yang berasal dari Forkopimda Pariaman dan OPD Pemko Pariaman lakukan kunjungan silaturrahmi ke Kota Batam, Kamis (25/7/2019).

Rilis yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com melaporkan kedatangan rombongan Tim Terpadu Kota Pariaman  disambut langsung
oleh Tim terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Batam yang diketuai oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam Yazid.

Adapun beberapa persoalan yang dibicarakan dalam pertemuan silaturrahmi tersebut yakni mengenai agama, suku dan budaya serta penanganan konflik dari persoalan dan permasalahan sosial yang terjadi.

Tak lupa, di akhir kunjungan, juga dilakukan pertukaran cendera mata dari Pemko Pariaman kepada Pemko Batam dan sebaliknya dari Pemko Batam kepada Pemko Pariaman. (rel/harsy warsilah)
DPRD Lima Puluh Kota, Kagum inovasi Disdukcapil Padang Pariaman

DPRD Lima Puluh Kota, Kagum inovasi Disdukcapil Padang Pariaman

PADANG PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM----
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerima kunjungan Pansus I DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dalam rangka pengkajian Peraturan Daerah tentang Administrasi Kependudukan dan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan.

Acara yang dihadiri oleh Ketua dan Anggota Pansus serta sekretariat DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan Dinas Dukcapil Kabupaten Limapuluh Kota berlangsung di Prisma Room Disdukcapil Padang Pariaman.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pansus I DPRD Kabupaten Limapuluh Kota menyampaikan maksud kunjungannya yaitu dalam rangka mendalami materi peraturan daerah yang mengacu kepada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dimana Kabupaten Limapuluh Kota sedang dalam proses penyesuaian Perda dengan Undang-undang ini.

Pelaksanaan pelayanan secara gratis dan beberapa hal terkait perubahan baru dibahas dalam pertemuan ini.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Dukcapil Padang Pariaman menjelaskan proses perjalanan perubahan peraturan daerah di Kabupaten Padang Pariaman.

Selain itu, beberapa inovasi terkini dari Disdukcapil juga dipaparkan guna mendukung pelaksanaan pelayanan stelsel aktif yang diamanatkan oleh Undang-undang yang baru dan harus tercantum dalam perda yang baru.

Inovasi seperti layanan mobile, kadoku KTP-el, Alpa Beta, Si Bimo, Si Preti, Bu Papri, Layanan Tamasya, Satria, Laman Ceria dan Inovasi-inovasi lainnya yang bersifat layanan langsung dan layanan teknologi.
DPRD Kabupaten Limapuluh Kota mengapresiasi banyak inovasi yang dilakukan Disdukcapil Padang Pariaman.

"Inovasinya unik dan jelas memberikan kemudahan kepada masyarakat. Selain itu, aplikasi berbasis teknologi informasi dari dinas ini dapat dicontoh untuk mendukung kemudahan pelayanan. Kami akan ajukan MoU untuk replikasi inovasi", jelas Ketua Pansus dan salah satu anggota Pansusu I, Ibu Aida dari Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Padang Pariaman yang mendapatkan Innovative Government Award 2018 dari Menteri Dalam Negeri juga turut diperkuat oleh inovasi-inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 28 inovasi dari dinas ini memberikan kontribusi terhadap perubahan pelayanan di Kabupaten Padang Pariaman.

Inovasi dan perubahan tersebut dapat diakses pada website resmi Disdukcapil Padang Pariaman dan media sosial resmi milik dinas ini.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa pencapaian target kinerja semua level pada Dinas Dukcapil Padang Pariaman dilakukan melalui cara-cara baru yang dikemas dalam inovasi dengan memberikan branding yang menarik. Diharapkan inovasi ini terus dikembangkan kualitasnya dimasa yang akan datang. (hms)

Wabup Suhatri Bur Dampingi KPU Pusat Serahkan Santunam Kepada KPPS Yang Terkena Musibah

Wabup Suhatri Bur Dampingi KPU Pusat Serahkan Santunam Kepada KPPS Yang Terkena Musibah

Parit Malintang, BANGUNPIAMAN.COM---Wakil Bupati Padang Pariaman dampingi Ilham Saputra, Komisioner KPU RI memberikan santunan secara langsung kepada anggota PPS yang terkena musibah pada Pemilu 2019 lalu.

Turut hadir menyaksikan Komisioner KPU Sumatera Barat Izwar Yani, Nova Indra, Gebril Daulay dan Bawaslu Sumatera Barat Vifner.

"Setiap musibah yang datang tidak ada yang dikehendaki oleh setiap manusia, tapi jikalau sudah datang kita semua harus siap menerima," ucap Suhatri Bur memberikan sambutan.

Anggota PPS yang mendapat musibah saat pelaksanaan Pemilu 2019 yaitu Doni Mardino dan Irianto.

Dalam sambutannya Ilham Saputra mengatakan pemberian santunan ini sebagai wujud rasa penghormatan dari KPU RI kepada pejuang demokrasi yang sangat berkontribusi pada pelaksanaan Pemilu 2019.

"Kami dari KPU RI akan memaksimalkan perlindungan kesehatan dan hukum kepada seluruh penyelenggara KPU di setiap daerah di tahun yang akan datang," kata Ilham. (rel)

Rabu, 24 Juli 2019

Peringatan Hari Anak Nasional di Makasar, Kota Pariaman Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak

Peringatan Hari Anak Nasional di Makasar, Kota Pariaman Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak

Walikota Pariaman Menerima Penghargaan Dari Menteri PPA Yohana Susana Yambise, Selasa 23 Juli 2019, di Kota Makasar ( Foto : Kominfo Pariaman)

MAKASAR, BANGUNPIAMAN.COM --- Kota pariaman kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori Madya di Tahun 2019, dan sekaligus juga meraih apresiasi pada kategori Ruang Bermain Ramah Anak.

Dari rilis yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com dilaporkan, penghargaan ini  diserahkan langsung oleh Menteri PPA RI Yohana Susana Yembise kepada Walikota Pariaman Genius Umar di Four Point Sheraton Hotel Kota Makasar tanggal Selasa (23/7/2019) dalam rangkaian acara Peringatan Hari Anak Nasional 2019.

Apresiasi Kota Layak Anak ini telah diterima oleh kota pariaman sejak empat tahun berturut-turut, namun untuk kategori ruang bermain anak adalah bidang penghargaan baru untuk Kota Pariaman lokasi yg dinilai adalah Taman Pantai Cermin.

Hal ini menunjukan bahwa Pemko Pariaman secara konsisten selalu memperhatikan dan melindungi hak-hak anak dalam melaksanakan pembangunan.

Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Susana Yembise menyampaikan bahwa penghargaan yang dilaksanakan setiap tahun melalui beberapa tahapan seleksi bertujuan agar daerah berpacu untuk meningkatkan kepedulian dan memberikan perlindungan yang maksimal terhadap anak karena anak adalah masa depan bangsa.

" Targetnya adalah tahun 2030 Indonesia Layak Anak. Untuk tahun ini ada peningkatan yang signifikan jumlah daerah  yg meraih penghargaan yaitu secara kuantitatif meningkat 40%," singkatnya.

Sementara itu, Wako Genius menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah wujud kepedulian kita terhadap hak anak dan memberikan perlindungan yang optimal terhadap anak.

Menurutnya, kedepan kita akan tingkatkan upaya perlindungan terhadap  anak, anak-anak harus mendapatkan pendidikan yg berkualitas, gizi yang cukup, ruang bermain yang ramah anak sehingga anak bisa tumbuh kembang dengan baik.

" Untuk penilaian sendiri seharusnya kita sudah bisa ditingkatkan kategori nindya karena ada beberapa poin yg belum terlaporkan dalam penilaian," imbuh Genius.

Namun yang terpenting dalam apresiasi yang diberikan pemerintah ini adalah bagaimana kita menyiapkan generasi penerus bangsa yang handal, sehat, produktif dan berkarakter.

Pewarta : Phaik/Harsyi Warsilah

Selasa, 23 Juli 2019

Agar Tepat Sasaran, Wawako Mardison Mahyuddin Ingatkan Pendamping PKH  Teliti Dalam Mendata Masyarakat Miskin

Agar Tepat Sasaran, Wawako Mardison Mahyuddin Ingatkan Pendamping PKH Teliti Dalam Mendata Masyarakat Miskin

Wakil Walikota Pariaman Madison Mahyuddin ( Foto : Erwin/kominfo Pariaman)
PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM --- Pelaksanaan PKH harus tepat sasaran, pendamping PKH harus benar-benar teliti dan berhati-hati dalam mendata orang-orang miskin, kita ingin pendataan tersebut memiliki data yang akurat. Pendamping PKH harus berani memberi label miskin pada tiap rumah penerima PKH, agar nanti pendataan yang dilakukan oleh pendamping desa, PKH, kepala desa dan fasilitator dapat mudah diketahui.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Pariaman Tahun 2019 oleh Dinas Sosial Kota Pariaman. Rakor digelar di Balairung rumdis walikota, Selasa (23/7) yang dihadiri 71 kepala desa, lurah Kota Pariaman dan hadir Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan selaku narasumber.

“ Orang bisa dikatakan miskin jika ia berkekurangan dalam hal ekonominya, apakah itu kekurangan dalam mencari nafkahnya sehari-hari dan juga kebutuhan-kebutuhan pokok yang tidak tercukupi,“ ujarnya.

“ Program PKH yang dibuat oleh pemerintah ini adalah program yang sangat strategis dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Kita berharap program tersebut harus tepat sasaran, jangan diberikan kepada orang yang mengaku-ngaku miskin, tapi ternyata dia masuk kategori keluarga yang mampu dan ekonominya segala berkecukupan,“ tegasnya.

Dikatakannya bahwa angka kemiskinan di indonesia adalah lebih kurang sekitar 9,6 % , sementara untuk wilayah Sumbar jumlah angka kemiskinan tersebut sekitar 6,5 %, sedangkan di Kota Pariaman sendiri angka kemiskinan atau penerima PKH itu ada sekitar 2443 kartu keluarga (kk) miskin.

“ Hal tersebut memang tidak sedikit, tapi setidaknya jumlah data keluarga miskin di Kota Pariaman dari tahun ke tahun mengalami penurunan, namun hal ini masih menjadi pr bagi kita semua dipemerintahan, “sambung dia.

Sesuai dengan undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 bahwa tugas dan peran pemerintah daerah bersama jajarannya baik lurah maupun desa adalah mensejahterakan masyarakatnya, ini adalah tugas pokok kita semua.

PKH ini sudah enam tahun kita laksanakan, alhamdulillah berjalan sesuai harapan tetapi tentu saja, kita berharap yang menerima PKH jangan hanya itu ke itu saja orangnya, jangan hanya karena ada unsur kedekatan, berpihaklah kepada orang yang pantas menerima bantuan dari kita.

Sementara itu, Koordinator PKH Kota Pariaman, Ruhul Fitriyos Yasran mengatakan bahwa berkaitan dengan rencana pelabelan kemarin sudah kita bahas bersama dinas sosial bersama kepala seksi, itu akan kita laksanakan dan sekiranya mungkin kita butuh dukungan juga dari pemerintahan desa.

“ Menurut rencana, besok kita akan mengadakan sosialisasi dengan keluarga penerima manfaat (KPM), disitu akan kita sampaikan terkait dengan rencana pelabelan tersebut. Mudah-mudahan pada saat sosialisasi besok, sudah ada warga yang mundur sebelum dilakukannya pelabelan,“ terangnya.

Dikatakannya juga bahwa kita juga mendapatkan data KPM mampu, dalam data KPM mampu tersebut ada sekitar 45 KPM. Sesuai arahan dari pemerintah pusat, bahwa bagi KPM mampu pilihannya ada dua graduasi mandiri atau mengundurkan diri dan graduasi paksa atau dicabut langsung oleh kementerian pusat.

“ Tiap lima tahun kita akan lakukan graduasi mandiri bagi KPM, agar tidak ada lagi pengaduan dari masyarakat yang merasa cemburu sosial kepada penerima yang orangnya itu ke itu saja. PKH ini prosesnya panjang sekitar lima tahun, setelah masuk jangka lima tahun kita selalu mendorong KMP untuk segera graduasi mandiri,“ ungkapnya.

“ Sudah ada beberapa yang berhasil dilakukan graduasi mandiri, ada sekitar 16 KPM yang keluar secara sendirinya dan mau untuk mengundurkan diri. Mudah-mudahan nanti dengan adanya pelabel tersebut banyak KPM yang mau mundur, sehingga nanti ada kouta yang tersisa untuk warga kita yang lain yang lebih membutuhkan bantuan sebagai keluarga miskin yang betul-betul miskin, “ tutupnya. (Erwin/Harsyi Warsilah)
Penerima Bantuan Sosial di Padang Pariaman Diverifikasi Dinas Sosial

Penerima Bantuan Sosial di Padang Pariaman Diverifikasi Dinas Sosial

PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM---Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara melakukan verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (BDT) Penerima Bantuan Sosial.

Seluruh penerima bansos didata berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Artinya, seluruh warga yang masuk dalam BDT akan diketahui bantuan apa saja yang telah diterima seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, JKN-KIS, dan lainnya. Bantuan bisa bersumber APBN, APBD Propinsi dan Kabupaten, CSR dan Perantau.

“Permasalahan bantuan sosial adalah terkait validasi data yang belum sinkron. Contohnya, Nama dan NIK tidak sesuai, ada yang sudah pindah, ada yang sudah sejahtera dan bahkan ada yang sudah meninggal. Data ini alan menjadi acuan sebagai penerima bansos ke depan” kata Hendra.

Guna memvalidasi data penerima bansos, tambah Hendra, telah diluncurkan inovasi terbaru dalam yaitu Sistim Informasi Penanganan Kemiskinan (SI PENANGKIS). Aplikasi ini dibuat oleh Disdukcapil dengan memanfaatkan elemen data yang ada pada KTP elektronik.

Data penerima bansos ini, kata Hendra, dapat diakses dimana saja dan kapan saja sebagai komitmen daerah dalam keterbukaan informasi publik. Bahkan masyarakat juga membuat pengaduan apabila warga yang dirasa sudah sejahtera namun masih menerima bantuan

“Aplikasi ini yang pertama di Sumbar kolaborasi Dinsos dan Disdukcapil sesuai arahan Bapak Bupati yang bertujuan agar data penerima bansos tercatat secara akurat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan Kita hadirkan Bapak Zulhari sebagai Narasumber dari Disdukcapil" ujar Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perindustrian ini.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Emri Nurman mengatakan Aplikasi Si Penangkis akan dilakukan penginputan data secara bertahap per kecamatan. Adapun penginputan data melibatkan 20 orang operator yang terdiri staf Dinsos dan pendamping PKH.

"Data yang diinput sangat banyak seperti 37 ribu KK untuk BDT, 17 ribu KK penerima PKH,  19 ribu KK penerima BPNT dan lainnya. Kita target tahun ini sudah tuntas" ujar Emri. ( rel/wis)

Senin, 22 Juli 2019

Sudah Lama Diintai, Akhirnya Polres Pariaman Amankan  18 Paket Narkoba, di Kelurahan Kampung Jawa 1

Sudah Lama Diintai, Akhirnya Polres Pariaman Amankan 18 Paket Narkoba, di Kelurahan Kampung Jawa 1

PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM--Satuan Reserse Narkoba Polres Pariaman telah mengamankan RI alias K  (33) dan RP (23), di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Lampung Jawa 1 Kecamatan Pariaman Tengah.  Tempat tersebut  kerap dijadikan tempat transaksi.  Kedua tersangka diamankan sekitar pukul 18.00 Wib, Sabtu 19 Juli 2019 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan dalam jumpa pers, di Mapolres Pariaman Senin (22/07/2019), terkait penangkapan dua pengedar narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Pariaman

"Tersangka yang sudah diintai sejak lama sudah menjadi target operasi kita di operasi antik Singgalang 2019,"  jelasnya.

Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka dan barang bukti. Akhirnya tersangka pada jam 18.00 berhasil diamankan berikut dengan barang bukti sejumlah 18 paket narkoba yaitu terdiri dari 6 paket sedang.

Kemudian 12 paket kecil berisi narkoba narkotika Golongan 1 yaitu jenis sabu-sabu dan beberapa barang bukti lain termasuk 1 buah timbangan, bungkus plastik, 4  buah handphone maupun uang tunai sebesar Rp. 1.800.000.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Pariaman untuk proses selanjutnya.

Menurut Kapolres, berdasarkan pengakuan kedua tersangka ini belum  pernah ditangkap  yang bersangkutan dikendalikan oleh seseorang yaitu Napi yang ada di dalam Lapas 2b Pariaman.

Keterangan dari pada tersangka sendiri yaitu atas nama inisial RI alias ka ini 10 hari yang lalu yang bersangkutan dikendalikan Oleh seorang napi untuk mengambil sabu seberat 1 ons yaitu di daerah Solok.

Kemudian setelah 10 hari itu sudah didistribusikan dan ini tinggal sisanya distribusinya sekitar kota Pariaman dengan metoda dilempar di jalan.

Terkait kasus ini akan ditindak lanjuti untuk memperdalam kasus ini yaitu dengan memeriksa saudara Rid yang ada di Lapas kelas 2B Pariaman.

" Jadi kedua pengedar yang sehari-harinya pengangguran ini akan dikenakan dengan pasal 114 ayat 2 undang-undang narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal sumur hidup, " ulas Kapolres Andry

Peserta : Harsyi Warsilah




Gubernur Irwan Terima Kunjungan Internasional Learning Even Wash V4CP

Gubernur Irwan Terima Kunjungan Internasional Learning Even Wash V4CP

PADANG, BANGUNPIAMAN.COM -- Gubernur Sumatera Barat  terima kunjungan dari beberapa negara seperti Kenya, Ghana, Belanda dan termasuk dari Indonesia sendiri yang tergabung dalam Internasional Leraning Even Wash V4CP, dalam rangka pembelajaran terkait pencapaian pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di Istana Gubernuran, Senin (22/7/2019).

Gubernur Sumbar Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi. MSc menyampaikan, bahwa sanitasi di Sumbar sudah termasuk bagus,  sebab Sumbar memiliki program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Karena ini menyangkut kesehatan masyarakat.

Masalah sanitasi sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, terutama penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia, pembuangan limbah atau sampah rumah tangga yang berujung kepada memburuknya kualitas sumber daya manusia sampai menurunnya produktifitas manusia.

Sebab sanitasi yang jelek bisa menimbulkan resiko masalah gizi buruk gizi pendek (stunting), bahkan bisa menimbulkan penyakit seperti diare, typus, hepatitis, demam berdarah, malaria dan penyakit lainnya.

"Dulu kita sangat dikenal dengan toilet terpanjang didunia di tahun 70, namun selang berganti dengan Bupati Padang Pariaman (Anas Malik) keluar peraturan, masyarakat dilarang keras untuk buang air besar atau sampah ke pantai maupun ke sungai, kalau melanggar ada sanksinya," kata gubernur Sumbar.

Dengan peraturan tersebut masyarakat mulai memahami manfaatnya, pemerintahpun memberikan toilet gratis kepada masyarakat. Hal ini dibuktikannya sampai saat ini sepanjang pantai Pariaman bersih Buang Air Besar (BAB).

"Kita bisa buktikan, saat ini pantai tersebut bukan dikenal sebagai toilet terpanjang di dunia, tetapi pantai tersebut dikenal sebagai desinasi pariwisata yang bernama pantai Gandoriah dan pantai Kata," jelasnya.

Lanjut gubernur juga menjelaskan, bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai komitmen untuk mencapai target SDGs tahun 2030 dengan target nomor 6 (Air Minum dan Sanitasi) yang berkelanjutan.

"Di Sumbar kami sudah memberikan sarana sanitasi gratis (supply improvement) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ucap Irwan Prayitno.

"Selain itu kita juga melakukan monev Desa Open Dumping Free (Desa ODF) and veritication city ODF," tuturnya dengan menggunakan bahasa Inggris.

"Semua ini berkat kerjasama dengan semua pihak, sehingga kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sanitasi berjalan dengan baik, mulailah Stop Buang Air Besar Sembarangan," tutup Irwan Prayitno dengan diiringi tepukan kagum dari tamu negara Kenya, Ghana dan Belanda. (rel)
KOMPAK, Walikota, Wakil Walikota dan Sekdako Pariaman, Hadiri Syukuran Hari Bhakti Adhyaksa ke-59

KOMPAK, Walikota, Wakil Walikota dan Sekdako Pariaman, Hadiri Syukuran Hari Bhakti Adhyaksa ke-59

PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM----Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Kejaksaan Negeri Pariaman adakan Syukuran bersama Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman yang dilaksanakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Pariaman, Senin 22 Juli 2019.

Syukuran tersebut dihadiri Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Bupati Padang-pariaman Suhatri Bur, Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin, Kapolres Pariaman AKBP. Andry Kurniawan, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arm. Heri Pujianto.

Ketua DPRD Kota Pariaman Faisal dan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Faisal Arifin, Sekdako Indra Sakti, Sekdakab Padang Pariaman Jhonpriadi Ketua GOW Ny. Indriati Mardison, serta Kepala Lapas Kelas IIB Pudji, Perwakilan Pengadilan Negeri, Dirut BUMN se-Kota Pariaman, Kepala BPJS Pariaman dan kepala OPD Pemko dan Pemkab Padang Pariaman.


Wako Genius Umar menyampaikan ucapan selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, semoga lebih meningkatkan pengabdian demi kemajuan, keunggulan dan keutuhan negeri.

" Semoga sinergisitas Kejaksaan Negeri Pariaman bersama Pemko Pariaman selalu terjalin baik dan saling mendukung, dan tetap terjaga kekompakan dan keharmonisan dalam setiap kegiatan dan penegakan peraturan perundang-undangan, sebagaimana yang sudah terjalin sejak lama," ujar Genius Umar.

Acara diakhiri dengan potong tumpeng bersama, yang diserahkan potongan kue oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Efrianto kepada Wako Genius dan Wabup Suhatri Bur, dan dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun yang di iringi hiburan musik. (rel/harsyi warsilah)


Minggu, 21 Juli 2019

Komisi Informasi Sumbar Apresiasi Pemkab Padang Pariaman Terap Keterbukaan Informasi Publik

Komisi Informasi Sumbar Apresiasi Pemkab Padang Pariaman Terap Keterbukaan Informasi Publik

PADANG PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM----Komisi Informasi Propinsi Sumatera Barat mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman dalam keterbukaan infomasi publik sesuai amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008.

Hal tersebut disampaikan Komisi Informasi Sumbar Arfitriati, saat monitoring dan evaluasi ke Badan publik yaitu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DisnosP3A) Kab. Padang Pariaman.

"Dinas Sosial punya peran strategis dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial lainnya, semua masyarakat berhak tahu akses informasi dalam pelayanan terhadap orang miskin. Alhamdulillah, dinas sosial sudah menjalankan tugas dengan sangat baik dan kita apresiasi," ujar Arfitriati di ruang pelayanan pada Dinas SosialP3A, di Pariaman, Senin (15/7) awal pekan lalu

Saat meninjau ruang layanan, ia menilai dinas sosial Padang Pariaman sudah lebih baik karena telah memiliki front office yang bagus, ruang tunggu yang nyaman full AC, ada ruang bermain anak, ruang menyusui, meja informasi, ruang pengaduan, fasilitas ramah disabilitas, lansia dan perpustakaan mini.

"Kadisnya luar biasa, apalagi beliau pernah menjadi peringkat pertama dalam kompetisi Keterbukaan Informasi Publik tingkat Sumbar tahun 2015. Semoga ke depan ditingkatkan sehingga menjadi percontohan bagi Badan publik lainnya," kata Arfitriati.

Sementara Kepada DinsosP3A Hendra Aswara mengatakan keterbukaan informasi adalah sebuah keniscayaan. Badan publik harus membuka akses informasi seluas-luasnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Kita berterima kasih kepada Komisi Informasi Sumbar yang proaktif dan tak kenal lelah melakukan monitoring ke seluruh Badan Publik dan memastikan keterbukaan informasi telah berjalan baik," ujar Hendra.

Pada DinsosP3A, tambah Hendra, telah memiliki media desiminasi informasi yaitu website www.dinsosppa.padangpariamankab.go.id, media sosial, pamplet, spanduk dan layanan pengaduan.

"Tadi ada masukan dari ibu Pit, website harus memiliki standar yang disarankan KI Sumbar, seperti ada visi misi, struktur organisasi, dialog interaktif dan lainnya. Ini masukan yang berharga untuk kita dipedomani oleh Badan Publik," ujar mantan Kabag Humas ini.  (rel/wis)

Sabtu, 20 Juli 2019

Silaturahim Akbar,  PKDP Pusat Dukung Pembangunan Piaman Laweh

Silaturahim Akbar, PKDP Pusat Dukung Pembangunan Piaman Laweh

Wakil Walikota Pariaman Menyampaikan Sambutan, Pada Silaturahmi Akbar PKDP Pusat ( Fhoto : Phaik)
JAKARTA, BANGUNPIAMAN.COM---Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPP-PKDP) Indonesia adakan acara Silaturrahim Akbar dan Halal Bi Halal urang piaman yang diselenggarakan di aula Balairung Hotel Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Rilis yang diterima redaksi www.bangunpiaman.com, melaporkan acara berkonsep silaturrahim dan mempererat tali persaudaraan masyarakat Piaman,  Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman itu dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, dan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur.

Kedatangan dua pimpinan daerah tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum PKDP H. Refrizal beserta jajaran DPP PKDP Pusat, di Balairung Hotel Jakarta.

H. Refrizal, dalam sambutannya mengatakan, sengaja mengundang Kepala Daerah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman ini agar para perantau Piaman yang ada dirantau mengikuti perkembangan pembangunan kampung halaman tercinta, yakni Piaman Laweh.

" Alhamdulillah, saya bersama pengurus mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kedatangan Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin dan Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur,  semoga terjalin hubungan yang lebih erat lagi antara masyarakat Piaman dengan para perantau,  dan bahu membahu membangun kampung halaman tercinta, " ujar H. Refrizal.

Wawako Mardison Mahyuddin yang hadir dalam silaturrahim tersebut menyampaikan kebanggaannya atas kuatnya persatuan warga Piaman di tanah rantau.

Apalagi, tambah Mardison lagi berharap kepada para perantau Piaman ini, mengajak untuk ikut berpartisipasi membangun kampung halaman tercinta, seperti menjadi donatur untuk membangun hotel dan restoran di Pariaman.

Berbagai kemajuan pembangunan Kota Pariaman juga di ekspose singkat oleh Wawako tersebut, termasuk akan menjamin kembali pendidikan gratis 12 tahun sampai ke jenjang SMA, dan program satu rumah satu sarajana yang telah direalisasikan dalam tahun ajaran baru ini.

Mardison menghimbau, para perantau Piaman ini mampu menangkal isu radikal dan tidak bertanggung jawab atas pembangunan yang ada di kampung halaman.

" Seperti isu Pasar Pariaman yang tempo hari sangat memojokkan pemerintah daerah, namun unutk diketahui, paling lambat bulan depan Insha Allah proyek pembangunan Pasar Pariaman akan segera dikerjakan, " ujar Mardison.

Karena, tambahnya lagi, proses ini memakan dana khusus dari pusat diatas Rp. 100 milyar, yang harus melalui prosedur dan tahapan yang diatur oleh Kementerian PU.

Tak lupa, Mardison ajak para perantau Piaman untuk pulang kampuang ke Pariaman meramaikan Festival Budaya Tabuik yang akan digelar pada 1-15 September 2019 mendatang.

Dalam rangkaian kegiatan, juga dimeriahkan dengan hiburan musik KIM dengan berbagai macam hadiah dan penampilan lagu lawas oleh Penyanyi legenda minang Cik Uniang Ely Kasim.

Diakhir acara,  H Refrizal menyampaikan pesan dari Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, walaupun tak hadir langsung, ia berikan apresiasi atas upaya dari persatuan warga piaman ini yang telah banyak berkontribusi dalam mendukung pembangunan DKI Jakarta.

Phaik/ Harsyi Warsilah

Jumat, 19 Juli 2019

Wako Genius Umar Ingatkan Calon Jemaah Haji Pariaman Jaga Kesehatan Selama Di Tanah Suci

Wako Genius Umar Ingatkan Calon Jemaah Haji Pariaman Jaga Kesehatan Selama Di Tanah Suci

PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM---Walikota Pariaman Genius Umar melepas keberangkatan dan Pemasangan Kartu Kesehatan Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 1440 H/ 2019 M  di Aula Balai Kota Pariaman Jum'at (19/7/2019).

Pelepasan pemberangkatan dilakukan langsung oleh Walikota Pariaman,Genius Umar dan disaksikan oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny Lucyanel Genius, Ketua GOW Kota Pariaman, Indriati Mardison, Kepala Kantor Kemenag M.Nur, dan Kabag Kesra  Armaizal.

Genius Umar mengatakan bahwa pada Tahun 2019 pelepasan JCH asal Kota Pariaman sebanyak 110 orang .

"Sebanyak 110 orang JCH asal Kota Pariaman merupakan tamu Allah SWT dan diundang untuk berangkat ke Tanah Suci Makkah. Orang yang berangkat merupakan orang pilihan, dan ketika panggilangan itu telah datang  untuk menjadi tamu Allah SWT, siapapun tidak bisa menahan," kata Genius.

Genius juga mengingatkan dengan cuaca sangat panas di tanah suci, kita harus bisa menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air, makan-makanan yang diberikan  dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu.

"Kepada seluruh jamaah calon haji semoga selalu dilindungi oleh Allah SWT dan saya juga berharap agar mendoakan semua keluarga dan Kota Pariaman semakin maju dan pemimpin serta pegawai pemerintah selalu sehat dalam membangun Kota Pariaman,"jelasnya.

"Setelah pulang dari tanah semoga menjadi haji yang mabrur dan nantinya bisa menjadi penggerak dalam membimbing sanak kemenakan yang ada di desa masing-masing dalam kegiatan keagaamaan,"tambahnya

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman M. Nur sampaikan Jamaah Calon Haji Kota Pariaman tergabung pada kloter 15 Kota Pariaman, Kota Payakumbuh dan Padang . JCH Tahun 2019 berjumlah   110 JCH  terdiri dari 40 laki-laki dan 70 perempuan.

108 orang JCH berangkat dikloter 15 dan 2 orang JCH berangkat dikloter 18 Kota Padang . Usia tertua JCH 85 Tahun atas nama Cender Binti Timbang dan termuda Ihsan Kurniawan usia 22 Tahun.

Kakankemenag apresiasi Pemko Pariaman yang telah fasilitasi kegiatan pelepasan, pengiriman barang koper perlengkapan serta tranportasi pemberangkatan dan penjemputan JCH Pariaman.  Suasana haru warnai kegiatan lepas jamaah calon haji. Air mata mengalir iringi lantunan Talbiyah yang dilafazkan  oleh seluruh hadirin

Pewarta : Harsyi Warsilah
Kerja Keras Membuahkan Hasil, Padang Pariaman Ditetapkan Sebagai Kabupaten Layak Anak

Kerja Keras Membuahkan Hasil, Padang Pariaman Ditetapkan Sebagai Kabupaten Layak Anak

PADANG PARIAMAN, BANGUNPIAMAN.COM---Kabupaten Padang Pariaman dipastikan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019 dari Pemerintah Pusat. Penghargaan yang ditujukan kepada Bupati Padang Pariaman berdasarkan surat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor B-855/KPP-PA/D.IV/Sesdep/ 07/2019 Tanggal 17 Juli 2019 Tentang Penghargaan KLA Tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hendra Aswara di ruang kerjanya, Pariaman, Jumat (18/7/2019).

"Benar sekali. Kita sudah terima surat dari Kemen PPPA, bahwa Kabupaten Padang Pariaman raih KLA tahun ini. Bapak Bupati insha Allah akan hadir langsung menerima penghargaan dari Presiden" kata Hendra.

Penghargaan ini, kata Hendra, dipersembahkan untuk masyarakat Padang Pariaman dengan seluruh pemangku kepentingan. Berkat upaya maksimal dalam pemenuhan indikator kabupaten layak anak.

Kabid Perlindungan Anak Arosi Febri Yenti mengatakan bahwa penilaian KLA tahun ini dukungan dari seluruh stakeholders dan masyarakat. Bahkan Pemerintah nagari telah fokus dalam pemenuhan hak anak dan melibatkan forum anak dalam pembangunan dan sosial kemasyarakatan.

Dijelaskannya bahwa penilaian terhadap 5 Kluster untuk memenuhi kebutuhan hak anak. Yaitu kluster hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan dasar dan perlindungan khusus.

“Kita sudah dinilai terhadap lima kluster tersebut dan hasilnya sangat memuaskan sehingga meraih KLA" tambahnya.

Terpisah, Bupati Ali Mukhni apresiasi kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Forkopimda, Instansi Vertikal, Perangkat Kecamatan, Nagari, Media, LSM, Dunia Usaha dan lainnya yang berkomitmen mendukung Kabupaten Layak Anak (KLA).

"Ini prestasi membanggakan daerah dan kita persembahkan untuk masyarakat sebagai bukti kepedulian terhadap masa depan anak-anak kita," ujar Bupati yang digadang menjadi Gubernur itu.

Penyerahan penghargaan bagi Kabupaten dan kota layak anak diserahkan pada tanggal 23 Juli 2019 di Makasar, Sulawesi Selatan sekaligus peringatan Hari Anak Nasional yang akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. (rel/wis)